You Are Only Mine

You Are Only Mine
Hanya mau kabar baik


__ADS_3

bab 177


.


.


.


" mama hanya mau kabar baik saat kalian semua pulang," ucap mama Nada saat Kedua putranya berada dihadapannya.


" pasti ma.." balas Dirya seraya memeluk sang mama.


Narendra mencium kening Herra dengan sepenuh hati.


" jangan terluka lagi..aku sudah menurut dan sudah sehat sekarang, masa kau tidak memikirkanku ??!" protes Herra.


" tenang saja. aku tidak berencana mati muda kok."balas Narendra dengan candaannya.


" kata-katamu dejavu bagiku anak nakal..!!" tegur papa Revandra.


Papa Revandra pun mendekati mama Nada dan menatap wajah wanita yang begitu sangat dicintainya, meski garis-garis halus sudah mulai terlihat disudut-sudut mata mama Nada, namun bagi papa Revandra, mama Nada tetaplah yang tercantik dan akan seperti itu.


" aku mohon ini yang terakhir.." ujar mama Nada lirih.


" aku akan berusaha."balas Papa Revandra.


" aku tidak mau kau terluka lagi.." kata Mama Nada lagi.


" meskipun terluka aku tidak akan mati sayang.." goda papa Revandra.


Mama Nada hanya tersenyum tipis dengan godaan suaminya.


" apa kalian melupakan aku ??!!" Kennan melipat kedua tangannya seraya bersandar dipilar.


" paman kau denganku saja.." Dirya merangkul pundak sang paman.

__ADS_1


Kennan mendegus kesal, hingga menimbulkan tawa dari semuanya.


" aku juga mau ikut !!!" suara Zakia terdengar dari arah pintu masuk.


semua nampak mengarahkan pandangan kepintu.


" Zakia !!" Papa Revandra menautkan alisnya.


"kalian jahat sekali melupakan kami !!!" ucap Mayra. yang ternyata juga sudah disana bersama Darren.


Kennan tersenyum penuh kelegaan. inilah keluarganya. selalu bersama-sama dalam segala hal.


" kak, kau tidak berkunjung kerumah kami ??!!' tegur Darren pada Kennan.


" nanti saat masalah disini selesai." balas Kennan.


" Zakia. kau tidak boleh ikut." ucap Papa Revandra dengan tegas.


" papa. !! aku mau membantu juga !!" protes Zakia.


" jangan salah sayang, kak zakia yang melatihku saat aku kecil."bisik Narendra.


" benarkah ??" Herra keheranan.


Narendra pun mengangguk dengam pasti.


" zakia.. kau sudah ibu-ibu..jangan aneh-aneh.. kalau terjadi apa-apa denganmu bagaimana ??!" tambah mama Nada.


" bibi may saja masih boleh. kenapa aku tidak ??!!!" kembali Zakia protes.


"bibi may juga tidak boleh ikut !!" balas Papa Revandra.


"kak kau bicara apa ??!!" mayra protes.


" darren juga akan setuju dengan keputusanku. pokoknya, tidak ada wanita dalam penyerangan ini !!" tegas papa Revandra.

__ADS_1


Tidak ada yang berani melawan jika papa Revandra sudah mengambil keputusan.


Zakia menghetak-hentakkan kakinya dilantai guna meluapkan kekesalannya. begitupun dengan mayra, yang memilih langsung berlari menuju halaman belakang.


" sayang !!! anak kita akan pulang minggu depan.!!" teriak Darren pada mayra.


"jadi kita akan bergerak kapan ??" tanya Darren pada Revandra.


" nanti saat mereka juga bergerak."balas Papa Revandra.


" apa mereka akan menyerang balik pa ??" tanya Dirya.


" mereka juga hendak menyerang kita jadi kita ikuti permainan mereka."jawab Papa Revandra.


" pinjamkan aku senjatamu adik ipar.." ucap Darren yang melenggang menuju ruangan senjata Pribadi Revandra.


" Jangan sembarangan darren !!! semua itu senjata langkaku !!" protes Papa Revandra.


" benarkah ?? Darren tunggu aku, aku juga mau !!!?" Kennan berlari mengikuti darren.


" aku akan membunuh kalian jika berani membuka lemariku !!!" Ancam papa Revandra.


" jika kau berani lakukan saja !!??" ejek kennan.


" paman aku juga mau !!" Narendra pun ikut.


" memang senjata papa canggih-canggih ya ??" tanya Dirya.


" ikutlah sana jika kau mau membuat papa bangkrut !!" Papa Revandra meninggalkan Dirya yang kebingungan. sebab Jika Narendra sudah tau betul semua senjata papa Revandra. sementara Dirya dan Draka memang tak.begitu tau semua isi gudang senjata papa Revandra.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2