
ban 25
.
.
" Lepaskan !!!" Granda memebrontak saat sudah diluar gerbang hingga pegangan dua penjaga itu terlepas.
" aku bisa jalan sendiri !! dasar !!!" bentak granda dengan geram.
" silahkan pergi nona." ucap salah satu penjaga itu.
" lihat saja, jika nanti Naren sudah kembali padaku kalian akan aku pecat !!" Ujar Granda dengan kesalnya. ia lalu berjalan pergi dari rumah besar Narendra.
" Ada apa dengan Naren..?? dia masih marah denganku.. aku harus terus menemuinya.. dia sangat mencintaiku, pasti dia akan mudah memaafkanku..huh !! aku tidak bisa berpisah darinya.." gerutu Granda yang memanggil taksi dan segers pergi terlebih dulu.
.
.
Herra tiba dirumah Zakia dan Rans. Rumah yang juga tak kalah besar dari milik Orangtua Narendra.
" selamat datang dirumah kami Bibi.." ucap Alvi.
Herra menjawab dengan senyum dan anggukan.
Sadar jika semua rumah dijaga ketat, Herra yakin mereka semua adalah keluarga yang amat kaya diatas kayanya orang-orang yang selama ini Herra lihat
__ADS_1
" Herra, dua minggu ini kau tinggal disini dulu ya ?? biasa saja disini, jika butuh apapun katakan saja, aku ini calon kakakmu, kita ini keluarga jadi jangan sungkan ya.." terang Zakia dengan suara lembut.
Rans dan Alvi melangkah menuju kamar mereka. sedangkan zakia mengantar Herra kekamar yang akan ditempati selama disitu.
" Nah Herra, kamarmu disini. kau bisa tidur disini dan beristirahat disini. sebelah sana kamar kakak, kalau Alvi ada dibawah tadi."Zakia menjelaskan.
" kenapa Alvi malah dibawah kak ??" tanya Herra keheranan.
" Alvi punya trauma pada ketinggian. makanya dia maunya dibawah. bahkan naik kelantai dua ini saja dia jarang." balas Zakia seraya melangkah masuk kedalam kamar itu. membuka gorden jendela. lalu beralih pada Lemari besar yang biasa disebut Walk in closet. dimana disana semua kebutuhan Herra sudah tersusun rapi. Herra dibuat kagum dengan desain semua isi didalam kamar itu.
" Herra. didalam sini semua pakaian dan kebutuhan wanitamu. pakai saja, jangan kawatir semua baru, aku yang meminta pelayan menyiapkannya. pakai saja jangan sungkan."ujar Zakia lagi
" kakak. terima kasih. .ini terlalu berlebihan.." balas Herra begitu tidak enak.
Zakia memegang kedua bahu herra dengan senyum terkembang dibibirnya.
Herra membulatkan matanya, Otaknya berfikir apa maksud dari calon kakak iparnya itu ??
" sudahlah. sekarang kau istirahat ya.. kakak juga mau istirahat. Semoga kau betah disini.." Zakia berjalan kearah pintu dan kemudian menutup pintu itu kembali.
" apa maksud kak Zakia ??dia tau apa ya ??" Herra bertanya- tanya sendiri.
hingga dering ponselnya membuat konsentrasi otaknya buyar
buru-buru Herra meraih ponselnya didalam tas yang menggantung dipundaknya.
Cukup terkejut saat nama Narendra tertera dilayar ponsel.
__ADS_1
" tuan mau apa menghubungiku ??" gumam Herra yang kemudian segera menggeser layar hijau diponsel miliknya.
" kenapa lama sekali mengangkatnya ??!!" protes Narendra saat panggilam.sudah terhubung.
"ma..maaf tuan. saya fikir tuan tadi salah menelfon." balas Herra.
" kau fikir aku pikun ya, aku tidak salah, aku memang mau menghubungimu !!" timpal Narendra. suaranya nampak begitu kesal.
" baiklah.. maaf sekali lagi.. ada apa.tuan menghubungi saya ??" tanya Herra.
" bagaimana rumah kakakku ?? kau dibully tidak dengannya ?? kau diberi kamar dilantai atas atau bawah ?? jangan mau jika dekat dengan alvi ya??? dan lagi, jangan terpengaruh dengan cerita kakakku tentang aku ya ???" cerocos Narendra.
Herra bahkan dibuat bingung dengan semua pertanyaan atau larangan yang dikatakan Narendra barusan.
" tuan.. maksudnya bagaimana ??" tanya Herra.
"aduh Herra.. sudahlah, nanti malam aku kesana. ingat, jangan pergi sendiri kemanapun !! hubungi aku jika kau akan pergi atau mau membeli sesuatu." seakan menjadi penjaga atau apa ini namanya posesif sekali.
" baiklah.." balas Herra singkat lalu mematikan panggilan mereka
Disebrang Narendra kesal bukan main. " Aku belum selesai bicara sudah dimatikan !! anak itu, apa dia lupa kakaknya menitipkan dia padaku !! huh.. membuat aku tidak tenang saja..."
Narendra bergegas membersihkan diri menuju kamar mandi agar cepat bisa menemui Herra.
.
.
__ADS_1
.