
Ketika Yi Hua memasuki kediaman Perdana Menteri, ia melihat Selir Qian yang mondar-mandir. Ini sungguh tak disangka saat yang ada di wajah Selir Qian adalah kebingungan. Tak biasanya Selir Qian begitu. Sebab, wanita ini bahkan kejamnya menyamai ibunya, maksudnya ibu di masa lalunya.
"Peramal Yi!"
Baru saja Yi Hua melangkahkan kakinya, Selir Qian sudah memanggil Yi Hua seperti penagih hutang. Mendadak terbayang berapa banyak Yi Hua memanfaatkan Liu Xingsheng. Bagaimana jika Selir Qian tahu jika Yi Hua sering memalak Liu Xingsheng di pasar?
"Gayamu memalak. Jika ada bandit sepertimu, maka kau tak pernah kaya," omel Xiao yang seperti biasa menjadi penghias telinga Yi Hua.
"Memangnya bandit yang suka mengambil harta dalam jumlah banyak juga langsung kaya? Toh ... Meski mengambil banyak sekalipun mereka tetap terus mengambil, dan tak ada puasnya," bantah Yi Hua dengan logis.
Yah, sebenarnya sama saja dengan yang Yi Hua lakukan. Akan tetapi, terkadang manusia tak pernah puas dengan apa yang mereka punya. Terus mengeruk milik orang lain, tanpa mengingat bahwa sebenarnya mereka lebih 'punya' dibanding orang yang mereka ambil haknya.
Lain halnya dengan aku! Aku memeras Liu Xingsheng karena aku tak punya uang.
Xiao berdecak. "Jadi, anggap saja kau bandit syariah. Eitss ... Kalau kau ingin tahu, maka kau harus menjelajah beberapa ratus tahun setelah ini."
Sudahlah.
Bicara dengan Xiao pasti tak akan selesai lima turunan dikurang satu. Lebih dari segalanya, Yi Hua juga menyadari bahwa dia terlihat melamun. Bahkan ia tak mendengar apa yang dikatakan oleh Selir Qian.
" ... Dia mungkin melarikan diri dengan seorang gadis." Hanya itu yang didengar oleh Yi Hua.
Huh?
Liu Xingsheng? Melarikan diri dengan seorang gadis? Ini sapi mana yang entah kenapa selalu melintas dalam cerita ini.
Namun ... Ini Liu Xingsheng yang seperti bersih tanpa soda. Jika ada manusia yang tak tahu garam dan gula dunia, maka itu Liu Xingsheng. Dia terbiasa hidup dengan lingkup perlindungan Selir Qian, kakaknya. Bahkan jika Yi Hua mengatakan bahwa dirinya sebenarnya seorang perempuan, maka Liu Xingsheng akan mandi tujuh purnama untuk menyucikan dirinya. Setelah dewasa pun, Liu Xingsheng memiliki Huan Ran, yang entah bagaimana juga sangat melindungi Liu Xingsheng.
"Maaf menyela, Selir Qian. Bukankah Perdana Menteri Liu terluka? Bagaimana dia bisa menghilang begitu saja?" tanya Yi Hua lemah.
Sebelum berangkat menuju makam keluarga Wei, Yi Hua mendengar ini dari para pelayan kerajaan. Katanya, Liu Xingsheng terluka parah akibat bubuk mayat, dan bahkan tak bisa berjalan keluar. Selir Qian memerintahkan orang-orang untuk tak mendekati kediaman Liu Xingsheng, dan hanya wanita itu yang bersama Liu Xingsheng. Lalu, bagaimana bisa orang ini lepas dari mata elang Selir Qian?
Selir Qian menghela napasnya. "Dia memang terluka parah. Tapi dia bukan mati hingga tak bisa bergerak lagi, Peramal Yi."
Oh iya. Aku lupa jika wanita ini bermulut seperti belut. Aku bertanya baik-baik, dia menyahut seperti bebek.
"Jadi, apa maksud Selir Qian dengan Perdana Menteri Liu yang melarikan diri dengan seorang gadis?" tanya Yi Hua pada akhirnya. Ia sebenarnya
Yi Hua harusnya sudah tahan-tahan hati dengan ucapan Selir Qian. Ia memperhatikan Selir Qian yang mendadak memperhatikan Yi Hua. Tak lama tangan wanita itu merenggut dagu Yi Hua dengan kuat, tetapi tidak menyakiti. Lalu, wanita itu mendekatkan wajahnya pada Yi Hua.
Tentu saja Yi Hua panik. Sudah dulu ciuman pertamanya direnggut dengan Hua Yifeng, dan sekarang ...
SRET!
"Selir Qian, meski saya menyamar sekalipun. Saya masih normal," ucap Yi Hua dengan cepat. Ia sebenarnya ingin mendorong kepala Selir Qian. Sayangnya Yi Hua masih sayang dengan nyawa.
STAK!
"Aduh."
Dahi Yi Hua langsung mendapat pukulan dari ujung jari Selir Qian. "Mengapa kau sering bertingkah seperti sedang dikejar sapi?"
Lalu, mengapa sentuh-sentuh?
Yi Hua memerhatikan Selir Qian yang duduk dengan angkuh. Wanita ini kembali seperti yang biasanya.
"Aku memerintahkan seorang gadis berjaga di sini. Tak lama setelah itu, Liu Xingsheng hilang bersama gadis ini," jelas Selir Qian yang kini melipat lengannya di dada.
__ADS_1
"Xiao, coba cium aromanya. Siapa tahu kau mengenal sisa-sisa aroma dari orang yang berdiam di ruangan ini," perintah Yi Hua yang sudah tak tahu lagi untuk menyimpulkan masalah ini.
Xiao berseru kesal. "Kau pikir aku ini anjing pelacak? Biar ku beritahu padamu. Tidak ada jejak perkelahian atau apapun di ruangan ini."
Jadi?
Inti dari segalanya ialah Liu Xingsheng pergi dengan keinginannya sendiri. Lebih dari segala, mengapa Liu Xingsheng pergi dari kediamannya sendiri. Di mana ada kakaknya yang tengah merawatnya. Ini sangat aneh untuk dimengerti.
Kecuali, jika yang ingin dihindari Liu Xingsheng adalah Selir Qian.
Tapi, mengapa?
Apa Liu Xingsheng melarikan diri karena dijodohkan dengan gadis bangsawan manja. Padahal ia mencintai orang lain. Oleh karena itu, dia melarikan diri bersama orang yang dicintainya. Memilih untuk bersama orang yang dicintainya, tanpa memikirkan jabatan dan harta. Ini ...
Xiao berdecak. "Kau yakin ceritanya ini berbau cinta-cintaan? Hanya kau manusia penuh drama yang bergaya seolah menolak Hua Yifeng. Tapi mau-mau saja ketika dicium."
Bisakah ucapan sarkas Xiao ini disaring sedikit? Agak menyakitkan ketika didengar.
Selir Qian menghela napasnya saat melihat Yi Hua yang terlihat melamun. Percayalah, Yi Hua terkadang terlihat seperti orang yang bisa melamun seharian penuh. Meski begitu, saat melamun, Yi Hua bisa berganti-ganti ekspresi. Seolah peramal aneh ini tengah berpikir tentang bagaimana sapi bisa terbang. Lalu, kemudian kembali ke rasionalitas bahwa semua itu hanyalah mimpi.
Sudahlah.
"Jika kau juga tak tahu, kembali saja ke kediamanmu. Tapi jika kau bekerja sama untuk menyembunyikan Liu Xingsheng ..."
Hey, tunggu dulu.
Yi Hua melambaikan tangannya dengan panik. "Tidak, Selir Qian. Saya bahkan baru kembali kemarin."
SRET!
Lebih dari segalanya ... Makanan itu seharusnya disajikan untuk Liu Xingsheng tadi pagi. Itu berarti Liu Xingsheng tidak memakannya.
"Jika saya boleh bertanya, siapa yang biasa mengantarkan makanan untuk Perdana Menteri Liu?" tanya Yi Hua yang masih tidak melupakan penghormatan.
Selir Qian, "Biasanya pelayan yang menjaga Xingsheng selalu berganti-ganti."
Yi Hua menduga-duga, "Apa pelayan yang membawakan bubur pagi ini adalah seorang gadis dengan riasan tebal?"
Mata Selir Qian menjadi tajam.
Percayalah ... Apa tak ada yang mengingat bahwa Kerajaan Li punya satu Perdana Menteri lagi? Bahkan kedua Perdana Menteri ini sangat akrab satu sama lainnya. Juga, tak ada kah yang curiga saat Huan Ran tak ada di Kerajaan Li saat ini dengan hilangnya Liu Xingsheng?
'Pelayan' yang dimaksud pasti Huan Ran. Karena wajahnya terlalu terkenal, makanya Huan Ran menggunakan riasan tebal. Pelayan yang melayani Liu Xingsheng juga tak menentu, dan Selir Qian pasti tak hafal semua pelayan di Kerajaan Li ini.
"Jadi, Liu Xingsheng memang dibawa lari oleh pelayan dengan riasan tebal ini? Tapi bagaimana bisa dia melarikan diri dari penjagaan di kediamannya?" tanya Selir Qian tak percaya.
Jadi, Selir Qian memang benar-benar mengurung Liu Xingsheng. Sebenarnya apa yang terjadi? Ini tak seperti Liu Xingsheng memiliki penyakit menular. Dia hanya lemah karena terkena bubuk mayat. Yi Hua sangat yakin Liu Xingsheng bahkan bisa bergelantungan seperti kepompong setelah tiga hari beristirahat.
Ditambah lagi ... Selir Qian tampak memiliki banyak hal yang disembunyikan.
Xiao berucap pelan seolah berbisik karena takut didengar oleh orang lain. "Selir Qian ini ... Apa dia memang selalu beraroma ramuan dan obat-obatan? Aku pernah mencium aroma dari bahan ini ... Tapi tak tahu di mana."
Yi Hua tak punya indera penciuman yang tajam. Namun Xiao lebih peka terhadap penglihatan, penciuman, dan lain-lain. Sehingga jika memang ada aroma itu, Yi Hua tak bisa memastikannya. Dan, itu sebenarnya tak aneh karena Selir Qian selalu bergelut dengan ramuan dan obat-obatan, seperti seorang tabib istana.
Akan tetapi, ... Entahlah Yi Hua tak bisa memastikannya.
Yi Hua sebenarnya tak yakin karena belum tahu alasan Huan Ran membawa lari Liu Xingsheng. Apa mereka kawin lari atau tidak, Yi Hua juga tak bisa menduganya. Akan tetapi, Yi Hua memikirkan metode dari pelarian ini. Dan, dari gaya pelarian yang 'bersih' ini memanglah sangat cocok dengan Huan Ran.
__ADS_1
SRET!
Yi Hua melirik pada lantai yang tampak kurang 'rapi' pasangannya.
"Selir Qian, sebagai seorang peramal saya bisa melihat peruntungan dan menghitung takdir orang lain," ucap Yi Hua mendadak.
Xiao menghela napasnya. "HuaHua, kenapa kau tak melihat peruntunganmu sendiri. Supaya tidak sial di kemudian hari."
Dasar Xiao. Jika bicara selalu jujur.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Selir Qian tajam.
Wanita ini terlalu waspada.
Yi Hua mengeluarkan kertas-kertas jimat yang biasanya ia gunakan untuk bertarung. Akan tetapi, Yi Hua membentangkannya di depan Selir Qian seperti kipas. Yi Hua meminta Selir Qian untuk menarik salah satu kertas itu. Dan, Selir Qian mengikutinya.
SRAT!
Baru saja Selir Qian menyentuh kertas jimat itu, kertas itu sudah terbang dan melintas di jendela.
"Kertas itu akan mencari apa yang Anda cari, Selir Qian. Namun saya perlu tempat kosong untuk menenangkan pikiran saya. Sehingga saya bisa membaca hasil yang didapatkan oleh jimat itu," ucap Yi Hua yang sebenarnya sembarang sebut saja.
Akhir-akhir ini dia memang bisa mengendalikan energi dari elemen di dunia ini agar menjadi kekuatannya. Akan tetapi, itu bukan berarti dia bisa meramal atau melihat takdir seperti Ling Xiao. Dia hanya asal bunyi saja untuk memastikan agar Selir Qian pergi dari tempat ini
"Jika Selir Qian tahu jika kau hanya menerbangkan kertas itu secara asal, maka kepalamu akan menjadi hiasan di kediaman para Selir," komentar Xiao yang seperti biasa selalu kejam.
Yah, Yi Hua sebenarnya hanya ingin memastikan sebelum melakukan tindakan lanjutan. Pasalnya, ia ingin membantu Selir Qian, tetapi ia juga menyadari bahwa ada sesuatu yang 'aneh' di sini. Ditambah lagi Liu Xingsheng terlihat tidak dalam bahaya.
Selir Qian sebenarnya tak yakin dengan wajah sombong Yi Hua. Akan tetapi, ia tak punya pilihan selain mempercayai Yi Hua. Oleh karena itu, wanita itu berdiri dan menuju ke arah pintu.
"Jika kau menemukan Liu Xingsheng, maka kau harus mengatakan padanya."
Selir Qian berjalan keluar tanpa menoleh lagi. Akan tetapi, ucapannya masih terdengar. "Aku melakukan semua ini untuk kebaikannya."
SRATT!
Pintu ruang tidur Liu Xingsheng tertutup rapat. Hanya tersisa Yi Hua di sana, dan peramal itu berjalan menuju ke arah lantai yang seperti baru saja dicungkil. Yi Hua berlutut untuk mengetuk.
"Keluarlah, Perdana Menteri Huan."
Itulah mengapa Liu Xingsheng tidak ditemukan, padahal baru saja 'pelayan dengan riasan tebal' membawakan bubur. Bukan karena punya kekuatan gaib, tetapi lebih pada sebenarnya mereka belum keluar. Huan Ran masih ada di ruangan ini bersama Liu Xingsheng.
"Seperti yang aku duga, ular licik sepertimu tak mudah dikelabui." Suara tenang Huan Ran terdengar.
Ular licik katanya?!
***
Selamat membaca.
Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.
Wah, sudah memasuki bulan suci ramadhan ya. Seingatku di Ramadhan kemarin aku masih menulis cerita Pemeran Pembantu. Sekarang di Ramadhan ini aku menulis cerita Yi Hua.
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan. Mari bertemu di chapter selanjutnya.
Adios~
__ADS_1