Xiao System: Peramal Yi Hua

Xiao System: Peramal Yi Hua
Masuk dalam Masalah Baru


__ADS_3

"Kau tahu katanya penduduk desa di sekitar Lembah Debu melihat kehadiran Shen Qibo," ucap seorang pria tua dengan heboh.


Saat itu ialah tengah hari yang sangat lenggang. Di mana beberapa manusia yang kurang kerjaan akan berkumpul. Mereka akan membicarakan banyak hal, termasuk paman-paman petani ini. Mulai dari bagaimana mereka menyombongkan hasil panen mereka hingga bagaimana mereka ingin menyembunyikan istri kedua mereka dari 'Nyonya' rumah. Semuanya bisa didengar di rumah makan ini.


Bahkan pada persoalan yang sedikit menakutkan. Ketakutan mereka pada kekejaman para iblis dalam sejarah Kerajaan Li.


Seorang pria tua agak gemuk menggeleng-gelengkan kepalanya. "Pendeta Buta itu mungkin mencari korban lagi. Aku dengar dia hanya terbiasa membunuh, sehingga dia akan terus membunuh. Jangan sampai kalian bertemu dengannya. Sebab, katanya dia itu benar-benar buta, dan tak akan melihat lagi siapa yang dibunuhnya. Tua, muda, anak-anak, pria, atau wanita, semua akan dibunuhnya."


TING!


Suara gantungan jimat di depan pintu rumah makan bergoyang. Bukan karena ditiup oleh angin melainkan karena dua orang yang masuk ke sana. Fisik keduanya jelas sangat berbeda. Terutama seorang pria tinggi dengan pakaiannya yang sederhana. Meski begitu, semua orang mungkin mengenali pria ini, terutama para gadis.


Jenderal Wei Qionglin. Jenderal besar Kerajaan Li yang memimpin pasukan terbesar. Kejayaannya juga membuatnya sangat terkenal, tak hanya wajahnya saja. Katanya, dia tak pernah gagal dalam hal apapun, apalagi tentang para kecantikan. Jika kau merasa menjadi gadis yang sangat cantik, tetapi tak dikenal oleh Wei Qionglin, maka kecantikan itu pasti cuma halusinasi. Setidaknya gelar itu terus menempel di wajah Jenderal Wei itu.


Hari ini pria itu tidak dengan pakaian bertugasnya, sehingga semua orang tahu dia tak bekerja. Dengan senyumnya yang menawan pria itu menggoda seorang gadis pelayan yang menghampiri mereka.


Juga, dengan cetakan tangan di pipi pria itu? Bagaimana bisa ada seseorang yang meletakkan tangan di wajah seorang Jenderal hebat seperti Wei Qionglin? Jika ada yang berani melakukannya, mungkin tangannya akan segera terpisah dari tubuh.


"Berikan kami dua mangkuk teh," ujar Wei Qionglin sambil memberikan senyum ala kadarnya pada si pelayan.


Namun sebelum gadis pelayan itu menjawabnya, tatapan gadis itu terarah pada sosok satu lagi. Sosok ini memiliki perbedaan tinggi badan yang cukup jauh dengan Qionglin. Dari tubuhnya orang-orang mengiranya sebagai seorang gadis. Akan tetapi, sosok itu mengenakan pakaian pria. Belum lagi mereka tak bisa melihat wajahnya karena ditutupi oleh penutup wajah warna putih yang agak transparan.


Wei Qionglin menyadari itu, dan segera merangkul bahunya sosok di sebelahnya. Dan, ...


PLAK!


Belum sempat tampan Wei Qionglin mendarat, sosok itu sudah menepisnya dengan sumpit kayu.


Sumpit kayu? Siapa orang konyol yang berjalan-jalan sambil membawa sumpit kayu?


Apalagi sosok itu menepis tangan berharga Wei Qionglin? Sungguh suatu sikap kurang ajar yang membuat iri!


Lalu, sosok yang masih tak terlihat wajahnya itu berjalan mendahului Wei Qionglin. Akibat gerakannya penutup kepala miliknya agak tersingkap. Dan, gadis pelayan itu bisa melihat permata merah yang sangat mencolok di telinga kirinya. Meski begitu, wajahnya juga tak kunjung terlihat. Mungkin sosok itu tak berniat membuka penutup kepalanya.


Wei Qionglin memasang senyum seperti biasanya. "Juga, mie dua mangkuk. Siapkan lebih cepat, atau dia akan menendang kepalaku," pinta Wei Qionglin yang kini mengikuti sosok yang lebih kecil darinya itu.


Ketika Wei Qionglin ingin duduk di sampingnya, sumpit yang ada di tangan sosok itu tiba-tiba mengarah ke leher Qionglin. Hal itu membuat tonjolan khas pria di leher Wei Qionglin naik, pertanda pria itu menarik napasnya.


Mengapa tak ada yang bilang bahwa sosok itu sangat pemarah?


Wei Qionglin langsung berpindah untuk duduk di depan sosok itu. Ia hanya tak ingin sumpit itu menusuk matanya tiba-tiba. Jika bukan karena sosok itu diperlukan, Wei Qionglin tak akan membawanya ke tempat ini.


"Peramal Yi, aku rasa kau bisa berhenti marah padaku," pinta Wei Qionglin yang mendadak menyesal karena meminta bantuan Yi Hua.


Yi Hua menyibak sedikit penutup wajahnya. Ia jelas-jelas tengah diculik sekarang.


"Xiao, mengapa kau tidak memperingatkan aku saat pria ini masuk ke kediamanku?" teriak Yi Hua di dalam hati.


Xiao menyebutkan tentang realita. "Itu semua karena aku mengira ia tak akan menculik atau merampok di dalam rumahmu. Sebab, kau tak memiliki apapun yang bisa dijadikan objek kejahatan!"


S*alan sekali!


Pasalnya, Yi Hua baru saja menikmati hari-hari tenangnya. Ia baru saja mendapat upah yang cukup besar dari Liu Xingsheng, dan makan lebih enak hari ini. Kemudian, Yi Hua merasa sangat pusing mendadak, dan itu karena asap yang masuk ke kediamannya.


Awalnya Yi Hua berpikir jika itu hanyalah asap dari pembakaran dupa di kediamannya. Sebagai peramal, Yi Hua pasti memiliki properti semacam itu. Akan tetapi, siapa menyangka jika asap itu akan membuatnya mengantuk. Lalu, ia tertidur dengan sumpit yang masih ada di tangannya.


Saat ia sadar kembali ialah karena kepalanya menabrak dinding kereta. Dia sudah ada di kereta dengan wajah menyebalkan Wei Qionglin di depannya. Karena terkejut dengan itu, Yi Hua tanpa sadar melayangkan tangannya untuk menempelkan jimat. Namun Wei Qionglin menjauh, dan pada akhirnya jimat itu gagal tertempel.


Yang tertempel di wajah Jenderal itu hanyalah tangan Yi Hua. Dan, kabar buruknya ialah tenaga sapi Yi Hua ternyata memberi cetakan di wajah Wei Qionglin. Namun berkat itu Yi Hua tahu jika pria di depannya ini adalah manusia.


Jadi, ... Yah begitu cerita singkat tentang mereka berdua yang bisa bersama di tempat ini sekarang.

__ADS_1


Yi Hua menghela napasnya sebal. "Jadi, mengapa Anda membawa saya ke kota ini?" tanya Yi Hua pada akhirnya.


"Ini adalah kota terdekat menuju Lembah Debu."


Tempat itu lagi? Aku rasanya sering sekali mendengar tempat itu disebut!


Percayalah Yi Hua sama sekali tak ingin bekerja saat ini. Dia baru saja mengalami mimpi buruk, dan itu sangat buruk. Seperti biasa, efek dari kemampuan 'kembali ke awal' bisa membuatnya mengingat masa lalunya lagi.


Pada akhirnya, ia selalu mendapat mimpi yang tak jelas.


Kali ini bukan peristiwa berdarah yang ia lihat. Melainkan tempat yang gelap. Seperti ia berada di tempat yang gelap dan dingin. Di mana tempat yang biasanya diperuntukan bagi mereka yang perlu merenung. Sisanya tak begitu jelas.


Hanya saja ia pikir masa lalunya itu tak ada manis-manisnya.


TEP!


Yi Hua mengamati pelayan yang meletakkan mangkuk teh di meja mereka. Yang menyebalkan adalah pelayan itu menatap penuh perhatian pada Wei Qionglin. Ditambah lagi Wei Qionglin kembali menebar pesonanya.


Harinya benar-benar buruk sekarang! Jika ada seekor sapi sekarang, maka Yi Hua bisa menelannya utuh.


"Aku mendengar jika kau sudah pernah bertemu dengan Shen Qibo," ujar Wei Qionglin langsung pada intinya.


Tangan Yi Hua yang ingin meraih mangkuk teh menjadi terhenti. Akan tetapi, itu hanya sesaat. Sebelum Yi Hua benar-benar meraih mangkuk teh itu. Ia menyesapnya sebentar tanpa memperdulikan wajah Wei Qionglin yang tertuju padanya.


Lagipula, Yi Hua sudah merasakan hal buruk dari pembicaraan Wei Qionglin.


Hari ini aku sedang ingin libur bekerja, tetapi biawak lepas ini malah membawaku ke pekerjaan rumit lagi!


"Itu tak seperti 'bertemu' begitu saja, Jenderal Wei. Saya hanya bersyukur jika saya bukanlah korban dari Shen Qibo," ujar Yi Hua apa adanya.


Bagaimana pun reputasi Shen Qibo adalah membunuh secara acak. Dia menebas siapa saja yang ingin ditebas. Itu saja sudah membuktikan betapa tak jelasnya otak Shen Qibo.


Tentu saja pembantaian Shen Qibo yang paling terkenal ialah di Lembah Debu. Yah, Lembah Debu yang bahkan menyimpan rahasia di dalam gua bawah tanahnya. Yaitu, tulang-belulang yang hitungannya tak terhingga.


Sampai sekarang yang bisa Yi Hua simpulkan adalah Shen Qibo mungkin dahulu adalah bagian dari Tentara Malam.


^^^*Ini pernah disinggung di subbab sebelumnya. Tentara Malam itu kayak assassin-nya Kerajaan. Waktu itu mereka dikepalai oleh Rong Mingyu, tetapi Rong Mingyu sudah mati sekarang.^^^


"Apa kau tahu dengan cerita bahwa siapa saja yang bertemu dengan Pendeta Buta, Shen Qibo, pasti akan mati. Namun kau tidak mati, Peramal Yi. Padahal kau terjebak di Lembah Debu begitu lama," ujar Wei Qionglin pelan. Sehingga tak ada yang mendengar ucapannya.


Yi Hua mendengus pelan. "Apa Anda lupa dengan Tuan An yang juga ada di sana?"


"Kalau pria pendiam itu aku jelas tak berani meminta bantuannya! Sepanjang hidupku di Kerajaan Li, dan pria itu tiba-tiba menjadi Pengawal Pribadi Yang Mulia, aku bahkan tak pernah bernapas di tempat yang sama dengannya!" ucap Wei Qionglin berlebihan.


"Apa maksud Anda dengan tiba-tiba menjadi Pengawal Yang Mulia? Bukankah biasanya para Pengawal harus memiliki pelatihan di kerajaan terlebih dahulu?" tanya Yi Hua kali ini. Ia jelas pernah mendengar tentang ini dari Xiao.


Namun selebihnya tak ada yang tahu banyak tentang An.


Wei Qionglin berseru dengan semangat. "Seingatku dia adalah wajah baru di kerajaan. Dia ada begitu saja dalam jajaran pekerja istana, dan selalu bekerja tanpa banyak bicara. Tak ada yang mengenalnya begitu dekat."


Apa Raja Li Shen tidak mencurigai seseorang yang baru, tetapi masuk ke kerajaan? Ini tak seperti Kerajaan Li kekurangan orang yang berbakat, sehingga memperkerjakan orang asing. Apalagi menjaga Yang Mulia Raja.


Melihat wajah Yi Hua yang berpikir, Wei Qionglin melanjutkan ucapannya, "Baik jangan bicarakan tentang kekasihmu di sini. Jika kau tak tahu banyak tentangnya, bagaimana aku bisa tahu."


Kekasih kepalamu!


Namun itu membuat rumor baru di Kerajaan Li. Pasalnya ialah karena kedekatan An dengan seseorang. Itu adalah aneh karena An tak pernah ingin dekat dengan seseorang. Sehingga orang-orang mulai menduga banyak hal tentang mereka berdua.


Apalagi dengan fakta bahwa Yi Hua pernah menyukai Raja Li Shen.


^^^*Ingatlah kalo Yi Hua itu disebut penyuka sesama jenis karena Yi Hua asli itu sebenarnya mencintai Raja Li Shen. Padahal nyatanya dia itu cuma cowok jadi-jadian.^^^

__ADS_1


Mereka mulai mengatakan jika Yi Hua mengubah targetnya pada An. Yang notabenenya bisa digapai, ketimbang mengkhayal untuk menjadi Selir pria bagi Raja Li Shen.


"Yang lebih penting adalah aku ingin membunuh Shen Qibo," ucap Wei Qionglin dengan wajah yang tiba-tiba berubah.


Jika sebelumya pria ini terlihat tidak begitu serius dan konyol, tetapi sekarang tatapan Wei Qionglin menjadi tajam. Jelas Yi Hua tahu jika Wei Qionglin tak main-main dengan ucapannya sendiri. Walau Yi Hua masih tak bisa memikirkan apa fungsinya ia dibawa ke tempat ini.


Dia bahkan tak bisa membantu Wei Qionglin untuk bertarung.


"Apa kau pernah mendengar keberhasilanku? Aku terkenal tak pernah gagal dalam misi," tegas Wei Qionglin.


Hal itu membuat Yi Hua menjadi sebal. Jika pria ini ingin menyombongkan tentang keberhasilannya, maka Yi Hua akan menyombongkan tentang kesialannya. Hanya itu kelebihan yang dimiliki Yi Hua selama ini.


Ia memiliki tingkat kesialan yang lebih tinggi dibanding orang lain.


TEP!


Lagi-lagi pembicaraan mereka terganggu dengan pelayan yang meletakkan mangkuk mie di hadapan mereka. Ketika pelayan itu berlagak lupa mengambil sumpit, Yi Hua langsung menunjukkan sumpit yang memang sudah siap sedia di tangan Yi Hua. Ia jelas-jelas tahu jika pelayan ini hanya ingin mendekati Jenderal Wei. Itu sangat menyebalkan karena Yi Hua dipaksa terlibat pada semua ini.


Wei Qionglin memasang senyum, "Apakah Yi Hua cemburu padaku?" tanya Wei Qionglin sambil menatap wajah cemberut Yi Hua.


Apakah ada yang pernah mengatakan jika Peramal Yi Hua ini memiliki wajah yang sangat menarik?


Yi Hua tak begitu menarik secara wajah. Itu seperti kau bisa lupa tentang wajah Yi Hua jika kau tak melihatnya selama berhari-hari. Namun ada hal yang menarik perhatian di wajahnya, yaitu titik hitam di bawah mata kanannya. Belum lagi dengan mata Yi Hua yang terlihat agak sombong dan dingin.


Itu membuat seseorang merasa tertantang untuk adu mulut dengan Yi Hua. Baru kali ini Wei Qionglin sangat senang melihat orang lain marah-marah.


Yi Hua menangkap mie di mangkuk dengan satu suapan besar. Sejatinya Yi Hua tak perduli pada ucapan Wei Qionglin. Ia sudah sangat tahu jika Wei Qionglin sangat gemar merayu. Sehingga Yi Hua tak menyadari jika Wei Qionglin cukup kecewa dengan sikap dingin Yi Hua.


"Inti dari segalanya ialah keberhasilan sempurna itu tak ada, Yi Hua," lanjut Wei Qionglin yang masih memperhatikan Yi Hua makan.


Yi Hua mengangguk, "Kesempurnaan hanya milik yang di atas," jawab Yi Hua menanggapi. Entah sebenarnya Yi Hua memperhatikan Wei Qionglin atau tidak.


"Kegagalanku adalah saat aku hanya bisa menyaksikan orang-orang di Lembah Debu tewas. Kerajaan tak bisa melakukan apa-apa," jelas Wei Qionglin hampa.


Yi Hua memperhatikan Wei Qionglin singkat.


Aku tak menyangka jika Wei Qionglin ini cukup tua. Dia bahkan sudah menjadi dewasa di saat kejadian itu. Padahal Yi Hua asli saja mungkin masih sangat kecil.


Itu adalah bagian dari sejarah yang hanya diceritakan dari mulut ke mulut. Tak ada yang tahu kejadian sebenarnya. Yah, mungkin hanya Yue Yan yang melihat kejadian itu. Hal itu yang membuat sosok itu membenci teman pertamanya itu. Mungkin juga teman terakhirnya.


Namun sejatinya kejadian itu hanya di ketahui setelah semua orang-orang sekitar melihat betapa 'kosong'nya kota yang sekarang menjadi Lembah Debu. Sehingga kejadian itu adalah sesuatu yang terjadi di belakang mata publik. Kerajaan mungkin sangat terlambat saat itu.


Yah, hanya segelintir orang yang tahu tentang Yue Yan. Satu-satunya saksi dari kekejaman Shen Qibo.


"Saat kami datang, semua orang sudah tak bernyawa lagi. Mungkin seharusnya kami datang lebih cepat," ujar Wei Qionglin sambil menarik mangkuk miliknya sebelum Yi Hua memangsanya.


Wei Qionglin melanjutkan lagi, "Dan, aku tak ingin terlambat lagi kali ini."


Itu semua karena Shen Qibo kembali membunuh lagi. Siapa yang akan tahu siapa lagi yang akan menjadi korbannya.


Xiao segera menyahut di telinga Yi Hua. "Kau berusaha menghindar dari masalah ini, tetapi kau akhirnya sampai ke masalah ini lagi, HuaHua. Hanya saja ... Terkadang terlalu tahu banyak itu tak baik."


Jujur saja ... Sejak Yi Hua tahu tentang Shen Qibo sebagai salah satu anggota Tentara Malam, dia tahu ini berkaitan dengan Kerajaan Li. Mengungkap anggota Tentara Malam yang menjalankan semua perintah kerajaan mungkin bisa mengungkapkan rahasia kerajaan.


Ia hanya ingin hidup sebagai rakyat jelata yang bahagia. Bukannya penyelidik seperti ini!


***


Selamat membaca 😉


Jangan lupa untuk meletakkan jempol pada tempatnya. Berikan kritik dan saran agar cerita ini semakin baik untuk ke depannya. Sertakan dukungan agar author tambah semangat lagi.

__ADS_1


Mari bertemu di chapter selanjutnya.


Adios~


__ADS_2