You Are Only Mine

You Are Only Mine
Tak tega melihatnya


__ADS_3

bab 72


.


.


.


Pintu lift terbuka lagi, Dan Herra masih memegangi dada dengan terduduk lemah didepan lift.


Joy yang keluar dari lift langsung berlari menolong Herra yang tubuhnya lemah tak berdaya.


" kau kenapa Her ??" tanya Joy dengan mimik wajah kawatir seraya membantu Herra berdiri.


Herra tak menjawab, ia hanya menatap nanar sang kakak dengan nafas tersengal-sengal.


.


.


.


Joy menyodorkan segelas air putih untuk Herra yang sudah ia bawa duduk diruangannya.


" minumlah dulu agar kau tenang.." ujar Joy.


Gemeteran Herra menerima gelas itu.


pyarr !!


namun saat hendak didekat mulutnya gelas itu terjatuh begitu saja.


" Herra.. kau kenapa ??" tanya Joy mendekati zherra.


Herra menatap sang kakak kembali dengan mata tergenang air mata.


" kakak.." ucap Herra dengan suara bergetar. lalu kemudian memeluk joy dan menumpahkan tangisannya disana. joy dengan setia mengusap punggung adiknya.

__ADS_1


" menangislah dulu agar sesakmu bisa hilang.. menangislah adikku.." kata joy dengan lembut. namun senyum tipis nampak diwajah joy.


hiks.. hiks.. hiks..!!


isakan dan isakan terus terdengar disana. bahkan Herra menumpahkan air mata kesedihannya terus dan terus.


" kak Naren jahat kak..dia jahat sekali...hiks..hiks..hiks..." celoteh Herra dalam tangisannya.


" kenapa dia jahat sekali.." Herra membuka pelukannya. "apa kakak tidak tau kak Naren membawa wanita kekantor ?? kenapa kakak santai saja ??!! Herra disakiti kak !!!?" protes Herra dengan pipi yang berderai air mata.


" Herra.. bukannya kau sudah setuju dengan pernikahan ini ?? bahkan kau menikah dengan tuan Naren hanya untuk menolongnya dari tuntutan kedua orang tuanya tuan Naren kan ?? kalian tidak saling mencintai !!? apa salah jika.tuan Naren mencari wanita yang bisa mencintainya ??!" terang Joy.


" tapi kak aku istri sahnya !!! sah dimata hukum dan agama !!? kenapa harus mencari wanita lain ??!!!" balas Herra tak terima.


" istri sah tidak menjamin apa-apa herra, Kau bahkan tidak menyukai tuan Naren kan ??!!" kembali joy menyadarkan sang adik.


" lalu kenapa kemarin tuan Narenmu itu menyatakan perasaannya padaku ??!! apa dia hanya menggombal saja ??!! apa dia mengira aku ini hanya mainan ??!!" tuduh Herra dengan deraian air mata.


" Herra sadarlah !! bahkan kau saja tidak mempunyai rasa apapun pada tuan Naren kan ???!" joy sedikit meninggikan suaranya.


" aku sudah menyukai dan mencintai Kak Naren kak joy.. aku masih malu mengatakan jika mencintainya ?!! apa dia tidak sabar menungguku ??!!" Racau Herra dengan tangis terus terdengar. bahkan herra menutup wajahnya dengan kedua tangan.


sungguh sesak terasa membayangkan Narendra memeluk wanita lain didepannya.


Sedangkan yang berada diambang pintu dan tengah menempelkan telinga didaun pintu itu merasa cukup bahagia saat mendengar pengakuan Herra yang menangis pilu didalam sana.


tak tahan mendengar tangisan Herra Narendra hendak masuk.


" hey !! joy bilang nanti Naren !!"cegah Yuna


" aku tidak bisa melihat istriku menangis begitu Yun !!?" protes Narendra.


" kan kau sendiri yang membuatnya menangis !!?" balas Yuna


" diamlah !!! aku bisa gila.jika harus menunggu terus ?!!" gerutu Narendra.


" dasar bucin !!" ejek Yuna.

__ADS_1


Narendra yang sudah tidak tahan segera masuk. ia tidak bisa melanjutkan drama konyol buatan joy hanya demi mengetahui Perasaan Herra pada Narendra.


"Herra sayang.." panggil Narendra.


Herra membuka tangan yang menutupi wajahnya.


Senyum sumringah nampak diwajah Narendra. kabahagiaan yang begitu terasa mengetahui Herra juga telah menyukai dan mencintainya.


Namun berbeda dengan Herra yang langsung membuang wajahnya, masih terasa sakit saat terbayang pria yang menempati hatinya memeluk wanita lain dihadapannya.


Narendra berjalan mendekati Herra dan joy yang duduk disofa panjang diruangan Joy.


" sayang.. kau benar menyukaiku ?? aku tidak salah dengarkan ??!" Narendra memperjelas.


" kenapa kakak tanyakan itu ?? bukannya kakak sudah mempunyai wanita lain ??!! habiskan saja waktumu dengannya ??!!" balas Herra dengan ketus dan kesal.


Joy menyeringai, melihat eksrepsi Herra saat ada Narendra disana.


" sayang.. dengarkan dulu.. semua yang kau lihat tadi itu tidak benar.. aku dan wanita itu tidak ada hubungan apapun.." Narendra terduduk dihadapan Herra seraya berjongkok disana.


" pergilah !! aku tau posisiku kok !!" Herra menepis tangan Narendra yang hendak meraih jemarinya.


Narendra kebingungan, Nampak sekali Herra marah padanya. Narendra melirik Joy dengan tajam.


" hey kakak ipar !! bantu aku !! ini kan ide gilamu !!!" protes Narendra pada joy.


Joy terperajak saat Narendra mengatakan Semua itu.


" apa maksudnya ini ??" tanya Herra saat mendengar pernyataan Suaminya. Herra menatap kedua pria dihadapannya dengan bergantian seolah meminta penjelasan.


sedangkan yang ditatap mulai ketakutan saat pandangan Herra begitu mengintimidasi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2