Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Puteri Li Wei 1: Pelatihan Awan


__ADS_3


...***...


Menurutmu bagaimana cara menjelaskan suatu kerajaan dengan satu nama?


Jika kau belum tahu, maka biarkan aku bercerita padamu tentang sebuah kerajaan. Jika kau sebut nama seorang gadis di sana, dan orang lain akan menyebut 'oh, aku tahu!'. Itu sudah mewakili betapa tersohornya nama ini di sana.


Semua itu berkat wajah cantik seorang anak raja yang seperti bunga. Namun prinsip kecantikan bukan hanya tercipta dari penampilan dan wajahnya semata, tetapi putri ini punya hal menarik lainnya. Ia sangat cerdas, berbakat, baik hati dan tidak sombong, ramah lingkungan serta rajin menabung. Yah, walau agak kasar dan kadang jika jenuh sering menggelinding di tanah. Belum juga terhitung jika gadis ini seringkali menyelinap keluar dari istana tanpa penjagaan.


Pelayan pribadinya sendiri nyaris ingin mendaftar ke langit untuk dibawa bereinkarnasi tanpa perlu dicabut nyawa terlebih dahulu karena takut. Jelas sekali gadis cantik ini sebenarnya punya sifat meresahkan seperti anak sapi yang baru keluar kandang. Dia tak bisa diam dan memukuli batang pohon jika dibiarkan lepas ke hutan.


Entahlah. Mengapa aku menjelaskan gadis ini malah seperti perusak?


Akan tetapi, semua itu bukanlah poin yang negatif di pandangan masyarakat. Gadis ini tetap dicintai oleh banyak orang. Terutama karena gadis ini sangat perduli pada banyak orang. Entah mengapa semua orang tak bisa melepaskan pandangannya dari gadis ini.


Singkatnya, dia menarik tapi tak ada yang bisa menahan apapun yang diinginkannya. Lagipula, apa yang diinginkannya tak pernah menyinggung orang lain. Jadi, tak ada yang ingin membatasi bunga ini untuk terus mekar.


Biasanya seorang putri ketika mencapai usia kedewasaannya, maka dia akan siap dipinang oleh raja dari kerajaan lain. Atau, bisa jadi dia akan menikah dengan bangsawan hebat dan sebagainya. Sehingga biasanya akan ada saat dimana seorang putri yang akan diperkenalkan dengan pasangannya.


Namun putri yang kali ini agak tak biasa. Apalagi dengan sifatnya dan kasih sayang semua orang, tak ada yang bisa menolak keinginan si putri. Bahkan ayahnya sendiri, yang notabenenya adalah seorang Raja.


Oh ... Aku belum sempat menyebut sedikit pun tentang identitas putri ini.


Dia adalah Putri Li Wei, yang namanya mewakili dirinya. Dia memang seindah bunga mawar. Terutama ketika di musim-musim ia bersemi. Sangat cantik.


Putri Li Wei adalah putri dari kerajaan Li. Lebih istimewanya lagi dia adalah anak dari Permaisuri tersayang Raja Li. Seolah semua keberkahan jatuh di hadapan Putri Li Wei. Keluarga yang luar biasa, bakat yang luar biasa, dan kecantikan yang luar biasa.


Yah, seperti yang disebutkan ... Putri ini agak unik dan tak biasa diperlakukan seperti layaknya seorang putri.


Putri Li Wei sering berkeliaran di pasar seperti bandit. Kadang dia bermain di hutan untuk belajar memanah dan berkuda. Terkadang dia juga menyelinap di ruangan senjata Raja Li untuk menggunakan pedang.


Sampai pada akhirnya Si Putri ini jarang menggunakan pakaian layaknya seorang gadis. Ia akan menggunakan pakaian yang nyaris sama seperti seorang pria. Namun karena penjahit kerajaan masih menyayangi kecantikan Li Wei ini, mereka akhirnya membuatkan pakaian dengan model pria tetapi tetap cantik hiasannya.


Lebih dari segalanya Putri Li Wei ini cukup cekatan dalam seni berperang. Walau sebenarnya dia tak pernah terlibat dalam pertarungan yang sebenarnya. Meski begitu, karena bakatnya, Penasihat Kerajaan, Wang Zeming, menyarankan untuk membiarkan Putri Li Wei belajar.


Itu adalah sebuah tempat belajar yang disediakan oleh Kerajaan Li. Letaknya tak jauh dari Pusat Kota, dan di sana para pria biasanya akan belajar politik dan pedang. Sehingga di usia mereka yang masih muda itu mereka bisa belajar untuk mengenal strategi perang dan politik. Jelas sekali pendidikan ini agak berbeda dengan pendidikan seni untuk seorang gadis seperti Li Wei.


Akan tetapi, Putri Li Wei memang sangat penasaran dengan semua itu. Sehingga Raja akhirnya memutuskan untuk mengirim putri uniknya ini untuk belajar di sana. Ini bukan berarti dia ingin Putri Li Wei terlibat dalam perang dan politik. Ini hanya agar gadis itu belajar tentang dunia luar. Sekadar untuk menuntaskan semua rasa penasarannya.


Jadi, di sinilah Putri Li Wei ... Tempat Pelatihan Awan Kerajaan Li.


"Wah ..." teriak Putri Li Wei dengan sangat lantang.


Bahkan ia mengejutkan beberapa pria yang juga baru datang di sana. Sepertinya ada beberapa murid baru yang juga masuk bersama Li Wei sekarang. Hal itu membuat Li Wei tertawa tak nyaman sambil menggaruk kepalanya.


"Berkah Dewa dan kecantikan bunga selalu untuk Tuan Putri," ucap seorang pria dengan pakaian rapinya muncul.


Seingat Yi Hua pria ini adalah putra pertama dari keluarga Wei, Wei Wuxie.



Sikapnya agak serius, dan Li Wei pernah bertemu dengan Wei Wuxie sekali di istana. Ketika itu mereka masih anak kecil, dan Wei Wuxie datang untuk menemani ayahnya yang seorang Jenderal Besar.


Pada akhirnya, Wei Wuxie diperkenalkan dengan Li Wei dan seingat Li Wei, Wei Wuxie tak berbicara lebih dari lima kata. Hal itu yang membuat mulut Li Wei terasa kurang olahraga karena tak diajak berbicara banyak.


Namun selebihnya, Wei Wuxie ini terlihat cukup baik untuk dijadikan teman. Apalagi di tempat pelatihan seperti ini.

__ADS_1


"Putri yakin dengan ini?" tanya Wei Wuxie dengan wajah dinginnya.


Li Wei mengangguk pelan. "Ini terlihat menarik."


"Saya akan selalu melindungi Putri," ucap Wei Wuxie dengan nada serius.


Li Wei tertawa pelan, "Kau tak usah terlalu kaku seperti itu. Aku di sini untuk belajar, dan aku sama seperti dirimu."


"Baiklah."


Dan, dia hanya menjawab 'Baiklah', dan Li Wei sekarang bingung harus menanggapi seperti apa. Ini tak seperti Wei Wuxie akan banyak bicara jika ditanya. Hal itu yang membuat Li Wei mengangkat bahunya dan masuk ke dalam tempat pelatihan. Di belakangnya ada Wei Wuxie yang mengikuti.


Tentu saja rumor tentang Putri yang ikut dalam pelatihan sudah terdengar sampai ke Pelatihan Awan. Sehingga mereka memberikan penghormatan pada Li Wei secara serentak. Li Wei langsung melambaikan tangannya dengan panik.


"Jangan seperti itu ... Kalian tak perlu terlalu segan padaku," ucap Li Wei yang merasa bingung sendiri.


Jika seperti ini dia bukannya belajar, tetapi malah menindas orang-orang di tempat Pelatihan Awan. Salah-salah tak ada yang akan bertarung sungguhan dengannya jika berlatih berpedang nanti. Jelas sekali Li Wei tak akan pernah mendapatkan pelatihan yang sebenarnya.


"Baiklah ... Jika kalian bersikap terlalu hormat padaku, maka aku akan menghukum kalian semua," ucap Li Wei pada akhirnya.


Itu adalah hal yang membingungkan bagi para murid. Bagaimana bisa mereka memperlakukan seorang putri seperti orang biasa. Belum lagi mereka akan dihukum jika bertingkah terlalu sopan.


Li Wei akhirnya duduk di rerumputan dengan sembarangan. Hal itu membuat para murid merasa aneh dengan tingkah Li Wei yang tidak ada 'putri-putri'nya. Wei Wuxie hanya bisa ikut duduk di rerumputan.


SRET!


"Wei Wuxie, katanya kau menjemput Putri kemari? Dimana dia? Aku ingin memukul kepalanya agar dia bertambah pendek, dan ..."


BUGH!


Pria yang lebih tinggi itu berhenti berbicara ketika Wei Wuxie menyikut perutnya dengan agak keras. Hal itu membuat pria bernama Zhang Yuwen itu meringis kesakitan. Seingatnya Wei Wuxie ini memang terlalu serius untuk diajak berbicara. Namun ia tak menyangka jika Wei Wuxie akan dingin seperti ini.



Akan tetapi, dia mulai menyadari ucapannya ketika melihat Li Wei yang tengah mengepalkan tangannya. Sepertinya mulut Zhang Yuwen harusnya ditahan-tahan terlebih dahulu. Apalagi dia bahkan menyebut putri ini pendek.


"Apa aku akan bertambah pendek, Zhang Yuwen?" tanya Li Wei yang kini mempersiapkan sepatunya untuk dilempar pada Zhang Yuwen.


Pada akhirnya, Zhang Yuwen hanya bisa bersembunyi di belakang Wei Wuxie. Walau nyatanya Wei Wuxie sudah siap mengambil pedangnya untuk menebas kepala merepotkan Zhang Yuwen ini. Ditambah lagi, sejak kapan Zhang Yuwen ini dekat dengan Wei Wuxie.


Apalagi Wei Wuxie juga baru masuk hari ini, dan ini pertama kalinya ia bertemu dengan Zhang Yuwen. Sehingga sangat aneh jika Zhang Yuwen ini langsung mengakrabkan diri dengan Wei Wuxie. Bahkan langsung memanggil namanya tanpa ada segan-segan sedikit pun.


Zhang Yuwen menatap yang sambil tertawa merangkul bahu Wei Wuxie. Ia membawa Wei Wuxie untuk menunduk hanya agar menegaskan apa yang mereka bicarakan cukup rahasia. Li Wei ikut-ikutan menunduk untuk mendengarkan.


"Jika kalian orang baru di Pelatihan Awan, apa kalian pernah mendengar tentang Tembok Batu Permohonan?" tanya Zhang Yuwen dengan penuh rahasia.


Wei Wuxie sebenarnya risih. Ia ingin segera mendepak kepala Zhang Yuwen. Namun berhubung Li Wei juga terlihat tertarik, Wei Wuxie hanya bisa diam. Zhang Yuwen langsung menunjukkan sebuah batu ke hadapan mereka.


"Apakah ini adalah serpihan batu dari Tembok Batu Permohonan?" tanya Li Wei bingung. Ia mengulurkan tangan untuk menyentuh batu itu, tetapi Zhang Yuwen malah menyembunyikannya dalam telapak tangan.


"Bukan batu ini, tetapi kalian bisa menggunakannya untuk menulis di Tembok Batu Permohonan. Katanya, jika kau baru masuk ke Pelatihan Awan kau hanya boleh punya satu permintaan. Kau harus menuliskannya saat kau masih menjadi murid baru di sini. Kemudian, saat kau telah selesai pelatihan, keinginan itu akan terkabul," ucap Zhang Yuwen dengan semangat.


Apa-apaan dengan Tembok Batu Permohonan ini?


"Bukankah itu agak bodoh?" tanya Wei Wuxie dengan dingin.


Zhang Yuwen menggelengkan kepalanya. "Itu tidak benar! Katanya, seorang murid pernah menuliskan keinginannya di sana. Saat lulus dia berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan."

__ADS_1


"Apa masih akan terkabul jika permohonannya mustahil?" tanya Li Wei berpikir jernih.


Wei Wuxie menatap tak mengerti pada Yi Hua. "Justru jika manusia merasa permohonannya itu agak susah terjadi, makanya mereka berdoa."


"Seperti jika aku menulis di sana, "semoga semua permohonan di dinding ini tak terkabul", apakah masih akan terkabul?" tanya Li Wei sambil menahan tawa.


"Bukankah Putri adalah tipe yang kejam?" balas Zhang Yuwen yang ternyata mendapat sikutan maut dari Wei Wuxie.


"Yah, itu seperti ... Aku memohon agar semua permohonan di dinding itu tak terkabul. Lalu, aku juga menulis di sana, apakah permohonanku bisa terkabul? Bukankah aku juga yang menulis bahwa agar tak ada yang terkabul? Jadi, ..."


Wei Wuxie tak menanggapi apa-apa. Wajahnya tetap datar seperti dinding yang baru dibangun. Meski begitu, terlihat sekali jika Wei Wuxie malas menanggapi keanehan Li Wei.


Sedangkan Zhang Yuwen yang lebih ekspresif langsung menggelengkan kepalanya dengan tangan kanan yang terentang di depan. "Berhenti. Putri sedang bicara atau berpolitik di depanku? Ini seperti Anda bicara bahasa lain."


Li Wei hanya tertawa untuk menanggapi.


Kala itu, tatapan Li Wei terarah pada seorang pria dewasa yang tengah berjalan dengan tenang. Dari pakaiannya saja Li Wei sudah tahu jika orang itu adalah guru di sekolah tempat ini. Meski begitu, hal yang menarik perhatian Li Wei adalah seorang pria muda seusia mereka yang mengikuti di belakang.


Pria itu terlihat menunduk seolah takut pada keadaan di sekitar mereka. Ada bekas luka di wajahnya yang pucat. Badan pria muda itu sangat kurus, dan pakaiannya bahkan terlihat kebesaran di tubuhnya.


Li Wei mengerutkan keningnya ketika melihatnya. Zhang Yuwen juga mengikuti arah pandangan dari Li Wei. "Oh ... Dia anak angkat dari Guru Ling Xiao. Namanya Hua ... Saya lupa."


Anak angkat Ling Xiao. Li Wei tentu mengenalnya karena Ling Xiao juga seorang peramal hebat di Kerajaan mereka. Li Wei sering melihatnya di Istana, dan Ling Xiao juga menjadi guru di Pelatihan Awan.


Bukankah Guru Ling Xiao terlalu muda untuk disebut memiliki anak angkat?


"Intinya Putri jangan berurusan dengannya. Dia itu pembuat masalah," jelas Zhang Yuwen sambil membaringkan tubuhnya di rerumputan.


Li Wei tetap mengikuti punggung pria kurus itu hingga hilang untuk masuk ke dalam ruangan lainnya.


"Bukankah dia terlihat seperti dipukuli?" tanya Li Wei tak mengerti.


Wei Wuxie terlihat membersihkan ujung pakaian Li Wei yang terkena daun kering. Pria itu terlalu dingin untuk membicarakan banyak hal. Akhirnya, ia malah terlihat seperti pengasuh dari Putri dibandingkan seorang teman.


Yah, Li Wei mendengar bahwa Wei Wuxie memiliki seorang adik sehingga pria ini terlihat sangat ahli untuk merawat.


"Meski dia dipukuli pun itu urusannya. Banyak yang mengatakan jika dia selalu membawa kesialan bagi siapa saja yang berada di dekatnya. Satu-satunya yang tersisa di keluarganya adalah dia," jelas Zhang Yuwen yang nyaris seperti ibu-ibu di Pusat Kota.


Sepertinya Zhang Yuwen ini juga pengumpul cerita di Pelatihan Awan. Tanyakan saja rumor terbaru di tempat ini, dan Zhang Yuwen akan tahu apa itu. Yah, itu tak aneh jika mengingat Zhang Yuwen yang bisa akrab pada siapa saja.


"Apakah dia dari keluarga yang terkenal di Kerajaan Li?" tanya Li Wei lagi dengan penasaran.


Hanya saja dia tak pernah mendengar adanya kehancuran sebuah keluarga akhir-akhir ini. Sehingga ia sendiri yakin jika pria muda itu berasal dari keluarga yang biasa. Walau begitu ia masih ingin bertanya untuk memastikan seberapa panjang informasi yang diserap oleh Zhang Yuwen di Pelatihan Awan ini.


"Entahlah. Tak ada yang akrab dengan pria itu, sehingga tak ada yang tahu. Bahkan nama aslinya saja tak ada yang tahu," balas Zhang Yuwen yang mengangkat bahunya tak perduli.


Baru saja Li Wei ingin bertanya lagi, Wei Wuxie memberitahunya tentang pelajaran yang akan dimulai. Li Wei akhirnya bangkit dan mengikuti Zhang Yuwen yang sudah berjalan riang menuju ruang penulisan. Wei Wuxie tetap setia berjalan di samping Li Wei, tetapi mereka tak berbicara apa-apa.


Hari pertama ini jelas dimulai dari hal yang biasa.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.

__ADS_1


Adios~


__ADS_2