
bab 10
.
.
.
Sementara Zakia yang nampak begitu kesal terus berusaha menghubungi nomer sang adik.
" Dasar anak itu.. beraninya dia tidak datang lagi.." Zakia nampak.sudah mulai emosi.
" kak, acara sudah mau dimulai.." panggil Draka.
" apa tidak.bisa ditunda dulu ??!! Anak nakal itu belum datang.."balas Zakia.
" sudahlah kak. mungkin kak Naren memang tidak datang. dia orang sibuk..jangan menambah sedih mama lagi.." ucap Dirya.
Zakia membuang nafasnya dengan kasar. "dia memang menguji kesabaranku.. lihat saja besok, aku akan datang kesana dan menyeretnya !!!"
" sudahlah ayo.. kasihan mama.." ajak Draka.
" mama.." panggil Alvi.
" kenapa Al ??" tanya Zakia.
" mama kemana saja ?? papa tadi nyariin. acara sudah mau dimulai ayo.." ajak Alvi.
" Iya.. mama juga mau kesana. mana pacar mu ??" tanya Zakia.
Dirya dan draka geleng-geleng kepala saat mendengar Zakia bertanya hal aneh pada putranya.
__ADS_1
" mama bertanya apa ??!! sudahlah ayo.." Alvi menarik lengan Zakia agar masuk kedalam.
" Kau sudah coba hubungi kak Naren lagi ??" tanya Draka pada kembarannya.
" tetap tidak diangkat." balas Dirya.
"ya sudah ayo.." Draka berjalan beriringan bersama kembarannya.
.
.
Mc memulai acara dengan begitu meriah. bahkan Draka dan Dirya mengundang artis ibukota untuk meramaikan acara ulangtahun mama mereka.
hingga saat acara puncak tiba yakni tiup lilin serta pemotongan kue diiringi doa sudah dipersilahkan.
semua berkumpul disisi Nada dan Revandra. Nada terus menatap Revandra seolah mengatakan sesuatu. Revandra mendekap istrinya. "dia tidak datang.. ayo kita mulai saja." bisik Revandra.
Nada menerbitkan senyum lalu berdiri dari duduknya dengan digandeng Revandra. mc kemudian menyerahkan mic pada Nada agar memberikan sepatah kata.
" Terima kasih untuk yang sudah hadir malam ini.. saya sangat malu sebenarnya, usia saya sudah sangat tua, Tapi masih selalu dirayakan setiap ulangtahun. Semua Karna anak-anakku yang begitu menyayangiku dan juga suamiku yang selalu setia disisiku..terima kasih anak mama semuanya.." Nada menatap Draka, Dirya dan Zakia yang berjajar dihadapannya.
Nada membuka tangannya dan dengan begitu Draka, Dirya dan Zakia langsung berhambur memeluk sang mama.
Suasana menjadi nampak sangat haru. bahkan Samantha ikut menitikkan air mata.
" Mama.. selamat ulangtahun.." suara yang amat dirindukan Nada terdengar begitu nyata.
semua mata terpusat pada Narendra yang baru masuk dengan menggandeng seorang gadis muda nan cantik dan Joy yang selalu setia dibelakangnya.
" Narendra.." Nada seakan tak percaya dengan apa yang dilihat.
__ADS_1
Narendra berjalan mendekati sang mama.
" akhirnya kakak datang.." ucap Draka penuh bahagia.
Tepat dihadapan Nada, Narendra berhenti dengan senyum diwajahnya. Ia kemudian menyerahkan kotak hitam berpita putih kepada sang mama.
" maaf ma, Naren terlambat.. selamat ulangtahun ma..semoga kau selalu panjang umur dan sehat.." ucap Narendra.
Nada menerima kotak itu dengan wajah berbinar, Nada kemudian mengusap pipi Narendra yang sudah cukup lama tak bisa ia gapai.
" kau..datang sayang.." ujar Nada dengan suara bergetar.
Narendra mengangguk dan tak lupa senyum ia terbitkan.
Nada langsung memeluk sang putra. kerinduan yang memuncak begitu terobati seketika itu juga.
Draka dan Dirya ikut andil memeluk kakak serta Mama mereka.
" kau melupakan papa anak nakal ??" tanya Revandra.
Pelukan segera terlepas. Narendra menatap sang papa yang selalu bertentangan dalam segi apapun dengannya.
Narendra berjalan mendekati sang papa. " tentu saja aku tidak lupa. kau kan pria yang berhasil membuat mama mengandungku.." canda Narendra.
" dasar anak nakal !!" Revandra merengkuh bahu Narendra dan memeluknya dengan erat
Herra begitu ikut terbawa suasana disana. kehangatan didalam.keluarga bos kakaknya begitu membuat Herra terhenyuh dan begitu merindukan kehangatan sebuah keluarga.
.
.
__ADS_1
.