Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Esensi Kecantikan 11: Syair Terlarang Zhang Yuwen


__ADS_3

Semua tatapan terarah pada Zhang Yi selama beberapa detik, sebelum kembali lagi pada Yi Hua. Mereka sungguh tak tahu harus mengatakan apa. Sebab, wajah Yi Hua sangat penuh dengan keyakinan. Tak ada yang bisa mematahkan omong kosongnya kali ini.


Yah, itulah yang mereka pikirkan mengenai Yi Hua.


Liu Xingsheng memberi isyarat pada Yi Hua untuk duduk terlebih dahulu. Pasalnya, akibat semangat, Yi Hua nyaris menggebrak meja dan berbicara keras. Huan Ran saja sudah mengusap wajahnya sendiri karena tak mau dianggap satu tempat dengan kedua orang ini.


Dan, benar saja.


Zhang Yi mengerutkan keningnya. "Apa maksud Anda, Tuan Yi?"


Bagaimana bisa ada orang konyol yang pandai menyebut omong kosong dengan sangat lantang?


Hanya Yi Hua mungkin. Jelas saja Yi Hua selalu memiliki banyak omong kosong di wajahnya. Terutama semenjak Yi Hua memberikan hasil ramalannya di aula Pengadilan Tinggi beberapa waktu yang lalu.


Semua orang hanya tak mengerti mengapa kali ini peramal kurang pekerjaan ini terlibat lagi. Dan, lagi ... Mengapa Raja Li Shen juga memberikan kemudahan untuk Yi Hua mengacau di Pengadilan Tinggi?


"Anda adalah pelakunya, Pejabat Zhang," ucap Yi Hua mengulanginya.


Salah seorang Pejabat seperti sudah geram dengan semua omong kosong ini. Dia segera angkat bicara. "Jika Anda menganggapnya sebagai main-main, silakan keluar, Tuan Yi. Ini bukan tempat dimana kau bisa mencari wajah!"


Hey, Paman! Wajahku ada di sini, sehingga untuk apa aku mencari wajah?


Huan Ran melihat seorang pengawal sudah bersiap untuk menarik Yi Hua keluar dari Pengadilan Tinggi. Oleh karena itu, Huan Ran mendadak ikut berdiri. Bukan karena dia perduli pada Yi Hua. Ini hanya sekadar bentuknya untuk menenangkan situasi.


"Mohon Yang Mulia untuk memberi Tuan Yi waktu untuk menjelaskan," ucap Huan Ran memberi penghormatan.


Namun tatapan Raja Li Shen terlihat tak bereaksi. Dia tak terlihat begitu terganggu, melainkan dia hanya menyangga dagunya. Seolah dia sudah menunggu Yi Hua menjelaskan sejak awal.


Oleh karena itu, Liu Xingsheng ikut berdiri untuk membuka penjelasan pada hari ini.


"Biarkan hamba yang memulai berbicara tentang ini," ujar Liu Xingsheng sambil menampilkan wajah yang serius.


Tentu saja ia harus melakukannya, sebab di mata orang lain sekarang Liu Xingsheng adalah orang yang kehilangan. Sehingga Liu Xingsheng jelas memiliki tempat untuk berbicara tentang ini semua. Terutama saat pengantin 'wanita'nya menjadi orang selanjutnya dalam kasus ini.


"Hamba pikir Yi Hua ... Maksudnya Tuan Yi ini memang terlihat seperti menabur omong kosong, Yang Mulia," sergah Liu Xingsheng untuk memanaskan suasana lagi.


Pejabat Zhang Yi juga ikut berdiri. "Tuan Yi, saya pikir sudah waktunya Anda berhenti bermain-main."


"Itu benar, Pejabat Zhang. Ini memang sudah waktunya Anda untuk berhenti bermain-main."


Ayolah!


Ini sudah sangat melelahkan saat Yi Hua masih tetap kukuh dengan pendapatnya.


"Saya melihatnya, Pejabat Zhang. Apa yang Anda pikirkan, saya bisa melihatnya," jelas Yi Hua lagi.


Xiao menyela dengan cepat. "Apa yang aku ingat ialah Yi Hua tidak punya kemampuan seperti itu."


Tentu saja Yi Hua hanya berbohong. Dia tak punya kemampuan untuk melihat ke dalam diri orang lain, seperti peramal lainnya. Namun Yi Hua memiliki pengalaman kebatinan, dan dibawa Fang Yin untuk melihat apa yang terjadi. Dengan segala fakta yang ada, Yi Hua bisa menyimpulkannya.


"Lagipula, apa yang diucapkan oleh Pejabat Zhang tentang para korban sangat benar," lanjut Yi Hua lagi.


Lalu, apa masalahnya?


Zhang Yi terlihat menahan tawanya. "Tentu saja apa yang saya katakan itu benar, Tuan Yi. Saya adalah orang yang menyelidikinya. Bahkan saya sampai tertangkap oleh Pemilik Gunung Hua, Hua Yifeng."


Huan Ran tampak sangat datar tentang ini semua.


Sejak awal ini semua sengaja diarahkan menuju Hua Yifeng.


"Bagi saya Anda melakukan hal yang tak perlu, Pejabat Zhang. Untuk apa Anda menyelidiki Gunung Hua sedangkan para korban tidak ada di sana?" jelas Liu Xingsheng yang membuka kembali tentang hasil penyelidikan di Gunung Hua.

__ADS_1


Zhang Yi mengalihkan pandangannya pada Liu Xingsheng. Tatapannya terlihat sangat tenang seperti biasanya. "Saya rasa terlalu cepat menyimpulkan bahwa Hua Yifeng tidak terlihat dalam hal ini. Sekarang sudah mencapai pada korban keenam belas. Sehingga ..."


"Hanya lima belas ..."


Semua tatapan kembali pada Yi Hua yang berwajah angkuh. Tak ada yang menjamin jika setelah ini ada banyak orang yang ingin mengguna-gunai peramal ini. Sebab, keangkuhannya telah mencapai pada taraf yang menyebalkan.


"Darimana Anda bisa menyimpulkannya seperti itu, Pejabat Zhang Yi?"


Perkara sebenarnya ialah hanya segelintir orang yang tahu bahwa ada yang hilang lagi. Apalagi Pejabat Zhang Yi yang jelas-jelas 'diculik' oleh Hua Yifeng sebelum kerajaan mengumumkannya. Tak banyak yang menyadari jumlahnya, karena sebagian orang tak begitu teliti.


"Gadis yang menghilang beberapa bulan yang lalu memang menghilang. Akan tetapi, kerajaan memasukkan kasus kehilangannya ke dalam kasus lari dari rumah. Itu karena kekasihnya juga menghilang. Sehingga tak ada yang menyebut korban kelima belas selain Anda, Pejabat Zhang Yi. Seharusnya pengantin wanita Perdana Menteri Liu yang disebut sebagai korban kelima belas," jelas Yi Hua yang sejak awal memang curiga.


Yi Hua beruntung karena dia agak dekat dengan Liu Xingsheng. Sehingga dia juga tahu tentang hal rahasia ini. Gadis yang menghilang saat itu ialah salah satu gadis yang nyaris menjadi Selir. Berita kehilangannya segera disembunyikan hanya agar tak menimbulkan banyak masalah. Apalagi dengan fakta bahwa selir ini ternyata berselingkuh dengan pria lain.


Meski gadis ini memang korban, tetapi kerajaan menetapkannya dalam hal buruk. Dia adalah seseorang yang melanggar titah Raja, dan pendosa. Sehingga dia tak dimasukkan dalam kasus hilangnya para gadis.


Namun anehnya ... Zhang Yi ini tahu bahwa jumlah sebenarnya adalah lima belas orang, dan enam belas dengan pengantin wanita Liu Xingsheng. Apalagi ditambah dengan fakta bahwa Zhang Yi menghilang sebelum selir ini menghilang.


"Saya adalah yang menyelidiki kasus ini, Tuan Yi. Lagipula, saya tidak mungkin membunuh orang yang saya cintai." Tatapan Zhang Yi terlihat tajam pada Yi Hua.


Percayalah. Siapa yang tak bingung dengan semua ini. Mereka ingin percaya pada ucapan Yi Hua, tetapi mereka tak bisa menyimpulkan apa yang dikatakan oleh Yi Hua. Akan tetapi, tentang jumlah korban Yi Hua benar.


Itu tercatat hanya lima belas orang dengan pengantin wanita Liu Xingsheng yang hilang satu hari yang lalu.


"Saya sudah katakan, Pejabat Zhang. Gadis rumah cinta dan Nona Fang tidak dibunuh oleh orang yang sama. Sejak awal ada banyak pelaku dalam kasus ini. Yang Anda bunuh pertama kali adalah pria yang tergantung di depan istana itu. Atau, aku perlu menyebut pria itu sebagai pelayan pribadi dari Nona Fang Yin," ucap Yi Hua yang menyimpulkannya secara acak.


Bagaimana pun jika kau hanya menggabungkan batasan moral atau pun melihat dari kemungkinan, maka pelakunya tak akan ditemukan. Ditambah lagi pelaku ini sangat pintar, dan memiliki kemampuan yang cukup tinggi. Termasuk dalam menggunakan syair terlarang.


"Untuk apa saya membunuh pelayan pribadi Fang Yin? Apakah Anda melihat saya sebagai orang gila yang membunuh orang lain begitu saja?" tantang Zhang Yi dengan senyum di wajahnya.


"Itu semua karena pelayan itulah yang menculik Nona Fang Yin. Anda datang terlambat saat itu, dan saat Anda datang, Nona Fang Yin sudah ditusuk dengan pedang," jelas Yi Hua dengan sedikit bergetar.


Bagaimana pun dia melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri.


"Apakah saya bisa percaya pada penglihatan cenayang Anda, Tuan Yi? Anda terkenal dengan omong kosong itu!" bantah Zhang Yi yang ada benarnya juga.


Bagaimana pun Yi Hua adalah orang yang nyaris dieksekusi karena ramalannya.


"Kita kembali pada keluarga Zhang, dan serangan aneh yang menimpa iringan pengantin wanita. Ada kabut yang aneh, dan ada syair terdengar. Lalu, sang pengantin hilang. Orang lain percaya bahwa dia sendirian, tetapi dia ditandu itu tidak sendirian. Dia bersama An," jelas Yi Hua sambil menunjuk pada An yang terlihat tenang.


An menganggukkan kepalanya. "Dan, saya menemukan para korban yang ada di sana, beserta tubuh Nona Fang Yin."


Eh?


Jangankan orang lain, Yi Hua saja terkejut dengan semua itu. Kapan An menemukan tubuh Fang Yin? Mengapa Yi Hua tidak mengetahuinya?


Kali ini Yi Hua melihat ada perubahan dari wajah Zhang Yi. Entah bagaimana, tetapi jika An mengetahuinya, jelas saja Raja Li juga tahu. Itulah mengapa Raja Li hanya diam untuk menunggu penjelasan dari semua ini.


"Itu adalah syair yang bisa mengendalikan pikiran manusia. Syair terlarang Zhang Yuwen," jelas An dengan cepat.


Biarkan aku bercerita sebentar.


Keluarga Zhang memiliki dari sejarah kelam dari seorang musisi. Semua orang mengetahuinya. Sebab itu tertulis dalam sejarah, yaitu tentang Zhang Yuwen. Musisi gila yang menciptakan musik untuk membunuh.


Akan tetapi, Yi Hua sangat ingat bahwa An sama sekali tidak terpengaruh dengan musik itu. Itulah yang membuat Yi Hua menatap pada An. Namun pria itu hanya membalas tatapannya dengan senyuman.


Lalu, pria itu mempersilahkan Yi Hua untuk melanjutkan pembicaraannya. Mau tak mau Yi Hua menyimpannya untuk sekarang. Ia harus menyelesaikan semua ini terlebih dahulu.


"Anda mempelajari syair terlarang dari Zhang Yuwen untuk mengendalikan pikiran orang lain.


Lalu, membuat semuanya terlihat menjadi baik-baik saja setelahnya," ucap Yi Hua lagi.

__ADS_1


Yi Hua ingat bahwa An bercerita tentang salah satu dari lima pendosa ini. Zhang Yuwen terkenal dengan sifat rakusnya, dan caranya mengumpulkan makanan. Zhang Yuwen akan menggantung 'makanan'nya di tempat ketinggian hingga darahnya habis.


Paling khas dari Zhang Yuwen ialah dia menggantung mangsanya dengan senar untuk bermusik. Itu semua karena dia adalah seorang musisi gila yang dirusak oleh musiknya sendiri. Ia berusaha menciptakan senjata dengan musimnya sendiri, tetapi ilmu hitam tak akan baik untuk manusia.


Itu akan merusak pada jiwa seseorang, dan membuat hati menghitam.


Dia adalah salah satu dari penatua di keluarga Zhang, Zhang Yuwen. Sehingga tak aneh jika salah satu anak-anak Zhang juga mengetahui tentang seni terlarang dari Zhang Yuwen ini.


Zhang Yi menghela napasnya pelan. "Ini tidak ada hubungannya dengan paman saya, Tuan Yi. Lagipula, jika saya menggunakan seni terlarang itu, pasti itu akan mengenai diri saya. Apakah saya terlihat seperti menguasai ilmu iblis?"


"Tentu saja."


Ucapan itu terdengar bukan dari Yi Hua, melainkan dari seseorang yang baru saja datang. Itu adalah Selir Qian yang datang bersama pelayannya. Hal itu membuat mereka harus memberikan penghormatan atas kedatangan Selir Qian.


Meski biasanya Selir tak terlibat dalam urusan politik, tetapi ingatlah lagi bahwa Selir Qian adalah seorang tabib yang terkenal. Namanya cukup besar di Kerajaan Li, dan semua orang menghormatinya. Bahkan Raja Li Shen sendiri.


Seorang pengawal mendekati Selir Qian untuk mempersilahkannya duduk. Namun Selir Qian tanpa dipersilahkan langsung menuju ke arah Zhang Yi hanya untuk menarik perban yang melingkari lengannya. Itu terjadi dengan sangat cepat hingga Zhang Yi juga tak bisa mengelak.


"Bukankah luka anda sembuh lebih cepat dari yang seharusnya, Pejabat Zhang?" ucap Selir Qian dengan wajah angkuh.


"Kau baru bisa disebut hebat jika kau bisa mengalahkan wanita mengerikan ini," komentar Xiao yang sejak tadi diam.


Diam-diam Yi Hua menganggukkan kepalanya. Termasuk Liu Xingsheng yang menggigil mendadak.


Namun inti pentingnya ialah semua orang masih ingat bahwa Zhang Yi terlihat hampir mati ketika dibawa kembali ke Kerajaan Li. Dan, pria itu kembali hanya dalam waktu dekat ini. Sehingga akan sangat aneh jika luka mengerikannya bisa sembuh dengan cepat. Apalagi menurut pemeriksaan Selir Qian, dia menyadari bahwa Zhang Yi memiliki banyak luka dalam.


Rupanya Hua Yifeng tetap kejam seperti sebelumnya. Keberuntungan Zhang Yi hanyalah karena Hua Yifeng tidak memutuskan untuk menggunakan pedang Li Wei. Jika dia menggunakannya, mungkin Zhang Yi akan menjadi mayat hidup dengan luka menganga.


SRET!


PLAK!


Zhang Yi melompat jauh setelah nyaris memukul Selir Qian dengan bela dirinya. Seandainya yang ia lawan bukanlah Selir Qian, maka dia tak akan sesial ini. Sayangnya, Selir Qian dengan mudahnya menangkis serangan Zhang Yi yang menuju tenggorokannya.


Raja Li Shen yang sejak tadi menyangga dagunya lalu berdiri dengan mudah. "Tangkap dan penjarakan."


An melompat begitu saja dengan pedang di tangannya. Ia menyerang pada Zhang Yi, setelah Yi Hua sempat menarik Selir Qian untuk menjauh. Bagaimana pun wanita itu tak mungkin dibiarkan terlibat dalam perkelahian.


Yah, walau wanita ini sebenarnya memiliki tenaga seperti sapi.


Zhang Yi mendadak menarik sebuah kertas dari sakunya. Itu adalah kertas jimat, dan tak lama pria itu menghamburkannya di udara. Jimat itu terbakar, dan menciptakan banyak kabut asap.


Sama seperti kejadian saat pengantin wanita Liu Xingsheng diculik.


"Kembalikan Fang Yin padaku."


Itulah yang didengar oleh Yi Hua sebelum kabut menipis. Dan, yang tersaji di depannya adalah sesuatu yang membuat mulut Yi Hua tak bisa menutup dengan baik. Bukan hanya persoalan bagaimana suara Zhang Yi terdengar, tetapi pada persoalan pada tempat ia berpijak sekarang.


Dia bukan lagi berada di Pengadilan Tinggi, melainkan dia berada di hutan, yang Yi Hua sendiri tak tahu mengapa dia ada di sana.


Tolong berikan aku sedikit keberuntungan!


Lalu, dimana Zhang Yi?


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.

__ADS_1


Adios~


__ADS_2