You Are Only Mine

You Are Only Mine
Malam ini kita menginap disini


__ADS_3

bab 160


.


.


.


Kini semua tengah berkumpul didalam ruangan Herra.


Kennan juga telah memperkenalkan diri. sebab Herra memang belum tau siapa itu kennan.


" bagaimana keadaanmu nak ??" tanya Kennan.


" sedikit lebih baik paman..terima kasih, paman sudah datang jauh-jauh kemari.." balas Herra.


" kau juga menantuku..berhenti mengatakan terima kasih." timpal Kennan.


Senyum bahagia nampak sekali diwajah orang tua itu, dan tak terkecuali dari Narendra juga.


bahkan sejak Herra bangun dan meminta makan bubur, lalu memakannya dengan lahap benar-benar membuat Narendra sangatlah bersyukur dengan keajaiban dari Tuhan itu.


wajah Herra masih sedikit pucat,namun ia sudah bisa bersandar cukup lama meski hanya ditempat tidur.


" malam ini kita menginap disini, menemani Herra dan Narendra ?? iya kan pa ??" ucap mama Nada yang tak lepas dari sisi Herra.

__ADS_1


" ma... ini rumah sakit bukan hotel, disini tempat banyak orang sakit, tidak baik untuk kesehatan mama.." balas Narendra.


" jadi kau tidak mau mama temani ?? mama kan mau bersama menantu mama.." timpal mama Nada.


" bukan begitu, maksudku kesehatan mama nanti..-"


" mama sudah bicara dengan kedua adikmu, dan mereka setuju saja. tidak ada yang menolak. !! apa kau keberatan mama ikut menginap disini ??? lihatlah, ruanganmu seluas ini Narendra..!!" omel mama Nada.


Papa revandra hanya menutupi seringainya. jangankan putranya, dirinya saja sudah diomeli habis-habiskan sejak tadi saat mama Nada memiliki ide konyol seperti itu.


" sudahlah Naren.. kau akan kalah melawan mamamu.." Kennan menengahi.


Narendra akhirnya terdiam. inilah yang selalu terjadi jika ia berdebat dengan sang mama.


" mama.. maaf sudah merepotkan. jika aku sudah lebih baik lagi, aku akan pulang supaya kita bisa berkumpul dirumah saja, tidak disini.." ucap Herra.


Herra mengangguk penuh semangat. jujur saja, Herra sudah bisa merasakan perubahan pada dirinya, Meski rasa lemas masih ada, namun sudah tidak terlalu menyiksa seperti sebelumnya. bahkan tadi ia makan bubur saja sudah tidak muntah lagi.


" paman, dokter tadi hebat sekali ya ?? Dia mendapat obat seperti itu dari mana ??" tanya Narendra pada Kennan.


" paman kan dulu sudah menyuruhmu sekolah kedokteran disana, kalau saja kau menurut, kau pasti akan tau. Disana semua ahli kedokteran dan para nakes terus mengembangkan obat herbal dan kimia mereka. wajar saja penemuan selalu ada." terang Kennan.


" aku tidak suka menjadi dokter. kan paman tau !!" balas Narendra


" setidaknya kau sudah menjadi pengusaha. paman bangga padamu.." puji Kennan seraya menepuk pundak Narendra.

__ADS_1


" tapi usahaku sedang koleb paman, hanya tinggal perusahaanku saja." ujar Narendra yang teringat pabrik telah terbakar


" itulah bisnis anakku..orang yang suka dan tidak, akan banyak yang tidak menyukai kita. naik turunnya bisnis paman juga pernah mengalaminya, asal kau yakin paman menjamin usahamu akan segera berkembang lagi.." nasehat Kennan.


Papa Revandra menjadi pendnegar setia tanpa berkomentar, nasehat Kennan sangatlah bijak baginya.


" kau tau Naren, dulu paman dan alm.bibi Alika membangun bisnis dari nol bersama, Suka duka, bahkan ditipu, hingga paman bisa mendirikan sebuah perusahaan raksasa diAmerika, semua pengusa bisa paman ajak kerja sama, cabang perusahaan paman juga sudah sampai DiIndonesia, yang termasuk dikelola paman Darren itu." terang Kennan.


Narendra pun setia mendengar cerita sang paman.


" kau tau, hanya satu pengusaha yang tidak mau bekerja sama dengan paman, bahkan karna keangkuhannya, paman ingin sekali menumbangkan usahanya, tapi paman selalu gagal."


" siapa pengusaha itu kak ??" tanya Narendra.


Kennan menyeringai seraya menatap papa Revandra,sementara papa Revandra tak begitu mendengarkan.


" pria tua yang berstatus papamu itu pengusaha kuat yang tidak bisa paman tumbangkan." ucap Kennnan seraya tersenyum.


Narendra menatap sang papa dan hanya dibalas dengan senyum tipis saja.


" belajarlah dari dia. bahkan papamu bisa menjadi pemimpin dari dua perkumpulan sekaligus, hingga menjadikan perkumpulannya kuat hingga sekarang, " tanpa sadar Kennnan memang sangat mengagumi kekuatan papa Revandra yang tak pernah luntur meski sudah bertahun-tahun bahkan diusia mereka yang sudah tidak muda lagi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2