
bab 147
.
.
.
Malam kembali datang, Narendra yang setia disisi Herra kembali Mendapati Herra yang sudah terlelap, Narendra tak henti-hentinya menghujani wajah Herra dengan ciuman penuh cintanya.
nampak pintu terbuka dengan memperlihatkan Zakia yang masih menggunakan setelan kedokterannya.
" kakak.. kau belum pulang." ucap Narendra.
" kemarilah Naren. kakak mau bicara." ajak Zakia untuk duduk disofa panjang didalam ruangan itu
Meski merasa enggan, namun Narendra tak mungkin menolak. ia sangat yakin ada sesuatu yang hendak disampaikan. akan mengganggu jika mereka berbicara tepat dihadapan Herra yang terlelap.
Perlahan Narendra mendudukkan bokongnya dan menatap nanar sang kakak. Meski merasa tak tega, namun Zakia tetap akan menunjukkan hasil USG yang ia lupakan.
Sebuah foto gambar USG diletakkan Zakia diatas meja. Narendra yang memang sama sekali tidak tau benda apa yang ada dihadapannya hanya kembali menatap sang kakak seolah meminta penjelasan.
" ini namanya gambar USG Naren. gambar calon anakmu.. maafkan kakak, kakak lupa jika telah melakukan USG dan tidak memberitaumu," Zakia mulai memjelaskan.
__ADS_1
mendengar hal itu. sontak Narendra langsung mengambil foto USG yang ada dihadapannya, seakan tangannya terasa dingin saat bersentuhan dengan foto USG itu.
Meski tidak tau gambar apa yang ada dihadapannya namun mendengar jika itu adalah gambar calon anaknya, Rasa haru mulai merasuk kedalam jiwa Narendra.
" kak.. bisa kau jelaskan apa ini ?? aku tidak tau gambar ini maksudnya apa." kata Narendra suaranya terdengar bergetar.
Zakia berpindah duduk disisi Narendra. " ini gambar janin yang ada diperut Herra."Zakia mulai menerangkan seraya menunjuk.
" benarkah ?? lalu kenapa yang seperti telur ini ada dua ??" Narendra bertanya kembali.
" kau beruntung Naren..kemungkinan anak kalian kembar."jawab zakia.
Sungguh sama sekali tak disangka oleh Narendra. bahkan ia tak pernah berfikir memiliki anak kembar seperti kedua orangtuanya.
"lalu ?? apa jenis kelaminnya ??"
" Naren.. usia kandungan Herra masih memasuki 9 minggu. belum bisa melihat jenis kelamin." Zakia terus menjelaskan.
" Herra akan senang kak kalau tau dia mengandung baby kembar."tutur Narendra yang kembali menatap gambar USG itu.
" tapi Naren.. jika memang kondisi Herra tidak memungkinkan, kita terpaksa harus mengangkat janin itu. Kandungan Herra yang cukup lemah sangat beresiko tinggi jika dilanjutkan, apalagi Janin kalian kembar."terang Zakia.
Senyum diwajah Narendra luntur seketika. rasa bahagia yang baru saja ia dapatkan harus kembali terkubur dengan kenyataan keadaan istrinya.
__ADS_1
" Herra tidak akan mau kak.."
"apa kau sudah coba bicara padanya ??"
" bahkan sebelum aku bicara dia sudah katakan akan melakukan apapun bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kehamilannya ini.."terang Narendra penuh frustasi.
Zakia membuang nafasnya dengan kasar. tidak mungkin Zakia menyalahkan Herra. karna tentu saja, tidak ada ibu yang akan rela janin yang dikandung diangkat, meski harus bertaruh nyawa, pasti akan dipertahankan.
" kakak akan meminta rekan kakak yang berada diAustralia agar mengirimkan sebuah alat canggih guna membantu Herra mempertahankan kandungannya."usul Zakia.
" alat ?? apa itu ??" tanya Narendra.
" akan kakak coba dulu. kakak juga memerlukan izin, dijelaskanpun kau tidak akan tau. ya sudah. kakak keluar dulu ya ??" Zakia pun segera bangkit dari duduknya.
Narendra hanya mampu pasrah. otaknya seolah berhenti tak bisa berfikir lagi, kejeniusan yang ia miliki seakan lumpuh seketika saat berada diantara dua pilihan seperti ini.
Dirajang, Mata Herra yang terpejam mengalir air mata dengan sendirinya. iya, Herra bisa mendengar semua percakapan suami dan kakak iparnya.
"apapun yang terjadi mommy akan mempertahankan kalian sayang..mommy mohon, berjuanglah bersama mommy.." ujar Herra dalam.hati.
.
.
__ADS_1
.