Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Putri Li Wei 5: Perburuan Malam Dimulai


__ADS_3

Semuanya jelas sangat misterius tentang Hua ini. Namanya saja tak pernah diketahui oleh orang banyak. Bahkan Li Wei juga sangsi jika Ling Xiao juga tahu tentang nama pria itu. Hua itu juga hanya bicara beberapa patah kata seolah takut jika giginya terlihat.


Apa-apaan!


Meski begitu ... Itu agak aneh jika Hua tak mengetahuinya juga. Lain halnya jika Hua sedang tak ada di rumah dan sebagainya. Namun seperti yang dikatakan oleh kakaknya, identitas Hua memang agak menakutkan.


Ling Xiao tersenyum. "Tidak ada yang salah dengan mengangkat anak, Pangeran Li Jun. Lagipula, jika dia tak datang maka biarkan saja. Kita bisa memulai Perburuan Malam ini."


Yah, sebenarnya itu adalah akhir dari segala perdebatan ini. Mereka tak perlu untuk berdebat panjang lebar, dan hasilnya tetap jalan buntu. Apalagi yang dibahas juga tak ada di sini. Walau Li Wei sedikit agak kecewa tentang itu.


"Psstt ..."


Apalagi yang mau diceritakan oleh tunas ketumbar ini?!


Mendadak Zhang Yuwen memundurkan kepalanya lagi untuk berbisik pada Li Wei. "Putri tahu ... Banyak yang mengatakan, jika alasan dari Hua yang selalu terlihat berkelahi itu karena Pangeran Li Jun. Hua telah berani menantangnya, sehingga dia memerintahkan untuk selalu mengganggu Hua. Seperti ingin membuat Hua semakin buruk di mata orang-orang."


Itulah mengapa Wei Wuxie melarang Li Wei untuk ikut campur dalam hal ini. Apalagi dengan Hua yang ditandai oleh Li Jun, jelas tak ada jalan bagi Hua untuk hidup dengan tenang. Meski begitu, ini masih terasa kurang adil bagi Hua.


Bagaimana pun ... Pria itu hanya berusaha agar dirinya tak terluka, bukan?


"Sungguh mengecewakan jika Peramal Ling tidak tegas pada pria itu. Bukankah dia merupakan pewaris keluarga Ling yang sudah Anda tetapkan? Itu terasa tak adil saat sesama pewaris tak lulus seperti yang sudah dipersyaratkan untuk masuk ke Pengadilan Tinggi. Benarkah begitu, Yang Mulia?"


Lihatlah bahkan Li Jun juga berusaha mencari sekutu. Sejak awal Perburuan Malam ini untuk menentukan layak atau tidak seorang pewaris untuk melanjutkan keluarganya. Jika Hua tak ikut dalam Perburuan Malam ini, tetapi tetap menjadi bagian pewaris keluarga Ling, maka itu akan membuat protes besar-besaran.


Raja Li juga tetap harus menjaga wibawanya dan tetap pada peraturan yang sudah ia buat. "Jika memang tak ikut dalam Perburuan Malam, maka dia tak layak untuk menjadi pewaris keluarga."


Keputusan yang baik adalah keputusan yang berlaku adil pada semua.


Itu jelas membuat reputasi Ling Xiao dipertaruhkan di sini. Juga, tentang keluarga Ling ... Sebenarnya terbilang agak sial karena keluarga Ling tak punya pewaris. Dengan kata lain, Ling Xiao adalah anak tunggal di keluarga Ling. Dalam generasi ayah Ling Xiao, pria itu juga adalah anak tunggal. Sedangkan, bela diri Ling Xiao memerlukan kemurnian, dan ia harus tetap murni untuk mendapatkan berkah Dewa. Itu adalah keputusan Ling Xiao untuk tidak menikah.


Dia bisa punah jika tak mengangkat pewaris keluarga.


"Bagaimana dengan susulan?" usul seseorang dari balik kerumunan. Seperti makhluk ini menyelinap saat semua orang lagi tegang-tegangnya.


Semua orang menatap ke sumber suara. Dan, yang bicara tentu saja Li Wei. Kala itu Li Wei melihat ayahnya yang mengurut pelipis karena merasa tua sebelum waktunya. Namun Li Wei yakin apa yang ia sarankan ini paling terbaik untuk membungkam ego kakaknya itu.


Wei Wuxie menepuk bahu Li Wei lembut untuk memastikan agar Li Wei tak salah bicara. Bahkan Zhang Yuwen tertawa tak jelas untuk membuat perhatian. "Maksud Putri Li Wei adalah Putri akan menyusul kami untuk berjalan-jalan di Pusat Kota setelah Perburuan Malam. Kalian tahu bukan seorang Putri riasannya itu setebal kulit sapi. Ha ... Ha ... Ha. Bukankah seperti itu, Putri?"


Karena kelakuan Zhang Yuwen ini, Li Wei melihat Pejabat Zhang menegur Zhang Yuwen dari tatapannya. Jelas Pejabat Zhang tak mau anaknya ikut terlibat dalam hal ini. Meski begitu, Zhang Yuwen juga tak mau Li Wei terlibat dalam masalah ini.


Li Wei menggelengkan kepalanya. "Maksud saya adalah ... Jika tak mau Hua mempengaruhi jalannya Perburuan Malam ini, maka lebih baik kita tak usah menunggunya. Kita bisa memulai Perburuan seperti yang sudah ditetapkan, dan biarkan Hua menyusul nantinya. Sebanyak apapun buruan yang Hua dapatkan itu adalah hasil dirinya, meski dia memulai terlambat daripada hal lainnya."


Li Jun menghela napasnya, "Adikku, apa kau bicara seperti ini karena kau mempercayainya pasti datang?"


Pria ini selalu pandai melibatkan orang lain dalam masalah. Li Jun pasti akan mencari kelemahan dari lawan bicaranya hanya agar terlihat bersalah. Jika Li Wei sudah ikut campur apalagi mengakui bahwa dia percaya pada Hua, orang-orang akan melihat Li Wei sebagai jaminan. Jika Hua tak hadir, maka Li Wei akan dikatakan sebagai bagian yang 'dikecewakan'. Hingga nantinya semua kebencian akan datang lebih banyak pada Hua karena telah melalaikan kepercayaan Li Wei.


Apalagi dengan reputasi Li Wei yang menerima cinta dari banyak orang. Orang lain akan mengasihani Li Wei begitu banyak, dan menjatuhkan Hua lebih keras lagi. Itu akan menjadi kesakitan baru untuk pria itu.


Namun Li Wei entah mengapa berani menjawab, "Saya percaya padanya, Kakak."


Lagipula, Li Wei punya janji untuk bertaruh dengan Hua.


Ling Xiao memberikan senyumnya pada Li Wei. Entah mengapa Li Wei seperti melihat ada kesedihan di wajah pria itu sekilas. Mungkin Li Wei tak pernah tahu apa yang dilihat oleh pria itu. Hanya saja ... Li Wei tak bisa membiarkan masalah terjadi di depannya.


Raja Li menganggukkan kepalanya. "Seperti yang diucapkan oleh Putri Li Wei, saya rasa tak akan ada ketidakadilan apapun lagi di sini. Waktu dimulai perburuan setiap peserta adalah sama."


Jika pria itu tak datang, maka itu urusan nanti. Namun setidaknya saran Li Wei bisa mematikan aksi Li Jun untuk memprovokasi siapapun. Jika nantinya ini diperdebatkan lagi, maka itu akan dari ruangan tertutup, di Pengadilan Tinggi.


Li Jun mau tak mau menerima apa yang sudah diputuskan oleh Raja Li. Pria itu kembali duduk di tempatnya. Begitu juga dengan Ling Xiao yang menatap Li Wei dengan tatapan tak terbaca. Lalu, pria itu memberikan penghormatan pada Li Wei, dan itu membuatnya mau tak mau menyambut hormat itu.


Li Wei menundukkan kepalanya untuk membalas.


"Sebenarnya setiap hal yang terjadi selalu terhubung dengan takdir," ucap pria itu dengan senyum di wajahnya.


Dahulu Li Wei tak pernah mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Ling Xiao. Yah, jika setiap manusia bisa tahu dan mengerti, maka tak pernah ada penyesalan. Itu adalah apa hal yang lumrah di dunia ini.


***


Li Wei menatap heran pada Zhang Yuwen yang mengeluh berkali-kali. Bahkan saat mereka tengah memilih busur dan anak panah pun Zhang Yuwen masih menghela napasnya. Mungkin pria ini kebanyakan memakan omong kosong berita tetangga hingga hidupnya tak hingar bingar jika tak ada rumor.

__ADS_1


Wei Wuxie membantu Li Wei untuk mengumpulkan anak panah ke dalam tas kulit. Seperti biasa Wei Wuxie adalah orang yang lebih cepat selesai dibanding orang lain. Sehingga ia kini membantu Li Wei untuk menyiapkan panahnya. Kini Li Wei tengah menguji panah yang akan ia gunakan, tetapi lagi-lagi terganggu dengan suara helaan napas Zhang Yuwen yang seperti kuda.


"Apa?" tantang Li Wei yang siap mendepak kepala Zhang Yuwen dengan ujung sepatunya.


Zhang Yuwen memasang wajah cemberut. "Saya mendengar dari murid lainnya jika Hua sudah berada di belakang perlindungan Putri."


"Lalu, kenapa? Ini tak seperti aku benar-benar melindunginya," balas Li Wei dengan acuh.


Wei Wuxie mengambil alih pembicaraan karena tak mau melihat Zhang Yuwen dilempar oleh Li Wei. "Putri tahu bukan jika Pangeran Li Jun sangat tak menyukai pria Hua itu."


Ini sama seperti Li Wei melindungi target dari kakaknya.


"Terserah apa yang orang lain katakan. Kita harus segera memilih panah, karena kita akan memulai Perburuan Malam setelah matahari terbenam," ucap Li Wei sambil mengamati busur panah yang ia pilih.


Walau mereka berkumpulnya di pagi hari, tetapi lokasi Perburuan Malam merupakan ujian tersendiri. Yah, ini seperti mereka harus masuk ke dalam lokasi yang ditentukan. Lalu, mencari jalan masuk yang sebenarnya. Katanya, lokasi itu adalah labirin batu.


Siapa yang lambat masuk itu adalah ketidakmampuan-nya. Bahkan mereka pun tak diantar menuju ke arah 'Buruan' ini. Mereka harus mencari sendiri, dan memutar otak. Sepertinya Raja Li benar-benar serius dengan peraturannya.


Sekarang sudah tengah hari. Itu karena mereka memiliki banyak aturan yang harus dibicarakan.


Adapun dalam Perburuan Malam ini hanya ada satu senjata yang boleh mereka gunakan, yaitu panah. Buruan yang dimaksud juga tak diketahui, apakah itu hewan atau hanya tanda atau kertas. Itu adalah hal yang harus mereka ketahui sendiri.


Peraturan lainnya ialah mereka harus menggunakan busur dan anak panah yang disediakan oleh Kerajaan. Jumlah anak panah hanya ada lima, yang berarti total tertinggi dari buruan adalah lima.


Itu berarti bahwa jika gagal memanah satu kali, maka seperti membuang kesempatan untuk satu poin. Begitu seterusnya, sehingga mereka harus memastikan benar arah dari anak panah mereka. Jika tidak, maka mereka hanya akan membuang waktu mereka dan mendapat 0 sebagai nilai.


Juga, mereka telah diawasi oleh pengawas tak terlihat. Dengan artian ini, Kerajaan membawa Tentara Malam untuk mengawasi. Sehingga tak ada yang bisa mencuri anak panah dari peserta lain, dan tak ada yang bisa memungut panah yang sudah dilayangkan.


Semua murid di angkatan Li Wei ini jelas tak terima sebenarnya, karena kesulitan tahun ini lebih besar dari kesulitan tahun-tahun sebelumnya.


Meski begitu, mereka tak bisa melakukan apa-apa saat gendang sudah ditabuh. Peraturan itu sudah disetujui oleh semua Pejabat Kerajaan, yang berarti ayah-ayah mereka juga menyetujuinya. Sehingga mereka hanya bisa menerima, dan berdoa setidaknya mereka memiliki satu poin.


Memang ada banyak cara untuk mengumpulkan nilai nantinya. Akan tetapi, Perburuan Malam adalah cara mereka untuk terlihat di mata Yang Mulia. Jika pelatihan lain mereka biasanya di ruangan atau bahkan hanya diawasi oleh Guru. Bayangkan betapa besar tekanan dari Perburuan Malam ini.


Akan tetapi, Li Wei lebih banyak berputar ke perdebatan sebelumnya.


"Putri benar-benar perduli padanya?" tanya Wei Wuxie dengan nada datar seperti biasanya.


Wei Wuxie memang cukup tenang dan datar, tetapi Wei Wuxie masih seperti pendiam yang biasanya. Tidak seperti Hua itu yang bisu kadang-kadang. Wei Wuxie masih berbicara dengan panjang lebar, dan semua orang bisa mengertinya.


Namun pria Hua itu tak seperti demikian. Ia tak akan mengatakan apapun. Bahkan jika itu menyinggungnya, menghinanya, atau permintaan pertemanan seperti yang dilakukan oleh Li Wei. Itulah yang membuat semuanya bertambah sulit untuk Hua.


"Aku tak bisa membiarkan Hua gagal. Itu karena aku yakin dia bisa menjadi orang yang hebat jika namanya besar di Kerajaan ini." Li Wei jelas berbicara tentang potensi.


Sejauh yang Li Wei lihat, Ling Xiao punya alasan untuk mempertahankan Hua di dalam perlindungannya. Li Wei juga memiliki alasan di atas semua itu. Lebih dari segalanya wajah datar Hua itu terasa seperti kosong.


Pria ini terasa sangat hampa. Itulah yang menjadi duka tersendiri untuk Li Wei. Entah mengapa dia begitu perduli tentang ini.


"Putri ..."


Li Wei tersenyum pada Wei Wuxie, "Aku tahu, Wuxie. Aku tak membantunya apapun. Ini tergantung dirinya sekarang. Jika Hua datang, maka bagus. Jika tidak. Itu keputusannya."


Zhang Yuwen kembali muncul di samping mereka. Sepertinya Zhang Yuwen sedang mengumpulkan berita terbaru dari murid-murid sekitar. Jadi, abaikan saja Zhang Yuwen ini.


"Aku dengar bahwa ada beberapa yang unggul dalam Perburuan Malam ini. Seperti mereka memiliki perkiraan tentang siapa yang mendapat nilai terbaik," ucap Zhang Yuwen dengan sumringah.


Tanpa disebut pun Li Wei sudah menduga bahwa Zhang Yuwen juga dijagokan dalam Perburuan Malam ini. Sebenarnya Li Wei juga mengakuinya, karena Zhang Yuwen sangat cepat, dan Wei Wuxie pasti juga termasuk yang diunggulkan dalam pembicaraan. Itu karena predikan Wei Wuxie sebagai murid terbaik jelas akan membuat siapa saja tak berani membantah tentang itu.


Juga, ...


"Pria Hua itu ... Banyak yang mengatakan jika pria itu akan unggul. Yah, jika dia hadir. Sisanya adalah Wei Wuxie, Putri Li Wei, dan saya sendiri," jelas Zhang Yuwen sambil memainkan senar busur untuk memastikan kekuatannya.


Sepertinya banyak yang mengakui kehebatan pria kelam itu. Akan tetapi, seperti yang dikatakan oleh Zhang Yuwen, mereka tak berani untuk meng Hua secara terang-terangan. Apalagi mereka juga tak berani dekat dengan pria Hua itu karena takut dicekik oleh pria dingin nan kejam itu.


Wei Wuxie menatap risih pada Zhang Yuwen, "Bagaimana bisa kau masih sibuk dengan pembicaraan ini, padahal pelatihan nyata ada di depan mata?"


"Mengumpulkan informasi adalah hal yang penting, Wuxie. Lagipula, kita harus memilih pintu yang berbeda dari yang lainnya, atau buruan kita akan diincar oleh yang lain. Sehingga kita perlu tahu strategi mereka," jelas Zhang Yuwen yang kali ini agak masuk akal.


Li Wei mengerutkan keningnya. "Tapi, Perburuan Malam ini berkelompok atau bukan? Bukankah jika kita pergi berkelompok itu sama dengan berebut dengan teman sendiri?"

__ADS_1


Sepertinya Raja Li tak tanggung-tanggung dalam memberi pelatihan. Bahkan persoalan seperti teman mana yang rela berkorban, atau siapa yang mengkhianati siapa akan ditemukan di Pelatihan Awan ini. Mereka sama sekali tak tahu apa yang mereka buru, dan mereka juga tak dibimbing untuk masuk ke dalam.


Bisa jadi Perburuan Malam ini juga bisa memisahkan persahabatan yang dijalin begitu lama.


"Jika saya pasti akan membiarkan Putri memanah lebih dahulu," ucap Zhang Yuwen dengan gaya yang berlebihan.


Hal itu membuat Li Wei memberikan gestur ingin memukul Zhang Yuwen dengan busurnya. "Jangan ada yang mengalah untukku. Jika kalian berani melakukannya, aku tak akan menarik satu anak panah pun."


Dengan kata lain, Li Wei meminta kedua orang ini untuk berburu dengan kemampuan terbaik mereka. Lagipula, masa depan kedua orang ini jelas tak boleh dirusak hanya karena mereka berteman dengannya. Jauh dari segalanya Li Wei percaya jika mereka tak akan mengabaikan perintah Li Wei.


"Baik, Putri," jawab mereka serempak. Entah karena apa. Mungkin mereka janjian.


***


Malam mulai datang, dan itu berarti mereka lebih dekat dengan permulaan dari Perburuan Malam.


Li Wei kembali memeriksa para murid. Ia menyadari jika Hua juga belum datang. Pria ini sungguh tak pernah menganggap serius apa yang Li Wei janjikan malam kemarin.


Li Wei mengikat tas kulitnya dengan mengaitkan tali untuk melintas di sekitar bahu dan dadanya. Ia melakukannya sambil menatap ke sekelilingnya. Li Wei tak menyadari bahwa ia lebih banyak memeriksa keadaan di sekitar.


Zhang Yuwen dan Wei Wuxie juga sudah siap untuk masuk ke labirin batu. Dari hasil diskusi, mereka memilih untuk masuk dari arah samping labirin. Hal itu karena kebanyakan murid memilih pintu depan. Itu jelas tak bisa membuat mereka berebut buruan.


Bayangkan kesulitan mereka.


Para murid tak tahu apa yang mereka buru. Selain itu, peralatan mereka hanyalah busur panah dan anaknya. Anak panah hanya tersedia lima, dan tidak ada toleransi ketika tak mengenai sasaran. Juga, lokasi tak mereka ketahui, dan jumlah buruan juga tak diketahui. Jumlah mereka juga cukup banyak, dan lokasi ini seperti memaksa mereka untuk melawan sesama teman. Kemudian, mereka melakukannya di malam hari dan penerangannya hanyalah obor, yang entah menyala terang atau tidak di labirin batu.


Ini seperti sapi yang disuruh untuk menulis syair romantis! Meski seromantis apapun isinya, manusia yang membacanya belum tentu paham.


Mungkin ayahku ini sedang mencoba memberi pelajaran pada Pejabat yang hanya bisa memakai gelar keluarga, tetapi kemampuannya tak ada.


SRET!


Li Jun muncul di hadapan mereka. Para murid pelatihan memberikan penghormatan. Seperti yang sudah disebutkan, Li Jun adalah orang yang bertanggung jawab dalam Pelatihan Awan. Pria ini jelas yang memberi aba-aba untuk memulai.


Li Wei dan kedua temannya itu berada di bagian sudut. Lalu, Li Jun dengan sangat sengaja mendekat pada Li Wei. Kakaknya itu menepuk kedua bahu kecil Li Wei, dan tersenyum agak sinis.


"Aku harap kau bisa mempermalukan aku, Li Wei. Seperti yang kau katakan sebelumnya. Aku hanya ingin tahu apakah tindakanmu dalam mengatasi masalah itu sama pandainya dengan ucapanmu sendiri," ujar Li Jun yang menyinggung ucapan Li Wei padanya beberapa hari yang lalu.


Bagaimana pun Li Wei harus menerima tantangannya, bukan? Hal itu membuat Li Wei menepuk punggung tangan kakaknya yang masih bernaung di bahu Li Wei. "Terima kasih atas perhatiannya, Kakak."


"Juga ..."


Li Jun mendadak mendekatkan bibirnya ke telinga Li Wei untuk berbisik. "Aku tak yakin pria itu bisa datang, Li Wei."


Pria ini pasti melakukan sesuatu!


Tanpa bisa berkata apa-apa lagi, Li Wei melihat Li Jun yang memerintahkan pemukul gendang besar untuk memulai.


DONG!


Suara keras itu adalah awalan dari Perburuan Malam ini.


Li Wei hanya bisa berbalik badan untuk berlari masuk ke dalam labirin batu. Lebih dari segalanya ... Ia harusnya fokus dengan Perburuan Malam.


Waktu Perburuan Malam baru dimulai. Masih ada waktu untuk Hua menyusul.


Jika belum waktunya usai, jangan menyerah dulu!


Biasanya orang menyebalkan itu hidupnya lebih lama. Maka, ia yakin Hua pasti bisa bertahan dan ikut dalam Perburuan Malam.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~

__ADS_1


__ADS_2