You Are Only Mine

You Are Only Mine
tak sengaja


__ADS_3

bab 53


.


.


.


Herra dan Narendra sudah tiba dipusat perbelanjaan terbesar diibu kota. mereka berdua beriringan memasuki mall yang besar itu.


" apa kau ingin berkeliling dulu ??" tawar Narendra.


" berkeliling ??? seluas ini ?? nanti pasti lelah."balas Herra.


Narendra hanya tertawa kecil saat mendapat jawaban dari istrinya. sungguh Herra benar-benar gadis lugu luar dalam. Selama ini bahkan Herra tak pernah keluar jalan-jalan ataupun bermain ketempat seperti itu jika tidak bersama Joy jika tengah cuti.


Revandra meraih jemari herra dan menarik Herra. "ayo ikut aku.." ajak Narendra.


" eehh.. kemana kak !!?" Herra tertarik dan langsung ikut.


mereka beriringan dengan jemari saling bertaut. benar adanya. Narendra berusaha saling mengenal.


tujuan Narendra sekarang adalah sebuah time Zone dimana banyak sekali permainan didalamnya. Herra nampak begitu bingung. Narendra terus mengajak Herra mendekati salah satu permainan.


"kau mau mencoba ??" tawar Narendra lagi.


" tidak kak. Herra tidak pernah." jawab herra buru-buru.


" belum.coba kan ?? lihat aku main ya ?? nanti sehabis aku kau harus mencoba juga." ucap Narendra yang segera bermain. Herra pun dengan setia berdiri disisi Narendra memperhatikan.


"aduh kak !! sedikit lagi !!" Herra mulai fokus melihat.


" yahhh !!! aku gagal Herr.." Narendra mengusap kepalanya.


" nah cobalah.." Narendra menarik tangan Herra agar mendekat.

__ADS_1


" tapi aku tidak bisa.." balas Herra.


Narendra dengan cepat berdiri dibelakang Herra dan memegang kedua tangan Herra dari belakang, hingga nafas Narendra begitu terasa hangat ditelinga Herra, apalagi Narendra membungkukkan tubuhnya dan memilih sisi kanan kepala Herra.


sontak hal itu membuat Herra terkejut dan menoleh kesisi dimana wajah Narendra yang hanya beberapa centi dengannya.


senyum manis dilayangkan Narendra saat matanya beradu dengan Herra.


sesaat keduanya terlibat saling tatap.


Hingga Herra mengerjapkan matanya karna tersadar jantungnya baru saja berhenti berdetak.


" perhatikan ya.. ikuti arahanku.."Narendra menuntun jemari Herra pada tombol.


Herra mengatur nafasnya yang tidak beraturan dan mulai fokus.


" bagaimana ?? mudahkan ??" Ujar Narendra saat tangan Herra mulai mengerti.


Herra menjawab dengan anggukan dan terus bermain.


Narendra ikut tertawa bahagia dengan membalas pelukan Herra.


saat tersadar Herra langsung melepas pelukannya dan tertunduk. bahkan ia sangat ingin menyembunyikan wajahnya yang memerah dimanapun.


Narendra yang melihat terkekeh dan langsung merengkuh pundak Herra.


" kenapa ?? malu lagi ??"


" maaf ya kak.." ucap Herra.


" sudahlah. bagaimana jika kita makan camilan ??" usul Narendra berusaha membuat Herra nyaman.


" dimana kak ??" tanya Herra.


" disini ada istriku.. ayo.." Narendra menarik kembali lengan Herra. dan Herra hanya mengekor saja.

__ADS_1


.


Tanpa sengaja Draka dan Hasna juga berada dimall itu. sesuai kesepakatan mereka, mereka bertemu dimall dan langsung masuk bersamaan. Nampak sekali raut wajah bahagia pada hasna, sebab sudah cukup lama draka tidak mengajaknya jalan-jalan.


tujuan mereka adalah tempat makan, Atas keinginan Hasna Mereka berdua langsung duduk disebuah tempat favorite mereka.


" kau mau makan apa ??" tanya Hasna.


Draka meneliti buku menu, "aku ikut denganmu saja. ini terlalu banyak."jawab Draka.


Hasna mencebikkan bibir bawahnya."selalu begitu. apa kau tidak punya kesukaan.??"


" tentu saja ada." timpal Draka.


"benarkah ?? apa ??"


" kau tentunya." kata draka. sontak Hansa hanya tertawa saat gombalan draka kembali terdengar.


tanpa sengaja Narendra dan herra juga berada di resto itu. mereka duduk berdampingan dan juga tengah memilih menu.


" kak. katanya makan camilan ??" tanya Herra.


" iya. ini lo aku sedang memilih. apa kau ingin sesuatu ??" tawar Narendra.


" ada kentang goreng ?? aku mau itu kak.." herra menunjuk gambar yang dilihat mereka berdua.


" baiklah." Narendra meneliti pelayan hendak memanggil. namun netranya menangkap seseorang yang ia kenal.


" draka ?? benarkah dia ??" Gumam Narendra seraya menajamkan matanya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2