You Are Only Mine

You Are Only Mine
Bagaimana nanti


__ADS_3

bab 138


.


.


.


kesadaran Candrika mulai terkumpul hingga perlahan ia membuka mata dengan tangan memegangi kepala.


Saat matanya sudah nampak sempurna terbuka, Candrika amat terkejut kala mendapati dirinya terbaring diranjang rawat pasien.


Secepatnya ia bangkit, dan kembali Candrika dikejutkan dengan kehadiran Joy yang keluar dari kamar mandi.


" kau sudah sadar ?? hampir saja aku memanggil dokter yang lain untuk memeriksamu.." ucap Joy seraya mendekati Candrika yang masih duduk menatap dirinya.


Sesaat Candrika berusaha menyadarkan diri, saat semuanya yang terjadi seolah hanyalah mimpi.


" apa yang kau fikirkan ??" tanya Joy yang berdiri tegap disisi Candrika.


" kau..kau seharusnya masih disini ??!! lalu..?? lalu ??" Candrika masih kesusahan berkata. namun Joy malah tertawa kecil karnanya.


" tenanglah. aku tidak mungkin membiarkanmu pingsan dan jatuh dilantai saat tempat tidur saja bisa kita bagi bersama." goda Joy.


entah dapat sebuah kata dari mana, seorang Joy bisa berkata demikian.

__ADS_1


Candrika menelan ludahnya dengan kasar. lalu hendak turun, namun dengan cepat Joy mencegahnya. Dengan memegangi kedua pundak Candrika. tatapan mereka saling beradu dan jangan ditanya lagi untuk jantung Candrika yang sudah tidak bisa dikondisikan.


nafas yang membburu amat terasa oleh Candrika saat mereka sangat lah dekat.


hingga beberapa detik posisi mereka masih sama dengan keheningan dan tiba-tiba..


ceklek..


"kakak, kami dat..-"


Herra menghentikan ucapannya dengan netra membulat. sementara Narendra hanya menyunggingkan senyum dan menatap Joy serta Candrika yang nampak.begitu intim.


Kedua anak manusia itu sontak langsung memperbaiki posisi masing-masing.


" sayang.. sepertinya kita datang diwaktu yang tidak tepat." ucap Narendra dengan senyum ejekannya.


" eh..eh.. kalian jangan seperti itu.. em..tadi aku hanya sedikit pusing, dan..kakakmu menolongmu.."Terang Candrika yang cukup malu saat kepergok seperti itu.


" iya kami tau.. sudahlah lanjutkan saja. satu jam lagi kami kesini," Narendra memutar kursi roda Herra untuk keluar. "hey Joy !! jangan lebih satu jam ya ??" pesan Narendra sebelum menutup pintu.


alis joy bertaut saat mendengar ucapan atasannya. sementara Candrika hanya menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah layaknya kepiting rebus itu.


.


.

__ADS_1


" kak, apa mereka berdua pacaran ?? kenapa aku tidak tau selama ini ??!" tanya Herra dalam perjalanan kembali keruangan rawat mereka.


" aku juga tidak tau..Joy pandai sekali menyembunyikan masalah percintaannya. sama seperti dulu.." balas Narendra.


" aku bersyukur kak Joy sudah bisa melupakan alm.kak Serly."


" melupakan ku rasa belum. karna belum lama ini dia masih berkunjung kemakamnya Serly. tapi ada masalah lain.." Narendra terduduk saat mereka sudah didalam ruangannya.


" masalah ?? apa kak ??" tanya Herra.


Narendra membuang nafas dengan kasar. "Candrika akan dijodohkan dengan putranya paman Romi. namanya Andika, dia sekretaris Draka dikantor dijakarta."


Herra menutup mulutnya dengan kedua tangan. "jaman sekarang masih ada perjodohan ??!!"


" Selama ini Candrika tidak pernah dekat dengan laki-laki lain kecuali denganku, Dirya dan Draka. bibi Nurra dan paman Mike cukup kawatir, makanya mereka ingin sekali menjodohkan Candrika dengan Andika, aku hanya mendengar dari papa. besok saat acara ulangtahun Candrika yang ke 23tahun, Paman Romi akan melamarnya." terang Narendra dengan wajah serius.


" kasihan kak Joy, jika memang mereka sudah saling membuka hati bagaimana ??" balas Herra dengan mimik wajah sedihnya.


" itulah yang menjadi masalah. dan aku rasa Candrika juga menyukai kakakmu.." ujar Narendra lirih.


Herra dan narendra nampak murung memikirkan kedua saudara mereka.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2