You Are Only Mine

You Are Only Mine
mau mati cepat atau lambat


__ADS_3

bab 134


.


.


.


" lepaskan aku !!! sialan nyalakan lampunya !!!" teriak giana yang satu ruangan bersama wanita yang menyuruhnya melakukan kejahatan.


" Diamlah !!! telingaku bisa pecah mendengar teriakanmu !!!" bentak wanita itu.


" kau yang diam !!! mana bantuan yang kau bicarakan ??!!! cih, omong kosong !!!" balas Giana berapi-api.


Wanita itu langsung terdiam dalam kegelapan ruangan dimana mereka berada. kedua tangan dan kaki yang terikat pada kursi menambah kekesalan wanita itu. ia tak habis fikir bagaimana ia berada diruangan seperti itu, sedangkan Betrand sang kekasih belum juga menampakkan batang hidungnya. "kemana kau ??!! kau bilang akan membantuku !!!" batin wanita itu.


Hingga tiba-tiba terdengar rontaan sebuah suara yang sangat dikenali Wanita yang bersama Giana.


" lepaskan !!! brengsek !! lepaskan !!!" teriak suara pria yang juga berada dalam kegelapan itu.


dan..


ting..


Lampu menyala dengan terangnya, hingga sinarnya sangat silau saat terkena mata. Giana dan wanita itu menutupi mata yang nampak silau akibat terpaan sinar lampu yang baru saja menyala dengan terangnya. hingga saat sudah menetralkan cahaya yang mengenai mata, Wanita itu menatap suara yang baginya amat ia kenal. mata wanita itu membulat sempurna dengan terkejut, kala melihat Betrand yang terduduk dengan rantai besi ditangannya. dari kakinya Nampak Sisa-sisa darah seperti bekas luka tembak. sungguh tak pernah menyangka dan terbayangkan.


" betrand !!" panggil wanita itu.


Betrand mengangkat wajahnya dan kedua mata mereka berdua saling beradu. Wajah lebam betrand dengan luka disekujur tubuhnya begitu membuat Wanita itu syok.


Derap kaki sepatu terdengar beriringan mendekati ketiga tawanan yang saling tatap itu.


" hay...hay.. anak muda.. bagaimana ?? hotel kami ?? nyaman kan ??" Sapa yohan seraya membenarkan kaca mata yang ia kenakan.


semua menatap Yohan yang baru datang nampak asing dimata Giana dan wanita itu.


" lepaskan saya !!! saya tidak mengenal anda !!!" berontak Giana dengan suara kencang.

__ADS_1


Yohan segera menutup kedua telingannya. " ya ampun.. kau cantik tapi kenapa suaramu jelek sekali !!! jika anakku disini, aku rasa dia akan menyumpal mulutmu itu.."


" siapa kau ??!!" tanya Wanita yang bagi Yohan nampak asing, namun Yohan sudah tau siapa Wanita yang menjadi otak permasalahan pada putra tuannya.


" Jesika Jesley, Putri angkat Liem Jesley adik kandung Granda. mantan kekasih tuan muda Narendra." ucap Yohan dengan santai.


Wanita yang bernama jesika itu amat terkejut. dari mana pria tua dihadapannya bisa tau.


" kau terkejut ?? sama, saya juga.." ucap Yohan lagi. yang kemudian duduk. lalu menatap Betrand yang juga menatapnya dengan tajam.


"kalian salah memilih lawan..huh..aku sebenarnya sudah mau pensiun, tapi gara-gara kalian aku harus kembali memegangi barang seperti ini.." Yohan memainkan pistol dan belati dikedua tangannya.


Giana menelan ludahnya dengan kasar amat susah rasanya menelan ludah, saat melihat benda berbahaya berada tepat dihadapannya menjadi sebuah mainan.


sementara Jesika dan Betrand hanya bisa menatap tajam Yohan.


" pengecut ?!! lepaskan saya !!! lawan saya !!! pria tua !!!" ucap betrand.


" kau sebut aku apa ??!! pria tua ??!! aku memang sudah tua. makanya kalau aku melawanmu itu namanya curang.." balas Yohan dengan penghinaan.


" kau terlalu lama Yo.." suara barito terdengar berat masuk bersama sang pemiliknya.


Papa Revandra menyunggingkan senyum seraya terus berjalan mendekati Dua wanita yang terikat itu.


" jadi kalian mau mati cepat atau lambat ??" tanpa basa basi, Papa Revandra memberi pertanyaan.


tubuh Giana gemetar bukan main. ia sama sekali tak memikirkan akan seperti ini akhir hidupnya. sungguh ia benar-benar menyesal.


" tu..tuan..besar..maafkan saya.. saya..saya hanya disuruh mereka.." pinta Giana dengan menangis.


" sialan !!" umpat jesika.


" aku tidak takut denganmu pria tua !!" teriak Jesika berapi-api.


" aku kasihan pada Liem, mengangkat anak yang tidak bermoral sepertimu.." ucap Papa Revandra.


" bawa Tuan Liem kesini !!!" perintah Revandra.

__ADS_1


Jesika kembali dibuat terkejut. selama ini sang papa tidak tau apa yang ia lakukan.


dan benar adanya, ternyata Liem masuk dengan berderai air mata, saat mengetahui putri yang begitu ia sayangi menjadi otak sebuah kejahatan.


" pa..pa..pa.." gumam Jesika dengan suara bergetar.


" inilah putri yang kau banggakan. bahkan kau berniat membuatnya dekat dengan anakku kan ?? cih..menjijikkan !!" ucap Papa Revandra.


" papa menyesal menyebutmu anak papa Jesika.." kata Liem dengan tegas dan langsung berbalik, "lakukan apapun pada dia tuan Revandra. maafkan dia yang mengganggu ketenangan keluarga anda.." ucap Liem sebelum melangkah keluar.


" no.. !! papa help me !!! papa !!!" teriak Jesika dengan meronta.


" baiklah.. aku sudah mendapat persetujuan orangtuamu. kita akan mulai.." Papa Revandra meraih pistol yang dipegang Yohan.


segera membenarkan semuanya.


" saya harap ini menjadi peringatan untuk kalian. sangat berbahay jika bermain dengan EangleBlood." ujar Papa Revandra sembari menarik pelatuk pistolnya.


dorr..


dorr..


dorr..


dorr..


jlebb..


jleeb..


jlebb..


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2