Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Seorang Sahabat


__ADS_3

Yi Hua tak tahu harus mengatakan apa.


Shi Heng mendadak menarik sebuah pedang. Pedang yang tipis dan Yi Hua tahu itu adalah pedang spiritual, walau tak sekuat pedang Li Wei. Itu adalah salah satu pedang langka yang akan dijual belikan di pelelangan esok hari. Harganya mungkin lebih mahal dari harga diri sapi, tetapi itu sesuai kualitasnya.


Itu adalah pedang untuk membuka portal sihir. Benda yang sebenarnya bisa Yi Hua gunakan, tetapi karena lawan mereka adalah Bao Jiazhen, benda itu jadi tidak berguna. Bao Jiazhen itu salah satu dari Bencana Besar di Kerajaan Li.


Akan tetapi, pedang itu berbahaya untuk Yi Hua jika Shi Heng memutuskan untuk menebas kepalanya. Ingatlah jika Yi Hua bisa mati kapan saja jika kepalanya terpisah. Api Phoenix atau yah ... Kau bisa menyebutnya tungku iblis, tak akan kembali hidup jika kepala Yi Hua terputus.


"Anda ..."


Shi Heng mendekat dengan pedang di tangannya, "Siapa kau sebenarnya? Jika yang aku lihat mati dengan jasad yang dingin itu adalah putriku. Lalu, mengapa kau ada di sini sekarang? Dan, bagaimana bisa kau ... Memiliki ..." tanya Shi Heng pelan.


Yi Hua memejamkan matanya, "Saya ... Yi Hua."


Setelah semua yang terjadi, sangat tak tahu diri jika dirinya membuat hidup Yi Hua ini sia-sia. Saat dahulu kematian Yi Hua asli tak bisa dikenang oleh siapapun, dirinya jelas tak akan membiarkan Yi Hua ini dilupakan.


Yah, ... Dia memutuskan untuk tetap hidup dan memanfaat hidup ini dengan baik.


Masa lalu sepedih apapun tetapi tetap bagian dari masa lalu. Tak bisa diubah, meski menangis sebanyak apapun.


Air mata Yi Hua menetes tipis, tetapi hanya setetes.


Setelah itu, ia akan menjadi kuat dan mencari alasan di balik semua takdir aneh ini. Mengapa ia terlahir kembali menjadi Yi Hua? Mengapa harus Yi Hua? Dan, mengapa Yi Hua dibunuh?


"Saya Yi Hua, Tuan Shi Heng."


Yi Hua, aku tak tahu kau membenciku karena mengambil hidupmu atau kau mengutukku sampai di akhir napasmu berhembus. Namun yang perlu kau tahu ialah ... Aku sangat berterima kasih dan aku akan menggunakan hidup ini sebaik mungkin.


Dan ...


Maaf.


***


Shi Heng menghela napasnya, dan ia melihat mata tegas Yi Hua. Sesuatu yang tak pernah ia lihat dari putrinya selama ini. Sebab, gadis kecilnya itu seringkali terlihat seperti tak perduli pada apapun.


Tapi lihatlah sekarang. Mata tajamnya seperti mengatakan pada Shi Heng bahwa ... Aku ingin hidup.


"Atau ini hanya kesalahan ayah saja ..."


Kali ini Yi Hua yang mengerutkan keningnya. Apa lagi yang ingin dibicarakan oleh Shi Heng. Pria ini cukup membuat Yi Hua bertanya-tanya. Ia tak bisa bertanya pada Xiao karena Xiao sedang tertidur.


Apa aku harus menyuruh Hua Yifeng berjalan-jalan jauh ke ujung dunia agar Xiao bisa aktif?


Tapi apa Iblis Kehancuran itu mau?


Sudahlah.


"Ayah kira dengan menekan kekuatan Tungku Iblis bisa membuatmu hidup lebih tenang. Nyatanya itu malah membuatmu menjadi lemah dan tidak bisa melindungi diri sendiri," jelas Shi Heng yang menyatakan jelas bahwa dia tahu tentang 'sesuatu' di dalam diri Yi Hua.


Lebih dari segalanya ...


"Anda ... Percaya pada saya?" tanya Yi Hua pada akhirnya.


Tatapan Shi Heng tetap hampa seperti sebelumnya, "Kau bilang dirimu Yi Hua, maka kau Yi Hua."


"Lalu, mengapa Anda mengatakan jika ini salah Anda?" tanya Yi Hua yang entah mengapa menjadi formal.


Yah, orang di depan ini ayahku ... Yah, walau dia bukan ayahku tapi ayah Yi Hua. Tapi aku sekarang Yi Hua. Jadi, sekarang ayahku bukanlah ayahku, tetapi ayah Yi Hua. Namun aku adalah Yi Hua. Huh? Sudahlah! Mengapa aku mendadak konyol seperti tetangga sebelah?


Shi Heng duduk di bangkunya dengan tenang. Tangannya masih menggenggam pedang, makanya Yi Hua masih tak berani dekat dengan Shi Heng. Kalau Shi Heng mendadak pintar, dan tahu kenyataannya, Yi Hua masih ada kesempatan melarikan diri.


"Saat aku tahu bahwa kau dipenjara, ayah datang untuk membawa kau pergi. Namun di sana ayah melihat kau yang sudah mati dengan Tungku Iblis yang bercerai-berai, bahkan kekuatanmu seperti pecah dimana-mana. Seperti ..." Shi Heng bingung untuk menjelaskan.


Yi Hua menebak, "Seperti kekuatan Tungku Iblis meluap layaknya api yang keluar dari perut bumi?" tanya Yi Hua.


Shi Heng mengangguk.


Yi Hua selalu membayangkan jika Tungku Iblis itu seperti api yang menggelora di dalam gunung. Lalu, saat gunung tak bisa menampung, semuanya akan memercik keluar layaknya gunung berapi. Dan, ... Shi Heng bisa merasakan Tungku Iblis.


Jika seperti itu ... Kekuatan Spiritual Peramal Shi Heng ini cukup kuat. Walau tak sekuat Ling Xiao. Yah, ayahnya juga pernah menjadi peramal kerajaan. Mustahil ayahnya tak punya kemampuan apa-apa.

__ADS_1


Namun kembali ke pertanyaan yang besar, itu berarti Yi Hua mati karena lonjakan kekuatan Tungku Iblis?


Bagaimana bisa? Apa Yi Hua di akhir hidupnya memaksa kekuatannya untuk keluar?


Tapi untuk apa? Yi Hua saja tak tahu jika dia punya Tungku Iblis di dalam dirinya?


Apa itu berarti seseorang memancing kekuatan Tungku Iblis agar meledak?


Mata Yi Hua membulat tanpa sadar.


"Hentikan kebiasaan berbicara sendiri seperti itu, Yi Hua," ucap Shi Heng dengan bingung.


Ia melihat ekspresi wajah Yi Hua yang seperti memikirkan sesuatu. Namun siapa sangka jika Yi Hua juga tanpa sadar membicarakan semua yang di kepalanya dengan langsung.


Jika begitu omong kosong soal rahasia! Yi Hua pasti tak bisa diajak untuk membicarakan orang lain dari belakang. Mereka akan ketahuan!


"Yang ayah tahu ialah kekuatanmu sudah pecah. Itu berarti seharusnya Tungku Iblis tidak dapat dipulihkan. Namun ... Saat ayah sudah keluar dari Kerajaan Li dengan keadaan berduka, mendadak ayah bisa merasakan kekuatan Tungku Iblis kembali ..." ucap Shi Heng tiba-tiba.


HAH?


Yi Hua sudah lupa tentang pedang yang masih ada di tangan Shi Heng. Tanpa sadar dia mendekat pada Shi Heng dan mengguncangkan bahunya. "Apa maksud Anda dengan merasakan kekuatan Tungku Iblis kembali? Katanya Tungku Iblis tidak dapat dipulihkan lagi! Itu berarti jika Tungku Iblis pecah, Yi Hua mati. Apa maksudnya dengan Anda bisa merasakannya lagi?" tanya Yi Hua dengan semangat tinggi luar biasa.


Shi Heng mendadak pusing karena digoncang-goncangkan oleh Yi Hua. Ini anaknya mengapa se-liar ini? Salah makan apa dia sebelum pergi ke Kerajaan Bawah?


"Ayah ..."


Yi Hua masih memaksa menggoncangkan bahu Shi Heng. Sampai wajah Shi Heng pucat. Hampir muntah.


"Itu artinya kau hidup lagi setelah mati!" ucap Shi Heng cepat. Takut Yi Hua semakin menggila.


Akhirnya Yi Hua berhenti mengguncang bahu Shi Heng. Tapi ...


Artinya ... Baru saja Yi Hua asli mati, dirinya sudah terlahir kembali dengan jiwa Li Wei.


Mengapa cepat sekali?


Lagipula Shi Heng baru saja pergi dari penjara tempat Yi Hua dikurung. Dan, hanya seperti kentut dirinya terlahir kembali? Apa ada sesuatu yang semudah itu?


Tapi bagaimana bisa Tungku Iblis terangkai lagi dengan baik. Sangat baik. Kata Xiao, Tungku Iblis Yi Hua 'tidak pernah' rusak atau meledak. Namun dari cerita Shi Heng, jelas-jelas Tungku Iblis sudah hancur.


Akan tetapi, itu hanya dari kesaksian Shi Heng ...


Jadi, mana yang bisa Yi Hua percaya sekarang?


Jika memang benar Tungku Iblis hancur, dan dipulihkan kembali ... Siapa yang bisa memulihkannya?


Dewa saja mungkin enggan karena itu melawan takdir dunia. Seseorang yang sudah lama mati tak akan bisa hidup kembali. Jika ada yang berani maka itu ...


Mengapa aku tak pernah bisa berpikiran yang baik tentang Hua Yifeng?


Tetapi, Hua Yifeng pernah berkata padanya untuk percaya. Percaya bahwa Hua Yifeng tak melakukan apapun. Ini mata Yi Hua yang kelilipan sapi atau otaknya yang bermasalah, tapi mata Hua Yifeng menampilkan kejujuran yang dalam.


Pria itu sebenarnya sangat tulus pada Yi Hua.


Akan tetapi, ...


Shi Heng terlihat ingin berbicara lagi, tetapi mereka berdua dikejutkan oleh suara keras di luar ruangan.


BRAK!


Mata Shi Heng membelalak, "Ya ampun! Harta berhargaku ada di sana juga! Lihat saja siapa yang berani membuat keributan di sana."


Yi Hua tak menggubris ucapan Shi Heng, dan berjalan terlebih dahulu untuk keluar ruangan. Walau dengan perasaan yang tak karuan. Dan, kala ia keluar dari ruangan, ia melihat sebuah pedang melayang ke arah kepala Hua Yifeng yang tengah berdiri dengan santai sambil bersandar pada dinding.


"AWAS!" teriak Yi Hua panik.


SRAT!


Namun pedang itu berhenti tepat di depan hidung Hua Yifeng. Pedang itu terhenti dan bergetar seperti pohon ditiup angin. Lalu, terpelanting ke arah kanan. Tepatnya pada Ling Xiao yang tengah duduk dengan tenang.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Ling Xiao yang membuka kakinya agak lebar. Agar pedang itu mendarat di antara kedua kakinya. Bukan pada ... Yah ... Aset hidup Ling Xiao. Jika Ling Xiao tak gesit mungkin hidupnya akan suram ke depannya.

__ADS_1


Hua Yifeng menatap ke arah depan, tepatnya pada kuda tanpa kepala di depannya. Tak lama bagian leher kuda itu mengeluarkan api, Dan ... pengemudinya.


Jenderal Hantu.


Hanya kendaraan Jenderal Hantu saja yang aneh seperti itu. Dia sudah datang.


Pria yang berada di atas kuda itu menggunakan penutup wajah yang agak tebal. Menyembunyikan wajahnya yang putih dan matanya yang kelam. Karena rambutnya agak tersingkap Yi Hua bisa melihat bekas luka yang ada di pelipis kirinya.


Dari sana Yi Hua bisa tahu ... Orang ini pernah terluka di sana.


Masalahnya, jika orang ini adalah Hantu, yah sesuai namanya Jenderal Hantu, mengapa ada luka ditubuhnya?


Ada dua kemungkinan untuk itu.


Pertama, dia terluka saat masih menjadi manusia. Sehingga luka itu masih terlihat di pelipisnya. Dan, saat menjadi hantu dia tak bisa menghilangkannya atau tak mau menghilangkannya.


Tapi mustahil Jenderal Hantu yang hebat ini tak bisa menyembuhkan lukanya sendiri.


Atau, kemungkinan kedua ...


Jenderal Hantu ini adalah manusia. Itulah mengapa luka itu masih tertera di tubuhnya.


Pria yang berada di atas kuda tanpa kepala itu turun. Perawakannya tegap tetapi tidak setinggi Hua Yifeng. Matanya terlihat indah dan pekat, seperti permata hitam yang melekat pada permukaan sutra yang putih.


Entah mengapa Yi Hua seperti mengenal mata itu.


"Hua Yifeng, bagaimana bisa kau melupakan Putri Li Wei setelah semua yang Putri lakukan untukmu? Aku mengikutimu karena aku tahu bahwa Tuan Putri mempercayaimu. Lalu, saat ini kau mulai melupakan perasaanmu pada Tuan Putri?" tanya pria itu dengan suaranya yang dingin.


Suara ini.


Tangan Yi Hua agak bergetar. Ia tak salah dengar kan? Apa menjadi mendiang selama 10 tahun membuat telinganya bermasalah? Ia sangat mengenal suara ini, walau terdengar agak dalam dari biasanya.


Dahulu suara ini dingin dan tenang, tetapi khas remaja. Sekarang suaranya lebih matang menandakan seberapa jauh fisiknya berubah.


Ling Xiao tampak menghela napasnya. Sepertinya pria ini tampak tahu lebih banyak dari yang pernah Yi Hua bayangkan. Termasuk Ling Xiao tahu bahwa ...


Hua Yifeng menatap pria bercadar itu dengan tatapan tenang. "Aku tak pernah melupakan Li Wei."


Aku yang diperbincangkan, tetapi aku tak tahu apa yang mereka maksud.


Tatapan pria bercadar itu mengarah pada Yi Hua yang baru keluar dari ruangan lain bersama Shi Heng. Di belakang Yi Hua, Shi Heng sibuk mengomel sambil mengecek harta bendanya. Sesekali Shi Heng berkata untuk meminta kerugian pada kerajaan atau apalah ... Yi Hua tak terlalu fokus.


Namun tak hanya itu ... Sebuah pedang baru ditarik oleh pria bercadar itu. Pedang itu diarahkannya pada Yi Hua. Pria itu berlari cepat untuk menebas kepala Yi Hua.


"Jika begitu berarti aku bisa membunuh peramal kecil ini."


Apa? Hey! Asal kau tahu ...


Akan tetapi, Yi Hua tak bisa menggerakkan tubuhnya. Ia masih terpaku pada kenyataan bahwa dirinya sekarang masih bisa bertemu lagi dengan sahabatnya. Pedang milik pria itu menghunus dan hampir mengenai wajah Yi Hua.


SRET!


Tangan Hua Yifeng yang menghentikannya. Hua Yifeng mencengkeram mata pedang itu dan menahannya agar tak menusuk wajah Yi Hua yang masih terpaku. Hua Yifeng berdiri di depan Yi Hua dengan tatapan tenang.


"Hentikan ini semua, Wei Wuxie," ucap Hua Yifeng tegas.


Yi Hua tak bisa bergerak dari tempat ia berdiri.


"Aku mengikutimu karena aku mengira kau masih ingin menghidupkan Putri kembali. Itulah mengapa kau membantu Yi Hua ini mengumpulkan Lingkaran Mawar!" bentak Wei Wuxie dengan marah.


Wei Wuxie adalah orang yang percaya pada ramalan bahwa jika Lingkaran Mawar terkumpul, Putri Li Wei akan hidup kembali.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Maaf baru up lagi soalnya aku baru selesai pelatihan. Baru saja pulang dengan pikiran penuh pekerjaan. Hufftt ... Sudahlah. Semoga chapter ini menambah bingung hari-harimu.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.

__ADS_1


Adios~


__ADS_2