You Are Only Mine

You Are Only Mine
Candaan Narendra


__ADS_3

bab 89


.


.


.


Makan malam berlangsung penuh kehangatan. Nada begitu bahagia saat apa yang ia harapkan ternyata terwujud juga. meski awalnya ragu dengan pernikahan main-main putranya, namun semakin kesini ternyata mereka sudah bisa saling membuka hati.


" mama dan papa mendadak kesini ada apa??" tanya Narendra saat sudah menyelesaikan makannya.


" memangnya tidak boleh ??!! kan kami mau jalan-jalan juga !!" timpal Revandra masih bernada kesal.


Narendra tersenyum penuh kebanggaan sebab berhasil pamer dengan sang papa.


" maaf ya, mama tidak mengabari kalian. semua mendadak." ujar mama Nada.


" mama jangan minta maaf, kami senang mama dan papa berkunjung kesini.." balas Herra.


" tuh dengar !! menantuku saja senang kami datang !!" Imbuh Revandra.


" aku juga senang pa !! kau fikir aku tidak senang kalian kemari..?? bahkan sejak aku menetap disini mana pernah kalian datang.." gerutu Narendra.


" kami tidak mau melihat kau yang dulu masih gila !! sekarang kan otakmu sudah benar makanya aku tidak masalah saat mamamu meminta kesini.." terang Revandra.


Narendra mencebikkan bibir bawahnya, berdebat dengan sang papa tidak akan ada ujungnya, karna pria tua itu tidak akan pernah mengalah.


Herra nampak segera membersihkan meja makan, dengan dibantu Mama Nada.


" mama duduk saja. pasti lelah duduk dipesawat selama disini.. biar Herra saja yang bereskan." cegah Herra.


" kata siapa mama duduk sayang.. mama bisa tidur nyenyak didalam pesawat.."balas Nada dengan senyum.


Herra mencerna setia kata sang mertua. tidur ?? dipesawat ?? bagaimana bisa ??

__ADS_1


Herra berfikir mungkin sang papa memgambil class bisnis, ya.. namanya horang kaya 🤭🤭


" sudahlah ma, duduk saja. Herra hanya membawanya kebelakang. biar pelayan yang membersihkan.." Herra mendudukkan kembali Tubuh sang mertua dan memgambil alih piring yang berada ditangan Mama Nada.


Nada menatap Herra penuh bahagia.


" sayang.. kemarilah !!" panggil Revandra saat melihat sang istri masih terduduk dimeja makan.


Nada menoleh dimana sang suami dan putranya tengah duduk bersama.


Segera pula, mama Nada bangkit dan melangkah menuju tempat dimana dua pria kesayangannya tengah duduk.


.


.


" jadi papa mengeluarkan pesawat pribadinya ??" Narendra begitu terperajak saat sang mama menjelaskan jika papa Revandra sampai mengeluarkan pesawat pribadi milik anggota EangleBlood hanya untuk mengantar mama Nada keBali menemui putra dan menantunya.


Mama Nada mengangguk dengan pelan. " iya. mama fikir papamu hanya bercanda. ternyata papamu tidak berubah, sekali bilang iya pasti iya."


" papa pelit sekali.. aku pinjam saja tidak boleh !! katanya itu hanya untuk EangleBlood !!!"gerutu Narendra.


" papa Revandra punya pesawat pribadi ??" bisik Herra pada Narendra.


" iya.."jawab Narendra singkat.


lagi-lagi Herra dibuat kagum dengan sosok papa mertuanya. yang selalu bertingkah konyol namun ternyata seorang sultan sejadi.


" tenanglah menantuku.. jika kau nyidam naik pesawat, papa akan memperbolehkanmu menaikinya" ujar Revandra dengan santai


Herra menunduk dengan senyum malu.


" baiklah. aku akan segera membuatnya lagi.." balas Narendra dengan jelas.


Herra mencubit lengan Narendra yang bicara sembarangan.

__ADS_1


" aww sayang !! cubitnya nanti dong !! jangan disini.. kasihan mereka berdua ??!" Kata Narendra seraya melirik sang papa.


Nada tertawa kecil dengan ejekan sang putra.


" cih !! menjijikkan !!" Revandra membuang pandangannya kesegala arah.


Sementara Narendra terkekeh karna merasa puas dapat mengejek sang papa.


" mana kamar kami ??!! sebaiknya mamamu aku bawa istirahat saja dari pada disini mendengar ucapan sesatmu itu !!" Revandra berdiri seraya mengulurkan tangan guna membantu Nada berdiri.


" tapi pa.. aku masih mau ngobrol dengan Herra..!" protes Nada.


" sayang.. jika kau tidak mau mendengarkanku kita tidak akan kesini lagi lain kali.. ingatlah kesehatanmu yang utama.." Terang Revandra.


" iya ma.. mama istirahatlah. dikamat bawah atau atas terserah mama dan papa saja."jelas Herra.


Nada membuang nafas dengan kasar, " baiklah.."


" besok pagi kan masih ada waktu ma.."Herra mencoba menghibur sang mertua.


" iya sayang..mama istirahat dulu ya.." pamit Nada yang segera berdiri dengan dibantu Revandra.


" pa.. usahakan kunci pintu dan aktifkan mode kedap suara ya ??!! nanti kau bisa mendengar suara- suara aneh jika tidur diatas !!" Kembali Narendra menggoda sang papa.


sang papa hanya menoleh dengan menatap tajam sang putra.


"apa-apaan sih kak !! kenapa bicara seperti itu !!?" protes Herra.


"sayang kau bicara fakta..jika kita sudah bermain pasti akan keluar suara-suara seksimu " teraang Narendra seraya menaik turunkan alisnya.


Herra mendorong pelan Narendra dan memilih melangkah menuju kamar mereka.


" sayang !! tunggu aku !!" Narendra berlari mengejar, Herra tak bergeming dan terus menapaki satu persatu anak tangga dengan Narendra yang setia memgekor dibelakangnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2