
bab 128
.
.
.
Romi dan Yohan buru-buru membawa keluar Narendra dan juga Joy yang sedang dalam kondisi tak berdaya.
Sementara Papa Revandra dikeroyok banyak pria kekar dan beberapa anak buah betrand. namun Bukannya kuwalahan, papa Revandra malah semakin menikmati.
dan ketika Romi dan Yohan sudah tidak terlihat. Papa Revandra menyeringai dengan menatap tajam semua lawannya sembari mengayunkan kapak yang terlihat sangat tajam itu.
"sudah lama mainaku tidak minum darah.." gumam Papa Revandra yang berlari kearah lawan.
tak lama, masuklah beberapa pria berseragam serba hitam dengan logo burung elang dipunggung mereka membantu Revandra.
Melihat itu betrand amat terkejut. saat ia memanggil anak buahnya yang lain tidak ada yang datang lagi.
"anak buah kita semua sudah mati tuan !!" lapor salah satu tangan kanan betrand.
" what ??!! sial !!" Umpat betrand dengan kesal. ia pun berlari mencari senjata andalannya.
Dan jangan ditanya, papa ReVandra benar-benar seperti orang yang kesetanan. semua pria kekar yang menyerangnya ditebas habis menggunakan kapak, erangan kesakitan dari pria-pria kekar itu memenuhi seisi gedung rumah besar milik betrand. bahkan Betrand sendiri sampai termangu saat melihat kekejaman pria paruh baya yang rambutnya sudah mulai ditumbuhi uban.
__ADS_1
" tangan ini kan yang kau gunakan memukul anakku ??!!" Papa Revandra menarik salah satu tangan pria kekar dengan kuat.
" aaakkhhh !!!" rintih pria kekar itu.
" cih !! kalian seorang mafia ?? bahkan darah kalian saja masih merah !!" cibir Revandra.
Senyum psikopat seorang ReVandra pun muncul ia pun mengangkat kapak miliknya dengan mata bak seekor elang yang ingin memangsa.
dan segera Revandra melayangkan kapaknya tepat pada tangan pria kekar yang ia pegang.
crrookk !!!
" aaakkkhhhh !!!!" jerit pria kekar itu dengan kuatnya.
Revandra memutar tubuh dengan tangan yang membawa lengan pria kekar yang ia tebas barusan. sembari menatap Betrand yang membawa senjata api laras panjang,
Perlahan Papa Revandra berjalan mendekati betrand dengan tangan membawa lengan Anak buah betrand.
.
.
Perlahan Romi meletakkan tubuh Narendra didalam mobil agar aman.
" pa..man..papaku..papaku.. tolong papaku.." ucap Narendra terbata.
__ADS_1
" tenanglah tuan..hanya tikus kecil, tuan Revandra tidak memerlukan kami.." balas Romi.
" tapi nanti tuan gelap mata Rom, Bisa-bisa mereka dicin..-"
Yohan tak melanjutkan ucapannya saat Mendapat tatapan tajam dari Romi. tak akan baik jika mengatakan hal seperti itu disaat Narendra tengah terluka.
" apa papa sekejam itu paman ??" tanya Narendra dengan lemah.
Romi tersenyum tipis. "tidak ada orang tua yang akan diam jika putranya disakiti seperti ini tuan. biarkan papa anda melakukan tugasnya. kami akan segera masuk, saya harap tuan bisa bertahan sebentar disini." terang Romi.
Narendra hanya bisa mengangguk. tubuhnya terasa remuk redam.
Segera Romi menutup pintu mobil dan menatap tajam Yohan.
" kenapa kau menatapku seperti itu ??!!" protes Yohan
" ingatlah rambutmu sudah tumbuh uban Yo !! kenapa mulutmu tetap sama seperti dulu !! slong tidak punya Rem sama sekali !!" balas Romi seraya melangkah berjalan memasuki gedung lagi.
" hey !! aku kan bicara fakta.Tuan Revandra akan menjadi iblis jika sudah marah !!" ucap Yohan tak mau kalah.
" tapi jangan dijelaskan juga Yo !!" balas Romi kembali.
kebiasaan yang tak pernah hilang dari muda hingga kini sudah paruh baya, perdebatan yang tak berujung jika kedua asisten itu sedang bekerja bersama.
.
__ADS_1
.
.