You Are Only Mine

You Are Only Mine
Penyerangan


__ADS_3

bab 180


.


.


.


Sementara Yohan dan Romi mulai curiga, sebab sejak tadi ia mengintai rumah Yohan yang sudah sengaja dikosongkan belum ada pergerakan dari torik.


"bagai mana ini Rom ??" tanya Yohan.


" seharusnya mereka sudah sampai, apa lewat jalan lain ??" terka Romi.


" pintu toko ??!!" Balas Yohan.


" kenapa kau tidak bilang dari tadi !!!" gerutu Romi.


" tapi jika begitu anak buah kita pasti akan melapor ??!!" timpal Yohan.


" kalau mereka sudah mati bagaimana ??!! huh.. kita bisa dapat hukuman jika begini.." omel Romi yang segera menyalakan mesin mobil dan mengitari rumah Yohan. cukup lama, sebab rumah Yohan cukup luas.


dan ternyata, pintu masih aman dengan penjaga yang masih berdiri disana.


" tidak ada yang mencurigakan tuan disini." lapor anak buah Romi dan Yohan saat melihat tuan mereka datang.


Romi dan Yohan saling lempar pandang. " Apa jangan-jangan..-"


ucapan romi terjeda saat ponselnya berbunyi. Buru-buru Romi menerima panggilan dari bos besar mereka.


" halo tuan disini..-"


" segera kerumahmu Rom. mereka pasti menyerang rumahmu." terang Papa Revandra.


" apa ??!!!" Romi membulatkan mata dengan terkejut.


.

__ADS_1


.


" aaaahhh,, lepaskan aku mohon.. tolong !!! !!!" jerit Qiara saat diseret Torik dengan paksa.


" istri durhaka !!? kau sudah sah menjadi milikku dan kau harus ikut denganku !!!" bentak Torik dengan mata merah menyala seolah akan menelan mangsanya.


Torik menyeret Qiara tanpa belas kasih, hingga jilbab yang dikenakan Qiara hampir saja terlepas.


Rans dan andika yang hendak bangkit menolong kembali dilumpuhkan oleh anak buah Torik yang cukup kuat


dirumah Romi sudah banyak para penjaga yang termasuk anak buah Papa Revandra tergeletak tak bernyawa akibat serangan dari Torik dan anak buahnya. Bahkan Zakia dan Mayra juga tengah meringis kesakitan dengan lebam diwajah dan tubuh mereka. Rans dan Andika juga masih tak berdaya akibat serangan tak henti dari anak buah Torik yang kuat.


Mama Nada hendak berdiri menolong Qiara yang begitu tampak dilecehkan oleh Torik sebab Torik menciumi wajah Qiara dengan ganasnya.


" dasar biadap !!!" teriak mama Nada dengan nafas memburu, matanya tergenang penuh kepiluan saat melihat Qiara sudah berantakan.


" Nyonya Nada ma.." ucap Amara pada MAma Zenna.


" Nyonya.. jangan seperti itu.." tegur Zenna pada mama Nada.


" oh.. kau nyonya Nada ya ?? istri Revandra sialan itu ?? beruntung sekali aku.." Torik bertepuk tangan ceria.


" semua sudah berkumpul disini. dan kalian akan mati bersama-sama..ha..ha..ha.." kembali tawa Torik menggelegar.


" brengsek !!! aku akan merobek mulutmu sialan !!" teriak Zakia Yang langsung bangkit dan menyerang Torik, namun kembali dihadapan anak buah Torik yang kuat.


buk..


bukk..


buk..


dag..


dag..


dag..

__ADS_1


" akkhh !!"


Zakia terpelanting dengan serangan kuat dari lawan.


" sayang !!" Rans berlari sekuat tenaga dan melayangkan tendangan melayang.


dagg !!


Pria kuat itu mundur beberapa langkah. namun tak sampai tumbang. Zakia memuntah kan Darah akibat hantaman kuat didadanya.


" Zakia jangan memaksa.." mayra berusaha mendekati Zakia begitupun dengan mama Nada dan Herra.


" kakak.." Herra mengelap mulut Zakia dengan bajunya.


" aku mohon.. jangan sakiti mereka.. jika kau mau membawaku, aku tidak masalah, tapi jangan sakiti mereka aku mohon.." Qiara memeluk kaki Torik dengan linangan air mata.


" kau memohon untuk mereka ?? kau tau mereka itu keluarga apa ??" Balas Torik.


" aku mohon Torik.." Qiara mengatupkan kedua tangannya dengan menengadah menatap Torik.


" sayangnya permohonanmu tidak bisa aku penuhi sayang.. karna aku akan membunuh dia !!" Torik langsung mengarahkan pistolnya Begitu saja.


dorr...!!!


" tidak !!!" teriak Qiara.


" awas ma !!!" Herra mendorong mama Nada hingga mama Nada terjerambah jatuh.


Herra bisa merasakan sesuatu mengenai pundak kanannya, terasa panas hingga menembus tulangnya.


" Herra !!!!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2