Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Tak Perlu Mencintai Siapapun


__ADS_3

Ketika Yi Hua bangun kembali ia ternyata berada di Istana Pengobatan lagi. Ia lagi-lagi berhadapan dengan Selir Qian yang galaknya seperti ibu tiri sapi. Selir itu menempelkan kain basah ke dahi Yi Hua dengan agak kasar.


"Mengapa kau sangat rajin sekali untuk datang ke Istana Pengobatan?" sindir Selir Qian sambil menekan dahi Yi Hua dengan kain itu dengan kuat. Seolah mengepel di lantai.


Itu bukan mau-ku! Salahkan kesialan yang selalu datang padaku.


Yi Hua jelas tak berani menjawab itu secara langsung. Ia hanya diam saja saat Selir Qian menggosokkan wajahnya seperti tengah mencuci pakaian. Lagipula, siapa yang berani membantah Selir Qian ini?!


Ketika Selir Qian menarik kain itu dari wajah Yi Hua, peramal itu langsung bangkit dari posisi berbaringnya. Ia mengusap dahinya yang malah terasa memar karena perbuatan Selir Qian. Bagaimana bisa Selir itu malah menyakitinya, ketimbang mengobati?


Yi Hua jelas tak menyadari jika Selir Qian memperhatikannya dengan lekat. Dan, saat Yi Hua menyadari, Yi Hua segera menatap pada Selir Qian. Wanita itu tampak seperti tengah menilai.


"Apa yang terjadi padamu, Yi Hua? Liu Xingsheng berkata bahwa mereka menemukan dirimu bersimbah darah. Akan tetapi, kau tidak terluka, Yi Hua," jelas Selir Qian sambil memperhatikan Yi Hua dengan lekat.


Yi Hua mengalihkan pandangannya ke dinding. Ke mana pun asal tidak pada Selir Qian yang terkadang sangat cerdas. Tungku iblis dan penyembuhan tubuhnya yang cepat adalah rahasia yang jelas tak bisa diceritakan pada siapapun. Meski Selir Qian adalah orang yang tahu tentang identitasnya yang sebenarnya, tetapi tahu banyak hal itu bukan berarti baik.


Faktanya, Yi Hua memang terluka sangat parah. Bahkan jika Hua Yifeng tidak menyerap lonjakan energi di dalam tubuhnya, mungkin Yi Hua akan segera menjadi mendiang. Ia bisa mati karena semua sel tubuhnya hancur. Yah, untuk hal ini ia hanya bisa berterima kasih pada Hua Yifeng.


Xiao bersuara seperti orang yang baru bangun tidur, "Kau harusnya bersyukur tentang adanya sistem ini di dalam dirimu, HuaHua. Ayo ucapkan terima kasih." Xiao mengajarkan Yi Hua untuk menjadi anak baik.


Yi Hua jelas tak bisa membalas ucapan Xiao. Ia harusnya lebih fokus untuk menjawab Selir Qian, atau dia akan segera ketahuan. Yi Hua menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.


Selir Qian melanjutkan pembicaraan, "Aku tak tahu apa yang kau lakukan di Desa Yi. Aku mendengar kau bisa menghentikan kemarahan Dewa Phoenix. Itu adalah apa yang tertulis dalam laporan yang Huan Ran berikan."


Ia jelas tak ingin mengatakan apa-apa. Yi Hua jelas tak tahu apa yang dipikirkan orang lain terhadap tindakannya. Meski begitu, semua penduduk Desa Yi tahu jika itu memang berkaitan dengan Pohon Phoenix. Sebab, sekarang Pohon Phoenix kembali bertunas.


Mungkin Yi Hua akan melanjutkan kegiatan ayahnya, Shi Heng, setiap setahun sekali. Memberikan energi pada Pohon Phoenix setiap kali Perayaan Qixi. Yah, tugasnya bertambah lagi sekarang.


Intinya ... Aku tinggal meminta bayaran atas jasaku pada Liu Xingsheng!


Xiao berseru, "Aku harap kau bisa lebih cerdas dalam mengeruk uang orang lain, HuaHua. Jangan sampai kau hanya dibayar dengan makan siang saja!" nasehat Xiao pada Yi Hua yang agak polos-polos bodoh.


"Katakanlah sekarang kalian berhasil. Akan tetapi ..." Selir Qian mendadak mendekat pada Yi Hua.


Saking dekatnya Yi Hua bahkan harus memutar wajahnya agar tak menabrak hidung mancung Selir Qian. Lalu, tangan Selir Qian menuju ke arah pakaian Yi Hua yang masih dipenuhi oleh darah. Jelas Selir Qian tak berbaik hati untuk mengganti pakaiannya.


SRET!


Yi Hua segera menutupi dadanya dengan lengan. "Apa yang Anda lakukan, Selir Qian? Sadarlah saya rata!" ucap Yi Hua yang tak tahu harus berkata apa lagi.


Aku masih ingin menikah dengan pria desa baik-baik?


Xiao menghela napasnya. "Daripada kau mengkhayal aneh-aneh, lebih baik kau mencari pria yang bisa membayar semua hutangmu. Itu lebih baik! Aku menyarankan Hua Yifeng padamu karena dia pemilik Gunung Hua. Dia itu sama seperti Raja di Dunia Iblis."


Yi Hua hanya menangkap ucapan Xiao setengahnya. Ia lebih fokus untuk menjauh dari Selir Qian.


Selir Qian menarik pakaian Yi Hua untuk mempertegas ucapannya, "Juga, dengan mengeluarkan darah sebanyak itu seharusnya kau sudah mati, Yi Hua. Kau bahkan mengalami pendarahan di telinga saat di Desa Yi. Namun anehnya ... Kau bahkan terlihat bisa hidup seribu tahun sekarang, dan sedang mengarang alasan di depanku," ujar Selir Qian dengan mata tajam.


Untuk seseorang yang belajar tentang ilmu pengobatan Selir Qian sangat memahami bahwa sel manusia memang ada yang bisa menutup luka. Meski pun begitu, tak ada sel manusia yang bisa menutup begitu cepat. Bahkan para hantu rendahan juga tak bisa memulihkan jiwanya begitu cepat saat terluka.


Akan tetapi, Yi Hua sekarang bahkan terlihat sangat sehat seperti orang yang baru saja terbangun dari tidur.


"Aduh ... Oh ya ampun ... Rasanya sakit sekali, Selir Qian. Apa aku akan segera mati? Oh tidak dadaku sakit," ujar Yi Hua sambil menekan dadanya seperti orang yang hampir sekarat.


SRING!


SRET


Bagaimana bisa ada orang yang sekejam Selir Qian?


Yi Hua hanya bisa mempertanyakan itu saat ia berusaha menghindar dari tebasan pedang Selir Qian. Wanita itu tiba-tiba mengarahkan pedangnya pada Yi Hua. Dan, jika Yi Hua tak menghindar mungkin pedang milik Selir Qian akan memotong lehernya.

__ADS_1


Namun berkat itu, Selir Qian semakin menatap Yi Hua tajam. "Siapa kau sebenarnya, Yi Hua? Apa kau iblis?"


Dengan cepat Yi Hua menggelengkan kepalanya. "Tidak seperti itu, Selir Qian. Sungguh. Saya benar-benar terluka sebelumnya. Ini hanya kelihatan luarnya saja, dalamnya siapa yang tahu. Saat saya terlihat tidak kesakitan, bukannya berarti saya benar-benar tidak sakit," ucap Yi Hua dengan satu tarikan napas. Bahkan ia segera menghirup napas sebanyak-banyaknya saat dia selesai berucap.


CRAK!


Yi Hua meneguk ludahnya dengan agak ketakutan saat Selir Qian menusuk pedang itu di samping tangan Yi Hua. Ia jelas tahu Selir Qian hanya tengah mengancamnya. Hal itu yang membuatnya tak berani mengangkat tangannya. Ia hanya tak mau Selir Qian bertambah keluar api.


"Ku harap kau bukanlah iblis, dan rekan dari Hua Yifeng. Kau sudah tahu begitu banyak tentang Kerajaan Li. Dan, jangan salahkan aku jika kau akan diburu di dunia manusia," ucap Selir Qian dengan nada mengancam.


Yi Hua menghela napasnya sebelum menjawab. "Mohon maaf jika saya lancang. Namun saya bukanlah iblis, Selir Qian."


SRET!


Selir Qian menarik pedang itu kembali, "Maka buktikanlah. Kau memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk membunuh Hua Yifeng."


Yi Hua terdiam.


Apa dia memang harus membunuh Hua Yifeng?


Selain itu, berurusan dengan Hua Yifeng sama saja seperti mencari mati!


Xiao berucap di telinga Yi Hua, "Kau sudah tahu kelemahan Hua Yifeng. Tuan An yang mengatakan padamu, apa kau lupa?"


Tentu saja Yi Hua ingat. Hua Yifeng memiliki kelemahan di jantungnya. Mungkin Hua Yifeng kehilangan jantungnya saat ia masih menjadi manusia. Lalu, saat dia sudah mati dan menjadi iblis, Hua Yifeng memiliki kelemahan itu.


Jika Yi Hua bisa membuat Hua Yifeng lengah dan menusuk jantungnya, Hua Yifeng tak akan bisa menyembuhkan diri. Akan tetapi, apa ada saat Hua Yifeng bisa lengah?


Atau, ... Yi Hua harus melakukan hal itu?


Ditambah lagi, ... Yi Hua tanpa sadar mencengkeram lengannya sendiri. Matanya terlihat agak kosong, tetapi sedikit berkaca-kaca.


Mengapa dia ragu untuk membunuh Hua Yifeng?


***


Akan tetapi, ...


"Yi Hua."


Suara itu terdengar agak kaku, tetapi Yi Hua mengenalinya. Lagipula, ini pertama kalinya sosok itu memanggilnya tanpa ada makian di belakangnya. Sehingga Yi Hua melipat kedua tangannya di dada untuk menyambut Shi Qingnan di depannya.


"Kau tak lihat penampilanmu yang sudah seperti bandit, HuaHua. Apalagi dengan darah yang masih kau miliki di pakaianmu," ejek Xiao pada Yi Hua yang memasang wajah sombong seperti biasanya.


Ini namanya mempertegas situasi, Xiao! Kau tahu bukan dia mengambil gadis milik sepupu terbuangnya ini?


Yi Hua jelas hanya mencari kesalahan dari Shi Qingnan. Apalagi dia menjadi pihak tertuduh saat itu. Ini seperti kau lempar batu sembunyi tangan. Dan, Yi Hua jelas harus menegaskan tentang fitnahan itu.


Shi Qingnan menatap Yi Hua, dan entah pergi ke mana semua kesombongan pria ini sebelumnya, "Dimana Ming Fan?"


"Mengapa kau bertanya padaku, Shi Qingnan? Bukankah aku bersamanya terakhir kali?" Bukannya menjawab Yi Hua malah melontarkan pertanyaan untuk Shi Qingnan.


Shi Qingnan melirik Yi Hua sinis. "Jika dia masih bersamaku apa aku harus bertanya pada orang s*alan sepertimu?!" tanya Shi Qingnan lagi yang seperti biasa. Selalu tak bisa berbicara dengan Yi Hua tanpa memaki di akhirnya.


"Lalu, mengapa kau tak bisa menahannya?" tanya Yi Hua kembali.


Lalu, mereka tanpa sadar menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Mereka berdua adalah dua orang yang memang tak pernah berbicara dengan baik. Sehingga jika pun mereka berdiskusi, maka akan menggunakan urat di dalamnya.


Yi Hua yang seperti biasa selalu bermulut kotor langsung berseru, "Jika seseorang tak ingin bertemu denganmu lagi, maka dia memang tak ingin bersamamu."


Baru saja Yi Hua menunggu sumpah serapah dari Shi Qingnan, tetapi sepupunya itu malah tersenyum hampa. "Kau benar."

__ADS_1


Eh? Ini tidak jadi gelut? Sama sekali tak menyenangkan!


Yi Hua menggaruk kepalanya bingung. Jika orang lain membalas ucapannya dengan kasar, maka Yi Hua bisa membalasnya dengan mudah. Akan tetapi, jika seperti ini, dia malah terlihat jahat. Padahal dia jelas-jelas anak baik dan tidak sombong, serta rajin menabung.


"Sejak awal aku memang hanya pengganti dirimu, Yi Hua. Sehingga Ming Fan tak ingin bersamaku," ucap Shi Qingnan lemah.


Mendengar hal itu Yi Hua berpikir bahwa Shi Qingnan jelas-jelas mengkhayal. Dari segimana Ming Fan terlihat menyukainya?


Bahkan jelas-jelas Yi Hua dan Ming Fan sama-sama menolak perjodohan di antara mereka. Itu semua karena Ming Fan tahu tentang identitas Yi Hua sebagai seorang gadis. Akan tetapi, dia tak bisa mengatakannya karena itu akan membuat masalah baru.


Namun sejak awal salah paham ini muncul karena Yi Hua adalah 'pria' dalam cerita ini.


Percayalah ... Ini sebenarnya sederhana, tapi dipersulit oleh keadaan Yi Hua yang merupakan makhluk banyak rahasia dan masalah.


Yi Hua membuka pintu kediamannya yang berharga itu. "Aku tak tahu bagaimana pendapatmu tentang aku. Akan tetapi, kau bisa menilai sendiri tentang Ming Fan."


"Apa kau mengerti artinya mencintai, Yi Hua? Apa kau pernah jatuh cinta? Bagaimana bisa kau tak memahami perasaan Ming Fan padamu?" ujar Shi Qingnan yang masih pada pemikiran ajaibnya. Entah darimana dia melihat cinta Ming Fan itu padanya.


Bukannya Yi Hua tak perduli pada Ming Fan. Hanya saja jika memang gadis itu memerlukan waktu untuk sendiri, maka biarkan dia sendiri. Ia yakin suatu saat ia akan bertemu lagi dengan Ming Fan. Ia akan mendengarkan apapun keluh-kesah Ming Fan, dan memberinya saran jika memang diminta.


Bukankah itu artinya menjadi seorang sahabat?


Yi Hua menutup pintu itu tanpa mengucapkan selamat tinggal pada Shi Qingnan. "Ming Fan jelas bukan orang yang seperti itu, Shi Qingnan."


Bagaimana cinta bisa menjadi sesuatu yang rumit?


"Dan juga ..." Yi Hua melanjutkan, "Jika memang yang kau sebut cinta itu adalah yang kau alami sekarang. Maka aku bisa menyimpulkan bahwa itu hanyalah rasa sakit dan luka."


Ada kalanya seseorang saling mencintai, tetapi takdir di antara mereka adalah mata pisau. Saat mereka bersatu, mereka akan terluka. Akan tetapi, jika tak bersatu maka di sana juga akan ada luka.


Yi Xia bersama seorang manusia, dan terus kehilangan kekuatannya. Meski begitu, Yi Xia terlihat begitu bahagia sejak dia mengenal Shi Heng. Yi Hua terkadang tak mengerti perasaan yang seperti itu.


Juga, ... Ada dua insan yang saling mencintai, tetapi hati mereka terlalu tinggi untuk saling mengakui. Hal ini diperumit sendiri oleh mereka.


Meski begitu, ...


BRUK!


Yi Hua membaringkan tubuhnya di lantai. Ia hanya berdoa agar ia tak masuk angin di esok paginya. Itu jelas akan menjadi masalah baru untuknya.


Ia harus tetap sehat dan terus mengumpulkan setiap elemen dari ingatannya.


Hanya seperti itu.


Semua tentang Yi Hua tak ada kaitannya dengan dirinya. Ia hanya perlu tahu saja, tetapi jangan sampai ia terlarut dalam hidup Yi Hua. Sederhananya adalah seperti itu.


Yi Hua berbaring terlentang sambil menatap pada langit-langit kediamannya yang bolong. Matahari sore tampak masih ingin menyelinap dari sana. Hal itu yang membuat muncul gadis cahaya dari sana.


Yi Hua mengulurkan tangan untuk menyentuhnya Xiao.


"Aku tak akan pernah jatuh cinta, Xiao," bisik Yi Hua pelan pada Xiao.


Untuk kali ini Yi Hua tak ingin Xiao menjawabnya.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.

__ADS_1


Adios~


__ADS_2