You Are Only Mine

You Are Only Mine
Sudah tau


__ADS_3

bab 55


.


.


.


Dirya mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi. bayang-bayang dimana ia bisa mendengar jika kembarannya tengah menjaga perasaannya begitu terus terlintas setiap kedipan mata.


yah, Awalnya dirya hendak menyusul Narendra dan Herra yang tengah berbelanja. tanpa disangka, Dirya bisa melihat kenyataan yang selama ini disembunyikan. bukan rasa iri yang dirya rasakan, melainkan rasa bersalah sebab telah membelenggu kembarannya dengan sebuah janji. jika diingat memang sangat konyol sekali, namun sudah terlanjur terucap. tak bisa dikembalikan.


terus, dirya membelah keramaian jalanan dengan terus beekendara entah akan kemana tujuannya saat ini.


.


.


Narendra serta Herra, dan dibantu hasna juga Draka telah selesai membeli kebutuhan untuk makan malam nanti.


" terima kasih ya, sudah membantu kami.." ucap Herra.


" sama-sama kak.." balas Hasna dengan senyum keramahannya.


" kalian tidak langsung pulang ??" tanya Herra lagi.


" aku harus kembali kebutik kak. draka juga akan kekantor."jawab Hasna.


" kami duluan." Narendra segera mendorong troli meninggalkan Draka dan hasna diikuti Herra yang mengekor dibelakangnya.


lambaian tangan Hasna dibalas dengan bahagia oleh Herra.


" ayo aku antar dulu.." ajak Draka.


Hasna segera mengangguk dan menggandeng lengan draka untuk kembali bekerja. mereka sudah cukup terlambat kembali.


.


.

__ADS_1


Joy sudah selesai membereskan Granda. atas perintah Narendra ia harus kembali keBali terlebih dahulu. namun sebelum itu, Joy hendak mengemasi berkas nya yang berada diapartemen. Herra juga hendak bertemu dulu dengannya disana.


Mobil joy tiba diparkiran apartemen miliknya dan senyumnya terkembang saat melihat sang adik sudah berdiri menyambutnya.


" kakak.." panggil Herra.


Joy menghampiri Herra yang disisinya berdiri sang bos.


Kebiasaan Herra yang tak pernah hilang selalu memeluk erat sang kakak.


Narendra yang melihat memutar bola matanya dengan malas. "kenapa harus joy sih kakaknya zherra.." gerutu Naredra dalam hati.


" Herra..jangan begini.. ingatlah kau sudah punya suami.."Joy melepas pelukan Herra.


" kakak akan berangkat sekarang ??" tanya Herra tanpa.mengindahkan ucapan sang kakak.


" iya. ini tinggal mengambil.berkas saja."balas Joy.


" dia sudah beres ??" tanya Narendra menyela.


" sudah tuan." jawab Joy singkat.


" bukan siapa-siapa." balas Joy.


" maaf ya kak Herra tidak bisa mengantar kakak, Mama Nada memintaku membantunya menyiapkan makan malam." ujar Herra.


" tidak masalah. lagian besok kau kan juga kesana bersama tuan Naren.." timpal Joy seraya mengusap kepala adiknya itu.


" tidak perlu begitu joy !!" ralat Narendra.


" maaf tuan saya masih terbiasa.." balas Joy dengan tawa kecilnya.


" ya sudah ayo Herra mama pasti sudah menunggu." ajak Narendra.


" ya sudah kami pergi dulu ya kak.." pamit Herra pada joy.


" iya hati-hati.." balas joy seraya menatap kepergian adiknya bersama sang bos.


melihat senyum Lebar Herra membuat hati zjoy sedikit lega. setidaknya pilihannya tidaklah salah.

__ADS_1


.


.


Diperjalanan pulang Herra fokus melihat keluar jendela. sementara Narendra sesekali melirik herra beberapa kali.


" kau begitu sayang dengan joy ya ??" ujar Narendra membuka kata.


" tentu saja. aku hanya punya kak joy disini.." balas Herra.


" bukannya sekarang kau punya aku" timpal Narendra.


Herra tertunduk malu. benar juga, tapi mereka kan masih sama-sama canggung.


dan hal itu membuat Narendra begitu terhibur, melihat herra yang terus tersipu malu.


" jangan menunduk terus. kita sudah sampai looh !!" ucap Narendra berusaha mencairkan suasana Hati herra yang malu.


Herra hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis.entah mengapa, rasanya masih begitu ambigu jika mengingat mereka sudah resmi menikah.


.


.


.


othor lagi gabut men temenπŸ™πŸ™πŸ™


mendekati lebaran malah badannya lemes nggak karuan.😭😭


ini aja udah dipaksain, jadi ngelantur nggak jelasπŸ™πŸ™


ritual like jangan lupa ya 😊😊


biar tetap semangat up meski kondisi masih kurang fit πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


.


.

__ADS_1


..


__ADS_2