
Gawat! Xiao, cepat pikirkan bagaimana cara agar abu milikku bisa disimpan dengan baik, walau aku sudah mati.
Yi Hua mendadak menjadi skeptis ketika menyadari bahwa pakaiannya kini terlihat bersih. Bukannya ia tak bersyukur karena ada orang yang mengurusnya, tetapi itu juga terasa seperti masalah baru. Jika ada yang mengganti pakaiannya, maka orang yang mengganti akan tahu bahwa ada 'bagian' yang biasanya tak dimiliki oleh seorang pria.
"Tenanglah! Kau hanya perlu mengatakan pada orang yang melihat itu bahwa dia hanya berhalusinasi. Apa yang dilihat itu adalah bayangan semu, dan dia akan tertidur dalam satu ... dua ... krrr ..."
Mengapa dia malah membuat cerita sendiri?
Dia sepertinya memiliki sesuatu yang sangat tak berguna sejak ia datang ke dunia novel ini. Atau, mungkin dirinya hanya sedang mengumpulkan kesialan orang lain saat dibagikan, dan dia meninggalkan keberuntungan di sana. Sepertinya Yi Hua sudah mulai melantur karena dia bingung sendiri.
"Mengapa kau menyembunyikannya?"
DEG
Tatapan Yi Hua segera menjelajah ke seluruh isi ruangan hanya untuk menemukan siapa yang berbicara itu. Pandangannya terus berjalan dengan jantung berdebar kencang. Terutama ketika melihat seorang pria dengan wajah cerah seperti piring giok yang baru. Dari gaya berpakaiannya pria ini bukanlah orang biasa.
Dia adalah ...
"Liu Xingsheng." Pria itu memperkenalkan dirinya sendiri untuk Yi Hua.
...[Liu Xingsheng]...
Apa? Dia Liu Xingsheng?
Yi Hua memperhatikan pria cantik itu dengan lekat. Di tangan pria itu terdapat sebuah kipas kayu yang selalu dibawanya kemana-mana. Sebuah ciri khas dari seorang pria yang tak menyukai panas yang menyengat. Apalagi dengan kulitnya yang khas, dia sangat mudah dikenali.
Namun ...
Siapa dia?
Xiao nyaris mengucapkan belasungkawa untuk dirinya sendiri. Mengapa dia bisa lupa bahwa Yi Hua yang ini memang tak tahu apa-apa?
Entah siapa yang bisa ia salahkan atas ini semua. Padahal dia sudah terprovokasi dengan pertanyaan menekan dari Yi Hua sebelumnya. Seolah orang aneh itu terlihat mengenal atau mendengar tentang Liu Xingsheng.
"Bagaimana keadaanmu, Tuan Yi?" Liu Xingsheng tampak duduk di hadapan Yi Hua dengan wajah tenang.
Yi Hua yang bingung sendiri segera bangun untuk menghadap pada Liu Xingsheng. Dengan tahu kedudukannya, Yi Hua membungkukkan tubuhnya. Memberi sapaan pada seorang yang 'mungkin' di atas kedudukan dari dirinya.
Tentu saja, dia hanyalah seorang peramal kerajaan.
Xiao juga belum menerangkan siapa Liu Xingsheng ini. Meski begitu, Yi Hua sudah was-was sendiri, apalagi ketika melihat wajah tenang Liu Xingsheng. Biasanya ketika melihat penampilan luar yang seperti ini, maka sifatnya pasti sangat pendiam.
Juga, ... Tegas dan sangat disegani.
BRAK
"Xingsheng, mengapa kau masuk lagi ke ruangan ini?"
Hanya dalam seketika, wajah dingin Xingsheng berubah menjadi canggung. Pria itu dengan sangat tidak elitnya segera berlari ke arah kasur, yang masih ada Yi Hua di atasnya. Ia berlari untuk segera mengipasi Yi Hua dengan kipas yang ia bawa. Entah untuk apa.
Yi Hua hanya bisa diam ketika melihat itu semua. Namun dia sedikit bingung dengan perubahan aura ini. Sosok yang tampak rupawan, dipenuhi sinar, dan tampak seperti bijaksana, kini terlihat seperti seorang pelayan edisi terbatas. Yi Hua hanya bisa menatap Liu Xingsheng dan wanita bergaun indah yang masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
Dia ...
"Kakak, aku hanya mengipasi Tuan Yi. Kata kakak, dia nyaris mengalami ledakan energi di dalam tubuhnya. Aku hanya tak ingin di dalam tubuhnya lebih panas lagi," jelas Liu Xingsheng sambil tersenyum seperti anak baik.
Wanita bergaun indah itu menatap Liu Xingsheng tajam, sebelum mengalihkan pandangannya pada Yi Hua. Wanita ini mungkin yang mengobati luka luarnya, tetapi entah mengapa dia tak terlihat seperti seorang tabib. Terutama dari pakaian putihnya yang sangat menarik perhatian. Warnanya senada dengan apa yang dikenakan oleh Liu Xingsheng. Juga, wajah cantiknya.
...[Liu Xingqian]...
Sekarang dia sangat tahu jika Liu Xingsheng menjadi perempuan seperti kakaknya, mungkin mereka berdua akan terlihat seperti pinang di belah dua. Liu Xingsheng memiliki wajah kecil yang terlihat mirip dengan kakaknya ini.
Pandangan wanita itu, Liu Xinqian tetap fokus pada Yi Hua. Hal itu membuat Yi Hua menjadi tak nyaman sendiri. Mungkin seperti yang Yi Hua tebak, wanita ini seperti mengetahui rahasia dari Yi Hua. Apalagi jika dia adalah seorang tabib.
PLAK
Yi Hua terkejut ketika Liu Xingsheng tiba-tiba memukul kepala belakangnya dengan kipas yang ia pegang. Hal itu terjadi cukup cepat hingga Yi Hua tak bisa mengelak lagi. Belum sempat dia mengajukan protes, Liu Xingsheng memaksa Yi Hua menunduk.
"Beri penghormatan pada Selir Qian. Yah, meski dia kakakku," ucap Liu Xingsheng yang menunjukkan rasa takut yang tak tipu-tipu.
Bagaimana bisa Liu Xingsheng bisa begitu gugup hanya karena berhadapan dengan kakaknya sendiri? Yah, walah dia adalah seorang Selir.
Selir? Tunggu dulu!
Mengapa seorang Selir melakukan pekerjaan tabib? Apakah Li Shen tak sanggup membiayai Selirnya sendiri hingga menyuruhnya bekerja?
Tentu saja itu tidak seperti khayalan aneh dari Yi Hua.
"Selir Qian, atau Liu Xinqian dia dari awal memang tabib, tetapi dia juga adalah Selir yang dipilih oleh Raja Li. Sedangkan adiknya, Liu Xingsheng itu adalah Perdana Menteri kiri Kerajaan Li."
Pasti dia memiliki orang belakang!
"Dia memang dirumorkan menjadi Perdana Menteri karena kakaknya, Selir Qian. Meski Selir Qian adalah Selir baru, tetapi dia lebih terkenal sebagai seorang tabib besar yang jenius. Katanya, Raja Li Shen menikahi Selir Qian untuk mendapatkan keturunan yang jenius. Entahlah. Mungkin sesuatu seperti itulah. Aku malas sekali menjelaskannya."
Meski Xiao malas menjelaskannya, Yi Hua hanya tahu bahwa kedua bersaudara di depannya ini adalah orang yang penting. Apalagi Liu Xingsheng. Dia adalah seorang Perdana Menteri dari Kerajaan Li. Semua pendapatnya akan didengarkan oleh Raja Li Shen.
Yi Hua sebisa mungkin harus memanfaatkan keadaan ini. Akan tetapi, ...
SRET
Liu Xingsheng merangkul bahu Yi Hua dengan gaya yang sangat bersahabat. Sulit dipercaya bahwa pria ini sempat datang dengan wajah datar yang menyebalkan. Namun ternyata istilah jangan menilai dari permukaan saja itu tetap berlaku dengan baik.
"Meski wajahku cantik begini, tetapi aku tak akan merayu seorang pria sepertimu, Tuan Yi."
Oh iya, aku lupa lagi jika aku menjadi seorang pria. Berteman dengan sesama pria bukanlah hal yang aneh, bukan?
"A-Sheng berhentilah berhentilah bermain-main? Apakah kau sudah memberikan laporan yang harusnya kau berikan di Pengadilan Tinggi besok?" tanya Selir Qian sambil siap seperti akan memukul Liu Xingsheng.
Hal itu membuat Liu Xingsheng beringsut menuju ke belakang Yi Hua yang masih tak bisa mengatakan apa-apa. Dia masih mengagumi keajaiban dunia ketika kedua makhluk ini ada di sini. Bagaimana pun itu akan sangat mengagumkan lagi bahwa kedua orang ini lebih pantas disebut sebagai ibu dan anak ketimbang kakak beradik.
"Aku sudah memberikannya pada Kakak Huan Ran!"
STAP
__ADS_1
Sebuah jarum melayang dan nyaris mengenai Yi Hua dan Liu Xingsheng secara bersamaan. Beruntung Yi Hua tidak terlalu bodoh, dan Liu Xingsheng yang sepertinya terlatih dengan adegan itu. Sehingga keduanya bisa menghindar dari jarum yang nyaris menusuk dahi mereka. Meski jarum itu sering digunakan di pengobatan Tiongkok, tetapi bukan berarti itu tidak sakit ketika tertusuk!
"Mengapa selalu Huan Ran yang mengerjakan itu, Sheng? Apa kau pikir dia akan tahan dengan sikapmu itu? Kalian berdua seharusnya bekerja sama, bukan dia sendirian!"
Liu Xingsheng masih berusaha berlindung di belakang punggung Yi Hua. Padahal Yi Hua jauh lebih kecil dari dirinya. Inilah yang membuat Liu Xingsheng tertarik untuk mengenal Yi Hua. Terutama dengan kinerja Yi Hua yang baru-baru ini.
Mengapa sekarang aku harus terlibat dalam perdebatan dari kedua bersaudara ini?
Akibat gerakan spontan itu, Yi Hua merasa sakit di dadanya kembali muncul. Ia menekan dadanya sendiri dengan wajah berkerut. Dan, hal itu menarik perhatian dari Selir Qian.
Ia segera menyudahi acara melempar jarum itu, dan memerintahkan Liu Xingsheng untuk keluar. Hal itu membuat Liu Xingsheng berdecak sebal seperti anak kecil. Seperti yang Yi Hua duga, Liu Xingsheng memang terlihat seperti seorang anak ketimbang adik dari Selir Qian.
"Jika kakak ingin memeriksa Yi Hua, periksa saja. Kami sama-sama seorang pria. Bekas luka tak akan menakuti diriku," ucap Liu Xingsheng dengan wajah bangga.
"Katanya, teman di sekelilingmu seringkali adalah seseorang yang selaras dengan dirimu. Sepertinya orang seperti itu cocok untuk menjadi temanmu," ucap yang sepertinya sangat senang untuk mengganggu Yi Hua.
Yi Hua jelas tak bisa membalasnya secara langsung. Terutama di hadapan mata Selir Qian yang menghujam. Itu bukanlah mata seorang selir! Dia lebih mengerikan daripada Raja Li Shen sendiri.
Selir Qian menghela napasnya, "Kerjakan laporanmu. Kemudian, serahkan padaku malam ini. Aku harus memeriksanya terlebih dahulu."
"Namun Yi Hua ..."
"Keluar," tekan Selir Qian seperti seseorang yang mampu untuk melempar sapi.
Dengan langkah gontai Liu Xingsheng menuju ke arah pintu. Tidak lupa ia menutup kipasnya yang terbuka. Awalnya dia menggunakan itu sebagai tameng dari jarum kakaknya. Sayangnya, kipas itu kini memiliki lubang seperti di daun pepohonan. Mungkin dia harus membeli kipas baru nantinya.
SRET!
Setelah Liu Xingsheng keluar, hanya tersisa Yi Hua (bersama Xiao di telinganya, walau tak terdefinisi keberadaannya) dan Selir Qian. Kali ini Selir Qian menajamkan pandangannya sekali lagi pada Yi Hua hingga peramal rendahan itu hanya bisa menundukkan kepalanya. Tak ingin berhadapan langsung dengan Selir Qian.
"Mengapa gadis kecil sepertimu bermain-main menjadi seorang peramal?" tanya Selir Qian sambil melipat kedua lengannya di dada.
Dia memang tahu! Xiao tolong beritahu aku caranya menjaga abu sendiri saat kita sudah mati?
Itu semua karena Yi Hua sendirian di dunia ini. Tidak ada yang akan menyalakan dupa untuk abunya. Atau, mungkin tak ada yang membakar uang kertas untuk diberikan padanya. Sungguh sulit sekali saat menjadi orang yang sebatang kara, tetapi sombong seperti Yi Hua ini.
"Aku menyarankan dirimu untuk pesan paket keluarga palsu. Nanti setiap waktu peringatan untukmu, maka akan ada yang meletakkan dupa di depan abu."
Siapa yang bisa memberi solusi terbaik untuk hal ini?!
***
Selamat membaca.
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Sepertinya nama-nama di novel ini agak susah disebut. Sehingga hanya saran saja, kalian hanya perlu mengingat nama belakang dari mereka yang punya tiga suku kata nama. Seperti Liu Xingsheng. Cukup panggil Sheng. Dan, juga kakaknya, Qian. Hanya saran saja.
Soalnya semakin bertambah chapter, semakin banyak karakter yang muncul. Sama seperti novel sebelumnya. Setiap karakter memiliki cerita mereka sendiri. Dan, author jamin tak kalah menarik dari para karakter di novel author lainnya.
Yah, walau masih perlahan terungkapnya.
Mari bertemu di chapter selanjutnya.
__ADS_1
Adios~