Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Keadaan Liu Xingsheng


__ADS_3

Yi Hua duduk di lantai. Tepatnya di depan lantai yang tampak bergerak. Tak lama setelah itu, lantai itu bergeser dan menampilkan Huan Ran yang memiliki pewarna bibir di pipinya. Mungkin Huan Ran hanya secara asal membersihkan pipinya sendiri.


"Mengapa Anda bersembunyi dari Selir Qian?" tanya Yi Hua langsung pada intinya.


Ia sebenarnya tak ingin ikut campur dalam masalah apapun. Derita hidupnya saja jika dibahas tak akan selesai hanya dengan menatap masa depan tujuh turunan. Ini tak seperti ia berpikir bahwa dirinya ingin membantu orang lain.


Xiao berceloteh, "Jangan menunda untuk berbuat baik, HuaHua. Apalagi untuk seseorang yang hidup matinya hanya sebatas kain tipis."


Ya ampun. Tak henti-hentinya Yi Hua berterima kasih pada Xiao yang selalu gemar memberitahunya tentang tungku iblis yang seperti waktu kematiannya.


"Sebelum itu ... Aku ingin membawa Xingsheng keluar," ucap Huan Ran yang seperti biasa. Datar seperti keuangan Yi Hua.


Yi Hua menghela napasnya. "Anda tak takut jika saya memberitahu Selir Qian sekarang?"


"Kau ingin memberitahu?"


Bukannya menjawab, Huan Ran malah memberikan pertanyaan untuk Yi Hua. Tatapan Huan Ran mengarah tajam kepada Yi Hua. Seolah Huan Ran tak ragu untuk membunuh Yi Hua sekarang juga. Sepertinya memang ada masalah di antara mereka sekarang.


Sangat pemarah dan datar seperti permukaan jalan menuju kematian.


Tangan Yi Hua terangkat seolah Yi Hua menyerah. Bukan perkara bahwa dirinya tak berani melawan Huan Ran. Lebih tepatnya ialah dirinya adalah Yi Hua sekarang. Segala sesuatunya pasti saling berhubungan, dan mempengaruhi kesejahteraannya di kehidupan ini.


Sebisa mungkin ia harus mempererat hubungan bisnis dengan Liu Xingsheng dan Huan Ran.


"Ke mana Anda akan membawa Perdana Menteri Liu?" tanya Yi Hua yang mempersilahkan Huan Ran untuk naik kembali.


Berada di bagian bawah bangunan belum tentu nyaman. Walau ia tak mengerti bagaimana bisa ada ruangan bawah di kediaman Liu Xingsheng ini. Yang Yi Hua lakukan tak seperti ia ingin menjadi pahlawan, tetapi lebih pada Liu Xingsheng yang akhir-akhir ini menjadi temannya.


Lagipula ...


Karena sejauh ini, kedua orang itu seringkali menyewa jasa Yi Hua sebagai peramal. Yah, walau tak selalu jadi peramal. Bahkan Yi Hua pernah menjadi pancingan untuk musuh. Seperti menyamar menjadi pengantin untuk menyelidiki tentang pembunuhan para gadis pengantin dahulu*.


^^^*Kalo lupa bisa dilihat-lihat di chapter-chapter sebelumnya. Tepatnya pas Hua Yifeng masih menyamar menjadi An, terus Yi Hua pura-pura jadi pengantin biar ditangkap gitu. Itu tentang cerita Zhang Yi sama Fang Yin lebih tepatnya.^^^


"HuaHua, aku merasa seperti ada hal yang buruk di sini," tegur Xiao yang seperti biasa. Peka terhadap keadaan, layaknya bunglon.


Yi Hua tersenyum pasrah. "Memangnya jika aku menghindar, masalah di sekitar Yi Hua ini akan usai?"


Benar sekali. Sejak kapan hal yang buruk akan menjauhi kehidupan Yi Hua?


Ini layaknya kau ketakutan saat menyeberang, tetapi kau tahu bahwa kau tak punya pilihan lain dan tak punya jalan lain. Sehingga rasa ketakutan itu yang malah menjadi penyakit batin tersendiri. Rasa hati-hati dan enggan tentu saja perlu, tetapi sampai kapan itu terus dipertahankan. Suatu saat ketakutan itu malah menjadi titik lemah.


Pada akhirnya, kau hanya perlu menyeberang entah dengan kemungkinan jatuh yang besar atau kecil. Itulah kehidupan. Mau dihindari dengan cara memutar, menyilang, menggelinding, merangkak atau malah melompat serta menyublim tetap saja sama. Menjalani. Tak bisa dihindari.


SRET!


Yi Hua menjauh saat melihat Huan Ran yang terlihat memapah Liu Xingsheng untuk naik ke permukaan lantai. Tak lama Huan Ran mendudukkan Liu Xingsheng di kasurnya kembali. Hal tersebut membuat Yi Hua menyadari jika Liu Xingsheng terbangun.


"Apa kabar Anda, Perdana Menteri Liu?" tanya Yi Hua sambil memberi penghormatan.


Akan tetapi, tak ada jawaban atau kerusuhan yang biasanya tercipta dari Liu Xingsheng. Sehingga Yi Hua mengangkat kepalanya hanya untuk bertabrakan dengan tatapan hampa Liu Xingsheng. Mata pria itu terbuka, tetapi hampa seperti boneka.


Liu Xingsheng tampak bernapas seperti biasa, dan dapat duduk dengan tegak. Namun seperti Liu Xingsheng hanya raga tanpa jiwa yang utuh di dalamnya.


DEG!


Apa yang terjadi pada Liu Xingsheng?


"Perdana Menteri Liu," panggil Yi Hua lagi untuk memastikan.


Xiao berucap di telinga Yi Hua. "Perdana Menteri berisik ini ... Jiwanya tak ada pada tubuh, Yi Hua."


Bagaimana bisa?


Yi Hua tanpa sadar berjalan mendekati Liu Xingsheng. Rambut pria itu tak tertata seperti biasanya. Sehingga rambut panjang Liu Xingsheng tampak membingkai wajah tampan Perdana Menteri kiri itu dengan malas. Dan Yi Hua mencubit pipi Liu Xingsheng.


"Dia sudah seperti ini sejak keracunan bubuk mayat," jelas Huan Ran yang membuat Yi Hua mengalihkan pandangannya pada pria yang lainnya.


Yi Hua berseru panik. "Bukankah lebih baik jika Selir Qian yang menanganinya?" tanya Yi Hua.


Bagaimana pun, sekarang Selir Qian yang paling terbaik dalam ilmu pengobatan. Sehingga Selir itu tak hanya terkenal di Kerajaan Li, tetapi juga di kerajaan lainnya. Ia tak mengerti alasan mengapa Huan Ran ingin membawa Selir Qian menjauh dari Liu Xingsheng.


Ditambah lagi, Liu Xingsheng itu adalah adik Selir Qian.


"Perhatikan suaramu!" Suara tegas Huan Ran membuat Yi Hua mengerutkan keningnya.


Yi Hua langsung menutup mulutnya sendiri karena refleks.


"Meski Liu Xingsheng seperti ini, tetapi reaksinya saat melihat Selir Qian agak berbeda. Liu Xingsheng akan mengamuk seperti tak ingin melihat Selir Qian," lanjut Huan Ran. Akan tetapi, nada bicaranya tak tegas seperti sebelumnya.


Ini lebih pada Huan Ran juga memiliki kebingungan di dalam dirinya.


Apakah ada jenis penyakit seperti ini?

__ADS_1


Di mana seseorang yang keracunan bubuk mayat akan menjadi seperti boneka. Biasanya jika keracunan parah, seseorang itu akan lebih seperti lemah dan akhirnya mati karena bubuk mayat telah membuat tubuhnya mati. Akan tetapi, Liu Xingsheng tampak seperti selembar kertas kosong yang terpajang di dinding. Ada eksistensi-nya, tetapi tak ada isinya. Seperti yang dikatakan oleh Xiao, bahwa Liu Xingsheng kehilangan jiwanya.


"Bagaimana kondisi fisiknya? Apakah ada bagian tubuhnya yang membusuk?" tanya Yi Hua yang memastikan keadaan Liu Xingsheng dengan tanda-tanda seseorang terkena racun mayat.


Huan Ran menggeleng. "Tubuhnya sangat baik. Jantungnya berdetak normal, dan pernapasannya baik. Fungsi tubuhnya juga normal. Saat dipapah berjalan, Liu Xingsheng akan berjalan seperti biasanya."


Padahal Yi Hua ingin meminta Liu Xingsheng untuk menggelinding di lantai untuk memastikan. Setidaknya jika Liu Xingsheng lumpuh secara fisik, maka Liu Xingsheng tak akan bisa menggelinding dengan kecepatan rata-rata. Pria ini terlihat sangat sehat untuk dikatakan sedang sakit.


Apakah saat mereka berpisah malam itu, tepatnya saat Liu Xingsheng kembali ke istana untuk meminta bantuan, pria itu dalam keadaan takut? Hingga jiwanya melompat keluar tanpa disadari. Tapi hal konyol macam apa itu!


Ditambah lagi, Liu Xingsheng bereaksi ganjil saat bertemu Selir Qian.


Ini ...


"Menurut saya ..."


Huan Ran yang tengah merapikan rambut Liu Xingsheng perlahan mengalihkan perhatiannya. Tepatnya pada Yi Hua yang terlihat berpikir.


"Mungkin yang membuat Perdana Menteri Liu seperti ini bukanlah penyakit fisik," ucap Yi Hua pada akhirnya.


Huan Ran menghela napasnya. "Sepertinya begitu."


Ini seperti Liu Xingsheng memiliki 'sesuatu' yang membuatnya tak ingin terbangun.


Penyakit di hatinya.


Yi Hua memikirkan sesuatu. "Saya sepertinya tahu seseorang yang bisa membantu dalam hal ini."


Huan Ran terlihat tertarik dengan apa yang diucapkan oleh Yi Hua. Terlihat sekali jika Huan Ran memiliki kepedulian untuk Liu Xingsheng. Yah, setidaknya Liu Xingsheng beruntung memiliki orang-orang yang perduli padanya.


"Jika yang kau maksud itu Selir Qian, maka biarkan aku berpikir sendiri," ucap Huan Ran.


Yi Hua menggelengkan kepalanya. "Peramal Ling Xiao."


Pria itu seperti pandai untuk membaca pemikiran di dalam batin orang lain.


Namun tindakan dari Huan Ran berbeda dari orang lain. Biasanya jika disebut nama Ling Xiao, orang lain cenderung akan merasa terganggu, sebab identitas Ling Xiao yang dinilai tidak setia. Belum lagi dengan rumor bahwa ramalan Ling Xiao juga yang menyebabkan kehancuran di masa lalu. Sehingga Kerajaan juga menghindari segala sesuatu yang berhubungan dengan Ling Xiao.


Apalagi sampai meminta bantuan dari Ling Xiao. Itu hampir sama disebut dengan bunuh diri. Akan tetapi, untuk sekarang Yi Hua tak bisa memikirkan ide lainnya. Bagaimana pun mereka harus menyembuhkan Liu Xingsheng.


Seketika ingatan Yi Hua teringat pada apa yang dilihat oleh Yi Hua di telapak tangan Liu Xingsheng. Baru kali ini Yi Hua berharap bahwa ramalannya tak berarti apa-apa, seperti biasanya. Ia selalu disebut sebagai peramal yang tak bisa meramal, bukan?


Huan Ran berkata dengan tenang. Seolah dia tak masalah sedikit pun jika bertemu dengan Ling Xiao. "Aku tak berpikir jika kita bisa menemukan Peramal Ling Xiao dengan mudah."


Akan tetapi, Yi Hua menjawab cepat. "Saya tahu ... Maksudnya, saya pikir kita bisa mencarinya dengan bantuan teman."


"Teman?" tanya Huan Ran sambil mengangkat alisnya.


Dari perkara teman. Bagaimana bisa 'teman' ini bisa mengetahui keberadaan Ling Xiao? Kecuali ... Jika 'teman' ini juga mengenal atau pernah bertemu dengan Ling Xiao. Jika menilai dari semua ini, maka dalam rumor Ling Xiao hanya memiliki beberapa orang di sekitarnya. Termasuk Hua Yifeng, yang katanya berteman dengan Ling Xiao*. Rumor beredar jika mereka pernah melihat Hua Yifeng dan Ling Xiao cukup dekat.


Itulah yang membuat orang-orang enggan untuk bertemu dengan Ling Xiao juga. Sebab, banyak yang berasumsi jika ramalan Ling Xiao yang salah di masa lalu juga karena disengaja. Semuanya adalah rencana Hua Yifeng untuk mengacaukan masa depan Kerajaan Li.


Semua itu ada dalam catatan sejarah Kerajaan Li.


^^^*Ini adalah apa yang didengar oleh masyarakat di masa sekarang. Sebab, status Hua dahulu sebagai anak angkat Ling Xiao tidak resmi. Makanya Hua tidak memakai nama keluarga 'Ling'. Ingat kan bagaimana Li Jun menentang Hua untuk menjadi keluarga bangsawan? Itulah mengapa masyarakat masa ini mungkin lebih percaya jika Hua Yifeng dan Ling Xiao berteman.^^^


Yi Hua melanjutkan dengan cepat. "Maksud saya, jadi 'teman' saya ini adalah teman yang kebetulan bertemu dengan Peramal Ling. Teman saya ini pernah mendengar KATANYA ... Peramal Ling Xiao tinggal di sekitar Lembah Debu. Teman saya ini mendengar dari temannya yang lainnya, dan teman yang lainnya ini juga mendengar dari teman lainnya. Sehingga dari teman yang lainnya ini, yang katanya melihat Peramal Ling saat tengah berjalan-jalan dengan sapi di Lembah Debu. Jadi yah ... Begitu."


Yi Hua berbicara nyaris seperti tanpa jeda dalam suaranya.


Xiao berceloteh, "Jika Huan Ran ini tahu 'teman' yang kau maksud, mungkin kemampuan 'kembali ke awal' milikmu tak berfungsi lagi. Tentu saja karena Huan Ran sudah mengirimu untuk dieksekusi karena dekat dan akrab dengan Hua Yifeng."


Akan tetapi, Huan Ran hanya menanggapi dengan nada rendah. "Oh."


S*alan! Aku menjelaskannya dengan semua sisa keberanianku, dan pria menyebalkan ini hanya menanggapi seperti tak perduli!


Mengapa dirinya memiliki orang-orang yang irit bicara di sekitarnya?


Mendadak Yi Hua merindukan Liu Xingsheng yang biasanya gemar berbicara. Bahkan Yi Hua sebenarnya sangat jarang berbicara dengan Huan Ran. Apalagi jika ada Liu Xingsheng di antara mereka. Karena pria berisik itu biasa menjadi 'media' untuk Yi Hua dan Huan Ran untuk berkomunikasi dengan baik.


SRET!


TOK!


TOK!


"Yi Hua, berapa lama lagi kau ingin mengumpulkan semua energi ramalan busukmu itu?" umpat Selir Qian dari luar.


Hal tersebut membuat Yi Hua terperanjat. Ia lupa jika mereka masih berada di kediaman Liu Xingsheng karena Yi Hua sibuk melamun. Lebih penting dari segalanya, bagaimana cara keluar dari istana terlebih dahulu. Sebab, Selir Qian akan memindahkan rambut Yi Hua menuju sampah jika Yi Hua ketahuan terlibat dalam pelarian Liu Xingsheng ini.


Tapi Huan Ran dan Liu Xingsheng juga tak bisa terus-menerus bersembunyi di ruangan ini. Mereka pasti ketahuan.


Sebentar.

__ADS_1


Yi Hua melihat Huan Ran memberi isyarat agar dirinya membuka pintu. Kedua Perdana Menteri itu kembali masuk ke dalam ruangan bawah tanah. Hal tersebut membuat Yi Hua tak punya pilihan lain, dan harus membuka pintu.


SRET!


Xiao berseru keras. "HuaHua, di belakangmu!"


Mendengar seruan itu tentu saja Yi Hua dengan cepat menyingkir ke arah kanan. Hal tersebut membuat Yi Hua menyadari sesuatu yang melintas di samping telinga kirinya.


TING!


Benda itu menyentuh pinggir pada anting merah darah Yi Hua, tentu saja Xiao. Lalu, benda berbahan perak itu menancap ke dinding ruangan. Dari sana Yi Hua menyadari jika benda itu adalah jarum sebesar rambut, dan berwarna seperti bongkahan es.


Ini ...


Tentu saja dirinya merasa ini pernah terjadi.


Ingatan masa lalunya yang datang mengingatkan Yi Hua tentang sesuatu yang tak pernah baik kejadiannya. Saat di kehidupannya sebagai Li Wei, seseorang melayangkan panah ke arahnya. Dan, setelah itu semuanya menjadi sangat berantakan.


Mata Yi Hua terpaku ketika arah jarum itu berasal dari pintu.


Bukankah ada Selir Qian di sana? Apa wanita itu dalam bahaya.


"Selir Qian ..."


BRAK!


Baru saja Yi Hua membuka pintu, langkah peramal itu terhenti saat sebuah jarum tipis yang nyaris menusuk ke tenggorokannya. Tatapan sinis Yi Hua, yang memang selalu menjadi bagian dari karakteristiknya, ditujukannya pada seseorang yang mengarahkan jarum tipis itu padanya.


Mencium dari aroma jarum itu saja Yi Hua tahu jika jarum itu mengandung racun. Namun dengan bodohnya Yi Hua lupa tentang siapa pemilik jarum itu seperti itu di Kerajaan Li. Sejauh yang Yi Hua ingat, hanya ada satu orang di sekitarnya yang sering menggunakan jarum tipis seperti ini.


Yi Hua menelan ludahnya pelan. "Mengapa Anda menyerang saya, Selir Qian?" tanya Yi Hua dengan tenang. Seolah tak merasa menyembunyikan apapun.


Wajah sombong itu perlu, teman-teman. Tentu saja untuk menutupi kedok.



Padahal Yi Hua sudah merasa mulas sendiri karena gugup. Lebih dari segalanya, ia yakin dirinya bisa membela diri jika bertarung dengan Selir Qian. Namun orang di depannya ini adalah seorang Selir dari Raja Li. Yah ... Hitungannya ialah Selir Qian ini adik iparnya.


Ini jika aku pukul tidak apa, bukan? Soalnya aku pria tiruan -_-.


"HuaHua, aku punya berita buruk dan berita baik," ucap Xiao di telinga Yi Hua.


Yi Hua mulai merasakan aura-aura buruk sekarang.


"Berita buruk dulu," jawab Yi Hua di dalam hati.


Supaya hidup tidak terlalu tenang di awal.


"Berita buruknya adalah jarum yang ada di tangan Selir Qian memang sangat beracun. Di sekitar kediaman Perdana Menteri Liu ini memiliki banyak penjaga. Jika kau melawan Selir Qian sekarang, maka kau bisa dituduh sebagai pemberontak," jelas Xiao tenang.


Tapi jika Yi Hua tak melawan, maka dirinya tak akan bisa bertahan sebagai 'manusia' lagi.


Selir Qian menarik jarum itu untuk menjauh dari leher Yi Hua. Akan tetapi, tatapan wanita itu masih begitu lekat pada Yi Hua. Beberapa penjaga berdiri di belakang Selir Qian.


"Menurutmu mengapa aku ingin menusukkan jarum ini ke tenggorokan Yi Hua?" Bukannya menjawab Selir Qian malah memberi pertanyaan retoris.


Hal tersebut membuat Yi Hua tersenyum-senyum sendiri. Bukan karena dirinya senang, tetapi lebih pada dirinya tak bisa menahan ekspresinya sendiri. Sekarang dirinya gugup seperti berbicara di depan banyak orang untuk pertama kalinya.


Dan, ...


"Berita baiknya adalah Huan Ran sudah berhasil membawa Liu Xingsheng keluar dari kediamannya melalui jalan bawah tanah," lanjut Xiao lagi.


Itu yang kau sebut berita baik?


Yah, memang tujuan mereka adalah agar Huan Ran bisa membawa Liu Xingsheng melarikan diri dari istana ini. Kemudian, membawa Liu Xingsheng untuk menemui Ling Xiao yang diharapkan bisa memberitahu mereka tentang penyakit yang diderita Liu Xingsheng.


Akan tetapi, bagaimana dengan Yi Hua?


"Ha ... Ha ... Sepertinya saya lupa jika tetangga saya meminta bantuan karena rambutnya tersangkut di lemari. Saya harus kembali ke kediaman saya dahulu," jawab Yi Hua yang diam-diam menarik lembaran kertas jimatnya. Ia bahkan tak bisa berpikir alasan yang lebih logis lagi.


Hanya sebagai persiapan.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya..Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya..Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Maaf ya cerita ini jauh lebih telat dari biasanya. Sebenarnya saya mengalami fenomena yang langka dan tahan lama. Sehingga saya lambat updatenya. Jadi, ketika diselidiki fenomena itu disebut-sebut berinisial M.


Yah, aku nyaris ingin meneteskan air mata karena fenomena ini. Dan, fenomena ini disebut dengan M.A.L.A.S.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.

__ADS_1


Adios~


__ADS_2