
bab 120
.
.
Narendra melirik jarum jam dipergelangan tangannya. ia sampai lupa mengabari Herra sejak pergi tadi karna terfokus pada pencarian pelaku pembakaran pabriknya.
" tuan, tadi kepolisian menghubungi saya. mereka tengah melakukan penyidikan." ucap Joy sambil memyetir.
" biarkan saja mereka membantu. aku ingin lihat setelah ini dia akan berulah apa lagi. sembari menunggu siapa saja komplotan mereka."terang Narendra.
Joy mengangguk setuju. Tuannya memang tidak bisa diragukan dalam segala hal. Hanya perlu waktu menit saja, mereka sudah tau mana penyusup diantara mereka.
" Joy, antar aku pulang dulu. Herra pasti menghawatirkan aku.."ucap Narendra seraya merogoh ponselnya guna ia nyalakan kembali.
sejak tadi memang Narendra sengaja mematikan ponselnya agar pencariannya aman tanpa kendala.
" Lalu pertemuan dengan Klien bagaimana ??" tanya joy seraya melirik Narendra dari kaca spion.
" kau saja yang pergi. lakukan sesuai apa yanga kau katakan. sebarkan rumor jika aku terpuruk karna kerugian miliyaran akibat kebakaran itu."terang Narendra dengan santai.
" baiklah." Joy menurut. semua sudah dirancang Narendra selama dimarkas. mereka hanya tinggal menjalankannya saja.
Dengan kecepatan Tinggi Joy membelah keramaian kota guna mengantar Narendra untuk kembali kerumahnya.
.
.
__ADS_1
Sebelum kekantor, Dirya menyempatkan diri kerumah sakit. entah dorongan dari mana, dan kenapa, Dirya hendak membawakan beberapa buah tangan untuk suter Qiara. wanita berhijab yang ia tolong sekaligus perawat yang merawatnya selama dirumah sakit.
Alasan Dirya hanya satu, yakni untuk berterima kasih. namun jika difikir itu adalah alasan konyol ya 🤭🤭
Meski cukup ragu, Dirya tetap memberhentikan mobilnya dihalaman rumah sakit. namun rasa ragu menggelitik dirinya,
"aku nanti bicara apa pada Qiara ?? masa hanya mau mengantar makanan ini ??!!" gumam Dirya sendiri.
Dirya bersandar seraya memegangi kemudi dan berfikir.
"nanti kalau dia berfikir macam-macam.bagaimana ??" Tanya Dirya sendiri.
Dirya mengusak kasar wajahnya. "ahh !! dirya !! kau ini cemen sekali !! hanya menemui wanita saja tidak berani !!!"
Dirya mengatur nafas dengan baik, agar degup jantungnya bisa seirama dengan nafas yang beraturan miliknya.
"ok..rileks..kita turun.." Dirya berkata sendiri dan hendak membuka pintu. namun saat hendak memegang handle pintu, Netra Dirya melihat wanita yang sejak tadi membuatnya uring-uringan tengah berlari melewati mobilya dengan wajah ketakutan. lalu tak lama ada pria yang berjamban lebat mengekor seperti mengerjar Qiara.
.
.
Qiara terus mempercepat larinya. entah kesialan apa yang terjadi, hingga ia harus bertemu suami psikopatnya yang benar-benar menyeramkan.
" Ya allah.. aku mohon lindungi aku.." pinta Qiara. yang sudah kelelahan sebab sejak tadi ia berlari dikejar pria yang berstatus suaminya itu.
Qiara harus membayar hutang pada rentenir yang saat ini menjadi suaminya bernama Torik, kedua orangtua Qiara terpaksa berhutang untuk menyembuhkan adik Qiara yang tengah menjalani pengobatan. sementara Qiara bekerja menjadi seorang perawat untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Keluarga Qiara termasuk dalam kalangan menengah kebawah, bahkan Qiara sendiri bisa bersekolah karna mendapat biaya siswa hingga ia bisa menjadi seorang perawat.
Namun tanpa disangka, Torik menagih sebelum batas jangka peminjaman. dan mengatakan jika uangnya harus kembali dua kali lipat, jika tidak Torik akan membawa Qiara sebagai jaminan.
__ADS_1
Kebrutalan Torik tak sampai disitu. Meski Qiara sudah menerima pernikahannya, Torik malah membunuh kedua orangtua Qiara beserta adik Qiara yang masih kecil tepat saat ijab kabul sudah selesai dilaksanakan dan dihadapan qiara sendiri Torik menembak keluarga Qiara, histeris hingga Qiara bisa kabur dari suami kejamnya itu dan bersembunyi bersama Candrika. dokter muda yang memang sudah menjadi atasan Qiara selama dirumah sakit. dan Itulah yang menjadi alasan mengapa Qiara ingin mengakhiri hidup dengan terjun dari jembatan, namun tanpa disangka disana ia malah dipertemukan dengan Dirya.
" Qiara !!! jangan membuatku marah !!!" teriak pria itu tatapannya sudah terlihat penuh amarah. sebab sejak kemarin ia gagal terus membawa Qiara.
Qiara seolah tak peduli ia terus berlari dan entah sial lagia atau bagaimana, jalan yang ia lalui ternyata adalah jalan buntu dimana tempat memutarnya mobil diparkiran rumah sakit.
" bagaimana ini ??!!" Qiara amat ketakutan. ia tidak mau sampai tertangkap lagi.
" kau tidak akan bisa lari lagi Qiaraku sayang.." ucap Torik yang entah sejak kapan sudah dibelakang Qiara.
sontak Qiara menoleh dan mundur untuk menghindar
" kemarilah sayang.. ayo kita pulang..kau adalah istriku, bahkan kita belum melakukan malam pertama kan ??" torik tersenyum dengan sikap psikopatnya.
" aku mohon lepaskan aku ?!!" pinta Qiara berusaha memohon.
" tidaka akan !!!" bentak Torik yang langsung menarik lengan Qiara.
" lepaskan !!! tolong !!! tolong !!!" ronta Qiara.
bukk !!!
bukk !!!
" aakkhh !!!"
.
.
__ADS_1
.