Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Istana Awan Milik Hua Yifeng


__ADS_3

...***Xiao System***...


Yi Hua yang merasa menang segera berdiri dengan bangga. Dia menatap ke arah tirai yang lagi-lagi terlihat begitu tenang. Seolah tak ada siapa-siapa di sana. Meski begitu, Yi Hua tahu Hua Yifeng masih ada di sana.


Namun bagi sebagian yang menonton di sana, mereka tak bisa memberi sorakan kemenangan. Sebab, jujur saja mereka masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Bagaimana bisa ada satu babak permainan yang diulang berkali-kali?


Akan tetapi, Yi Hua yang jelas-jelas agak kurang cerdas, malah menganggap semua ini adalah karena takdir. Atau, mungkin ini karena mantra yang diucapkan oleh Yi Hua sebelum memulai melempar. Intinya Yi Hua ini sebenarnya tak begitu paham dengan kinerja pada hari ini.


Ia melirik Liu Xingsheng yang sudah menghilang dari sana. Sejauh yang Yi Hua dengar, dia hanya mendengar bahwa Liu Xingsheng lebih banyak bertanya tentang tips perawatan kulit dibandingkan kasus yang mereka tangani. Entah mengapa Yi Hua merasa benar-benar ditumbalkan oleh Perdana Menteri gila perawatan itu.


Jika dia bukan Perdana Menteri, pasti akan aku kutuk dia dengan mantra pengusir tikus!


"Silakan, Nona."


Yi Hua lupa jika ada seorang yang berdiri di belakangnya. Dan, itu adalah pria bercadar, bawahan Hua Yifeng. Sepertinya mereka tak akan berbicara di tempat ini. Itulah yang Yi Hua yakini.


Lalu, seperti hal yang biasa terjadi. Ketika Hua Yifeng berada dekat dengannya, maka Xiao tak akan muncul. Entah kenapa. Sulit dipercaya jika Hua Yifeng akan sangat menakutkan, hingga sistem tanpa raga itu akan menciut seperti puteri malu ketika disentuh.


"Kemana kita akan pergi?" tanya Yi Hua yang memastikan keselamatannya.


Bagaimana jika dia menemui Hua Yifeng, lalu pria iblis itu menggantungnya seperti manusia-manusia yang dijual di pasar hantu?.


Masalahnya adalah Yi Hua jelas masih ingin melihat matahari di keesokan harinya. Namun Hua Yifeng tak pernah bisa ditebak. Ditambah lagi sulit untuk diingkari jika mungkin saja Hua Yifeng sudah tahu identitas mereka bertiga sejak awal.


Apalagi dengan pertaruhan yang minta oleh Huan Ran sebelumnya. Jika ada pihak yang merasa memerlukan informasi itu, tentu saja itu pihak Kerajaan Li. Kasus pembunuhan, atau masih tak bisa dibilang seperti itu. Sebab, belum ada mayat dari para korban yang ditemukan.


Akan tetapi, jika 'menghilang', pasti bukan karena menghilang begitu saja! Itu pasti lebih karena raga mereka yang disembunyikan, atau memang sudah tak ada lagi. Seperti di konsumsi?


Sangat tak aneh jika hantu rendahan melakukannya. Itu adalah salah satu cara mereka untuk mendapatkan kekuatan. Meski Hua Yifeng jelas bukan orang yang melakukannya. Namun Hua Yifeng pasti tahu penyebabnya.


Itulah alasan mengapa mereka sekarang memasuki Gunung Hua.


Hanya sisa tiga puluh menit sebelum bulan penuh akan tertutup awan. Gerbang di Gunung Hua akan tertutup begitu saja. Sehingga itu sudah seperti batasan waktu untuk Yi Hua mengumpulkan informasi.


"Tuan ingin berbincang di Istana Awan, Nona."


Apakah istananya mengambang di awan seperti kabut? Makanya istana itu disebut Istana Awan. Entahlah bagaimana asal penamaan itu, Yi Hua hanya ingin berkomentar saja.


Jelas saja Yi Hua tak bisa bertanya tentang itu semua pada pria bercadar ini. Apalagi bertanya tentang namanya. Tidak mungkin Yi Hua bersikap sok akrab dengan orang ini, yang bahkan Yi Hua tak tahu namanya siapa.

__ADS_1


Ia bahkan mengikuti langkah pria yang baru dia kenal. Sungguh tindakan yang cukup berani. Yah, setidaknya Yi Hua tak akan mudah mati karena kekuatan 'kembali ke awal' yang dimilikinya. Sehingga orang ini ... Yi Hua berpikir sejenak.


Jadi, aku harus memanggilnya 'Tuan' atau 'Saudara'. Jika ingin lebih akrab aku mungkin akan memanggilnya 'hey' atau 'kau' saja, bukan?


CKLAK!


Belum sempat Yi Hua memikirkan seruan yang bisa ia berikan pada pria itu, mereka sudah sampai pada tempat tujuan. Suara pintu yang terbuka mengingatkan Yi Hua pada suara gerbang di Kerajaan Li. Biasanya, jika pintu itu besar dan kokoh, maka suaranya akan membentuk layaknya suara bariton. Sebuah pertahanan yang kuat.


Setahu Yi Hua begitu.


Akan tetapi, poin penting di sini ialah ... Jika Yi Hua masuk ke dalam, pasti akan sangat sulit untuk keluar!


"Silakan masuk, Nona."


Yi Hua berpura-pura dengan senyumnya. "Bukankah Anda tahu bahwa saya sudah menikah?" tanya Yi Hua yang berusaha mencegah dirinya yang akan diminta masuk ke dalam.


Pria itu menganggukkan kepalanya seolah mengerti. Namun dia masih juga berdiri di bagian samping dari pintu yang terbuka. Mempersilakan Yi Hua untuk masuk ke dalamnya.


Dari tempat Yi Hua berdiri, ia bisa melihat benda-benda putih yang tampak dari celah pintu. Selebihnya, Yi Hua tak bisa menebak apa yang ada di dalam sana. Ia hanya berharap di dalam sana tak akan ada jebakan ataupun cangkang manusia*.


^^^*Mengingatkan lagi tentang cangkang manusia. Itu adalah sejenis zombie, mayat berjalan. Akan tetapi, bedanya dalam novel ini cangkang bisa dikendalikan dengan meniupkan sihir ke dalamnya. Kemiripannya dengan tingkah laku manusia tergantung kekuatan pengendali. Ini bukan diciptakan, tetapi lebih tepatnya dirangkai. Metodenya adalah mengambil mayat yang masih belum membusuk, lalu memasukkan sihir ke dalamnya. ^^^


Masalahnya bukan karena cinta, tetapi karena aku sudah terlanjur masuk dalam rencana ini!


"Yi Hua, masuk saja. Paling kau hanya 'diserap' oleh Hua Yifeng," komentar Xiao yang tiba-tiba muncul kembali.


Sepertinya Hua Yifeng tak berada di Istana Awan ini. Oleh karena itu, Xiao berani muncul kembali. Mendadak Yi Hua menjadi jengkel dengan sistem yang kurang fungsional seperti Xiao ini.


Aku bahkan tak tahu bagaimana caranya mengumpulkan ingatan itu! Apakah tidak ada nilai atau poin semacamnya?


Xiao jelas mendengar apa yang Yi Hua katakan dalam hati. Dengan segera Xiao menanggapi."Itu tergantung dari kerasnya 'rasa' kematian yang datang padamu. Kekuatan 'kembali ke awal' sebenarnya adalah kematian terus menerus untukmu. Kau merasakan kematian, lalu hidup kembali bersama ingatan yang harusnya kau kumpulkan. Begitu seterusnya hingga kau mengingat semua tentang dirimu."



Sebuah penderitaan tanpa ujung. Dia tak bisa mati, meski sesakit apapun hidup ini.


Seperti yang Yi Hua duga. Ini nyaris seperti penebusan dosa, atau mungkin kesempatan kedua untuk hidup. Hanya saja itu tak akan semudah seperti sapi yang bisa tidur setiap harinya. Oleh karena itu, Yi Hua harus menjalani kehidupan ini.


Sabar. Sabar. Nanti akan ada saatnya untuk istirahat. Setelah aku dapat jabatan yang bagus di Kerajaan Li, atau aku dapat pekerjaan baru, aku pasti tak akan mengalami semua ini lagi!

__ADS_1


Yi Hua kembali memasang wajah sombongnya. Itu adalah atribut yang harus selalu ia kenakan sebagai Yi Hua. Dia harus menjadi makhluk nomor satu yang paling ingin diberantas oleh orang yang mengenalnya. Seseorang yang menghabiskan hidupnya hanya untuk menebar omong kosong.


Yah, sulit untuk diakui bahwa sekarang misi Yi Hua adalah menjadi orang yang tak berguna. Mungkin di dunia ini hanya dia yang punya tujuan hidup untuk menjadi seorang sampah. Miris sekali!


Apa-apaan ini?!


"Cinta itu hanya seperti sapi yang berkeliaran di kebun tetangga, Tuan Pengawal. Mengganggu dan merusak."


Itu adalah apa yang Yi Hua sering jawab. Tentu saja Xiao yang memberitahukannya. Walau Yi Hua juga yang menjilat ludahnya sendiri beberapa waktu yang lalu.


Sejauh apa yang ia ketahui, Yi Hua ternyata mencintai Li Shen. Akan tetapi, dia adalah seorang gadis yang menyamar menjadi pria. Sehingga itu akan sulit untuknya, meski beberapa orang berpikir bahwa itu bukanlah masalah.


Yi Hua masuk begitu saja tanpa mendengar tanggapan dari pria itu. Setelah ia masuk, Yi Hua bisa melihat ruangan itu benar-benar dipenuhi dengan barang-barang berwarna putih. Hal itu membuat Yi Hua sedikit merasakan 'bersih' yang melanda hatinya.


Lebih dari segalanya ia malah mengasihani barang-barang di dalam ruangan ini jika sampai ada yang mengotorinya. Pasti akan membuat letih hati dan kesakitan luar biasa. Belum lagi dengan rasa lelahnya.


"Pemilik Kerajaan Hantu sedang dalam urusan lain, Nona. Silakan menunggu di dalam ruangan ini," jelas pria bercadar itu sambil menundukkan kepalanya.


Yi Hua mengerutkan keningnya, "Urusan apa?"


"Saya tak bisa memberitahukannya pada Nona. Hanya saja sepertinya ada penyusup di Gunung Hua."


Penyusup?


Jangan bilang itu Huan Ran atau Liu Xingsheng! Jika itu mereka, maka berarti penyamaran mereka telah terbongkar.


Sebelum Yi Hua bisa keluar, pintu besar itu bergerak dengan sendirinya. Lalu, menutup dengan cepat sebelum Yi Hua mencapai pintu. Bahkan ia hanya sempat melihat kepala pria bercadar itu yang masih memberikan penghormatan padanya.


Ia dikurung dalam Istana Awan!


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~

__ADS_1


__ADS_2