
bab 217
.
.
Dirumah Dayra terus teringat ucapan Andika saat mengakui dirinya sebagai kekasih, namun dihadapan Klien. tapi kenapa rasanya lain ??
Disaat dimeja makan bersama kedua orangtuanya pun, Dayra tak terlalu memperhatikan papanya yang sedang berbicara padanya.
Mama Mayra yang melihat sang putri tak mendengarkan, menyenggol lengan Dayra.
" kau makan sambil melamun ??" tegur mama Mayra.
" eh !! mama !! makananku jatuh !!" protes Dayra
"mama tanya kau melamun ?? dengar tidak yang papamu katakan ??" Ucap mama Mayra.
" em..maaf..maaf.. aku terlalu pusing dikantor.." balas Dayra mencari alasan.
" kau yakin masalah kantor ??" tanya sang papa.
" tentu saja. papa Fikir aku memikirkan apa ??!!" balas Dayra namun matanya menatap kearah lain.
" jadi kau tidak dengar ??!!"tegur mama Mayra.
"iya.." balas Dayra menundukkan wajahnya.
mama Mayra. begitu kesal berbeda dengan papa Darren,
" besok Draka dan Dirya pulang, lusa kau bisa kembali keAmerika. kasihan pamanmu disana sendirian. ku dengar dia sakit kemarin."terang papa Darren.
__ADS_1
Sontak Dayra menatap sang papa. "besok ?? cepat sekali mereka honeymoonnya ??!"
" bukannya kemarin kau yang tidak mau lama-lama disini ??!!" timpal mama Mayra.
" emm..iya..tapi.." Dayra kebingungan harus mencari alasan apa.
" tapi apa ??" tanya papa darren.
" tidak..tidak..aku kekamar dulu ya ??" pamit Dayra yang langsung berdiri dan meninggalkan kedua orangtuanya.
" ada apa dengan putrimu ??" tanya Mayra.
" sepertinya dia mulai betah disini." jawab Darren yang sudah menyelesaikan makannya.
" betah ?? dayra betah disini ?? aneh sekali, sejak tinggal diAmerika mana betah dia diIndonesia lama-lama."ucap Mayra.
" coba kau fikirkan sayang. apa yang membuat anak gadismu itu betah disini. aku harus menemui Revandra. " Darren segera meninggalkan istrinya yang berkutat dengan fikirannya.
.
.
Andika dirumahnya juga masih berkutat dengan laptop dihadapannya. jemari yang menari cukup sempurna diatas papan keyboard membuat betapa Andika sangat ahli dalam bidang pekerjaannya. Itulah keseharian Andika, bekerja dan bekerja. seolah tak memikirkan pasangan atau kekasih.
Mama Sonia sengaja masuk keruangan kerja Andika dengan membawa secangkir kopi untuk putra kesayangannya itu.
ceklek..
Andika melirik sebentar pintu yang terbuka.
" mama belum tidur ??" tanya Andika.
__ADS_1
" mama bawakan kopi kesukaanmu An.." balas mama Sonia.
" terima kasih ma.. seharusnya biar An ambil sendiri saja. mama istirahatlah.." ucap Andika
" sampai kapan kau akan melakukan segalanya sendiri an ??" tanya mama Sonia yang sudah duduk dihadapan putranya
" ya sampai jodohku datang ma,"balas Andika dengan mudah.
Mama Sonia berdecak kesal. selalu seperti itu jawabannya.." bagaimana jodohmu datang jika Kau hanya diam didepan laptop terus !!"
Andika menghentikan aktivitas bekerjanya. lalu menatap wajah sang mama yang nampak sangat kesal..
" mama.marah padaku gara-gara menolak perjodohan yang mama harapkan ??" tanya Andika.
" hey anak nakal !! jangan menuduh sembarangan ya ??!! mama hanya heran denganmu, bagaimana bisa kau sejak dulu tidak berpacaran ??!! usiamu semakin hari semakin tua An, akan berbahaya jika kau tidak menikah-menikah !!" tutur mama Sonia.
alis Andika malah bertaut menjadi satu. "maksud mama apa ?? berbahayanya dimana ??"
mama Sonia menepuk jidatnya, sebab sang putra tidak bisa memahami ucapanNya.
tak sengaja papa Romi juga tengah mencari keberadaan istrinya mendapati Sonia berada dikamar kerja putra mereka.
" apa yang kalian bicarakan ??" tanya papa Romi yang langsung masuk.
" Nah An, kau lihat. kau itu adalah Papamu dimasa muda. cuek, dingin, irit bicara, dan susah sekali bergaul atau berteman dengan orang asing."Ucap Mama Sonia seraya menunjuk Andika dan papa Romi bergantian. hingga Romi yang baru masuk cukup keheranan layaknya orang kebingungan.
" kenapa aku dibawa-bawa ??" tanya papa Romi.
.
.
__ADS_1
.