You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kepergok mertua


__ADS_3

bab 88


.


.


.


Saat mentari sudah tak menampakkan diri, dan hari sudah menjelang malam, tepat pukul 7 malam Herra membuka matanya. ia mengeliat saat rasa dingin masuk kesetiap pori-pori lengannya yang keluar dari selimut karna tubuh polosnya yang berada dalam dekapan Narendra.


Pergulatan mereka.. benar-benar membuat tubuh Herra terasa lemah, Narendra benar tak ada lelahnya. ia menghajar Herra habis-habisan.


Herra melepas tangan Narendra yang melingkar dipinggangnya lalu segera turun. setelah menggulung selimut guna menutupi tubuhnya yang polos.


baru saja Herra hendak masuk kedalam kamar mandi, ketukan pintu yang tak kunjung berhenti membuat Herra harus segera membukanya.


Ceklek..


Herra nampak malas melihat


" ada apa bi..-"


mata Herra membulat sempurna saat mendapati Ibu mertuanya sudah ada dihadapannya beserta papa mertua.


" mama..papa.." gumam Herra seolah tak percaya.


Nada termangu saat melihat Herra yang terlilit selimut. Sementara Revandra yang tau jika menantunya dalam posisi seperti apa hanya menutupi seringainya.


" sepertinya kita mengganggu ma.." bisik Revandra pada Nada.


" apa yang kufikirkan benar pa ??" balas Nada sama dengan berbisik juga.


Revandra hanya mengedipkan salah satu matanya. Dan Nada yang reflek langsung menutup mulutnya seolah tak percaya.


dari dalam terdengar suara Narendra.


" siapa sayang..??" tanya Narendra yang baru bangun.

__ADS_1


" mama dan papa kak.." balas Herra.


Nada Hendak masuk namun buru-buru Herra mencegahnya, pakaian mereka.berdua bahkan masih berserakan dilantai akan sangat memalukan jika sang mertua melihatnya.


" ma..em..maaf, kamar kami berantakan..em..mama.bisa tunggu..sebentar ??" Herra nampak kikuk mengatakannya.


Nada mengangguk dengan pelan."baiklah sayang.. mama tunggu dibawah ya.."


Herra mengangguk mengiyakan. Nada dituntun Revandra agar segera meninggalkan kamar pengantin baru itu.


Herra menutup kembali pintu dan menguncinya. ia bersandar di balik pintu seraya membuang nafas lega.


Narendra berjalan menghampiri Herra.


" mama dan papa ?? mereka kesini ??" tanya Narendra memastikan.


" iya kak, ayo kita bereskan kamar ini.. aku benar-benar malu sekali, menyambut mereka tanpa pakaian malah memakai selimut begini !!!" Cerocos Herra dengan memejamkan mata dan memukul kepalanya pelan.


Namun Narendra malah tersenyum.misterius. " papa juga ikut melihat kau yang seperti ini kan ??"


" maksudku papa tadi ikut kesini kan ??" Narendra mengulang


" tentu saja !!! makanya aku sangat malu !!" Herra menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


" hey..hey.. kenapa malu.. mereka pasti memakluminya sayang.. kita kan memang pengantin baru.. wajar saja tidak pernah pakai baju. bahkan aku rasa mama dan papa dulu juga begini..." ujar Narendra seraya membuka tanga Herra.


pukk !!


" aww sayang !! kenapa memukulku !!" protes Narendra saat lengannya dipukul oleh Herra.


" biarkan saja, kakak memang pantas mendapatkannya. !!" Herra melenggang menuju kamar mandi.


"kakak bersihkan tempat tidur dan pakaian yang ada dilantai..awas saja jika aku keluar belum diberesin.." Tambah Herra saat langkahnya dihentikan dan kembali melanjutkannya lagi.


Narendra hanya mendegus saja dan patuh, segera ia memunguti satu persatu pakaian yang berserakan dilantai kemudian beralih pada ranjang yang spreinya sudah berantakan akibat pergulatan panas mereka.


" jika Joy tau aku membereskan kamar begini, aku yakin dia akan mengejekku habis-habisan.." gumam Narendra sembari melanjutkan tugasnya.

__ADS_1


.


.


Bunyi tapak sepatu yang menuruni tangga bisa didengar Nada dan Revandra yang sudah bersiap makan dimeja makan.


pelayan memang telah menyiapkan makan malam sejak tadi sebab kedua majikan mereka selalu melewatkan jam makan.


" akhirnya kalian turun. mama baru saja mau naik lagi.." ujar Nada yang sudah selesai mengambilkan makanan untuk suaminya.


"kenapa tidak bilang jika mau datang ??! kan Naren bisa jemput.." Balas Narendra sembari mencium tangan sang mama dan papa diikuti Herra.


" mama sengaja memberi kejutan.." timpal Nada.


Narendra memilih duduk disebelah sang papa. sementara Herra disisi Mama Nada.


" pa..kau lihat kan aku sudah mengobrak abrik sarang milikku.." bisik Narendra.


" dasar bajingan.. seenaknya bermain, kau tidak lihat jam ya ??!!" omel Revandra.


" suka-suka dong !! pengantin baru lohh !!" balas Narendra terus membanggakan dirinya.


" cih.. memalukan ingatlah usiamu anak nakal !!" kembali Revandra berbisik.


" jangan bicarakan usia pa.." Narendra lebih menempelkan bibirnya ditelinga sang papa.


" pa, ternyata benar katamu. nikmatnya luar biasa. pantas saja papa senang sekali.."


mata Revandra membulat sempurna.


" cah gemblung !!" Umpat revandra dengan kesal.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2