
bab 213
.
.
.
Pertukaran cincin sudah selesai dilakukan. wajah-wajah bahagia bisa terlihat disana. Mama Nurra pun langsung mengajak semua untuk makan malam.
.
.
Sementara dikantor Dirya dan draka, Dayra yang memang belum kembali keAmerika harus menjadi kambing hitam Dirya dan Draka. ia ditugaskan mengelola Perusahaan sebagai uji coba keahlian Dayra selama memgemban ilmu dinegara orang itu.
Meski sejak awal sudah menolak, tapi jika Pamannya Revandra yang bicara, Dayra tak bisa berkutit lagi.
Hingga malam Dayra masih setia didepan laptop, beberapa pekerjaan yang harus ia selesai cukup menguras tenaga. bahkan sejak pagi ia harus bolak balik keruangan Andika.guna menanyakan beberapa yang ia tidak fahami.
" jika tau begini aku tidak mau pulang kesini !! benar kata Paman Ken, aku akan dibully saat disini.." omel Dayra sendiri dengan jemari terus menari diatas papan keyboard.
Andika hendak pulang, sebab waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. jika saja bukan karna menghindari ajakan sang mama, Andika sudah pulang sejak tadi. sebab pekerjaannya sudah selesai sejak sore tadi. namun karna alasan menolak ajakan mamanya,Andika harus pura-pura lembur hari itu.
Namun langkah Andika terhenti saat tiba diruangan Draka yang masih menyala. Dayra lah yang berada disana.
"Kenapa Dayra belum pulang juga ?? ini sudah malam."gumam Andika yang langsung menghampiri Dayra.3
" Dayra kau belum pulang ??" Tegur Andika seraya membuka pintu tanpa mengetuk.
namun ternyata Dayra sudah terlelap dengan kedua tangan sebagai bantal dan masih duduk didepan laptop.
Andika tersenyum melihat Melihat Dayra yang cukup berusaha untuk bisa.
" Dayra..bangunlah..dayra.." Andika mengguncang pelan Dayra.
__ADS_1
Dayra nampak mengeliat dan menatap Andika yang berada disisinya.
" kakak..bantu aku menyelesaikan ini.." ucap dayra dengan suara serak sembari mengusap matanya.
" kita selesaikan besok saja. ayo pulang ini sudah malam." balas Andika.
" huh..iya, aku lelah sekali.." Dayra meregangkan kedua tangannya kedepan. lalu dengan malas ia bangkit dari duduknya dan menggandeng lengan Andika.
meski terkejut namun Andika berusaha biasa saja. Dayra memang selalu begitu jika dengannya.
" kau sudah dewasa dayra..jangan manja begini.." tegur Andika seraya mengacak rambut Dayra.
"memangnya kenapa, pacar kakak cemburu ya ??" Balas Dayra dengan candaannya.
Andika hanya tersenyum tipis. "sembarangan."
Dayra cekikikan dengan terus menggandeng lengan Andika.
" kau bawa mobil ??" tanya Andika.
" ya sudah. ayo aku antar." Ajak Andika.
Dayra mengangguk dan terus bergelayut pada lengan Andika.
.
.
Entah karna kelelahan atau memang karna waktu sudah malam, Dayra sudah terlelap didalam mobil.
andika tidak membangunkan Dayra meski sudah tiba dirumah Orangtua Dayra. perlahan Andika memgendong Dayra untuk masuk kedalam rumah.
nampak pelayan membukakan pintu dengan Mama Mayra yang juga turun menapaki tangga.
" Ya ampun.. Dayra, dia sampai merepotkanmu And.." ucap mama mayra
__ADS_1
Andika tak menjawab, ia sepertinya benar-benar tidak mau membuat Dayra bangun.
Perlahan Andika meletakkan tubuh Dayra ditempat tidur, dan menyelimutinya.
Dibawah Darren menghampiri istrinya. "ada apa ??"
" Dayra meminta Andika mengantarnya." balas Mayra.
" tidak apa Nyonya. kebetulan kami sama-sama lembur."ralat Andika yang sudah berada ditangga untuk turun.
Darren dan Mayra menatap Andika yang turun dari tangga.
" maaf ya And, Pasti dayra menyusahkanmu dikantor. Kak Vandra memaksa untuk melihat seberapa kemampuan dayra.." ucap Mayra.
" nyonya jangan bicara seperti itu. Dayra cukup mampu dan cepat belajar dengan baik."balas Andika.
" terima kasih ya sudah mengantar Dayra." ucap Darren.
" ssama-sama tuan. kalau begitu saya permisi." pamit Andika.
" loh, tidak duduk ngobrol dulu ??" tawar Mayra.
" terima kasih nyonya. sudah malam juga. lain waktu saya akan mampir."balas Andika.
" baiklah. hati-hati dijalan an, saya tunggu kau main kesini lagi.." ucap mayra.
Andika mengangguk dengan senyum penuh kesopanan. ia pun segera keluar untuk pulang. rasa lelah bercampur sesak masih tetap ia rasakan, apa lagi saat teringat Jika wanita yang dicintainya dalam diam ternyata mencintai pria lain.
dalam perjalanan pulang andika hanya membuang nafas dengan kasar sesekali. saat bayangan demi bayangan Candrika terus saja melintas diotaknya.
.
.
.
__ADS_1