You Are Only Mine

You Are Only Mine
Aku ingin.pulang


__ADS_3

bab 100


.


.


.


siang itu,Qiara mengikuti Candrika memeriksa beberapa pasien. kelembutan suara Qiara memang disukai banyak pesien. begitupun dengan candrika. ia sangat mengandalkan suster Qiara yang sudah bekerja bersamanya selama dirumah sakit itu.


" sus, kamar berapa lagi yang harus kita datangi ??" tanya Candrika sambil terus melangkah.


" dua kamar lagi dok, kamar 301 dan 304." balas Qiara.


"baiklah.. ayo.."


Qiara mengangguk dan terus melanjutkan Langkahnya.


.


.


dikamar rawat Dirya, ia nampak sangat bosan dikamar itu. Meski ada draka disana, tak membuat dierya bisa nyaman atau diam. ia bahkan sejak tadi berusaha turun dari tempat tidur.


" Candrika mana sih ?? aku sudah sangat bosan disini !!" gerutu Dirya.


" sabarlah !! memangnya kenapa kau menunggu candrika ??" balas Draka.


" aku mau memintanya mengijinkan aku pulang.. disini tidak enak draka.." terang Dirya.

__ADS_1


Draka terkekeh, dengan penjelasan Dirya.


" kau seperti anak-anak saja !!"


" diamlah !! bahkan kau jauh menjijikkan jika sakit.." timpal Dirya.


Draka kembali.bermain ponsel ia terus berkirim pesan dengan Hasna. sebab selama Dirya sakit, Draka tak.bisa mengantar jemput Hasna untuk bekerja.


" Draka. ada yang mau aku katakan." ucap Dirya memberanikan diri.


" apa ??" balas Draka masih tetap fokus pada ponselnya.


Dirya mengatur nafasnya. setidak mengutarakan sesuatu yang terpendam akan lebih baik bagi kesehatannya.


" jika kau akan menikah duluan, menikahlah. jangan menungguku. aku sudah membatalkan janji kita itu." Dirya mulai berucap. Draka yang mendengar langsung terkejut dan menatap dirya yang begitu serius.


" maafkan aku yang menjerat kau dengan janji konyol yang malah menyulitkanmu..aku tau kau dan Hasna tersiksa dengan berpacaran sembunyi-sembunyi karna menjaga perasaanku, aku jadi merasa bersalah disini.. seharusnya kalian bisa segera bahagia, tapi malah harus terus seperti ini.." tambah Dirya.


" kita memang kembar. sejak kecil segala sesuatu selalu kita lakukan bersama. tapi tidak dengan cinta Draka. kau sudah menemukan tambatan hati, dan akan menyakitkan jika hanya disembunyikan terus. kasihan Hasna..sekarang aku sudah menghapus perjanjian kita. umumkan hubungan kalian, jangan memikirkan aku terus..aku kan memang belum mendapat pasangan. doakan saja agar aku segera menemukannya.." Tambah Dirya.


Ceklek..


pintu terbuka menampakkan Candrika.bersama Suster Qiara.


dan Dirya tersenyum saat melihat kembali Qiara. Qiara yang ditatap.dirya langsung menunduk malu.


" selamat siang..aku periksa dulu ya.." sapa.Candrika melakukan tugasnya.


Qiara juga langsung stay disisi Candrika dengan mencacat bagaimana keadaan terkini Pasiennya itu.

__ADS_1


" akhirnya kau datang.. kapan aku pulang !??" Dirya memberondong Candrika dengan pertanyaan.


" kau masih lemah Dirya..bahkan suster Qiara bilang tadi pagi kau jatuh dikamar mandi kan ??!! sabar kenapa ??!!" omel Candrika.


" Dirya jatuh ??!!" Draka menyela.


" iya. suster Qiara yang menolongnya. untung saja suster Qiara memeriksa tanpa menungguku, jika tidak.bagaimana ??!!" terang Candrika.


" aku hanya kepleset tadi. sekarang aku tidak apa-apa..aku sudah lebih baik.." timpal Dirya.


Qiara masih setia diam dan mengerjakan tugasnya seraya mendengar perdebatan 3 saudara itu.


" berapa.tensinya sus ??" tanya Candrika.


" 110/70 dok. normal." jawab Qiara yang sudah menyelesaikan mengecek tensi Dirya.


" kita lihat nanti malam. jika kau sudah lebih baik lagi, besok kau baru boleh pulang." Candrika mengalah dan memberi harapan pada Dirya.


Dirya nampak murung, ia benar-benar bosan duduk diam diruang rawat seperti itu.


" makanlah yang banyak tuan Dirya, agar tidak lemas lagi." saran Qiara.


membuat Dirya menatapnnya. kembali ditatap Qiara menjadi salah tingkah.


"kenapa saa ditatap tuan Naren, jantungku rasanya seperti ini ??!! sadarlah Qiara.." Qiara merutuki dirinya yang merasa aneh jika berdekatan apalagi bersitatap dengan Dirya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2