Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Memasuki Gunung Hua


__ADS_3

Sepertinya Yi Hua tak memiliki waktu yang cukup banyak untuk beristirahat. Nyatanya dia harus mengikuti Liu Xingsheng yang berjalan dengan riang di hadapannya. Di sana tak hanya ada Liu Xingsheng saja, tetapi ada pria lain dengan wajah yang sedikit kaku.


Meski saat ini mereka tengah berjalan bersama, tetapi Yi Hua mengenal tentang pria berwajah kaku itu. Pria itu cenderung dilengkapi dengan atribut serba hitam, dan itu membuatnya terlihat semakin kelam.


"Dia Huan Ran. Perdana Menteri kanan di Kerajaan Li."


Akhirnya Xiao mengeluarkan juga informasi di mengenai pria tersebut. Namun ini sedikit aneh saat di Kerajaan Li harus memiliki dua orang Perdana Menteri. Bahkan seharusnya Raja Li Shen mendepak Liu Xingsheng lebih cepat dari jajaran Kekaisaran. Itu menurut Yi Hua.


Lagipula, jika Perdana Menteri-nya ada dua bukankah itu yang membuat Liu Xingsheng terlihat santai daripada Huan Ran?


"Kakak Huan, mengapa kakak juga ikut? Bukankah Yang Mulia memerintahkan salah satu dari kita saja yang bertugas?" tanya Liu Xingsheng sambil mengipasi lehernya yang mulai berkeringat.


Matahari tidak terlalu terik, tetapi Liu Xingsheng sepertinya bukan pencinta mentari. Dia lebih mencintai angin mungkin. Hal itu sangat lumrah jika melihat tingkah Liu Xingsheng yang lebih cocok disebut sebagai Permaisuri dibandingkan Perdana Menteri.


Mungkin saat Liu Xingsheng dan Liu Xinqian dijadwalkan untuk dibuat, Dewa salah mengatur takdir untuk mereka.


Meski Selir Qian adalah Selir Raja Li Shen, dia terlihat lebih berkompeten menjadi Perdana Menteri dibanding adiknya. Sedangkan adiknya ini terlihat seperti pria cantik khas simpanan dari beberapa Pejabat Tinggi Kerajaan Li. Yah, itulah yang pernah Yi Hua dengar di Kerajaan Li ini. Benar atau tidaknya, tak ada yang mengetahuinya.


"Oh ya, Yi Hua. Dia adalah Kakak Huan Ran, Perdana Menteri kanan Kerajaan Li," jelas Liu Xingsheng yang jelas sudah sangat terlambat.


Lagipula, sejak kapan Liu Xingsheng ini begitu akrab dengannya hingga bisa memanggilnya dengan nama seperti itu.


"Karena merosotnya kinerja dari kerajaan, itulah mengapa Perdana Menteri menjadi ganda. Semua pekerjaan dan masalah membeludak, terutama setelah periode kejatuhan Kerajaan Li." Xiao dengan mudahnya menjelaskan. Hal itu mungkin akan mempermudah Yi Hua nantinya.


Periode kejatuhan?


"Ini berkenaan dengan Puteri Hitam Li Wei. Dia adalah orang yang Yi Hua ramalkan akan bangkit dari kematiannya. Sekitar tiga belas tahun yang lalu, Kerajaan Li diributkan oleh perang saudara. Salah satu yang bergulat di dalamnya adalah Li Wei. Dikatakan bahwa dia melalukan praktek sihir gelap, dan membawa seorang pewaris kerajaan yang bukan dari darah asli keluarga Kerajaan."


Sembari Yi Hua mendengarkan penjelasan dari Xiao, ia memperhatikan Liu Xingsheng yang berbicara dengan semangat pada Huan Ran. Akan tetapi, pria yang tak sesuai dengan namanya* itu hanya memperhatikan Liu Xingsheng dengan wajah datarnya. Meski tanpa tanggapan Liu Xingsheng yang memang semarak tidak merasa aneh. Kedua Perdana Menteri ini memang terlihat cukup akrab.


^^^*Huan Ran, artinya seorang anak laki-laki yang punya watak riang.^^^



...[Huan Ran]...


Xiao terlihat semakin malas ke akhir. Meski begitu, ia masih menjelaskan dengan rinci. "Namun sayangnya di antara pihak-pihak yang melakukan perang saudara tak ada yang menjadi Raja. Yang menjadi Raja ialah seseorang yang tak berkonflik, Li Shen. Itu karena semua pewaris selain dia telah dibunuh oleh Hua Yifeng."


Mengapa bisa Hua Yifeng terlibat dalam urusan pewaris ini? Bukankah ini agak aneh, terutama saat Hua Yifeng adalah seorang iblis, yang entah apa yang ada di otaknya, langsung menyerang Kerajaan Li?


"Rumornya, Hua Yifeng adalah kekasih dari Li Wei. Akan tetapi, rumor adalah rumor. Tak ada yang tahu tentang kebenarannya," jelas Xiao mengakhiri penjelasannya yang panjang kali lebar.


Meski itu adalah rumor, tetapi itu cukup relevan. Apakah ada yang pernah berpikir alasan mengapa Hua Yifeng menyerang Kerajaan Li dan membunuh para pewarisnya?


Akan sangat menyebalkan jika Hua Yifeng hanya iseng. Itu pasti karena persoalan yang lebih besar.


Seperti membunuh orang-orang yang menyebabkan kekasihnya menggorok lehernya sendiri, yakni Puteri Hitam, Li Wei. Itu akan lebih relevan untuk disebut sebagai alasan dari sebuah penyerangan. Mungkin dari sanalah rumor itu muncul dan menjadi buah bibir yang agak panjang. Selebihnya tentang Hua Yifeng tidak ada yang banyak mengetahuinya.

__ADS_1


Juga, apakah Hua Yifeng mendengar tentang Yi Hua yang meramalkan kebangkitan dari Puteri Li Wei?


Jika sampai itu terdengar, dan Hua Yifeng tiba-tiba membentuk masalah antara dia dan Yi Hua, maka alasan di atas adalah benar. Hua Yifeng memiliki keterikatan dengan Puteri Li Wei.


"Kekasihnya? Jadi, keduanya memiliki hubungan di masa lalu." Tanpa sadar Yi Hua mengucapkan kalimat itu agak keras.


Hal itu membuat Huan Ran yang awalnya tak pernah menatap Yi Hua kini menatapnya. Liu Xingsheng yang awalnya bercerita tentang bedak terbarunya pada Huan Ran juga berhenti bicara. Sepertinya Yi Hua benar-benar mengucapkannya dengan sangat keras.


"Kita sudah sampai, Tuan Yi."


Yi Hua mengangkat kepalanya dan menyadari bahwa mereka kini sampai pada pegunungan lapang. Tidak ada tempat yang menarik perhatian di sini, kecuali hanya pepohonan. Setelah berkali-kali menengok ke sana-sini, Yi Hua kembali menatap pada Liu Xingsheng yang dengan semangat mengipasi lehernya sendiri.


"Apakah kita akan berburu?" tanya Yi Hua sambil memperhatikan pakaiannya yang serba putih.


Belum lagi dengan rasa sakit di tulang rusuknya yang masih belum membaik. Salah-salah kali ini dia akan mengalami kepayahan tulang rusuk jika dia harus berburu. Apalagi dia sama sekali tidak tahu cara menggunakan panah atau pun membuat jebakan.


Berpegang pun dia masih seperti orang yang memegang pedang panas.


"Tentu saja tidak. Kau tahu malam ini bulan akan berada pada ketinggian yang sempurna, sehingga batas antara dunia manusia dengan dunia makhluk halus akan terlepas. Kita bisa masuk ke Kerajaan Hantu di gunung Hua ini."


Ah, ada juga malam yang seperti itu.


"Lalu, mengapa kita harus masuk ke sana? Bukankah itu bertentangan dengan kebijakan kerajaan?" tanya Yi Hua yang masih bingung dengan apa yang mereka lakukan di gunung Hua ini.


Ditambah lagi tidak asing jika menyebut Kerajaan Li sangat membenci Kerajaan Hantu. Itu lebih karena pemilik Kerajaan Hantu adalah Hua Yifeng, salah satu dari lima pendosa yang sangat ingin dikutuk oleh Kerajaan Li. Tentu saja karena sejarah berdarah dari tangan Hua Yifeng. Banyak pewaris yang tewas di tangan Hua Yifeng.


Itu sudah menjadi alasan yang cukup kuat untuk membuat orang-orang Kerajaan Li membenci Hua Yifeng.


Yi Hua menyadari tentang adanya bungkusan itu, tetapi entah mengapa dia tak bertanya. Bahkan ia dengan bodohnya mengikuti kedua orang ini. Bagaimana jika malam bulan yang sempurna ini perlu tumbal untuk memulainya?


Seperti ada pintu yang memerlukan darah manusia untuk membukanya. Itu adalah hal yang relevan dengan segala macam dunia 'bawah' semacam ini. Dan, tidak ada yang aneh jika pekerja Kerajaan seperti kedua orang ini melakukannya. Sebab, jika untuk kepentingan kerajaan terkadang mereka harus melampaui batasan.


Yah, itulah yang bergelimang di otak berkapasitas rendah milik Yi Hua.


SRAP!


Yi Hua dengan panik menangkap ketika sebuah kantong besar mengarah padanya. Hal itu membuat luka di dadanya kembali terasa sakit. Akan tetapi, dia berhasil menangkapnya, walau dengan wajah yang sangat tak nyaman.


"Ayo kita menyamar."


Sebentar ... Apa maksudnya dengan menyamar?


Xiao yang berada di telinga Yi Hua juga menolak untuk menyimpulkan apa makna dari penyamaran ini. Yang ia tahu hanyalah itu bukanlah ide yang baik. Apalagi jika pencetusnya adalah Liu Xingsheng. Bahkan Huan Ran pun tak ingin berkomentar. Dia hanya membuang wajahnya. Menolak untuk melihat wajah putus asa dari Yi Hua.


Terutama saat Yi Hua membuka isi bungkusan itu. Di sana ...


"Pakaian perempuan? Mengapa Anda memberikannya padaku?" tanya Yi Hua karena histeris.

__ADS_1


"Itu tidak aneh, HuaHua. Perempuan lebih baik menggunakan pakaian perempuan," tanggap Xiao dengan bijak.


"Kita harus menyamar menjadi seorang Pejabat Tinggi yang sangat biawak di Kerajaan Li. Katanya, dia akan datang ke gunung Hua bersama kedua istri muda yang ia bawa."


Lalu, jelas peran Pejabat itu dilakoni oleh Huan Ran. Dan, kedua istri muda itu ... Yi Hua nyaris ingin meminta surat pengunduran diri, dan menjadi rakyat biasa saja. Lebih baik dia menjadi melata dan jelata, daripada dia harus bermain rumah-rumahan bersama Liu Xingsheng.


Jadi, sekarang Yi Hua yang padahal menyamar sebagai seorang pria, kini harus berpura-pura menjadi seorang perempuan. Lalu, ... Dia sebenarnya hanya kembali ke wujud sebenarnya, bukan?


Lebih dari segalanya, bukankah Yi Hua akan ketahuan jika begini?


Ia sudah membayangkan dimana lebih baik dia meminta kepalanya ditaruh nantinya. Mungkin Raja Li Shen akan berbaik hati untuk membiarkan Yi Hua memilih tempat simpanan kepalanya setelah dieksekusi. Hal itu tentu saja karena Yi Hua telah memiliki sedikit jasa dalam menyelamatkan Putera Mahkota.


"Saya lebih baik menjadi pengawalnya sana. Katakan saja beberapa detik sebelum Pejabat Tinggi itu ingin berangkat ke gunung Hua, salah satu istrinya tersangkut di dalam lemari. Sehingga dia memutuskan untuk meninggalkannya agar diurus dengan para pelayan," pinta Yi Hua yang meminta pergantian peran.


Liu Xingsheng menggelengkan kepalanya dengan jengkel, "Mengapa kau memilih peran yang tidak ada? Tak mungkin salah satu dari kita berdua yang menjadi Pejabat Tinggi itu. Sebab, Kakak Huan lebih tinggi."


"Sekarang cinta tidaklah lagi memandang fisik. Yang lebih banyak dipandang itu adalah uang dan kedudukan. Lagipula, kita tidak memiliki bentuk tubuh seperti perempuan," ucap Yi Hua yang mendadak meremas kepalanya karena terasa sakit.


Namun dengan bangganya Liu Xingsheng menunjukkan bungkusan lain di tangannya. Itu adalah bungkus dari roti isi daging yang sering dijual di pasar. Yi Hua menatap bungkusan itu dengan perasaan yang lebih putus asa.


"Kita bisa memakai ini untuk membentuk bagian 'itu'. Yi Hua, tangkap!"


Lagi-lagi Liu Xingsheng melemparnya kepada Yi Hua. Hal itu membuat Yi Hua nyaris ingin melarikan diri dari hadapan Liu Xingsheng. Namun entah mengapa Huan Ran sepertinya berada di kubu Liu Xingsheng.


Pria itu sudah berdiri di belakang Yi Hua. Membatasinya hanya agar tidak melarikan diri dari tempat ini. Sepertinya Huan Ran lebih baik menumbalkan Yi Hua daripada dirinya yang dipaksa. Bagaimana jika Liu Xingsheng meminta tokoh tambahan untuk peran ini, dan tokoh itu lebih tinggi daripada dirinya?


Jelas dia harus mempertahankan Yi Hua sebagai kandidat di sini.


Liu Xingsheng mengedipkan matanya sambil menatap matahari yang mulai turun ke ufuk barat. Mereka masih memiliki banyak waktu hingga bulan naik lebih tinggi nantinya. Sehingga sekarang adalah waktu yang tepat untuk bersiap.


"Tenang saja aku akan mendandani dirimu hingga tak ada yang tahu jika kau adalah perempuan gadungan."


Itu jauh lebih buruk!


Xiao kau harus melakukan sesuatu untukku. Aku ingin meminta paket menghilang, hanya dalam beberapa detik.


Sayangnya, Xiao mendadak menjadi Puteri Tidur sekarang. Bahkan dia menirukan suara dengkuran seperti burung hantu.


"Ayo Yi Hua tidak usah sungkan."


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Selamat berpuasa bagi yang menjalankan. 😁😁 Semoga kita terus diberikan kesehatan agar lancar berpuasa.

__ADS_1


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~


__ADS_2