Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Kilat Kekuatan yang Mengejutkan


__ADS_3

Jadi, jika aku terkena pedangnya, apakah kemampuan 'kembali ke awal' akan berfungsi juga?


Sayangnya sama seperti yang sudah-sudah, Xiao tetap bungkam apabila Hua Yifeng ada di depan Yi Hua. Bagaimana pun benda aneh dan tak jelas asal-usulnya itu selalu tak aktif jika Hua Yifeng datang. Atau, mungkin Xiao terlalu pengecut untuk membuat bentuk kehadiran.


Entahlah masih banyak yang perlu Yi Hua pertanyakan dari semua ini. Bagi dirinya yang masih 'bayi' di dunia ini, semua terlihat seperti tanda tanda besar. Yang setiap langkahnya harus Yi Hua buka satu-persatu.


"Menurutmu siapa yang membuat Hua Yifeng datang kemari?" tanya Liu Xingsheng yang tak tepat waktu.


Bagaimana mungkin dia bisa bertanya saat situasi tengah genting?


Pada akhirnya, mereka bertiga mundur sedikit demi sedikit karena yakin bahwa pertarungan akan miring. Ditambah lagi Huan Ran tidak ada di sini. Liu Xingsheng lebih pandai mengusapkan bedak ke wajahnya dibandingkan mengangkat pedang. Apalagi ada Zhang Yi yang sudah di ambang batas kesadarannya.


Dan, Yi Hua yang tak berguna ini.


"Apakah kalian memprovokasi Hua Yifeng?" tanya Zhang Yi yang sudah merasa sangat kesakitan di dadanya.


Rupanya penyiksaan yang dilakukan oleh bawahan bercadar Hua Yifeng bukanlah main-main. Walau Yi Hua belum tahu apa alasan di balik itu semua. Tidak mungkin jika Zhang Yi hanya lewat semata, lalu Hua Yifeng menangkapnya, bukan?


Jika itu terjadi, maka Hua Yifeng adalah makhluk paling kurang kerjaan yang pernah ada.


"Hua Yifeng mungkin sangat tertarik untuk melakukan 'musim semi' bersamamu, Yi Hua. Mengapa kau tidak menemaninya satu malam saja?" tawar Liu Xingsheng yang sudah tak ada cara lain lagi.


Ditambah lagi secara fisik, Yi Hua adalah pria(?) yang mengagumkan. Itu yang dipikirkan oleh Liu Xingsheng.


Zhang Yi yang sekarat tambah ingin segera pensiun dari hidup ini karena kedua orang konyol yang ada di sampingnya. Ditambah lagi Yi Hua yang terus berusaha menjauh dari Hua Yifeng. Seolah peramal itu sama sekali tak ingin bertemu dengan Hua Yifeng.


Bagaimana jika aku di'serap' oleh Hua Yifeng? Itu adalah hal yang sangat memalukan untuk disebut, apalagi sampai terjadi!


Persoalan yang paling Yi Hua takutkan ialah saat proses 'penyerapan' ini! Jika Hua Yifeng dan dia bermusim semi, maka Hua Yifeng akan tahu bahwa dia bukanlah seorang pria. Entahlah! Ada banyak hal buruk yang berkecimpung di pikirannya. Hingga sampai pikirannya yang ingin hidup normal seperti sapi.


TAP!


TAP!


TAP!


Yi Hua dan Liu Xingsheng merasa bahwa mereka sudah melarikan diri secepat yang ia bisa. Akan tetapi, langkah pelan dari Hua Yifeng tak pernah terdengar begitu jauh. Seolah keduanya hanya beberapa langkah dari Hua Yifeng.


Dan, benar saja!


Saat Yi Hua menoleh, Hua Yifeng yang berjalan datar di belakang mereka. Tak ada bentuk ketergesaan dalam langkahnya. Hal itu membuat Yi Hua panik sendiri.


Yi Hua memikirkan sesuatu yang sekiranya bisa menyelamatkan. Ia melepaskan lengan Zhang Yi dari bahu Yi Hua yang kecil. Yah, mau dibohongi sebanyak apapun, bentuk fisik Yi Hua tak akan berbentuk seperti pria.


Rasa kram menyerang bahunya, tetapi Yi Hua tidak memperdulikan. Ia menatap pada Liu Xingsheng, "Kita berpencar. Hua Yifeng sepertinya lebih tertarik untuk mengikutiku."


"Kau gila! Bagaimana jika kau ditebas oleh Hua Yifeng dengan Li Wei*?" bantah Liu Xingsheng yang mengingatkan Yi Hua bahwa apa yang dilakukannya ini sama saja seperti bunuh diri.


^^^*Mengingatkan lagi bahwa Li Wei yang dimaksud adalah nama pedang dari Hua Yifeng. Bukan mengacu pada Puteri Li Wei. ^^^

__ADS_1


Bukannya Perdana Menteri tak berguna ini awalnya ingin menumbalkan aku?


Yi Hua mungkin agak gila ketika menawarkan ini. Akan tetapi, Zhang Yi terlihat akan segera menghembuskan napas terakhir jika dibawa bertarung lagi. Katakanlah ini adalah tindakan bunuh diri. Ini juga tak akan sesuai dengan Yi Hua yang sebenarnya.


Jika Yi Hua asli, maka dia tak akan segan untuk meninggalkan Zhang Yi bersama Liu Xingsheng.


Namun ... Jika memang ini adalah hidup baru yang harus dirinya jalani, dan ia menjadi Yi Hua, mengapa ia harus meniru hidup busuk Yi Hua?


Lagipula, Xiao hanya mengatakan bahwa dia harus mengumpulkan kepingan ingatannya melalui Yi Hua. Tentang konsekuensinya, Xiao tak pernah membicarakannya. Walau Yi Hua yakin itu 'ada', hanya saja Xiao tidak memperingatkannya.


Yah, anggap saja karena Xiao adalah sistem yang malas.


Yi Hua meraba lehernya sendiri.


Semoga sampah yang disebut 'kembali ke awal' ini tidak benar-benar sampah!


SRET!


CRASH!


Lagi-lagi Yi Hua dengan lancang menarik pedang milik Liu Xingsheng. Padahal baru saja pedang itu kembali ke pemiliknya. Tanpa mendengarkan protes dari Liu Xingsheng, Yi Hua mencari celah di dinding batu dan menusukkan mata pedang ke sana.


Setelah itu, ...


BRAK!


Yi Hua menendang celah batu hingga merobohkan dinding yang memang bercelah itu. Dengan teganya, Yi Hua mendorong punggung Liu Xingsheng dan Zhang Yi ke sana. Setelah itu, dengan ajaibnya dinding itu rata kembali. Menutup akses bagi Liu Xingsheng untuk pergi ke arah Yi Hua.


Yah, itu tak aneh jika menyangkut tentang Hua Yifeng. Iblis Kehancuran punya kuasa yang setara dengan Dewa. Jelas saja itu sangat ringan untuk membentuk tembok-tembok seolah dia makhluk yang cepat beregenerasi.


"Peramal Yi."


Yi Hua merasa merinding mendadak ketika mendengar suara pria itu. Dengan bermodal nekat, Yi Hua berlari menjauhi Hua Yifeng. Namun ...


SRET!


Pria itu segera menangkap lengan Yi Hua. Tangan pria itu mencengkeramnya dengan sangat erat, hingga Yi Hua kesakitan. Sepertinya Hua Yifeng tak memang lebih tertarik untuk mengejar Yi Hua dibanding Zhang Yi yang sudah babak belur.


"Mengapa kau memiliki ini?"


Apanya?


Yi Hua tersentak ketika merasakan tangan Hua Yifeng yang meraba telinganya. Ia tahu bahwa Hua Yifeng menyentuh anting merah, Xiao, yang melekat di telinganya. Walau Yi Hua tak mengerti mengapa benda ini begitu menarik perhatian Hua Yifeng.


BRUK!


Yi Hua sedikit keras untuk melepaskan dirinya sendiri. Oleh karena itu, ia menyundul kepala Hua Yifeng, meski ia yakin itu kurang berguna. Nyatanya Hua Yifeng tak akan mudah dikalahkan hanya karena kepalanya.


"Aduh, kepalaku seperti menyeruduk kepala sapi!"

__ADS_1


Yi Hua mengusap dahinya sendiri, dan tanpa sengaja menekan dada Hua Yifeng.


CRASH!


Tercipta aliran seperti kilat yang muncul di sana. Hal itu membuat Yi Hua terkejut. Ia tak menyangka jika kilat itu seperti muncul dari tangannya. Namun Yi Hua adalah orang yang tak bisa berkultivasi.


Lalu, ...


Ini Xiao!


Hua Yifeng mundur sejenak ketika merasakan itu. Matanya menjadi tajam, terutama saat aliran seperti kilat itu terlihat jelas muncul dari batu permata merah yang melekat di telinga Yi Hua. Sesuatu yang aneh 'ada' di dalam diri Yi Hua.


SRAT!


Tanpa mengambil banyak waktu lagi, Yi Hua kali ini berlari meninggalkan Hua Yifeng yang masih terpaku. Entah karena apa. Meski begitu, Yi Hua menyentuh permata merah yang melekat di telinganya.


Ia meraih obor-obor di sekitar dinding. Lalu, melemparnya ke sekitar lantai tanah. Masing-masing tangkai obor saling menyambar, lalu terbakar dengan baik. Membentuk penghalang api di antara Yi Hua dengan Hua Yifeng.


Juga, ...


Anting merah, wujud Xiao itu terasa sangat panas hingga bisa meledak kapan saja. Ini adalah fenomena yang baru, dan pertama kalinya terjadi. Ia hanya takut jika Xiao akan meledak karena Hua Yifeng.


Bisa jadi Hua Yifeng-lah yang memancing Xiao untuk mengeluarkan 'sinar'nya. Jika seperti itu, apakah Hua Yifeng tahu tentang keberadaan Xiao di sana?


Entahlah. Masih banyak hal yang janggal tentang Xiao di sini. Juga, dengan Hua Yifeng. Lalu, apa maksudnya dengan 'bagaimana bisa Yi Hua memilikinya?'


Yi Hua tak bisa menyimpulkannya. Hanya saja yang Yi Hua sadari adalah kekuatan Hua Yifeng terasa sama 'warnanya' dengan kehadiran Xiao. Jika seperti itu, Xiao juga mungkin adalah senjata spiritual iblis.


Itu selaras hingga Hua Yifeng juga terkejut karenanya.


Yi Hua menoleh ke arah Hua Yifeng yang tampak sekilas di antara api. Mata pria itu masih mengarah padanya, tetapi tak ada gerakan dari pria itu. Hua Yifeng juga tak mengejarnya.


Melainkan hanya menatapnya yang menjauh.


Semoga saja Hua Yifeng tidak dendam padaku karena membakar tempatnya!


***


Selamat membaca.


Maaf cerita ini padahal cerita baru, tetapi aku sangat jarang update. Itu semua karena aku sibuk terus-menerus. Yah, anggap aja aku orang yang sibuk. Padahal itu karena aku kurang ide 🤧🤧


Cerita semacam ini ternyata sulit juga. Apalagi menciptakan tiap benang merah untuk menuju perihal utama. Sama seperti cerita Adhara, musuh sebenarnya belum muncul. Ini hanya seperangkat konflik yang bermula.


Namun siapa sangka jika pengaturan benang merah ini lebih semerawut dibandingkan cerita Pemeran Pembantu. Mungkin itu karena karakter Adhara yang terasa nyaman masuk ke situasi apapun. Sedangkan, karakter Yi Hua, aku baru membangun jati dirinya. Sehingga masih terasa asing.


Ya sudahlah, aku terlalu banyak berceloteh di bagian akhir. Selalu seperti ini.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.

__ADS_1


Adios~


***


__ADS_2