
bab166
.
.
.
" kalau kau masih katakan tidak tau, aku akan membunuhmu ?!!!" teriak Dirya yang kembali memukul Torik.
" sumpah..akkhh !!! ak..aku..tidak tau !!!" Balas Torik terbata karna terus dihajar habis-habisan oleh Dirya.
Dengan sisa kekuatannya Dirya mendorong tubuh Torik hingga terjerambah menghantam Meja dan kursi.
" lepaskan Qiara jika kau tidak mau mati ditanganku !!" ancam Dirya dengan nafas memburu.
Torik dibantu berdiri beberapa anak buahnya. "kau gila ya !! dia istriku aku berhak atas dia !! meski aku membawanya, itu tidak melanggar hukum kan ??!" protes Torik.
Tangan dirya terkepal kembali. "suami macam apa yang seperti ini pekerjaannya !!! aku tidak akan melepaskan Qiara !! dan jika kau tidak segera menceraikan dia, aku tidak akan segan membunuhmu !!!"
" lakukan apapun semaumu, malah aku yang akan melaporkan kau karna menyembunyikan istriku !!" balas Torik yang masih belum.jera meski ia kini sudah babak belur.
Dirya tak mengindahkan perkataan Torik. ia melenggang pergi dari bar itu.
Torik menatap Dirya penuh kebencian..baru malam ini anggotanya kalah melawan satu orang saja.
" kemana Qiara ?? pria itu sampai marah seperti itu !!?" gumam Torik sendiri.
.
.
__ADS_1
.
" benarkah ?? wah, kembaranku hebat juga ya ??" puji Draka saat mendapat laporan dari anak buah papanya yang ia tugaskan mengikuti dan mengawasi Dirya.
" tentu saja !! akan rugi bagiku yang melatih kalian !!" balas Yohan dengan melipat kedua tangannya.
" kau benar paman !! Dirya benar-benar menyukai Suster itu."balas Dirya.
" tapi Suster itu sudah punya suami. kenapa adikku menyukai wanita bersuami sih !!" gerutu Narendra yang juga berada disana.
" kak. suster Qiara itu cantik, ramah, dan sopan sekali..siapa yang tidak menyukai dia jika sering bersama.." timpal Draka.
" ingatlah tuan. anda sudah memiliki calon loh !!" ingat Yohan.
" aku ingat paman.. aku hanya mengatakan yang dijalani kembaranku saja !!" balas Draka membela diri.
" kenapa.dia tidak bangun-bangun paman ??" tanya Narendra seraya menatap suster Qiara yang terbaring diranjang.
" paman bilang sampai sapu tangannya basah. ya aku siram saja. paman tau, aku tadi hampir pingsan saat menghirup sedikit.."terang Draka.
" ya ampun Tuan muda.. pantas saja.nona.Qiara tidak bangun-bangun.. anda terlalu banyak memberi obatnya !!" Yohan menepuk jidatnya dengan menggeleng kepala.
" benarkah ?? lalu bahaya tidak ??!!" Draka terkejut sekali..
"bahaya sih tidak. tapi dia akan lama tidurnya. dan saat dia bangun akan sedikit lemas." tutur Yohan.
" kau bagaimana sih !!?" Narendra berkomentar.
" kakak jangan menyalahkanku, kakak saja tidak mau malah memilih menyetir, seharusnya kan ini pekerjaan kakak tertua.."Draka membela diri.
" hentikan perdebatan kalian. memalukan sekali.."ucap papa Revandra yang baru masuk dengan beberapa gambar dan meletakkan diatas meja diantara mereka.
__ADS_1
" ini suami Qiara. namanya Torik. dia putra dari Baron dan selingkuhannya. baron adalah ketua anggota mafia Yang termasuk musuh papa sejak lama. dan kini Toriklah yang memimpin keanggotaan mereka setelah anggota lama papa hancurkan." terang papa Revandra.
" mafia lagi ?? ya ampun.. berapa banyak mafia sih dijaman dulu.." gerutu Draka..yang memang saja dulu tidak menyukai perkelahian.
" Jika anda hidup dijaman muda kami, anda tidak akan hidup tuan.." bisik Yohan pada draka.
" yohan !!!" tegur Papa Revandra yang sangat tau apa yang dibisikkan asistennya itu.
" lalu kita akan bagaimana pa ?? otomatis Dirya dalam bahaya apa lagi dia tadi menghajar Torik sampai seperti itu ??" tanya Narendra.
" torik terang-terangan tidak mau menceraikan Qiara. jika dia mencelakai adikmu, kita akan menyerang markas mereka. dan memaksa dengan cara kasar." balas papa Revandra.
Narendra mengangguk mengerti. dan diikuti yang lain.
" ya sudah. kita kembali saja kerumah sakit. aku kasihan pada Herra jika kutinggal lama-lama." ucap Narendra seraya bangkit dari duduknya.
" baiklah kita kembali bersama." tambah papa Revandra.
" lalu nona Qiara bagaimana ??" tanyq Yohan.
" biarkan dia disini..aku rasa rumahmu tempat aman dan jauh dari jangkauan Torik." balas Papa Revandra.
" baiklah.. akhirnya aku bertambah anak juga.." ucap Yohan.
" iya. supaya Amara memiliki teman. sampai masalah dengan suami Qiara selesai."tutur papa Revandra.
Mereka semua segera keluar dari rumah Yohan dan segera pergi dari situ.
.
.
__ADS_1
.