Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Pikiran Manusia agak Rumit


__ADS_3

Mati aku!


Tidak mungkin Yi Hua mengatakan bahwa 'dahulu' Yi Hua asli punya kemampuan spiritual. Namun sekarang dia tak memilikinya lagi. Jika Yi Hua mengatakannya, maka itu adalah akhir dari pekerjaannya sebagai peramal.


Mana mungkin dia mengaku bahwa Yi Hua busuk ini tidak bisa meramal, padahal dia adalah peramal. Ini sama seperti sapi yang tak bisa makan rumput. Sungguh sulit dijelaskan.


Yi Hua memutar memutar arah pandangannya beberapa kali hanya agar ia tak bertemu pandang dengan Selir Qian.


SREK!


Angin mendadak masuk ke dalam ruangan perawatan, dan itu membuat keduanya menoleh. Setelah itu, yang tampak di balik tirai adalah danau yang dipenuhi oleh daun yang berguguran. Itu tampak agak jauh dari ruangan itu, tetapi jika kau memiliki mata yang sangat normal, maka kau akan melihatnya.


"Sepertinya daun-daun sedang berguguran," ucap Yi Hua begitu saja.


Selir Qian mengangguk untuk menanggapi. Akan tetapi, tak lama pandangannya kembali pada Yi Hua. Matanya memicing seolah dia sangat ingin tahu apa yang sebenarnya Yi Hua bicarakan.


"Kau bisa bertanya jika ingin bertanya," tegas Selir Qian sambil duduk di satu-satunya kursi di ruangan itu.


Yi Hua hanya bisa menangis dalam hati saat dirinya tak bisa melarikan diri dari Selir Qian. Bagaimana pun Yi Hua juga cukup penasaran dengan semua hal yang bergerak di hidupnya. Ditambah lagi dia hanya punya sistem yang menjawab asal ketika ditanya.


"Hey, aku tahu kau mengeluh lagi tentang diriku, Yi Hua. Asal kau tahu jika aku membeberkan semua tentang Yi Hua, itu tak akan penting untuk dirimu. Tugasmu adalah mengumpulkan ingatan tentang siapa dirimu," ucap Xiao sekenanya.


Yi Hua memahami itu.


Xiao adalah sistem yang bergerak dengan sebuah misi. Yaitu, membantunya untuk mengingat kehidupan sebelumnya. Sehingga dia tak akan melakukan hal di luar misinya. Walau Yi Hua masih belum bisa menyimpulkan benda seperti apa Xiao ini.


Mengapa dia ada di dalam dirinya, atau bagaimana bisa Xiao ini bisa ada. Yi Hua masih belum menyimpulkannya.


Hanya sejauh ini, Yi Hua bisa tahu bahwa Xiao dibuat oleh seseorang. Dia dibentuk dan dimasukkan ke dalam jiwanya. Setelah ia terlahir kembali, Xiao lahir sebagai petunjuknya. Dia mungkin tak ingat, tetapi bisa saja dirinya di kehidupan sebelumnya yang membuat Xiao.


Siapa tahu, bukan?


Hanya seperti itu dugaannya tentang Xiao ini.


Xiao, apakah sistem tak bermasalah jika aku mencari tahu tentang sesuatu di luar misiku?


Ia pasti gila jika dia berusaha untuk mengetahui tentang masalah orang lain. Padahal hidupnya saja sudah tak beres. Akan tetapi, bukankah manusia seperti itu?


Mereka memiliki gejala yang disebut 'ingin tahu' atau 'penasaran'. Itulah yang membuat seseorang menjadi tahu, atau dia bisa menemukan banyak hal di hidupnya. Sehingga tak aneh jika Yi Hua melakukan hal yang sama.


Xiao terdiam sejenak sebelum menjawab. "Hanya dengan catatan 'awas kepalamu'," jawab Xiao singkat.


Dalam hidupnya ini, dia hanya punya kepalanya sebagai jaminan. Selama kepalanya aman, maka hidupnya juga aman. Meski ia tak tahu dimana batas Yi Hua bisa bertahan hidup dengan tungku iblis di dalam tubuhnya.


Akan tetapi, ...


Aku bodoh jika aku terus diam.


"Ini menyangkut kemampuan spiritual. Ini contohnya saja. Hamba hanya memberi contoh, mohon jangan dianggap serius," ucap Yi Hua mengawali curahan hatinya.


Selir Qian melipat lengannya di dada. Tak menjawab, tetapi tak juga terlihat terganggu dengan tingkah Yi Hua. Ia hanya menunggu Yi Hua melanjutkan.


"Hamba punya teman di jajaran peramal istana. Dia kehilangan kemampuan untuk melihat hal gaib, padahal dahulu dia memiliki kemampuan spiritual yang kuat. Bahkan bisa mempengaruhi makhluk di alam lain," jelas Yi Hua dengan wajah penasaran.


"Siapa temanmu itu? Biar aku memeriksa keadaannya. Siapa tahu dia memiliki luka dalam, atau ..."


Hey, orang ini mengapa sulit sekali diajak berdiskusi!


Yi Hua langsung panik sendiri. "Maksud hamba. Dia sedang ... Hmmm ... Dia tak memiliki luka dalam, tetapi itu hilang begitu saja. Jadi, hamba ... Eh, maksudnya dia sekarang tak bekerja di istana lagi." Dan, Yi Hua terpaksa mengarang cerita untuk menyelamatkan dirinya sendiri.


Selir Qian tak menjawab. Akan tetapi, wanita cantik itu malah berjalan menuju ruangan lainnya. Bahkan jika Selir Qian tidak menuju ke ruangan itu, mungkin Yi Hua tak akan sadar jika ada ruangan di sana.


Yi Hua tak mengatakan apa-apa saat Selir Qian menuju ke tempat itu.


BRAK!


BRAK!


SRAK!


JGEER!


"Apakah Selir perlu bantuan?" tanya Yi Hua berbasa-basi.


Yi Hua mengangkat sebelah alisnya tak mengerti. Terdengar keributan seperti tengah membongkar tumpukan barang. Bahkan Yi Hua bisa mendengar suara gaduh seperti lemparan benda ke lantai.

__ADS_1


BRAK!


Ia langsung angkat tangan tanpa sengaja karena mendengar suara bantingan keras itu. Yi Hua pikir Selir Qian tak perlu bantuannya.


Apa Selir Qian sedang menangkap tikus di ruangan itu?


Lalu, setelah itu hening.


"Xiao, apa Selir Qian pingsan di sana? Perlukah aku mencari bantuan?" tanya Yi Hua lemah pada Xiao.


"Atau, dia tengah mencabut paku di atas kepalanya. Kemudian, dia berubah," tanggap Xiao yang agak melenceng dari pembicaraan.


Tepat setelah Yi Hua berimajinasi sampai ke rasi Canis, suara pintu digeser terdengar lagi. Kali ini muncul Selir Qian dengan sarang laba-laba di atas sanggul rambutnya yang indah. Yi Hua berusaha berwajah setenang mungkin.


"Itu bisa saja terjadi." Itu yang diucapkan oleh Selir Qian tanpa sadar tentang keadaannya.


Pakaian cantik Selir Qian yang kini kusut juga menunjukkan perjuangannya. Di tangannya ada gulungan kertas berwarna kuning. Sobekan di kertas dan bercak seperti terkena jamur sudah menunjukkan berapa usia dari kertas itu. Akan tetapi, Yi Hua tak bisa menyimpulkan apa isi dari kertas itu sebenarnya.


"Seperti yang kau tahu bahwa kekuatan spritual bisa muncul dari dua hal. Bakat dan juga latihan rutin."


Yi Hua tak tahu dia sebenarnya mendengarkan penjelasan dari Selir Qian, atau malah dia memperhatikan penampilan wanita itu. Ia hanya tahu bahwa dia terlihat seperti memahami apa yang dimaksud oleh Selir Qian. Yi Hua mengangguk seolah otaknya mencerna, padahal sebenarnya kosong.


Lalu, Selir Qian kembali duduk seperti sebelumnya. Ia terlihat membuka tali yang melilit gulungan tersebut dengan cermat. "Namun beberapa tahun yang lalu aku meneliti tentang Lingkaran Mawar," jelas Selir Qian dengan suara yang tenang.


"Selir itu ..."


Selir Qian berdecih sekali. "Aku tahu seharusnya aku tak menyentuh apapun tentang Lingkaran Mawar. Hanya saja, benda itu diciptakan dengan sangat baik. Dari sana saja kau sudah bisa tahu bahwa Puteri Li Wei sangat cerdas."


Ingatlah segala sesuatu tentang Lima Pendosa adalah dosa. Bahkan jika itu hanya peninggalan dari mereka. Dalam sepanjang hidup singkatnya sebagai Yi Hua, ia tahu bahwa Lingkaran Mawar sangat diincar keberadaannya. Walau Kerajaan Li melarang keras untuk menyebut nama Lima Pendosa dalam kehidupan sehari-hari mereka.


Pantas saja Selir Qian menyimpan catatan penelitiannya ke tempat tersembunyi. Dia jelas tak ingin dipenjara hanya karena ingin tahu 'pola pikir' dari Puteri Li Wei.


"Sebenarnya jika kau membaca tentang sejarah Li Wei dalam buku-buku, dia digambarkan dengan sangat buruk. Sumber bencana, egois, pengkhianat, dan sebagainya. Akan tetapi, jika kau menelusuri gambaran itu, kau hanya tahu bahwa dia hanyalah seorang gadis naif yang ingin damai," jelas Selir Qian dengan wajah yang serius.


Yi Hua sebenarnya hanya tahu sedikit tentang Puteri Li Wei. Akan tetapi, dalam sejarahnya Puteri Li Wei mengkhianati kerajaannya sendiri, dan membuat perang besar terjadi. Ia ditangkap oleh Raja Kerajaan Li sebelumnya. Dikurung dalam gelapnya penjara bahwa tanah. Sama seperti tempat Yi Hua dipenjara sebelumnya.


Kemudian, Puteri Li Wei yang dendam menciptakan Lingkaran Mawar di dalam penjara. Ia berharap untuk menghancurkan Kerajaan Li. Yaitu, dengan menciptakan benda yang bisa mengabulkan semua keinginan pemiliknya. Apapun. Tanpa terkecuali.


Di saat Lingkaran Mawar nyaris sempurna, Puteri Li Wei dipanggil ke Pengadilan Tinggi. Lalu, ia menebas lehernya sendiri di Pengadilan Tinggi. Tak ada yang tahu mengapa dia melakukannya.


Akhirnya, pecahan Lingkaran Mawar dibuang berjauhan jaraknya. Dibuang ke lautan, dikubur di dalam gunung, dibuang ke dalam jurang, dan pecahan terakhir di simpan dalam ruangan senjata Kerajaan Li.


Saat kasus Yue Yan, pecahan kedua ditemukan dan diletakkan di dalam ruangan senjata Kerajaan Li. Lalu, entah bagaimana Rong Mingyu mencurinya.Tetapi itu berarti sekarang Kerajaan Li memiliki dua buah pecahan dari Lingkaran Mawar.


"Coba bayangkan Yi Hua, jika ada sebuah benda yang bisa mengambilkan keinginanmu. Apapun itu tanpa terkecuali. Bukankah itu menggiurkan?" tanya Selir Qian yang kini sadar dengan jaring laba-laba di kepalanya.


Wanita itu menarik jaring laba-laba itu, dan membuangnya dengan tenang. "Namun apa kau pernah menduga-duga alasan mengapa Puteri Li Wei ingin membuat benda yang seperti itu?"


Jelas tak ada yang tahu. Hanya Puteri Li Wei yang tahu apa keinginannya.


"Dia sangat cerdas dan terampil. Jika ingin balas dendam, mengapa dia tak membuat benda yang bisa mengutuk? Mengapa hanya benda yang bisa mengabulkan keinginan? Bagaimana jika keinginan Puteri Li Wei saat itu terkabul?" tanya Selir Qian dengan nada ambigu.


Itu benar. Namun itu tak akan pernah terjadi, karena pemilik asli Lingkaran Mawar itu telah lenyap. Keinginannya tak akan pernah diketahui orang lain, dan hanya tersisa perspektif orang lain. Tak ada yang tahu pikiran Li Wei yang sebenarnya.


Yi Hua sendiri telah melihat efek dari Lingkaran Mawar. Hanya dengan pecahannya saja, dia bisa mengabulkan keinginan kecil Yue Yan. Pria naif itu ingin desanya yang damai kembali. Akan tetapi, karena tak sempurna, desa itu hanya menjadi desa tengkorak. Dimana banyak tengkorak yang beraktivitas seolah hidup. .


Namun setelah penjelasan panjang lebar ini, Yi Hua menggaruk kepalanya. Menyayangi otaknya yang tak bisa berpikir jernih. Dia tak bisa menyimpulkan cerita Puteri Li Wei ini berhubungan dengan curahan hatinya.


Setelah melihat Yi Hua yang menggaruk kepalanya seperti banyak kutu, Selir Qian menghela napasnya. "Itu belum selesai, Yi Hua! Maksudku adalah kau harus ingat bahwa keempat pecahan ini berhubungan dengan ramalanmu sendiri."


Huh? Yang meramal itu Yi Hua asli, bukan aku!


Jelas Yi Hua tak tahu bagaimana bisa Yi Hua asli menyebutkan ramalan bangkitnya Puteri Li Wei kembali. Dengan kata lain, Puteri Li Wei bereinkarnasi padahal jiwanya sudah disegel.


Sebentar ...


"Apa maksud Selir ialah kekuatan besar bisa redup jika disegel?" tanya Yi Hua yang berhasil menyimpulkan setelah pikirannya memutari antariksa beberapa kali.


Selir Qian mengangguk setelah mengurut pelipisnya. "Itu hanya dugaan dari penelitianku, Yi Hua. Kata ramalanmu saat itu, jika pecahan Li Wei terkumpul lagi, maka Li Wei akan kembali hidup. Bukankah itu berarti memisahkan Lingkaran Mawar adalah segel untuk mencegah Puteri Li Wei bereinkarnasi?" ucap Selir Qian yang kelelahan sendiri. Mungkin setelah ini dia harus memukul kepala adiknya, Liu Xingsheng, sebagai gantinya.


Tahukah kalian kesenangan seorang kakak itu bisa bersumber dari menjahili adiknya sendiri?


"Artinya, kekuatan spritual hamba ... Maksud hamba TEMAN hamba itu bisa menghilang karena tersegel?" tanya Yi Hua untuk memperjelas lagi.


Selir Qian mengangguk. "Mustahil kemampuan seperti itu bisa hilang begitu saja, Yi Hua. Ada banyak kemungkinannya, salah satunya adalah tersegel. Atau, luka dalam seperti yang aku sebutkan sebelumnya, dan bisa juga karena usia. Tapi jika temanmu seumuran dengan kau, maka itu jelas bukan karena usia," jelas Selir Qian lagi.

__ADS_1


Namun Yi Hua jelas tak memiliki luka dalam. Yi Hua sehat, dan juga tak ada tanda-tanda terluka parah sebelumnya. Maksudnya, sebelum dirinya menjadi Yi Hua, keadaan orang ini masih sangat normal. Yah, kecuali saat itu Yi Hua tengah kelaparan saja di penjara.


"Yi Hua hanya punya luka di otaknya, makanya dia agak miring," tanggap Xiao yang baru terdengar lagi suaranya.


Jika Xiao berwujud, maka Yi Hua adalah orang pertama yang akan mencekiknya!


"Intinya, jika temanmu itu ingin mengembalikan kekuatan spiritualnya, maka dia harus memancingnya kembali. Siapa tahu karena jarang dilatih, kekuatannya jadi meredup," jelas Selir Qian yang menggulung kembali hasil penelitiannya tentang Lingkaran Mawar.


Lalu, wanita cantik itu berdiri kembali. Ia mendekati Yi Hua hingga Yi Hua menjadi siaga. Ia takut jika Selir Qian memutuskan untuk memukul kepalanya.


"Namun ini hanya saranku saja, Yi Hua. Jika kekuatan temanmu itu hanya sebesar daun teh, maka tak apa jika melepaskan segelnya. Akan tetapi, jika itu sangat besar seperti Lingkaran Mawar, bukankah lebih baik untuk tetap tersegel?" ucap Selir Qian mengingatkan.


Yi Hua tak mengatakan apa-apa. Ia hanya tak bisa menduga siapa yang menyegelnya. Bisa jadi itu Yi Hua sendiri, yang takut dengan kekuatannya sendiri. Atau, bisa jadi ayahnya yang juga mungkin tak ingin tungku iblis tercium di permukaan.


SRET!


Sekali lagi tirai menyibak, dan kali ini tak hanya menampilkan danau yang tertutupi daun-daun kering. Kali ini sosok tinggi tampak berjalan di pinggir danau. Lebih tepatnya menuju ke arah ruangan perawatan.


Pakaian hitam pria itu bisa mengingatkan dirimu tentang misteriusnya warna hitam. Namun wajahnya tenang, nyaris seperti permukaan danau sebelum bergeming karena terjatuhi dedaunan. Melihat itu, Selir Qian menarik bibirnya untuk tersenyum.


"Sepertinya aku harus kembali. Sebab, aku tak ingin berurusan dengan pria keras kepala itu lagi," ucap Selir Qian yang menyingkap untaian rambutnya yang berantakan.


Tak disangka jika Selir Terhormat, Liu Xinqian ini bisa terlihat berantakan. Namun aura cantiknya tetap bersinar dengan indah. Kecantikan wanita ini sungguh berharga seperti permata.


Yi Hua bersyukur jika sekarang dia menjadi seorang pria. Sehingga dia punya alasan agar tak terlihat cantik. Atau, dia hanya punya segelintir perlindungan agar tak dibanding-bandingkan dengan kecantikan luar biasa ini.


"Sepertinya Selir Qian tak begitu menyukai Tuan An," ujar Yi Hua yang menyadari bahwa An memiliki sejumlah orang yang jengkel padanya.


Selir Qian mengedikkan bahunya tak perduli. "Pria itu sudah ada di istana sejak lama sejauh yang bisa aku ingat. Dia mungkin bekerja di istana jauh sebelum aku bisa mengingat cara memakai pakaian dengan benar. Akan tetapi, semua tentangnya tetap jadi misteri. Bahkan aku tak tahu dia dari keluarga mana, atau bagaimana bisa di bekerja di kerajaan," ucap Selir Qian.


Bukankah usia An lebih tua dari yang Yi Hua perkirakan?


Tentang penampilan itu bukanlah hal yang aneh di dunia kultivasi ini. Seseorang bisa awet muda jika dia melatih tenaga dalamnya. Bahkan bisa mencapai keabadian.


"Seingatku dulu dia tak begitu sering muncul di permukaan. Entah mengapa akhir-akhir ini dia seringkali bisa ditemui di Pengadilan Tinggi." Selir Qian tersenyum tak jelas ketika menatap Yi Hua.


Namun Yi Hua yang buntu seperti jalan malah melongo tak mengerti. Hal itu membuat Selir Qian sedikit kasihan dengan An. Bagaimana bisa pria itu mengorbankan hidup tenangnya hanya demi gadis yang berpura-pura menjadi pria ini? Ditambah lagi gadis ini sangat bebal dan tak peka terhadap lingkungan.


"Sebenarnya hamba juga tak begitu tahu tentang Tuan An ini, Selir Qian," jawab Yi Hua seadanya.


SRET!


Baru saja Yi Hua berpikir bahwa Selir Qian akan keluar dari ruangan, tetapi wanita itu berbalik. Tak lama yang Yi Hua dapatkan adalah lemparan. Yang bisa dilakukannya hanyalah menutupi kepalanya. Hanya takut jika gulungan itu mendarat ke kepalanya.


Akan tetapi, lemparan gulungan kertas itu mendarat di kaki Yi Hua. Itu adalah hasil penelitian rahasia Selir Qian. Mengapa dia memberikannya pada Yi Hua?


"Bukankah sesuatu di sekitar kita sedikit aneh, Yi Hua? Apalagi kau, yang meramal tentang pecahan Lingkaran Mawar. Dan, pecahan itu muncul di setiap jajaran hidupmu." Selir Qian menuju ke arah pintu tanpa memandang pada Yi Hua lagi.


Yi Hua menarik gulungan itu untuk disembunyikan di dalam lapisan dalam pakaiannya. Terutama ketika mendengar ucapan Selir Qian selanjutnya.


"Kau seharusnya tak begitu percaya pada orang lain, Yi Hua. Bahkan jika itu pada orang terdekat di hidupmu saat ini."


Setelah itu, pintu tertutup dengan Selir Qian yang keluar dari sana.


SRET!


Tak berapa lama pintu terbuka lagi, kali ini An datang dengan wajah tenangnya.


"Aku akan mengantarmu kembali ke kediamanmu." Hal itu yang diucapkan oleh An ketika masuk ke dalam ruangan.


Yi Hua menarik senyum dibuat-buat. Seperti Yi Hua asli. Kau tak bisa mengenali orang lain hanya dari penampilannya saja.


Mengapa ada An di sekelilingnya, padahal dahulu tidak ada sekalipun?


***


Selamat membaca 😉


Maafkan aku yang semakin telat menulis. Ada banyak hal yang membuat aku drop. Di samping aku yang sibuk di dunia nyata, tetapi juga aku yang drop karena cerita ini semakin sulit. Seperti biasa aku membuat cerita seenak kepalaku aja, dan jelas absurd.


Namun terima kasih bagi kalian yang masih bertahan. Mungkin jika ada waktu, aku akan sempatkan untuk crazy up. Tapi, bukan janji yah, hanya rencana.


So, mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~

__ADS_1


__ADS_2