Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Ikatan 4: Pertarungan Yi Hua


__ADS_3


...***Xiao System***...


Dasar!


Dari sekian banyak orang, mengapa Yi Hua harus mengalami hal ini?


Dia hanya mencari uang! Siapa sangka pelanggannya ternyata hantu yang belum naik ke surga.


Katanya, jika masih ada sesuatu yang mengikat di dunia, maka sebuah jiwa tak akan naik ke surga. Jauh dari dalam hati Luo MeiYin, dia tak ingin pergi dari Rong Mingyu. Itulah yang membuat dirinya menjadi hantu. Bahkan Luo MeiYin memiliki kesadaran yang sangat besar, hingga bisa bersinggungan dengan dunia nyata.


Di mata orang lain, Luo MeiYin sudah selayaknya manusia.


SRET!


Yi Hua mengangkat kepalanya ketika melihat 'sesuatu' yang naik ke udara. Yah, tepatnya itu bukan naik begitu saja. Ada tiang tinggi yang dibuat menjulang, dan seseorang terikat di sana. Yi Hua menatap tak percaya saat ia menyadari siapa yang terikat di sana.


Itu Luo MeiYin.


Jadi, Rong Mingyu busuk ini benar-benar akan menumbalkan aku hanya agar Luo MeiYin mendapat lebih banyak energi?


Hal ini seperti kau memberikan jiwa orang lain untuk menyambung jiwa orang lain. Sekarang telah terbilang cukup lama Luo MeiYin berada di dunia, padahal raganya sudah hancur. Hanya menunggu waktu hingga jiwa Luo MeiYin terberai, dan lenyap. Apalagi jiwa yang lemah seperti Luo MeiYin tak bisa berada di dunia ini lagi. Dia seharusnya kembali ke langit untuk bereinkarnasi.


Lain halnya jika Luo MeiYin telah naik tingkatan menjadi iblis, maka dia bisa bertahan.


"Menurutku jika Luo MeiYin menyerap jiwa milikmu, maka dia akan naik ke tingkat kehancuran," jelas Xiao dengan santainya.


Tentu saja itu karena tungku iblis yang ada di dalam Yi Hua. Ini sangat buruk, meski Rong Mingyu tak tahu tentang keistimewaan Yi Hua, tetapi dia memilih orang yang benar-benar tepat. Itulah yang disebut dengan kesialan!


Di dunia ini hanya ada lima iblis yang di tingkat kehancuran. Itu adalah kelima pendosa. Kelima orang saja sudah menyebabkan banyak bencana di dunia, apalagi menambah satu lagi! Ini sama seperti menciptakan musuh satu lagi untuk dunia ini.


Yah, walau Yi Hua secara pribadi tak pernah merasa keempat pendosa itu sebagai musuh. Sebab, Yi Hua hanya bertemu dua di antara keempat orang itu. Dan, mereka memang berbahaya dan misterius. Serta menyebalkan, untuk Hua Yifeng saja tentunya!


Yi Hua mencoba bermain kata. "Hey, bagaimana jika ritual ini gagal, dan jiwa Nona Luo terberai? Dia tak akan bisa bereinkarnasi lagi nantinya."


"Apa kau pernah mendengar istilah kau tak pernah tahu jika tak mencoba?" tanya Rong Mingyu sambil menatap Luo MeiYin yang tergantung.


Hantu itu terlihat tak sadar. Dan, seperti yang bisa Yi Hua lihat sosok Luo MeiYin tampak seperti bisa ditembus. Ini seperti kau melihat kain yang digantung. Menerawang.


Gadis itu terlihat tak sadar. Atau, mungkin kesadarannya juga mulai terberai. Itu yang membuat Yi Hua menatap tak percaya. Seingatnya Luo MeiYin masih terlihat seperti 'manusia' sebelumnya. Bahkan dia masih bisa disentuh oleh Yi Hua di tempat makan sebelumnya.


Itulah yang membuat Rong Mingyu dengan putus asa berusaha mencari orang yang kuat untuk ditumbalkan. Pilihannya pada Yi Hua tentu saja di landaskan oleh gelar Yi Hua sebagai peramal. Dirinya dianggap memiliki bakat cenayang. Dia adalah dukun di Kerajaan Li. Seseorang yang bisa menghubungkan antara dunia roh dan dunia manusia.


GRAK!


S*alan! Mengapa nasibku sejak pertama kali hidup sebagai Yi Hua tak pernah baik sama sekali?


Ini sama seperti ketika Yi Hua diciptakan, dia dipenuhi oleh banyak kebusukan. Seperti sejak awal Dewa Kemakmuran, Kekayaan, Keberuntungan, dan semua dewa yang baik-baik tak melirik Yi Hua sedikit pun. Dan, sialannya sekarang dia adalah Yi Hua.


Lebih busuknya lagi dia diberi sistem yang gemar menghina ketimbang memberi saran!


Juga, bukannya ini sudah cukup lama sejak Rong Mingyu meneteskan darahnya di Lingkaran Mawar?


Yi Hua memperhatikan ke arah Rong Mingyu, dan seketika ia seperti mendengar suara jangkrik di sana. Rong Mingyu juga menatap sama bingungnya dengan Yi Hua. Namun pria itu mungkin terlalu malu untuk bertanya, alasan mengapa ritual mereka tak berguna.


Apa ada cara lain untuk mengaktifkan Lingkaran Mawar seperti yang Yue Yan lakukan?


"Tuan Rong, mungkin Anda tinggal menancapkan Lingkaran Mawar itu ke leher! Siapa tahu Anda bisa mati bersamanya," saran Yi Hua yang entah mengapa dipelopori oleh kekesalan juga di dalamnya.


Lagipula, sejak awal Yi Hua bukan orang baik! Dia tak akan berbicara seperti dia adalah orang bijak. Lebih tepatnya ialah Yi Hua adalah orang yang mementingkan kesejahteraannya sendiri. Harusnya begitu.


"Dia berkata aku hanya perlu mencari seseorang yang bisa menggantikan jiwa yang pecah dari Luo MeiYin!" bentak Rong Mingyu dengan frustasi.

__ADS_1


Dia?


"Bukankah Anda berkata jika tak mencoba, maka tak akan tahu? Jadi, apa yang sudah Anda peroleh dari sikap bijak itu?" sindir Yi Hua tak tanggung-tanggung. Walau ia sebenarnya lebih ingin mempertanyakan tentang 'dia' yang disebut ini.


Bagaimana pun ada seseorang di balik ini semua.


"Diam kau!"


"Kau tak takut jika dia menendangmu masuk ke lubang sumur ****ini****? Kau memancing kemarahannya terus-menerus," tanya Xiao yang kagum dengan keberanian dan kelancaran mulut Yi Hua dalam menghina.


"MeiYin!"


Pria itu. Rong Mingyu memiliki tatapan yang sangat terluka saat itu. Hal itulah yang membuat Yi Hua memandang Luo MeiYin yang nyaris seperti layaknya kain yang menggantung. Gadis itu benar-benar transparan, dan entah mengapa Yi Hua masih bisa melihatnya.


Namun Rong Mingyu tak dapat melihatnya lagi. Sangat memilukan.


"Bukankah kau berjanji untuk selalu mengikuti diriku sampai aku membalas perasaanmu? MeiYin!" teriak Rong Mingyu yang melompat menuju tiang yang dibuatnya untuk menggantung Luo MeiYin.


Lebih dari segalanya, Yi Hua masih melihatnya. Ia bisa melihat wajah cantik Luo MeiYin yang samar, dan memberikan senyum yang sedikit kelu. Sayangnya, hanya Yi Hua yang bisa melihatnya. Entah mengapa, padahal dia tak punya kemampuan untuk ini.


Atau, sebenarnya ...


TES! TES!


Dengan serampangan Rong Mingyu menggores tangannya pada pecahan Lingkaran Mawar itu berkali-kali. Darahnya mengalir memenuhi lengan pakaiannya yang mahal. Meski begitu, meski sebanyak apapun Lingkaran Mawar diselimuti oleh darahnya, tidak terjadi apapun di sana.


Semuanya masih terlihat seperti biasanya.


Rong Mingyu mengganti pilihannya ke tangan sebelahnya lagi ketika lengan kanannya telah penuh dengan sobekan luka. Kini ia berganti ke lengan kirinya. Menggoreskan luka baru, dan darah yang segar daripada sebelumnya.


"Berhenti."


Para Tentara Malam yang berada di sekitar Yi Hua terlihat seperti tidak masalah dengan apapun. Yah, mungkin seluruh simpati mereka telah mati oleh tugas mereka sebagai Tentara Malam. Meski Rong Mingyu adalah orang yang memimpin mereka, tetapi mereka tak berniat untuk menghentikannya.


Yi Hua menggerakkan bibirnya sekali lagi. "Berhenti." Kali ini suaranya agak keras dari sebelumnya.


Rong Mingyu menatap bengis pada Yi Hua. "Dengan lancangnya kau menghentikan aku."


"Bukan aku."


Segel sihir yang dibentuk Yi Hua diam-diam telah sempurna. Karena dia tak bisa berkultivasi dengan baik, Yi Hua terkesan lebih lambat dalam mengatur energi. Sehingga ketika segel tangannya sudah sempurna, Yi Hua membelokkan tangannya yang nyeri itu untuk menepuk pelan pada masing-masing jari yang membekuk lengannya.


"Beku."


SRET!


Dua orang yang awalnya menahan Yi Hua langsung membeku seperti perintah darinya. Bahkan mereka pun tak bisa mengedipkan matanya, meski mereka ingin. Beberapa sisa Tentara Malam yang bersama Rong Mingyu mendekat ke arah Yi Hua. Tetapi, mereka tak bisa menahan wajah terkejutnya.


Bagaimana pun mereka hanya tahu bahwa orang ini tidak memiliki kemampuan. Dan, itu terkesan mengejutkan, bahkan untuk Xiao.


"Yi Hua, bukankah kau tak bisa mengendalikan Qi?" tanya Xiao tak percaya. Mengapa ini tidak sesuai dengan apa yang ia ketahui sebagai sistem?


Namun Yi Hua dalam beberapa hari terakhir ini telah menggunakan energi dalamnya.


Bagaimana bisa itu terjadi?


Aku hanya melatihnya, Xiao Busuk! Mungkin Yi Hua hanya tak tahu mengendalikan energi dalamnya sendiri.


Jelas Xiao tak setuju tentang itu.


Percayalah!


Semua makhluk tahu bedanya antara tidak tahu dengan tidak bisa. Yi Hua asli sama sekali tak bisa mengendalikan tungku iblis, tanpa pengecualian. Sedangkan, tidak tahu berarti dia hanya tak mencari tahu, padahal potensinya ada di sana.

__ADS_1


Sayangnya, Yi Hua yang asli berada di kata tidak bisa. Sama sekali tak bisa. Seharusnya ...


Akan tetapi, ... Orang ini!


Setelah itu, Yi Hua dengan tangannya yang membiru berlari sekuat yang ia bisa. Lalu, ia menyebarkan jimat di dalam sakunya. Itu tentu saja jimat yang bertuliskan 'diam'. Dan, bukan Yi Hua yang menulisnya.


Itu adalah An!


Sehingga efeknya lebih besar. Sama seperti An memberikan mantra diam sebelumnya. Orang yang diberikan tak akan bisa bersuara, dan tak bergerak. Darimana Yi Hua mendapatkan jimat ini, jangan ditanya. Sebab, An dengan rajin membantu Yi Hua menulis jimat saat mereka bersih-bersih di kediaman Yi Hua.


Pada akhirnya, jimat yang ditulis oleh An lebih kuat dibandingkan Yi Hua. Oleh karena itu, diam-diam Yi Hua membuang kertas jimat yang ditulisnya, serta menyimpan milik An saja. Yah, sesederhana itulah kronologinya.


Yi Hua berlari dengan cepat menuju Rong Mingyu, dan memberikan pukulan sekuat yang ia bisa.


BUAKH!


"Bukan aku, s*alan!" Tanpa bisa ditahan lagi, suara sopan Yi Hua tertera. Ia bahkan tak perduli jika Rong Mingyu itu bangsawan ataupun orang 'bawah' di Kerajaan Li.


Dia hanya berpikir ini sedikit menyebalkan! Bahkan ia tak perduli pada pipi Rong Mingyu yang memar karena pukulannya.


TING. TING.


Lingkaran Mawar jatuh ke tanah. Hal itu membuat Yi Hua dan Rong Mingyu langsung berebut satu sama lainnya. Tangan Yi Hua yang sakit dengan cepat meraih ke arah Lingkaran Mawar, dan Rong Mingyu yang punya kemampuan bela diri jelas lebih cepat.


Pria itu lebih dahulu meraih Lingkaran Mawar, dan mengarahkan pedangnya ke leher Yi Hua.


Ah, Ya ampun! Aku lupa jika kelemahan ku ada di kepala!


"Yi Hua, menunduk!" Teriakan Xiao terasa seperti nyamuk di udara terbuka. Meresahkan, tetapi tak bisa ditepuk begitu saja!


Yi Hua terlalu lambat untuk mengelak. Ia hanya bisa memejamkan matanya. Menunggu untuk lehernya terkena rasa dingin dari pedang. Sembari ia berdoa agar Dewa sedikit saja berbaik hati padanya.


Ia hanya berharap bisa bereinkarnasi menjadi orang yang tak begitu sampah seperti Yi Hua ini!


Sayangnya ... Yi Hua itu seringkali dalam keadaan hampir mati. Kemudian, manusia seringkali memiliki 0.00001% kesempatan untuk selamat, meski menuju kata 'hampir'. Yi Hua adalah manusia yang punya kesempatan itu, karena dia memang tak diizinkan untuk mati begitu mudah.


Ada sesuatu yang harus ia selesaikan di dunia ini sebagai seorang Peramal Yi Hua.


SRET!


TRAK!


Sebelum pedang itu sampai ke leher Yi Hua, pedang itu pecah di udara. Pecahannya sangat besar hingga mencapai ganggang pedang. Ganggang pedang Rong Mingyu terbelah, dan melukai kepalan tangan Rong Mingyu sendiri.


Namun yang ingin Yi Hua katakan ialah, "Bukan dirinya."


Bukan dirinya yang berkata berhenti sebelumnya. Itu adalah Luo MeiYin yang meminta.


Ia hanya ingin Rong Mingyu berhenti.


TING!


Lalu, saat pecahan pedang itu jatuh ke tanah. Gerakan halus dari sebuah pedang hitam melintas di depan Yi Hua. Pedang itu melintas di depan Yi Hua, tetapi tidak menebasnya.


Kemudian, sebuah lengan dari tubuh yang lebih besar melingkari tubuh Yi Hua.


"Maaf, aku terlambat."


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~


__ADS_2