You Are Only Mine

You Are Only Mine
bantuan Narendra


__ADS_3

bab 175


.


.


.


Sreett..


srertt..


srett..


Dirya menebas siapapun yang terus melawannya. Meski beberapa luka juga telah ia dapatkan, namun Dirya berusaha bertahan.


Dorr..


dorr..


dorr..


Beberapa tembakan terdengar, membuat perhatian anak buah Torik terpecah.


Narendra sudah siap dengan pistol ditangannya terlihat membidik beberapa orang yang mengeroyok adiknya.


dengan.nafas memburu Dirya mengulas senyum, setidaknya ada bantuan yang datang, meski bukan sesuai harapannya.


dengan cekatan pula Narendra menghajar anak buah Torik membabi buta.


dagg..


dagg..


dag..


bukk.


bukk..

__ADS_1


bunyi hantaman kepalan tinju dan tendangan Narendra begitu memekik siapa saja yang mendengarnya. Dirya sangat mengakui kehebatan sang kakak yang kuat seperti papa mereka. hanya berdua, namun mereka sangatlah mampu melumpuhkan Beberapa anak buah Torik yang masih tersisa.


.


.


Sementara papa Revandra bersama Romi tengah mengintai Torik yang sudah tiba dimarkas mereka.


" anda yakin kita tidak akan ketahuan ??" tanya Romi.


" mereka tidak akan sadar, aku masuk dalam jaringan mereka." jawab Papa Revandra seraya terus memperhatikan layar monitor dihadapannya.


Torik masuk kedalam rumahnya dengan bersiul ria, ia seolah senang sekali bisa membuat kehancuran dalam keluarga Revandra yang tidak lain adalah orangtua Dirya.


" kenapa kau gegabah Torik ?!!!" sebuah suara dari kamar diruang depan terdengar.


Torikpun menghentikan langkahnya."papa..kenapa papa keluar ?? kesehatan papa kan sedang menurun ?!!!"


" jangan mengalihkan pembicaraan. kau menyerang rumah Revandra kan ??!!" terka Baron. ayah dari Torik.


Torik mendekati sang papa. "bukannya itu yang sangat papa impikan ?? aku berhasil menerobos rumah mafia itu pa.." ucap Torik penuh bangga.


Baron menggelengkan kepalanya pelan. "kau membangunkan singa tidur Torik. Revandra bukan orang yang mudah kau kalahkan.."


" papa.. Revandra sudah tua. dan aku menghancurkan dia melalui anak-anaknya !!" balas Torik.


" kau salah. Revandra tetap sama seperti dulu..sama saat dia mematahkan kakiku."ucap Baron dengan serius.


" aku akan buktikan pada papa jika aku bisa melumpuhkan pria tua itu."balas Torik yang kemudian meninggalkan sang papa.


.


.


papa Revandra bisa mendengar semua percakapan baron dan putranya. sunggingan senyum terlihat disudut bibir Papa Revandra. hingga Papa Revandra tau jika musuh lamanya belum mati,


" apa selanjutnya tuan ??" tanya Romi.


" siapkan semuanya. aku harus segera mengakhiri ini."jawab papa Revandra.

__ADS_1


" baik tuan." balas Romi dengan sigap.


Papa Revandra pun segera bersiap.


.


.


Dengan terengah-engah Dirya membenahi jas yang ia kenakan. begitupun dengan Narendra.


" kakak.. kau terluka !!?" Ucap Dirya penuh kekawatiran saat melihat lengan Narendra tergores.


" aku tidak apa-apa. kau bagaimana ??" tanya Narendra balik.


" aku tidak apa-apa..kak, mama dan kakak ipar..-"


" mereka sudah aman. ayo.." ajak Narendra segera menarik lengan dirya menuju mobil, sebab sang papa sudah memberi kode melalui sambungan hasfree yang berada ditelinga Narendra.


" maksudnya ??" tanya Dirya saat sudah didalam mobil.


" kau akan tau nanti. pegangan.." balas sang kakak yang kemudian menancapkan pedal gas dan melaju dengan kecepatan tinggi.


.


.


Torik menyiapkan kembali beberapa bahan peledak rakitan dari para ahli yang bekerja dengannya.


Entah bagaimana, Torik sudah mengetahui keberadaan Qiara. dan Torik berniat mengambil Qiara kembali.


" tuan. kita akan bergerak kapan ??" tanya Anak buah Torik.


" nanti malam. tengah malam kita akan meledakkan rumah asisten mafia itu." balas Torik.


" baik tuan." anak buah Torik pun kembali menyiapkan semua perlengkapan. yang akan mereka gunakan nanti.


" jika saja Qiaraku tidak dibawa, aku tidak akan menjadi seperti ini..huh..Party besar besaran akan aku adakan nanti malam.." gumam Torik dengan serius dan sorot mata tajam.


.

__ADS_1


.


__ADS_2