Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Pelelangan Kerajaan Phoenix


__ADS_3

Bukankah ada banyak masalah di sini? Yi Hua mendadak menjadi lima tahun lebih tua sekarang.


Masalahnya adalah ... Dari segi wajah saja Liu Xingsheng sudah sangat mirip dengan Selir Qian. Mereka itu seperti buah melon yang dibagi dua dengan bagian yang sama. Jika kau ingin melihat yang berparas perempuan, maka lihatlah Selir Qian. Jika ingin melihat yang berparas pria, maka lihatlah Liu Xingsheng.


Itu sudah sangat jelas karena mereka berdua kembar.


"Di masa-masa setelah Raja Li Shen baru naik tahta, perbaikan Kerajaan Li cukup panjang dan perbaikan paling utama adalah menyembuhkan Penyakit Batu. Dan, di sanalah ada Selir Qian," jelas Ling Xiao yang seperti mengingat-ingat.


Bagaimana pun Ling Xiao ini cukup tua usianya, dan itu terlihat dari dirinya yang seperti ada di garis sejarah terdahulu. Sama seperti kakek-kakek yang menceritakan masa lampau pada anak cucunya.


"Itu sangat menakjubkan saat seorang gadis yang identitasnya tak diketahui darimana bisa membuat obat untuk penyakit itu. Dia datang entah darimana, dan katanya hanya seorang pejalan yang tidak sengaja lewat. Saat itu Selir Qian hanya sendirian, bagaimana bisa dia berjalan-jalan di kerajaan yang sedang kacau?" lanjut Ling Xiao yang sebenarnya tetua di Kerajaan Li.


Ling Xiao tampak mengingat-ingat. Mungkin dahulu Ling Xiao tidak benar-benar meninggalkan Kerajaan Li begitu saja. Lagipula, dari semua keanehan cerita, lebih aneh lagi jika ada seorang gadis cantik yang luar biasa berjalan-jalan di kerajaan yang rawan. Kerajaan yang belum memiliki penjagaan yang kuat. Jelas sekali Kerajaan Li yang hancur itu bukan tempat wisata!


"Akan tetapi, saat itu penduduk Kerajaan Li masih sangat tak percaya pada kerajaan. Bahkan saat itu mereka berencana untuk membunuh Raja Li Shen, dan Selir Qian ..." Ling Xiao tampak berhenti bicara sejenak.


Sepertinya pria ini tahu lebih banyak daripada yang Yi Hua kira.


Huan Ran menatap lekat pada Ling Xiao, "Bagaimana Anda bisa mengetahui bahwa Selir Qian saat itu sendirian?" tanya Huan Ran saat mengingat bahwa Ling Xiao bisa menceritakan ini dengan sangat yakin.


Itu berarti Ling Xiao pernah melihat Selir Qian di masa gadisnya. Apalagi kedatangan Selir Qian yang sendirian. Huan Ran baru menjadi Perdana Menteri setelah Raja Li Shen sudah menikahi Selir Qian. Di sana juga memang sudah ada 'cerita' bahwa akan ada Perdana Menteri kedua. Sehingga meski wujud Si Calon Perdana Menteri ini belum Huan Ran lihat, tetapi ia mendengar ceritanya. Itulah mengapa tentang Selir Qian ini tak pernah didengar oleh Huan Ran.


Ling Xiao mendadak mengangkat bahunya. "Mereka hanya pernah menemui saya sekali, dan saat itu Selir Qian terluka parah. Saat itu kerajaan juga tak memiliki tabib yang hebat, dan hanya Selir Qian yang bisa. Namun yang terluka adalah Selir Qian, itulah mengapa pria itu membawa gadis yang dicintainya kemari."


Sebentar ...


Tidak sulit untuk menebak siapa 'pria itu' dan mereka yang disebut oleh Ling Xiao. Itu tentu saja Raja Li Shen, dan itu berarti adiknya di kehidupan sebelumnya itu tahu keberadaan Ling Xiao. Bahkan mempercayakan Ling Xiao untuk mengobati Selir Qian yang entah bagaimana dahulu bisa terluka.


Ini adalah masa lalu yang tak diketahui oleh banyak orang. Sepertinya cerita Li Shen dan Selir Qian sangat panjang sebelum mencapai masa ketenangan seperti ini. Namun ini juga tak bisa disebut ketenangan, bahkan saat Selir Qian hanya seorang Selir dan Raja Li Shen bukan miliknya sendiri. Padahal dirinya adalah cinta pertama dari Li Shen.


"Intinya adalah gadis itu telah menarik hati Raja Li Shen dan dia dinikahi oleh Raja Li Shen pertama kali dengan syarat aneh dari Selir Qian." Cerita Ling Xiao selesai sampai di sana. Seolah menunggu ada yang bertanya.


Tentu saja ada pertanyaan! Terlalu banyak kejanggalan di sini. Bahkan Xiao busuk ini pun tak tahu tentang ini.


"HuaHua, kau tahu jika pengetahuan-ku hanya bersumber dari Yi Hua asli. Kau pikir usia Yi Hua asli berapa saat itu? Dia masih anak kecil yang sering berlarian seperti sapi!" bantah Xiao yang tak suka disalahkan.


Yah itu benar.


"Apa yang Anda maksud dengan syarat aneh?" tanya Yi Hua yang tak memperdulikan pembelaan dari Xiao.


Huan Ran yang melanjutkan, "Selir Qian mau menjadi menjadi milik Raja Li Shen. Namun Selir Qian tak ingin menjadi Permaisuri. Padahal Yang Mulia tidak ingin mengambil Selir lagi."


Eh? Semua ini bukan karena Li Shen yang biawak, tetapi karena Selir Qian yang menginginkannya?


Apa-apaan ini?


Biasanya dalam sistem harem Kerajaan, semua wanita milik Raja berebut untuk menjadi Permaisuri. Bahkan sampai nyawa mereka berjatuhan sekalipun. Mereka juga tak segan-segan untuk membunuh satu sama lainnya. Akan tetapi, Selir Qian malah tak ingin menjadi Permaisuri. Padahal alasan mengapa sampai sekarang tak ada Permaisuri Kerajaan Li mungkin karena Selir Qian.


Percayalah tak ada yang mengerti wanita itu.


Yi Hua menatap pada Huan Ran, "Saat Anda menjadi Perdana Menteri, di mana Perdana Menteri Liu saat itu?"


Itu benar. Bukankah yang pertama menjadi Perdana Menteri adalah Huan Ran? Kemudian, Liu Xingsheng diangkat menjadi Perdana Menteri dengan jalur belakang sebagai pelengkap. Mengapa jalur belakang?


Tanpa ada angin tanpa ada hujan, malah ada pelangi. Tanpa ada perjuangan atau kemampuan, Liu Xingsheng diangkat menjadi Perdana Menteri kiri. Semua menduga itu karena permainan politik dari Selir Qian yang menjilat pada Raja Li Shen. Hingga adiknya yang tak berguna ini menjadi salah satu dari tonggak kekuasan sistem Kedua Perdana Menteri.


"Saat itu Liu Xingsheng datang ke Kerajaan Li. Banyak yang mengatakan jika Liu Xingsheng baru sembuh dari sakit. Namun jika saat itu bukan Liu Xingsheng yang diangkat menjadi Perdana Menteri kiri, aku juga tak akan menyetujui sistem Kedua Perdana Menteri," jawab Huan Ran begitu saja.


Lebih dari segalanya ...


Liu Xingsheng memang terlihat tak berguna, tetapi percayalah Liu Xingsheng menyatukan orang-orang tanpa disengaja. Seperti Huan Ran yang dahulu asing pada Kerajaan Li, dan sekarang Huan Ran menunjukkan kesetiaan yang besar. Begitu juga dengan Yi Hua, yang bahkan pertama kalinya, Liu Xingsheng juga yang membuat Yi Hua lebih banyak ikut campur dalam urusan Kerajaan.


Kerajaan sebenarnya tak hanya perlu orang yang hebat saja, tetapi orang yang dapat menyatukan pemikiran orang lain.

__ADS_1


"Sekarang ... Mari pikirkan tentang sembuh dari sakitnya ini," ucap Ling Xiao tiba-tiba.


Mungkin itu adalah kunci untuk menemukan penyakit Liu Xingsheng yang sekarang.


"Di mana Perdana Menteri Liu dan Selir Qian tinggal sebelum datang ke Kerajaan Li?" tanya Yi Hua tiba-tiba.


Akan tetapi, Xiao yang biasanya bisa menjadi sumber informasi juga tak mengatakan apa-apa. Sepertinya masa lalu dari Liu Xingsheng adalah satu dari sekian banyak rahasia yang ada di Kerajaan Li. Bahkan Huan Ran pun hanya menggelengkan kepalanya.


Dan, bukannya Huan Ran juga tak pernah mengatakan tentang dirinya?


Yi Hua baru menyadari jika ada yang paling misterius, maka itu adalah kisah hidup Kedua Perdana Menteri Kerajaan Li?


Ini bisa menjadi cerita panjang yang berjudul "Ada apa dengan Kedua Perdana Menteri?" atau "Rahasia Kedua Perdana Menteri". Bisa juga "Catatan Harian Kedua Perdana Menteri".


"Dari sekian banyak pemikiran, bagaimana kau bisa memikirkan tentang judul cerita?" tanya Xiao yang semakin takjub dengan pemikiran Yi Hua.


Huan Ran menyadari jika kedua orang di depannya menunggu dirinya untuk bicara. Bagaimana pun jika ada yang dikatakan paling dekat dengan Liu Xingsheng, maka itu adalah Huan Ran.


"Liu Xingsheng pernah berbicara padaku tentang kerajaan asalnya yang dulu hancur. Akan tetapi, dia tak pernah menjelaskan lebih rinci tentang itu. Dia seperti seorang anak yang melarikan diri dari peperangan di kerajaannya," jelas Huan Ran yang juga terlihat bingung.


Ini sedikit ironis.


Saat kau mengatakan bahwa 'inilah sahabatku' atau 'aku yang paling dekat dengannya', tetapi nyatanya kita tak tahu apa-apa tentangnya.


"Namun Liu Xingsheng takut dengan laut dan tak ingin datang ke wilayah yang dekat dengan laut," ucap Huan Ran mendadak.


Oh iya.


Yi Hua mendadak teringat jika Liu Xingsheng pernah memintanya untuk membantu. Bukankah dahulu Liu Xingsheng pernah memaksa Yi Hua untuk ikut dalam perjalanan karena mereka akan melintasi Lembah Debu? Itu adalah pertama kalinya Yi Hua datang ke Lembah Debu.


Padahal jika ingin pergi ke kota di sebelah Lembah Debu, kau tak perlu mencari mati dengan melintasi Lembah Debu. Ada jalan lain, yang cenderung ramai. Yaitu, menggunakan kapal untuk menyeberang ke kota sebelah.


Akan tetapi, Liu Xingsheng malah memaksa untuk melewati daratan ketimbang menggunakan jalur air.


Ia hanya tak mau menyimpulkan ini terlalu dekat dengan Tengkorak Putih lagi. Dari sekian pembicaraan mereka, tak disangka akan menuju pada penghuni lautan lagi. Ini seperti Liu Xingsheng yang mengindari dari lautan, dan Bao Jiazhen yang tak pernah terlihat di daratan.


Apa-apaan ini?


Huan Ran menghela napasnya. "Itu memang alasannya, tetapi pasti ada alasan lainnya, bukan?"


Lebih dari segalanya ... Jika kau tak memanjakan Liu Xingsheng, maka kau pasti akan memaksa lewat laut, bukan?


Namun Huan Ran mau-mau saja dibawa Liu Xingsheng untuk menempuh Lembah Debu.


Baiklah. Sudah sampai di sini, apa yang bisa mereka simpulkan?


"Mungkin pria ini memang diikat oleh Tengkorak Putih. Untuk tanda sedalam itu biasanya diberikan jika seseorang 'selalu' berdekatan. Seperti kau yang 'beraroma' seperti anak nakal itu, tandanya kau sering bertemu dengannya," ucap Ling Xiao sambil menunjuk pada Yi Hua.


Apa maksudnya aku beraroma seperti anak nakal ... Sebentar ... Maksudnya ini Hua Yifeng?


Mendadak Yi Hua menciumi dirinya sendiri untuk mencari aroma Hua Yifeng. Akan tetapi, dia tak mengerti maksud dari Ling Xiao. Pada akhirnya, Ling Xiao tak berniat mengatakan apa-apa tentang aroma-aromaan ini. Pria itu malah melanjutkan dalam hal lain.


"Saya rasa Tengkorak Putih selama ini ada di sekitar Perdana Menteri ini. Sedikit demi sedikit ia mengikat jiwanya, dan di saat yang tepat, ia mengurung kesadaran Perdana Menteri ini hingga tersesat dalam ilusi dunia Tengkorak Putih," jelas Ling Xiao yang menjadi sangat masuk akal.


Lebih dari segalanya, mereka kembali pada awal pembicaraan. Bao Jiazhen seperti selalu ada di sekitar mereka, dan lucunya tak ada yang menyadarinya.


"Apapun dendam antara Liu Xingsheng dan Tengkorak Putih ini, kita tak bisa menghilangkannya. Itu adalah masa lalu yang tak akan bisa diubah, walau kita ingin sekali pun. Sekarang adalah bagaimana cara melepaskan jiwa Liu Xingsheng dari belenggu Tengkorak Putih," cetus Yi Hua cepat.


Siapa yang tahu batasan waktu Liu Xingsheng ini?


SRET!


HAP!

__ADS_1


Yi Hua mendadak menangkap sesuatu yang dilemparkan oleh Ling Xiao padanya. Itu adalah sebuah kalung perak aneh, dengan permata berbentuk burung ... Phoenix?



"Saya pernah mendengar jika Kerajaan Bawah Tanah, Phoenix, memiliki cermin bayangan. Itu adalah benda legendaris yang dibuat oleh seorang pendeta Tao yang sudah mencapai tingkat keabadian. Katanya di cermin ini kita bisa melihat wujud kita sendiri sesuai dengan perbuatan kita di dunia," ucap Ling Xiao sambil mendudukkan dirinya lagi ke kursi.


Dan, Liu Xingsheng kini memejamkan matanya dengan tenang dan penuh kesunyian.


"Kerajaan Phoenix?" tanya Yi Hua lemah.


Xiao menjelaskan. "Itu adalah Kerajaan Hitam. Kehadirannya tak resmi dan diakui oleh kerajaan lainnya. Baru-baru ini saja nama mereka terdengar, terutama rumah pelelangan mereka yang terkenal."


Rumah pelelangan? Apakah ini sama seperti rumah pelelangan di Istana Awan milik Hua Yifeng?


Di mana kau bisa menukar sesuatu bukan dengan uang? Lebih pada jika kau ingin kaya, maka kau bisa memberi tumbal. Itu adalah sesuatu yang ada di Kerajaan Hantu milik Hua Yifeng, di Gunung Hua.


"Tidak, HuaHua. Pemiliknya adalah manusia, dan mereka melelang barang-barang legendaris yang harganya mahal. Seperti obat-obatan terkenal dan langka," jelas Xiao lagi. Beruntung kali ini Xiao lebih deskriptif.


Huan Ran menganggukkan kepalanya pada Ling Xiao. "Kami akan ke sana."


"Yah, di sana kalian akan melihat sebatang lidi akan seharga satu istana," jelas Ling Xiao mendadak.


Ini pelelangan. Khusus di mana orang-orang kaya menghabiskan uangnya untuk mengoleksi. Jelas sekali ini disebut Kerajaan Hitam. Pemiliknya pasti sangat pandai memanfaatkan keadaan.


"Di sana adalah kerajaan yang sebenarnya bukan kerajaan. Di sana sebenarnya hanya sebuah kota kecil yang tanpa hukum. Tidak terikat pada hukum dan norma apapun. Juga, tidak ada kerajaan yang berani menundukkan wilayah ini. Sehingga mereka juga tidak tunduk pada Kerajaan tertentu. Sehingga meski kalian Perdana Menteri ini atau siapapun, kalian tak punya upaya untuk memiliki sesuatu tanpa membayar," jelas Ling Xiao memberikan pengertian yang lebih jelas.


Bagaimana pun, meski kau kaya dan punya kekuasaan di kandang sendiri belum tentu di kandang orang lain.


Dan, masalahnya adalah mereka pergi dari Kerajaan Li dalam keadaan yang tak ber-uang. Bahkan membeli gerobak sapi saja mereka meminjam uang Jenderal Wei.


SRET!


Huan Ran mendadak mengeluarkan sebuah permata berwarna hitam. Itu adalah permata langka yang terpendam begitu lama di dalam tanah. Salah satu dari harta Kerajaan Li, dan siapa sangka jika Huan Ran memilikinya.


Hey, bukankah permata ini sangat langka? Bahkan hanya ada satu di dunia ini!


"Ini adalah hadiah yang diberikan Raja Li Shen saat aku menjadi Perdana Menteri," jelas Huan Ran yang segera mengaburkan prasangka buruk Yi Hua.


Maklum Yi Hua ini terkadang lebih sering berpikiran buruk ketimbang yang baik-baik saja.


"Namun ....Peramal Ling. Hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki kalung dengan permata burung Phoenix ini. Bahkan di Kerajaan Li hanya Yang Mulia Raja Li Shen yang memilikinya," lanjut Huan Ran sambil menatap kalung permata Phoenix yang ada di tangan Yi Hua.


Sepertinya pemilik Kerajaan Phoenix ini hanya menargetkan orang-orang yang punya uang dan kekuasaan. Yah, jelas saja ... Orang miskin tak akan membuang uangnya untuk barang-barang mahal di sana. Mau makan saja susah, mengapa harus membeli sesuatu yang bersifat 'perhiasan' saja.


"Pemilik Gunung Hua juga memilikinya," cetus Ling Xiao.


Lebih dari segalanya Yi Hua ingat bahwa Hua Yifeng ini adalah seorang Raja juga. Hua Yifeng memiliki istana yang mewah dan tumpukkan emas, serta usaha pelelangannya di Gunung Hua. Tak aneh jika Hua Yifeng akan ikut dalam pelelangan ini.


Xiao menggoda Yi Hua, "Makanya, jika kau ingin naik jabatan dari seorang Peramal rendahan menjadi istri dari pemilik Gunung Hua yang kaya raya, segeralah menempel pada Hua Yifeng. Lumayan warisannya."


Sistem sialan ini ...Tapi yahh, menarik juga.


Terkadang Yi Hua juga menilai secara material.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~

__ADS_1


__ADS_2