Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Perak Berdenting Di Antara Angin


__ADS_3


...***Xiao System***...


"Aku sudah mengingatkan, Huahua?"


Entah sudah berapa kali Xiao mengatakan hal tersebut di telinga Yi Hua. Akan tetapi, peramal setengah-setengah itu tetap meminta beberapa prajurit untuk menebar jimat. Jika di seluruh penjuru di beri pengusir ini, maka tangan berisi energi buruk itu akan berlari ke tengah. Dan, di sana Yi Hua akan mengatasi segalanya.


"Hey, apa kau yakin Yi Hua ini tidak bisa mengembangkan kemampuannya, seperti membentuk inti?" tanya Yi Hua yang kini menarik jimat pengusir tikus itu untuk lebih dekat ke arah tengah.


Jika Yi Hua bisa, maka dia tak perlu berlari seperti sekarang. Dia mungkin hanya akan menggunakan pedang untuk terbang, atau bahkan bisa bertarung langsung dengan tangan itu. Sekarang bahkan dia sudah nyaris kehabisan napas karena berlari agak jauh ke dalam hutan.


Berbicara tentang hutan.


Yi Hua meminta pria pengawal yang berwajah tenang itu untuk memancing tangan menyebalkan itu menuju hutan. Berdasarkan dari apa yang Yi Hua lihat, tangan itu sepertinya mencari wadah yang kuat. Seperti ingin mengendalikan, karena energinya sudah cukup kuat.


Bahkan dengan energi di tangan itu saja sudah bisa mengendalikan Zi Si seolah dia adalah manusia asli. Sehingga Yi Hua yakin sekarang tangan itu sudah lebih kuat lagi karena telah menyerap banyak energi buruk. Terutama dari energi buruk Kerajaan Li yang memang beredar dimana-mana.


Juga, Yi Hua yakin ada sesuatu tentang pria pengawal itu.


"Bukankah sudah aku katakan, bahwa Yi Hua seperti sumber atau wadah yang bisa membuat inti iblis semakin kuat. Jika kau bisa mengaturnya untuk membentuk inti di dalam tubuh Yi Hua, maka kau akan menjadi kultivator iblis! Yah, walau itu akan sulit terjadi," ucap Xiao menerangkan.


Mengapa sulit?


Jika manusia telah memanfaatkan energi iblis untuk membentuk kekuatan di dalam dirinya, maka dia akan sulit untuk tetap menjadi manusia. Jika pun manusia itu bertahan, dia akan sulit mengendalikan kekuatan itu. Sehingga hanya akan menjadi kehancuran untuk dirinya sendiri.


Namun bukan berarti tak bisa. Yi Hua yakin kelima pendosa, atau mungkin salah seorang dari mereka disebut pendosa karena jalan yang mereka pilih itu.


"Satu-satunya fungsi dirimu hanyalah membuat energi buruk menjadi lebih besar. Seperti membiarkan seorang iblis 'menyerap' dirimu," jelas Xiao yang seolah berbicara tanpa ingin mengerem lagi.


Akan tetapi, Yi Hua hanya memutar matanya karena jengkel dengan bahasa Xiao. Ini sangat menjengkelkan saat membayangkan bahwa fungsi Yi Hua ini hanyalah sebagai wadah. Jika sampai Yi Hua dimanfaatkan oleh seorang iblis, maka itu akan menjadi neraka tersendiri untuknya.


"Bukankah itu hanya akan membuat Yi Hua sama seperti gadis rumah cinta?" ucap Yi Hua yang menangisi takdirnya sendiri.


Beruntung, meski kurang asupan, ayah Yi Hua mengambil tindakan yang benar. Dengan membesarkan Yi Hua sebagai laki-laki, mungkin dia bisa mengelabui energi buruk yang ingin mengambil Yi Hua. Meski tak begitu efektif dan terkadang agak tak masuk akal, tetapi Yi Hua yang masih hidup normal sampai sekarang adalah hasil dari pemikiran mendiang ayah Yi Hua.


Akan tetapi, sampai kapan para iblis tak akan menyadari bahwa Yi Hua adalah tungku yang bisa mempercepat naiknya tingkatan?


"Jika kau lelah menjalani hidup sebagai peramal gila Yi Hua, maka kau bisa menjadi simpanan iblis."


Jika Xiao ini ada wujudnya, maka akan aku cekik dan aku jadikan makanan sapi!


SRING


Yi Hua menyentak pedang yang entah darimana ia dapatkan. Hal itu membuat Xiao menjadi heran.


"Kau mencurinya dari pria pengawal itu?" tanya Xiao yang bisa menebak darimana asalnya pedang itu.


Yi Hua menarik senyumnya, "Apa kau pikir dia memang tak menyadarinya?"


Tentu saja dengan kemampuan pria itu, Yi Hua pasti akan ketahuan ketika mencuri pedang pria itu. Akan tetapi, entah mengapa pria itu membiarkannya. Yi Hua sepertinya benar-benar memiliki hubungan dengan pria itu.


Atau, hanya Yi Hua ini saja yang tak menyadarinya?


Lagipula, untuk melawan hantu itu. Jika ia memiliki kekuatan, dia sebenarnya bisa menerbangkan pedang untuk melawan hantu berbentuk tangan itu. Namun dengan batasan bahwa dia tak bisa memiliki kemampuan seperti itu, ia mulai berpikir dengan cara yang lain.


SRET


“Apa yang kau lakukan?” tanya Xiao yang bingung dengan Yi Hua.


Bukannya Yi Hua melarikan diri dari tangan yang dengan membabi-buta datang itu, dia malah berdiri tegak. Matanya menatap lekat pada tangan itu, dan menebar kertas jimat yang sudah dilukisnya dengan darah. Efeknya akan lebih kuat jika ada darah di sana.


Lalu, Yi Hua menempelnya ke dadanya. Memancing energi itu untuk datang kepadanya.


"Bukannya itu jimat pengusir?" tanya Xiao dengan wajah tak percaya.

__ADS_1


Yi Hua ini, kapan dia mempelajari hal seperti ini? Bukankah dia hanyalah orang yang 'kosong' dan tak mengetahui apa-apa tentang dunia ini?


"Jika jimat pengusir di balik dengan tulisan darah, maka hasilnya malah akan menjadi sebaliknya."


Menarik energi buruk untuk datang.


Aliran angin di sekitar Yi Hua tiba-tiba berkumpul dengan cepat, dan membelenggu tangan hantu itu hingga tak bisa bergerak. Setelah itu, tangan kanannya dengan anggun mengayun mengibaskan angin. Yi Hua menarik tangannya ke udara dengan gerakan yang sangat lembut.


“Bukannya kau tidak memiliki kekuatan?” tanya Xiao bingung. Mendadak ia meragukan informasi yang ia serap tentang Yi Hua ini.


Seharusnya jika dia ingin menyerap energi buruk itu, maka energi itu akan langsung datang. Namun Xiao jelas merasakan adanya energi yang datang dari sekitar Yi Hua. Energi tersebut membuat tangan liar itu hingga tak bisa bergerak seperti sebelumnya.


“Aku tidak mengeluarkan kekuatan dalam diriku. Aku hanya menarik energi buruk itu untuk datang dengan tarian Kerajaan Li. Kau tahu bahwa di buku-buku milik Yi Hua ada yang membahas bahwa ada beberapa kesenian yang memiliki makna spiritual ,” jelas Yi Hua masih dengan tariannya.


Xiao menyadari bahwa dirinya telah bertuan pada gadis yang tak biasa. Sejak kapan Yi Hua memikirkan semua ini?


Setelah Yi Hua menahan hantu tangan itu dengan energi yang disalurkannya, baru Yi Hua akan menyerap energi iblisnya. Gadis ini melakukan dua hal beresiko dengan satu tindakan seni.


GREK GREK


Yi Hua berkeringat dingin ketika menyadari tubuhnya tak sanggup untuk menari lagi. Itu semua karena Yi Hua tidak memiliki kemampuan di dalam dirinya, dirinya harus mengambil banyak tenaga untuk menari. Jika ia tak bisa menahannya lagi, hantu tangan itu akan memukulnya. Tepat langsung ke dadanya.


Yi Hua pasti akan langsung mati akibat pukulan itu.


Matanya melirik lemah pada tangan besar yang mulai bergerak liar lagi. Sepertinya Yi Hua gagal mengendalikannya. Itu pasti terjadi karena dia tidak begitu kuat untuk menyalurkan energi.


Tubuh Yi Hua ini sangat lemah. Maka, jalan satu-satunya adalah langsung menyerap energi itu. Tanpa perlu menahannya lagi.


Akan tetapi, ...


Resikonya adalah aku meledak akibat energi yang terlalu besar.


Namun ... Yi Hua tak punya pilihan lain. Dia juga tak bisa melarikan diri sekarang. Sudah terlalu lambat untuk melarikan diri. Juga, Yi Hua sendirian di tengah-tengah lingkaran jimat. Ia sudah memerintahkan para prajurit untuk mengepung, dan di tengah pun hanya ada Yi Hua.


Tanpa bisa dikendalikan darah mengalir dari hidung dan mulut Yi Hua. Belum usai luka yang ada di dalam mulutnya, kini ia mendapat luka baru lagi di dalam tubuhnya. Ia mengalami luka dalam yang cukup parah.


"AKHHHHH!!!!" teriakan Yi Hua tampak menggelegar di tengah hutan.


Kini energi buruk terserap ke dalam dirinya. Yi Hua bisa melihat munculnya urat-urat di sekitar lengannya. Bahkan lehernya juga terasa agak kencang. Seluruh pembuluh darahnya bisa pecah kapan saja.


Itulah yang disebut Xiao sebagai 'meledak'.


Ya ampun! Mengapa susah sekali untuk mempertahankan hidup ini?


Yi Hua sudah tak bisa merasakan tangannya sendiri. Bahkan jika tangan itu beralih untuk merasukinya dan menjadikan tubuhnya sebagai cangkang, mungkin Yi Hua tak akan bisa mengendalikan dirinya lagi. Mungkin setelah Zi Si, Yi Hua adalah cangkang yang baru.


Meski begitu, Yi Hua harusnya memiliki sesuatu yang membuatnya akan bertahan dari semua ini.


TRAK


Yi Hua bisa mendengar suara seperti patahan keras di sekitar dadanya. Mungkin saja energi yang ia serap membeludak hingga mulai mempengaruhi fisiknya. Hanya menunggu waktu hingga jantungnya juga ikut pecah akibat tekanan energi itu.


SRET!


Rambut Yi Hua yang dikuncir kuda terkibar bersama angin yang bergolak di sekitarnya. Tangan besar itu bergerak cepat menuju Yi Hua. Dan, ia yakin dirinya akan terlempar oleh pukulan dari tangan besar.


Sulit dipercaya bahwa Yi Hua gagal. Dia tak bisa menyerap energi itu sampai habis.


KRING


Suara seperti dua perak yang bersentuhan terdengar. Entah mengapa kepekaan telinga Yi Hua menjadi meningkat begitu saja. Namun dia memang bisa mendengar suara itu di sekitarnya. Hal itu membuatnya berpikir bahwa sesuatu akan datang.


"Dasar gadis bodoh."


Suara hangat itu terdengar di telinga Yi Hua. Kedua tangannya di raih oleh sepasang tangan besar yang terasa dingin, itu berbanding terbalik dengan suaranya yang hangat. Ketika Yi Hua membuka matanya, pancaran bulan membuat Yi Hua sedikit silau. Pria di hadapannya terlihat tersenyum dalam cahaya bulan.

__ADS_1


Setelah meredakan kesilauan, Yi Hua ingin menatap pria yang sudah menyelimutinya dengan pelukan besar. Namun wajah pria itu terlindungi oleh sebuah topeng perak. Sehingga Yi Hua hanya melihat bagian dari hidung sampai ke bagian leher kokohnya.


Pria di hadapannya memiliki rahang tegas, dan senyum yang menawan. Rambut hitam legam pria itu berkibar dengan sangat indah. Awalnya ia berpikir bahwa suara dari perak itu terdengar dari topeng peraknya. Sebuah tanda aneh atau mungkin tulisan di kulit yang melintang di pipi kirinya. Bentuknya sangat aneh dan Yi Hua tak bisa membacanya. Mungkin itu adalah sesuatu yang melekat abadi di wajah pria itu.



KRING


Lagi-lagi suara perak terdengar di sekitar mereka. Namun ia segera tahu bahwa suara perak itu muncul dari hiasan yang menggantung di sarung pedang yang dibawa pria itu. Bentuknya ialah hiasan bunga perak yang tergantung dengan rantai perak di sana. Bunga itu sangat cantik seperti hiasan yang biasanya melekat di rambut para kecantikan. Para gadis sangat suka menggunakan hiasan rambut yang cantik seperti itu. Lalu, entah bagaimana bisa hiasan bunga itu bisa menjadi hiasan pedang.


Siapa orang ini?


Yi Hua ingin bertanya pada Xiao, tetapi Xiao mendadak menjadi bungkam. Makhluk aneh bernama Xiao itu seolah tak berani mengeluarkan suara ketika pria ini muncul di hadapannya.


“Xiao,” panggil Yi Hua tanpa memperdulikan apakah pria itu juga mendengarnya atau tidak.


Namun tanpa bisa menolak, rahang Yi Hua direnggut agak keras.


Yi Hua menyadari bahwa ia berada dalam kebingungan yang besar, sebelum lapisan bibir dingin menyentuh bibirnya yang berlumuran darah. Mata Yi Hua yang awalnya kuyu akibat terlalu lemah, mendadak menjadi membelalak. Seperti tak percaya atas apa yang dilakukan oleh pria itu.


Hey! Bagaimana bisa dia melakukan hal tersebut pada seorang 'pria' seperti diriku?


Namun pria ini ...


"Dasar gadis bodoh."


Itulah yang Yi Hua dengar sebelumnya. Pria ini mengetahui tentang identitas Yi Hua yang sebenarnya.


SRET


Bibir pria itu menekan bibir Yi Hua yang masih dipenuhi darah. Mendadak mereka seperti tengah berbagi aroma karat di dalam mulut mereka. Namun pria itu terlihat tidak begitu perduli. Tangannya memeluk pinggang ramping Yi Hua, dan bibirnya masih aktif bersemayam di bibir Yi Hua.


KRAK!


Yi Hua melihat sekumpulan energi berwarna merah bergolak dari gerakan mereka berdua. Pria ini memiliki kekuatan yang sangat besar, dan seluruh energi buruk yang bergolak mendadak menjadi bungkam. Termasuk tangan besar yang terus melepuh seperti tersiram dengan air panas.


Ini jelas bukan karena Yi Hua, ini berasal dari pria yang dengan lancang menciumnya ini.


Namun di atas segalanya, lonjakan energi yang nyaris menghancurkan seluruh pembuluh darah Yi Hua kini menghilang. Semuanya telah berkurang dalam kecepatan yang konstan. Ia hanya tahu bahwa semua itu tak akan terjadi hanya karena keajaiban.


Pria ini menyerap energi iblis yang masuk ke dalam diri Yi Hua. Jika seperti itu, maka pria ini jelas memiliki kekuatan yang besar untuk bisa menampung kekuatan iblis ini. Atau, pria ini adalah iblis?


Lalu, lebih penting untuk dibicarakan ialah pria ini membantunya dari tangan s*alan itu, tetapi mungkin akan membunuhnya juga sekaligus. Jika seorang iblis menyerapnya, dia bisa mengering sampai mati. Yi Hua hanya bisa memberontak lemah, tetapi pelukan pria itu masih kuat membelenggu tubuhnya.


Yi Hua memanggil Xiao, tetapi lagi-lagi Xiao seperti dibungkam oleh sesuatu. Apa Xiao takut pada pria ini? Siapa dia sebenarnya?


Hingga Yi Hua kehilangan sepenuhnya kekuatannya. Ketika ia telah berada pada batasannya, Yi Hua hanya bisa terkulai lemah.


Mungkin aku seharusnya tak mencoba-coba untuk memanjat tembok kematian?


Pada akhirnya, Yi Hua hanyalah segelintir bulu sapi yang menempel di kulitnya. Ada kalanya ia bisa rontok kapan saja. Dan, entah mengapa dia bisa memikirkan tentang filosofi semacam itu di otaknya.


Yi Hua kehilangan kesadarannya tanpa bisa memastikan bahwa dia masih bisa hidup atau tidak nantinya.


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Terus jaga kesehatan dan semangat selalu. Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~


***

__ADS_1


__ADS_2