
Zhang Yuwen menatap ke keadaan sekitarnya dengan bingung. "Tadi kita melewati jalan yang mana?"
Bukan hanya Zhang Yuwen, tetapi Wei Wuxie yang berjalan beriringan dengan Li Wei juga menyadarinya. Bagaimana pun mereka ingat bahwa jalan masuk sampai menemukan Li Wei tidak seperti ini. Lebih dari segalanya ini sangat aneh.
"Jalan menuju bagian tengah labirin punya pola yang sama, yaitu satu jalan besar," ucap Li Wei yang menyadari sesuatu yang aneh itu.
Bukan hanya persoalan tidak pengingatannya Zhang Yuwen, atau Wei Wuxie yang tak memperhatikan. Jelas kedua temannya itu tak sebodoh itu untuk lupa tentang jalan masuk mereka sendiri. Hanya saja jalan masuk labirin ini sepertinya bukanlah jalan keluar. Tepatnya untuk sisi labirin utama.
"Ini sebenarnya dugaan saya saja, tetapi memang ada hal yang aneh dengan labirin ini," jelas Wei Wuxie sambil mengamati dinding dengan lebih rinci.
Ketika kedua rekannya itu sibuk untuk memeriksa dinding, Li Wei yang menggerakkan kakinya dengan tak nyaman. Rasanya agak sakit jika dibawa berjalan. Meski begitu, tak terlalu parah mungkin nantinya. Karena Li Wei merasa masih bisa membanting sapi dengan keadaanya ini. Ia hanya berharap tidak akan ada pertarungan besar yang memerlukan gerakan besar.
"Ada apa, Putri?" tanya Wei Wuxie yang hendak menghampiri Li Wei.
Akan tetapi, langkah Wei Wuxie terhenti ketika melihat gadis itu menggeleng. Li Wei malah menuju ke arah Wei Wuxie, walau dengan langkah kaki yang agak pincang. Ia masih bisa menahannya, dan semoga kesialan tak menghampiri Li Wei lagi.
Yah, semoga ~
Li Wei menatap ke permukaan dinding Labirin Batu dengan teliti. "Dinding labirin ini terlihat sama di setiap bagiannya, tetapi mungkin saja berbeda."
Percayalah ini sungguh keajaiban saat dinding labirin ini tercipta dengan sangat persis. Yang membedakannya hanya letak pintu. Sehingga jika kau tak teliti, kau dengan mudah akan tersesat. Belum lagi dengan situasi sekarang, sebuah jalan baru muncul. Padahal sebelumnya di setiap dinding hanya ada satu jalan masuk.
"Apa maksud Putri? Ini tak seperti ada jalan lain di labirin ini. Seingat kami labirin ini juga tak seperti ini sebelumnya," ucap Zhang Yuwen sambil memeriksa ke sekelilingnya.
Benar, bukan? Tidak hanya Li Wei yang tertipu, tetapi kedua orang ini juga. Terutama saat kedua orang ini sudah memasuki labirin dari pintu masuk sampai ke tempat ini. Meski Li Wei masuk melalui jalur belakang, yaitu ruangan tersembunyi di bawah Labirin Batu.
Tempat yang mungkin tak bisa Li Wei jelaskan pada kedua orang ini.
Baiklah ... Kami harus lebih cepat memilih jalan, atau kami akan menjadi penunggu di Labirin Batu karena tak bisa keluar.
Masalahnya adalah mereka tak bisa sembarang memilih jalan. Akan sangat berbahaya jika mereka memilih jalan yang salah. Zhang Yuwen hanya bisa menggores dinding labirin untuk memberi penanda. Sehingga jika mereka berbalik ke tempat ini lagi, mereka akan menemukan tanda ini lagi.
"Bagaimana jika kita berpencar? Wuxie ke pintu kiri, saya menuju pintu kanan. Mari kita tinggalkan Putri di sini sebagai penanda," ucap Zhang Yuwen mudah.
Kau pikir aku ini tongkat kayu apa?!
Li Wei mengepalkan tangannya, "Bagaimana jika aku menandai wajahmu saja agar aku tak lupa nanti jika kau kembali ke sini?" tanya Li Wei jengkel.
Namun Zhang Yuwen mendadak tuli lokal. Ia malah meraba-raba dinding seolah dia mengerti. Padahal percaya saja, Zhang Yuwen melakukannya hanya agar ia terlihat memiliki pekerjaan.
Entah Zhang Yuwen bercanda atau tidak. Meski begitu, Wei Wuxie jelas tak menyetujuinya. Pria itu menengok ke langit malam, dan tak ada tanda-tanda menuju siang. Sepertinya mereka di sini tak begitu lama, tetapi entah kenapa karena pengaruh ilusi yang sebelumnya, mereka merasa seperti telah begitu lama di labirin ini.
"Dalam keadaan seperti ini lebih baik kita tak berpencar. Apalagi tanpa senjata. Lagipula, bagaimana jika saat berpencar kita tersesat lagi. Bukankah itu seperti menambah pekerjaan?" ucap Li Wei yang memaksa kakinya untuk berjalan lagi.
Lalu, mereka menyetujuinya.
Mereka bertiga berjalan menyusuri jalan labirin dari pintu yang paling besar. Hanya berharap jika mereka tak salah jalan. Akan tetapi, mereka selalu kembali ke jalan yang sama.
Zhang Yuwen menggores tanda lagi ke dinding labirin untuk mencatat bahwa mereka kembali ke sini. Lebih tepatnya Zhang Yuwen menandai pintu mana yang mereka pilih sebelumnya. Siapa yang tahu jika mereka dibingungkan oleh letaknya jika dilihat dari posisi berbeda. Sehingga mereka harus selalu bisa mengantisipasi setiap kemungkinan apapun.
Tentu saja akan berbeda letak kiri dan kanan suatu tempat jika dilihat dari tempat yang berbeda.
Kemudian, mereka berjalan lagi di jalan yang belum mereka lalui.
Dan, ...
"Kita benar-benar kembali ke tempat sebelumnya," bisik Li Wei yang kelelahan.
Udara dingin terasa semakin menusuk. Bahkan hidung Li Wei sudah merasa seperti memiliki 'isi', dan siap mengalir sesuai jadwal. Ia yakin malam sudah semakin larut. Mungkin mereka harus menghabiskan sepanjang malam yang 'berbahagia' ini di sini.
Wei Wuxie menggantikan Zhang Yuwen untuk menggores tanda. Dari sana mereka tahu jika semua jalan itu tidak benar. Nyatanya mereka tetap kembali di sini seperti sapi yang selalu mengejar ekornya. Mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama.
Wei Wuxie menatap Zhang Yuwen, "Sebelumnya kami tidak menemukan jalan berputar ini, Putri. Apakah Putri tidak menemukannya juga?"
"Kita mungkin harus keluar lewat jalan yang ditempuh oleh Putri sebelumnya," cetus Zhang Yuwen yang memiliki ide lainnya.
Walau mereka tak tahu bagaimana bisa mereka menemukan Li Wei di sini, tetapi jelas Li Wei punya cerita sendiri. Akan tetapi, Li Wei menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya melewati jalan yang gelap. Saat aku menemukan pintunya, dan aku langsung sampai ke tempat kita bertemu sebelumnya," jelas Li Wei yang tak mau berbohong. Bagaimana pun dia hanya menjelaskan secara garis besarnya saja tentang jejak petualangannya ketika terjatuh ke ruang bawah tanah.
Zhang Yuwen menepuk tangannya, "Bagaimana jika kita masuk lagi ke tempat Putri keluar itu? Siapa tahu kita bisa kembali ke lubang tempat Putri jatuh."
Tempat Li Wei terjatuh sebelumnya berada di dinding labirin bagian luar. Sehingga ide Zhang Yuwen cukup masuk akal.
Namun Li Wei menggeleng lagi, "Sepertinya kita tak bisa menggunakan jalan itu jika kita bukanlah anggota Tentara Malam. Salah-salah kita bisa tersesat dengan cara yang lebih buruk."
"Apa maksud Putri dengan hanya anggota Tentara Malam yang tahu?" tanya Wei Wuxie. Jelas Wei Wuxie lebih cepat menangkap apa yang dibicarakan oleh Li Wei ketimbang Zhang Yuwen yang terkadang agak miring.
Li Wei menghela napasnya, "Aku sebenarnya tak yakin dengan apa yang ada di bawah sana. Namun saat aku terjatuh, seseorang mengantarku untuk keluar. Akan tetapi, itu tak benar-benar keluar dari sana. Dia hanya mengantarkan ke jalan keluar yang benar, dan setelah itu dia pergi seolah punya hutang di kehidupan sebelumnya padaku."
Kenyataannya memang seperti itu. Li Wei sesungguhnya jika diminta untuk masuk ke lubang itu lagi, maka dia akan mengatakan tidak. Masalahnya di sana sangat gelap, dan tanpa setitik cahaya pun. Siapa yang tahu jika di sana ada jalan berliku. Li Wei bahkan bertanya-tanya bagaimana bisa mata pria bernama ...
__ADS_1
Eh ... Siapa namanya?
Li Wei menyadari bahwa dia cukup pelupa untuk mengingat nama.
Zhang Yuwen menghela napasnya, "Mungkin Tentara Malam itu tak ingin ikut campur saat Perburuan Malam masih berlangsung."
Atau, ...
Li Wei mendudukkan tubuhnya ketika memikirkan kemungkinan ini. Sejak awal Li Wei merasa sangat aneh karena Perburuan Malam ini berjalan seperti banyak 'kecelakaan'. Dimulai dari adanya lubang yang menjatuhkannya. Lalu, ia menyadari bahwa ada binatang asli yang jelas tak bisa mereka kalahkan begitu saja. Juga, ada ilusi aneh ... Bukan ... Ini bukan ilusi yang diciptakan oleh Ling Xiao.
Ini seperti ketika mereka sudah masuk ke bagian inti labirin ini, maka mereka tak bisa keluar.
Seperti jebakan.
Tentara Malam itu bisa saja mengantarku ke pintu yang lebih dekat dengan jalan keluar labirin.
Akan tetapi, Li Wei malah diantar menuju bagian tengah. Seperti ada sesuatu yang tersimpan di dalam tempat ini, dan Tentara Malam itu mengarahkannya. Atau, mungkin Tentara Malam ini ingin mencelakainya?
Apakah itu mungkin?
"Apakah Putri mencurigai sesuatu?" tanya Wei Wuxie langsung pada intinya.
Keputusan Li Wei untuk masuk ke Pelatihan Awan jelas tak disetujui oleh banyak pihak. Jika ada pemberontak kerajaan yang tahu 'miring'nya kebijakan Raja pada Li Wei. Maksudnya dengan membiarkan seorang gadis masuk dalam Pelatihan Awan, maka seperti mengaitkan hubungan ayah dan anak antara Li Wei dengan Raja Li. Jika Li Wei gagal, maka nama kerajaan akan tercoreng.
"Seseorang mungkin menginginkan agar aku gagal dalam Perburuan Malam ini," ucap Li Wei yang memikirkan kemungkinannya.
Zhang Yuwen menebak, "Apakah itu Pangeran Li Jun? Bukankah Putri akhir-akhir ini berselisih dengan Pangeran Li Jun."
"Tidak. Ini bukan dia. Jika Kakak Pertama yang melakukannya, maka dia akan merusak panah milikku atau membuat aku tak bisa ikut dalam Perburuan Malam ini," jelas Li Wei.
Di atas segalanya, meski Li Jun licik dan terkenal sangat ambisius, tetapi Li Jun sejatinya tidak pernah membiarkan Li Wei terluka. Ia hanya akan membuat Li Wei mundur tanpa sempat bertanding. Seperti Li Jun melalukan sesuatu agar Hua tak bisa datang dalam Perburuan Malam ini.
Oh ya ampun ... Meski aku tak menuduh kakak, tetapi aku menyadari bahwa keluargaku cukup 'hangat'.
Zhang Yuwen ikut duduk di samping Li Wei, "Apakah jika saya berteriak minta tolong, mereka akan menemukan kita?"
Eh benar juga ...
Li Wei mengurut tenggorokannya sebentar untuk menyiapkan suara. Lalu, ...
"Kami di sini!" teriak Li Wei dengan suara emasnya yang bisa membuat sapi ingin pura-pura pingsan.
Dengan suara seperti ini seharusnya orang di luar labirin bisa mendengarnya. Jika mereka tak bisa mendengarnya, mungkin itu karena jarak mereka yang berjauhan. Ini buruk!
Bahkan luas keseluruhan Labirin Batu ini saja Li Wei tak tahu.
"Hey, apakah kita tak akan ditemukan di sini?" tanya Zhang Yuwen dengan wajah cemas.
Li Wei menghela napasnya, "Apa kau sudah menulis wasiat untuk orang di kediamanmu? Seperti, "Jangan lupa bayar hutang, atau tolong lepaskan sapi yang aku curi dari pasar"," tanggap Li Wei yang sebenarnya menjauhkan dirinya sendiri dari pikiran buruk.
"Apakah saya seburuk itu di mata Putri?" tanya Zhang Yuwen dengan nada berlebihan.
Wei Wuxie juga sudah duduk untuk menghemat tenaga. Saat ini mereka memang perlu beristirahat sebentar. Labirin ini juga seperti memiliki udara yang agak 'berat'. Seperti kau tahu ada sesuatu yang aneh di sana, tetapi di lain sisi kau juga tak mengerti apa yang aneh di sana.
Li Wei menoleh pada Zhang Yuwen untuk memberi siraman kalbu untuk Zhang Yuwen agak tak konyol. Akan tetapi, di sana Li Wei terpaku, dan langsung berkata, "Kau memang sangat buruk."
Kala itu Li Wei menjauh dari Zhang Yuwen dengan ekspresi waspada. Hal tersebut jelas membuat Zhang Yuwen tersinggung. Bagaimana pun dia tak menyangka bahwa Li Wei agak anti padanya.
"Saya kira hubungan kita istimewa, Putri," ucap Zhang Yuwen sambil menyeka air mata imajinernya.
Akan tetapi, Zhang Yuwen mendadak memperhatikan isyarat tangan Li Wei. Ini seperti ada sesuatu yang salah. Belum lagi dengan Wei Wuxie yang mengambil anak panahnya untuk digunakan.
Li Wei memberi isyarat agar Zhang Yuwen untuk tetap diam. Kemudian, ...
SRAPPP ...
GREP!
Bahu Zhang Yuwen ditepuk oleh jemari yang hanya tersisa tulangnya. Dari sana Zhang Yuwen menyadari apa yang mereka akan hadapi kala itu. Ia melihat Wei Wuxie telah menyiapkan senjatanya, dan Zhang Yuwen mengangguk untuk menyetujui isyarat Li Wei. Zhang Yuwen mengambil busur panahnya yang tergeletak tak jauh dari kakinya.
Lalu, ...
BRUGH!
STAP!
Hanya dalam sepersekian detik, Zhang Yuwen memukul ke arah kerangka tangan yang menepuk bahunya itu. Setelah itu, Wei Wuxie memanah ke arah belakang Zhang Yuwen. Terutama pada wajah tengkorak yang terlihat sangat dekat dengan kepala Zhang Yuwen.
SRUK
KRAK
__ADS_1
Tengkorak yang awalnya berada di belakang Zhang Yuwen dengan mudahnya terbaring ke tanah. Di batok kepala tengkorak itu, tepatnya di bagian tulang dahi, tertancap panah milik Wei Wuxie. Karena panah itu dipersiapkan untuk Perburuan Malam. Setelah digunakan panah itu akan terbakar. Sehingga Li Wei bisa melihat bolongan sebesar mata anak panah yang memecahkan tulang dahi tengkorak itu.
Mayat Berjalan.
Percayalah ini pertama kalinya Li Wei melihatnya. Katanya, itulah yang membuat orang-orang perlu melapisi pemakaman dengan kertas jimat penahan. Sebab, malam hari mayat itu akan bangkit tanpa jiwa lagi. Terutama untuk daerah yang memiliki aura negatif terlalu banyak.
Mayat berjalan akan mencari sesuatu yang hilang dari mereka. Jiwa.
Oleh karena itu, mayat berjalan bisa merasakan atau mendengar napas manusia. Kemudian, dia akan datang ke sana dan mencari sumber napas itu. Mengumpulkan apa yang hilang dari mereka. Walau pun semuanya sebenarnya sia-sia.
Mayat Berjalan itu akan menyobek tubuh manusia untuk mencari jiwanya. Sayangnya, saat manusia yang dirobek tubuhnya itu sudah mati, Mayat Berjalan tak akan mendengar lagi napas di dalamnya. Sehingga Mayat Berjalan akan mencari napas itu pada manusia lainnya.
Itu adalah cerita menakutkan yang pernah mereka dengar dari Pelatihan Awan.
Akan tetapi, karena sekarang semua pemakaman sudah diberikan jimat penahan, seharusnya Mayat Berjalan ini tak akan ada. Atau, ...
Mayat Berjalan ini berasal dari lubang tempat Li Wei jatuh sebelumnya.
Zhang Yuwen langsung berlari menuju ke arah Wei Wuxie dan Li Wei. "Mengapa kalian baru memberitahuku jika makhluk ini berada di belakangku?"
Jika memang Mayat Berjalan ini memang bersumber dari sana. Mustahil hanya satu yang 'hidup', itu berarti ...
"Lari!" teriak Li Wei ketika melihat sesuatu yang merayap dari dalam tanah.
Para Mayat Berjalan ini bangkit dari bawah tanah. Mereka bertiga lari untuk menjauh dari serbuan Mayat Berjalan yang baru bangkit dari kuburan masal mereka. Namu baru saja Li Wei baru saja ingin berlari, tetapi kakinya ditahan oleh tangan yang muncul dari bawah tanah. Kemudian, dengan sangat tak elitnya Li Wei tersembab ke tanah. Tepatnya karena memang sejak awal kaki Li Wei sudah mulai membengkak.
Dia juga terkilir sebelumnya.
Lihatlah! Aku lagi yang sial. Apa aku kurang beramal akhir-akhir ini hingga Dewa menegurku?
"Putri!" Wei Wuxie berusaha membantu Li Wei untuk bangkit, tetapi Mayat Berjalan datang di hadapannya.
Ia harus menjauhkan Mayat Berjalan ini dari Li Wei.
Wei Wuxie hanya bisa memukul Mayat Berjalan ini dengan busur panahnya. Begitu juga dengan Zhang Yuwen yang juga terpaksa bertarung hanya dengan busur panah. Mereka jelas dirugikan oleh situasi mereka yang hanya dengan busur panah, dan sisa anak panah.
Li Wei bangkit mengangkat kepalanya, dan menggunakan kaki sebelahnya, kaki yang tak ditarik oleh Mayat Berjalan, untuk menendang.
BRUK!
Mayat Berjalan ini cukup rapuh untuk dikalahkan. Li Wei merangkak untuk mengambil busur panahnya, dan ia hanya bisa mengarahkan pukulan genggaman tangannya untuk menghancurkan rahang Mayat Berjalan. Hal tersebut membuat Zhang Yuwen menepuk tangannya di kala genting. Tenaga sapi Li Wei memang perlu diacungi jempol.
SRUT!!!
Berapa banyak Mayat Berjalan ini?
Li Wei berusaha bangkit walau kakinya sudah terasa seperti digantungi oleh batu. Mereka tak bisa berada di sini dan bertarung. Mayat Berjalan ini terlalu banyak untuk dihadapi.
"Putri, awas!"
Zhang Yuwen berteriak ketika melihat Mayat Berjalan yang mengarahkan tangannya ke arah punggung Li Wei. Jika terlambat untuk menghindar, tangan itu akan menembus punggung Li Wei. Sayangnya, Li Wei terlalu lambat untuk menghindar. Itu semua karena keseimbangan Li Wei saja belum membaik, karena sempat terjatuh.
Li Wei menyadari jika Mayat Berjalan itu sudah ada di belakangnya, dan ...
JLEB!!
HEY!
Sebuah panah datang dari arah depan Li Wei. Sekilas Li Wei mengira jika panah itu akan mendarat di kepalanya. Akan tetapi, panah itu melesat di samping telinga Li Wei dan memutuskan beberapa helai rambutnya. Kemudian, mendarat tepat di dahi Mayat Berjalan.
BRUK!
Apa-apaan?! Jika anak panah itu meleset sedikit ke arah kepalaku, maka aku langsung pindah alam.
Helai rambut Li Wei terbawa angin hingga terjatuh tepat di bahu seseorang yang baru datanh. Pria itu sepertinya melompat dari bagian atas labirin, tempat dia memanah sebelumnya, dan mendarat di hadapan Li Wei yang berdiri goyah. Percayalah, Li Wei baru tahu jika pria ini ikut dalam Perburuan Malam.
Juga, ...
"Mengapa pria itu selalu dapat bagian yang terbaik dan tampil dengan tampan sebagai penyelamat?" tanya Zhang Yuwen sambil menunjuk pada sosok Hua.
***
Selamat membaca 😉
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Mari bertemu di chapter selanjutnya.
Adios~
__ADS_1