
Ketika Yi Hua memasukkan istana itu, dia menyadari bahwa tebakannya benar. Lantai dari istana itu terbuat dari kaca, sehingga kau bisa melihat berbagai macam hewan seperti kunang-kunang yang terlihat 'berenang' di bawah sana. Yi Hua tak yakin bahwa di bawah lantai istana ini adalah ikan, sebab itu semua adalah ilusi.
Begitu dia mencapai bagian tengah, ia menyadari bahwa istana itu nyaris seperti tempat hiburan ketimbang istana. Di dalam ruangan persegi panjang itu banyak terdapat meja-meja panjang khas tempat perjudian. Yah, di sana sepertinya memang tempat perjudian.
Tentu saja Yi Hua yakin karena dia memang sudah melihat langsung kejadian di depannya. Berbagai macam rupa makhluk di dalam sana, dan memang mereka semua terlihat seperti manusia. Atau, memang ada beberapa di antara mereka adalah manusia.
"Di sini tidak ada peraturan yang ketat seperti di Kerajaan Li, sehingga beberapa pengacau lebih menyukai tempat ini."
Yi Hua menganggukkan kepalanya karena mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Liu Xingsheng. Bagaimana pun di tempat yang tanpa aturan keras dan segala macamnya ini lebih tepat untuk menikmati hidup. Terkadang kau memang ingin melakukan sesuatu yang di luar batasan moral.
Namun jika tempat ini milik Hua Yifeng, maka itu bukan berarti sebegitu bebasnya, bukan?
"Wah, Yi Hua. Sepertinya ucapan Perdana Menteri berwajah cantik itu benar. Aku bahkan melihat beberapa manusia di sini, tetapi mereka terlihat berbaur seolah mereka sama." Xiao mendadak antusias ketika mereka telah memasuki istana luas itu.
Hal itu membuat Yi Hua sedikit bingung. Bagaimana bisa makhluk seperti Xiao ini memiliki semacam pemikiran dan penglihatan seperti ini?
"Apa kau bisa melihat keadaan di dalam sini?" tanya Yi Hua yang jelas hanya bisa dengan suara yang sangat pelan. Bahkan semut pun akan mengorek telinganya agar mendengar ucapan Yi Hua dengan jelas.
"Sudah aku katakan! Jika berkenaan tentang Yi Hua, maka aku selalu tahu. Apa yang Yi Hua ketahui, alami, lihat, raba, rasakan, dan lain-lainnya, aku mengetahuinya."
Jadi, apa kau bisa memberitahuku nomor dadu yang benar agar aku memenangkan pertaruhan?
"Maaf, sistem ini tidak bisa digunakan untuk berbuat dosa. Coba lagi!"
Si*lan!
Jujur saja Yi Hua sekarang tak memiliki uang. Dia adalah tahanan yang baru dibebaskan. Bahkan dia belum mendapat hadiah dari Raja Li setelah menyembuhkan Putera Mahkota. Hal itu karena Perdana Menteri rusuh ini yang dengan seenaknya membawa ia bertugas lagi.
Sehingga Yi Hua tak memiliki penghasilan apa-apa dalam beberapa hari ini. Di dunia ini sebagai orang yang tinggal semata wayang, jika tak bekerja siapa yang mau memberi makan. Itulah mengapa Yi Hua agak berbinar tentang mendengar pertaruhan di sana.
"Lagipula, apa kau yakin di tempat seperti ini menggunakan uang untuk dipertaruhkan?" tanya Xiao lagi, yang terkadang ada benarnya.
"Oh iya,"pikir Yi Hua membenarkan.
SRET
Yi Hua ditarik oleh Liu Xingsheng untuk segera berjalan. Ini sedikit aneh, tetapi Liu Xingsheng sering merasa heran dengan Yi Hua. Ditunjang dengan ramalan misteriusnya yang nyaris menggegerkan dua dunia, Yi Hua juga agak berbeda dari biasanya. Liu Xingsheng sering melihat peramal aneh ini berkeliaran dengan jubah cenayang.
Ditambah lagi, jika kau berbicara dengan Yi Hua, maka Tuan Yi itu akan berkata bahwa dia selalu tahu dengan nada yang sombong. Seolah Tuan Yi ini mengetahui banyak hal, dan itu agak menjengkelkan saat kau melihat seseorang yang terkadang ingin terlihat cerdas. Jika pintar sungguhan, maka tak akan ada masalah. Jika hanya untuk mencari wajah, sapi pun tak akan mau meminjamkan orang seperti itu wajahnya.
Yah, sekilas itulah yang membuat Liu Xingsheng enggan dekat dengan Yi Hua.
Namun kali ini Yi Hua tampil seperti orang yang gemar bertanya. Entah mengapa Yi Hua yang biasanya ingin terlihat pintar, mendadak gemar bertingkah kritis. Dia selalu bertanya, apalagi tentang beberapa masalah yang sebenarnya itu sangat mudah diketahui oleh siapa saja.
Yi Hua yang sekarang terlihat seperti orang yang baru datang dari jauh. Lalu, kembali ke kampung halamannya, dan mendadak semuanya berubah. Yah, seperti itulah Liu Xingsheng mengibaratkannya.
Apakah level kesombongan Yi Hua menurun, dan membuat level otaknya juga menurun?
__ADS_1
Juga, Yi Hua entah mengapa sering berbicara sendiri.
"Bukankah kita datang kemari sebagai seorang istri, Nyonya Yi?" Entah disengaja atau tidak, Yi Hua seperti mendengar penekanan dari Liu Xingsheng di kalimat akhirnya.
Yi Hua hanya bisa mengikuti Liu Xingsheng dan Huan Ran yang berjalan terlebih dahulu. Tak ada gestur tak nyaman yang ditampilkan kedua orang ini. Seolah yang mereka hadapi memanglah kenormalan.
Namun menormalkan sesuatu yang seperti ini ...
"Kita melihat mereka, dan mereka melihat kita. Kita berinteraksi, sehingga tak aneh jika kau harus mengakui keberadaan mereka."
Huan Ran yang berada di depan mereka tiba-tiba berkata seperti itu. Mungkin pria itu menyadari rasa tidak nyaman yang ditampilkan oleh Yi Hua sejak tadi. Yah, mungkin ini adalah pengalaman pertama Yi Hua dengan dunia 'bawah'.
Namun bukankah Yi Hua adalah peramal? Jika mendapat mimpi dari Dewa, bukankah itu berarti Yi Hua melihat sesuatu dalam mimpinya?
Lalu, mengapa Tuan Yi ini harus sebegitu terganggunya dengan keadaan ini?
"Yi Hua, kau akan sering melihat ini jika kau dipercaya oleh Yang Mulia Raja Li nantinya."
Padahal aku ingin pekerjaan yang normal saja. Mendadak aku lelah sendiri. Beginilah susah ya mencari sesuap nasi!
Yi Hua menjadi melankolis karena situasi ini. Bagaimana pun dia mengira bahwa dia hanya perlu berkomat-kamit seperti peramal pada umumnya. Lalu, mengucapkan ramalan orang yang datang padanya. Hanya seperti itu!
Apa susahnya bagi Yi Hua untuk meramalkan nasib seseorang?
Terkadang manusia lainnya bisa menilai masih manusia lainnya jika melihat dari situasi dan kondisi. Walau tak begitu kuat dugaannya apabila ada yang disebut sebagai 'kemauan untuk berubah'. Intinya seperti itu.
Bahkan dengan Liu Xingsheng ini juga.
Tak lama mereka berada di jarak yang dekat dengan sebuah meja besar. Tepat sebelum mereka sampai, mata Yi Hua terpaku pada seseorang yang diseret keluar dengan dua makhluk berwajah datar. Seperti yang sudah Yi Hua ketahui, itu adalah cangkang manusia.
Raga yang digunakan untuk menjadi boneka.
Hua Yifeng pasti memiliki untung yang banyak ketika mengelola tempat ini. Bahkan dia tak perlu menggaji pekerja.
Yah, itu hanya pikiran aneh yang muncul di pikiran Yi Hua.
"Mengapa dia dibawa keluar?" tanya Yi Hua sambil mendekatkan diri ke Liu Xingsheng.
Hal itu membuat Liu Xingsheng membuka kipasnya hanya untuk membuat gestur seperti penggosip. Dia menyembunyikan bibirnya dengan kipas terbuka, lalu menjawab pertanyaan Yi Hua. Juga dengan gerakan mendekat pada Yi Hua.
"Tentu saja karena dia melanggar aturan dari Hua Yifeng."
Aturan?
"Lihat, Yi Hua. Iblis saja punya pengaturan sendiri, bagaimana manusia sepertimu tidak memiliki aturan dalam hidupnya?" sindir Xiao begitu saja.
Yi Hua benar-benar merasa gatal di tangannya. Ia mungkin akan mencekik Liu Xingsheng hanya agar kekesalannya pada Xiao berkurang. Sayangnya, Yi Hua adalah orang yang masih ingin hidup sejahtera dengan bahagia, sehingga dia masih harus menjadi anak baik. Mendapat pekerjaan yang baik, dan penghasilan yang baik.
__ADS_1
Semua itu hanya agar bisa melanjutkan hidup Yi Hua. Namun bukankah kehidupan Yi Hua ini tak ada baik-baiknya?
Ia menggaruk kepalanya yang mulai gatal lagi akibat bingung dengan nasib dari dirinya.
"Jika kau bertaruh sesuatu, maka kau harus memberikannya. Jika tidak, maka kau akan kehilangan semuanya."
Peraturan yang cukup normal bagi sebuah tempat usaha.
Bagaimana pun baik dan buruknya, tetapi taruhan adalah taruhan. Jika kau tak mau bertanggung jawab untuk itu, maka jangan pernah bermain. Itu saja, dan sangat mudah untuk disimpulkan.
"Jangan ambil kakiku! Aku akan bermain lagi, dan kali ini aku mempertaruhkan pernikahan anakku."
Huh?
Apa ada orangtua yang cukup gila seperti itu?
"Patahkan."
DEG
Yi Hua segera menatap ke arah suara. Bukannya tanpa alasan untuk itu, dia melakukannya karena suara itu pernah ia dengar. Jelas itu bukan karena dia mengenal siapa Hua Yifeng. Bahkan wajahnya saja, Yi Hua tak pernah melihatnya.
Hanya saja ...
Suara itu adalah suara yang sama dengan pria bertopeng yang 'menyerap' energi buruk dari Yi Hua. Tentu saja itu menjadi pengalaman yang sedikit menjengkelkan untuk Yi Hua, karena itu berarti pria ini yang menciumnya. Meski yah, alasannya juga karena mencegah Yi Hua yang meledak.
Namun di atas segalanya, Yi Hua tak bisa berhenti berpikir tentang ini semua.
Jika pria yang bertopeng itu Hua Yifeng, maka mengapa dia membantunya?
Xiao!
Panggil Yi Hua lagi pada sistem busuk yang berguna pun sangat jarang. Akan tetapi, sama seperti gejala yang sama, Xiao tetap tak muncul jika ada Hua Yifeng. Sama seperti kejadian beberapa hari yang lalu.
Apa yang terjadi sebenarnya?
***
Selamat membaca 😉
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Tetap semangat dalam menjalani hari. Selamat berpuasa bagi yang menjalankan. Jaga kesehatan, dan selalu rajin cuci tangan. Kalau perlu cuci piring juga sekalian biar tidak menumpuk.
Mari bertemu di chapter selanjutnya.
Adios~
__ADS_1