Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Menyelidiki Kasus Pertama


__ADS_3

Huan Ran sudah siap sejak tadi. Akan tetapi, dua orang 'istri' gadungan itu tak muncul-muncul setelah sekian lama. Bahkan Huan Ran karena kurang kerjaannya hanya bisa menghitung dedaunan yang jatuh di hadapannya. Meski hanya tindakan untuk menghabiskan waktu, Huan Ran melakukannya dengan teliti.


Lalu, ketika Huan Ran mulai bosan, ia kini beralih untuk mencabut rumput tinggi. Ia melakukannya jelas bukan untuk menunggu kedua orang lainnya. Kini ia lebih mendedikasikan kegiatannya untuk benar-benar membersihkan.


Selagi sedang senggang, lakukan sesuatu yang mungkin bisa bermanfaat.


Huan Ran sepertinya memiliki jiwa sosial yang tinggi, atau dia hanyalah sekadar pencinta kebersihan. Tak ada yang tahu apa yang Huan Ran pikirkan, sebab dia hanya merasa sedikit jengkel pada sesuatu yang agak berantakan.


Katakanlah dia pecinta keindahan, dan juga ...


TEP


Huan Ran berhenti mencabut rumput ketika melihat sepatu merah muda milik seseorang yang berdiri di hadapannya. Dahinya berkerut ketika dia tak bisa memikirkan siapa pemiliknya. Lalu, ia mendongakkan kepalanya hanya untuk melihat seseorang gadis(?) yang tersenyum padanya.


Wajah datar Huan Ran membuatnya sangat sulit untuk ditebak. Sehingga tak ada yang tahu apa yang Huan Ran pikirkan. Namun dia segera terlihat membuang pandangannya sebelum mengeluh sebal.


"Bisakah kau berias dengan lebih baik?" tanya Huan Ran sambil membersihkan ujung pakaiannya yang terkena tanah rerumputan.


Liu Xingsheng mengedipkan matanya. Berusaha menjadi sedikit centil layaknya gadis muda yang gemar mengincar suami orang lain. "Apakah Kakak Huan Ran langsung mengenali aku?"


Liu Xingsheng telah mencoba riasan yang jelas-jelas mengubah wajahnya menjadi seperti orang lain. Apalagi dia adalah pria yang tidak pernah berdandan. Akan tetapi, hanya dalam sekali tatapan, Huan Ran langsung mengenali Liu Xingsheng.


Itu membuat Liu Xingsheng berpikir bahwa penyamarannya telah gagal.


"Aku memang selalu mengenalimu. Apalagi wajah menyebalkan seperti dirimu hanya dimiliki oleh satu orang."


Liu Xingsheng segera membuka kipasnya agar riasannya tidak terkena begitu banyak keringat. "Sungguh tidak menarik jika Kakak tidak terkejut."


TEP


TEP


"Perdana Menteri Liu, sepertinya ini bukan ide yang baik."


Suara protes itu terdengar cukup keras bersama suara derap kaki. Hal itu membuat Huan Ran dan Liu Xingsheng menolehkan kepalanya bersamaan. Namun pandangan Huan Ran tak datar seperti biasanya.


Dibanding datar, dia lebih bingung dengan keadaan saat ini. Sehingga ia beralih menatap pada Liu Xingsheng, dan bertanya, "Siapa gadis ini?"


Liu Xingsheng segera tertawa di balik kipas seperti seorang penyihir. Ia berjalan menuju ke arah orang yang baru datang, dan merangkul bahunya. Wajah bangga Liu Xingsheng terlihat ketika dia menepuk bangga punggung dari gadis yang dimaksud oleh Huan Ran.


"Dia Yi Hua."


Huan Ran memandang gadis yang datang itu sekali lagi. Wajah gadis itu terlihat cantik dengan polesan tipis dari bedak. Bibirnya telah disapu oleh pewarna merah yang tak begitu kentara. Akan tetapi, kau seperti bisa melihat mawar di sana.


Rambutnya ditata dengan cara yang agak rumit. Lalu, yang paling menarik dari segalanya ialah warna anting merah yang terlihat dari telinga Yi Hua. Huan Ran tahu bahwa Yi Hua selalu mengenakan anting yang sama sebelumnya. Akan tetapi, kali ini anting itu terlihat sempurna dengan riasan Yi Hua.


Apakah Huan Ran kini sudah mengalami kebingungan yang mendalam?


Lebih dari segalanya, ini adalah Yi Hua! Orang yang memiliki banyak rumor buruk dan banyak yang berkata bahwa peramal Yi Hua ialah orang yang sangat pembual. Sehingga tidak ada yang baik sedikit pun dari Yi Hua. Huan Ran selalu mendengar banyak cerita buruk tentang Tuan Yi ini. Walau ketika ia bertemu dengan Yi Hua baru-baru ini, dan dia langsung menggeleng untuk menerima rumor itu.


Yi Hua lebih terlihat seperti orang yang berbeda dari yang dirumorkan. Lalu, banyak yang menyebut bahwa Tuan Yi ini memiliki bentuk wajah seperti perempuan. Awalnya Huan Ran tak percaya.


Namun sekarang dia sangat mempercayainya.


***

__ADS_1


"Jadi, Nona Yi, apakah kau tahu bahwa seorang pekerja Kerajaan tak boleh bergelut dalam hal kegelapan?" Xiao datang untuk memberikan siraman motivasi untuk Yi Hua.


Yi Hua dengan jengkel mengusap rambutnya yang terasa sakit. Meski dia hanya beberapa hari menjadi Yi Hua yang seorang lelaki, tetapi dia sudah terbiasa dengan pakaian pria. Ditambah lagi dia tak merasa bahwa dia menyukai riasan rambut seperti ini.


Kepalanya seperti ditusuk dengan sumpit jika seperti ini. Yah, itu memang sumpit, tetapi bukan untuk makan. Melainkan untuk menghias rambutnya.


Belum lagi dengan rasa basah di bibirnya ... Yi Hua merasa ingin merendam bibirnya di air hanya agar rasa berminyak ini hilang. Ini rasanya sama seperti habis memakan ayam yang dimasak dengan minyak yang banyak.


Tatapan Yi Hua menjelajah pada tempat yang sangat ramai itu. Awalnya Yi Hua tak pernah berpikir bahwa akan ada tempat seperti ini di dalam gunung. Di dalam gunung?


"Yi Hua, telan ini."


Belum sempat Yi Hua menolak, Liu Xingsheng sudah memasukkan sebutir pil yang baru saja diambil Liu Xingsheng dari kantungnya. Bahkan Liu Xingsheng dengan teganya menutup mulut Yi Hua hanya agar dia tak muntah begitu saja. Rasa dari pil itu seperti memasukkan rerumputan ke dalam mulut. Mendadak Yi Hua merasa dirinya sudah seperti sapi.


"Aku mendapatkannya dari seorang cenayang kerajaan. Katanya, itu bisa menyamarkan bau manusia. Telan itu atau kau mau diambil jiwamu oleh makhluk halus?" Liu Xingsheng segera melepaskan bungkaman tangannya hanya untuk mengambil sebutir pil untuk dirinya sendiri.


Saat ini mereka sedang berada di Kerajaan Hantu di gunung Hua. Tepatnya mereka berada di dalam gunungnya.


Benar.


Seperti yang dikatakan oleh Liu Xingsheng, setelah bulan mencapai ketinggian yang sempurna, maka batasan antara dunia manusia dan makhluk halus terlepas. Ini nyaris seperti hari sabat. Perayaan bagi para makhluk halus.


Apakah kau sebagai sistem tidak memberikan petunjuk atas semua ini? Katamu aku harus menjalani hidup sebagai Yi Hua untuk mengumpulkan kenangan masa lalu milikku?


"Itu memang benar. Lakukan saja seperti kau adalah Yi Hua. Setiap kali kau memakai kekuatan 'kembali ke awal'milikmu, maka kau akan mendapatkan ingatanmu kembali," jawab Xiao dengan mudahnya.


Kembali ke awal? Bukankah itu adalah kekuatan tak berguna itu?


"Bersyukurlah dengan kekuatan itu. Jika kau sekarang di makan oleh hantu, kau bisa kembali utuh setelahnya. Asalkan kepalamu tidak terpotong. Kau masih bisa kembali hidup setelah nyaris mati," ucap Xiao yang bangga dengan sistem miliknya.


Jangan katakan bahwa saat Yi Hua nyaris meledak itu, kekuatan sampah itu bekerja. Oleh karena itu, dia bisa melihat sekilas bayangan tentang kehidupan sebelumnya. Juga, rasa seperti lebih baik mati daripada hidup itu, apakah itu yang dimaksud 'kembali ke awal'?


Hal itu membuat Liu Xingsheng yang asyik melihat-lihat hiasan yang dijual oleh makhluk halus di pinggir jalan. Sebenarnya Yi Hua masih tak terbiasa dengan kehidupan makhluk halus di sekitarnya. Ternyata itu nyaris benar seperti yang diceritakan oleh banyak orang. Para makhluk halus bertingkah layaknya manusia. Bahkan di dalam gunung pun ada pasar yang panjang seperti di Pusat Kota Kerajaan Li.


"Mereka bukannya nyaris mati, Yi Hua. Itu memang manusia yang sudah mati," bisik Liu Xingsheng yang menunjuk pada tubuh manusia yang bergantungan layaknya sapi yang siap dilepas kulitnya.


Yi Hua mengikuti arah dimana Liu Xingsheng menunjuk, "Apakah ini berkenaan dengan kasus yang ingin Anda selidiki, Perdana Menteri Liu?"


Huan Ran hanya diam saja sambil menatap pada pemandangan yang mengerikan itu. Bagaimana pun dia cukup tenang dalam menghadapi semua ini. Sungguh tak dipercaya, padahal kedua orang ini hanyalah orang berkedudukan tinggi di kerajaan Li.


"Ah, pasti ini tentang orang-orang yang menghilang baru-baru ini."


Yi Hua sebenarnya ingin mengeluh karena Xiao tidak memberikan informasi ini terlebih dahulu. Sehingga kini Yi Hua terlihat seperti menjadi orang bodoh. Sungguh sistem yang sangat buruk.


"Aku berpikir bahwa ini jelas bukan ulah Hua Yifeng," jelas Huan Ran begitu saja.


Mereka harus berbicara dengan suara kecil agar tak ada makhluk halus yang mengetahui tujuan mereka datang ke sini.


"Mengapa bisa? Bukankah Hua Yifeng adalah pemilik Kota Hantu?" tanya Yi Hua yang masih merasa bingung dengan Hua Yifeng ini.


Bukankah pria iblis Hua Yifeng ini sangat sering disebut namanya?


Liu Xingsheng membuka kipasnya pelan, "Meski Hua Yifeng adalah pemilik Kota Hantu, tetapi itu bukan berarti dia yang menugaskan penculikan. Lagipula, untuk seorang iblis kehancuran, nyawa manusia rendahan bukanlah apa yang ia sukai."


Yi Hua tampak menolak ketika seorang penjual berwajah pucat, tetapi dengan senyuman datang ke hadapannya. Tampaknya penjual ini menawarkan dagangannya yang membuat Yi Hua berpikir keras tentang bahannya. Bukankah ini sedikit menakutkan?

__ADS_1


"Lalu, kalian menduga ada peran seorang Pejabat dalam kasus hilangnya orang-orang di Kerajaan Li?" Kali ini Yi Hua berjalan lebih dekat dengan Huan Ran dan Liu Xingsheng.


Meski menjadi asap di antara kedua orang ini, setidaknya aku terlihat tidak sendirian.


"Itu tidak aneh jika seseorang menggunakan makhluk halus untuk keberuntungan hidupnya. Seperti menawarkan tumbal atau memberikan sesuatu pada makhluk itu. Lalu, setelah itu 'mereka' akan memberimu hal yang kau inginkan. Seperti kekayaan dan juga bisa membuat panjang umur. Yah, praktek sihir gelap," ucap Liu Xingsheng yang membeli salah satu hiasan yang dijual oleh para makhluk halus ini. Walau Yi Hua tak bisa berpikir lebih lanjut tentang transaksinya.


Sejak kapan Liu Xingsheng bisa memiliki benda yang memiliki nilai tukar di Kerajaan Hantu ini?


Entahlah. Yi Hua tak begitu banyak tahu.


"Ini adalah hiasan dari tanduk sapi," ucap Liu Xingsheng sambil memasukkan hiasan yang dibelinya itu ke dalam sakunya.


Setelah itu, Liu Xingsheng mengibarkan rambutnya seperti yang sering kecantikan lakukan. Hal itu membuat Huan Ran yang berdiri di sampingnya sedikit sebal. Jika dia tak berpikir mereka adalah rekan, mungkin Huan Ran akan menyiram seember air untuk membilas bedak yang digunakan Liu Xingsheng.


"Apakah ada seseorang yang sangat keji seperti itu? Mengorbankan orang lain hanya untuk kepentingannya sendiri?" tanya Yi Hua tak percaya.


Ia datang ke dunia ini seperti layaknya kertas kosong. Tak tahu siapa namanya, masa lalunya, dan bahkan apa yang membuatnya bisa terlahir kembali menjadi Yi Hua. Dia tak tahu apa yang dialaminya, meski dia telah memiliki dugaan bahwa itu adalah sesuatu yang cukup buruk.


"Entahlah, Tuan Yi. Siapa yang tahu hati manusia." Hanya itu yang bisa ditanggapi oleh Huan Ran.


Tak lama Huan Ran dan Liu Xingsheng berhenti mendadak. Hal itu membuat Yi Hua yang sejak tadi hanya mengekor juga mendadak berhenti. Tatapannya terpaku pada sebuah bangunan besar yang terlihat dihiasi dengan beberapa ukiran bunga di dindingnya.


Bangunan itu sangat besar dengan lantai yang terlihat mengkilap. Bahkan Yi Hua mendadak ingin melemparnya ke batu hanya untuk menguji kekuatanmya. Akan tetapi, karena Yi Hua masih belum ingin mengaktifkan kekuatan sistem yang tak berguna itu, dirinya menolak untuk mengalami rasa sakit seperti akan mati itu lagi.


Sungguh buruk jika dia harus mengalaminya terus-menerus hanya agar kenangan di masa lampau kembali.


Yah, mungkin keberuntungan Yi Hua sedang di makan sapi secara bertahap. Dirinya akan selalu berhadapan dengan kematian tanpa henti hanya untuk mendapatkan hidup. Apakah itu relevan untuk diperjuangkan?


Ini sama seperti ia berusaha untuk mempertahankan hidupnya sendiri. Namun cara mempertahankan hidupnya itu ialah dengan cara melewati kata 'nyaris' mati secara terus-menerus. Sapi saja tahu bahwa itu sedikit menakutkan, apalagi Yi Hua.


"Kita sudah sampai, teman!"


Awal ketika mereka mendekati bangunan itu, Yi Hua pikir mereka akan melewatinya. Mungkin dia mengira bahwa mereka akan menjelajahi gunung lebih dalam lagi hingga bertemu langsung dengan Hua Yifeng, yang katanya sangat mengerikan itu. Akan tetapi, ternyata mereka berhenti di bangunan yang Yi Hua lihat sebelumnya.


Ini nyaris terlihat seperti istana yang mewah. Bangunannya besar dan kokoh dan terlihat seperti dibangun memang sebagai tempat mengumbar keindahan. Sulit dipercaya jika tempat seperti ini akan ada setelah pemandangan mengerikan di pasar-pasarnya.


Apakah mereka tidak salah lokasi?


"Di sana kau akan sulit membedakan antara manusia dengan iblis. Sehingga, mari tajamkan mata, Yi Hua," ucap Liu Xingsheng sambil merangkul bahu Yi Hua lagi.


Tak lama setelah itu, Liu Xingsheng menarik tangan Huan Ran agak keras sekaligus merangkul bahu Yi Hua.


"Ayo, bertingkah lah seperti keluarga bahagia!"


Memangnya keluarga bahagia itu harus beristri dua ya?


Namun karena sudah terlanjur, Yi Hua hanya bisa mengikuti langkah Liu Xingsheng dengan langkah gontai.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Maaf novel ini sangat jarang up nya. Yah, pasti ada masalah ini itu di sekitar. Ditambah lagi aku sedang revisi akhir untuk skripsi-ku. Momen yang paling tak mudah untuk aku pastinya. Sehingga maaf ya bagi yang menunggu cerita ini. Kalau ada 🤧

__ADS_1


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~


__ADS_2