You Are Only Mine

You Are Only Mine
kau.bilang ingin tau


__ADS_3

bab 169.


.


.


.


Dering ponsel milik Dirya membangunkan Dirya yang tidur ditepi ranjang dengan kaki masih tergantung begitu saja.


" ada apa ??" jawab dirya yang tau siapa.yang menghubunginya.


" kau dimana ?? kenapa tidak tidur dirumah sakit ??" tanya Draka dalam.sambungan.


Dirya mengerjapkan mata dan meneliti sekeliling, ia sadar waktu sudah pagi kembali. "maaf, aku tertidur diapartemen." ucap Dirya lirih


" apartemen ?? bukannya apetemenmu ditempati suster Qiara ?? kau tidur dengannya ??" tuduh Draka.


" jaga mulutmu sialan !! tunggu saja, aku segera tiba dikantor." balas Dirya yang langsung mematikan panggilannya dan memilih membanting ponselnya dan kemudian melangkah menuju kamar mandi.


.


.


Qiara membantu Mama Zenna membereskan meja makan.


"mama Zenna akan menjelaskan semuanya padamu. papa.harus bekerja dulu.." ucap.Yohan pada qiara.


Qiara pun mengangguk..


Amara tak lupa memeluk sang papa dengan erat. "papa memgantarku kan ??" tanya Amara yang sudah berganti seragam sekolah SMAnya.


" apa kau bisa berangkat sendiri ??!!" goda papa Yohan.


" jika naik angkot aku tidak mau !!! kapan aku boleh bawa mobil sendiri ?!!?" rengek amara.


" Amara !!! segeralah berangkat !!" tegur sang mama.

__ADS_1


"baiklah." Amara meraih tangan mama Zenna dan menciumnya.


" kakak. aku kesekolah dulu ya ?? nanti siang aku sudah pulang kok.." pamit Amara pada Qiara.


" iya." balas Qiara singkat.


Amara memeluk Qiara dengan hangat. hal itu terus menggelitik hati Qiara yang terasa teriris sebab teringat almahrum adiknya.


segera Amara melangkah mengekor dibelakang sang papa dengan melambaikan tangan.


setelahnya, Qiara hendak mencuci piring namun segera ditahan oleh Mama Zenna.


" biar pelayan saja nak.. kemarilah.."


ajak mama Zenna.


" kau bilang ingin tau kenapa kau disini kan ??" Ucap mama Zenna.


Qiara mengangguk pelan dengan menunduk.


.


.


.


Candrika sudah menyelesaikan semua, hari itu ia harus kembali kejakarta. namun entah mengapa ia masih kefikiran dengan Joy yang waktu itu menyatakan perasaannya.


" jika memang dia menyukaiku, kenapa tidak menanyakan jawabanku lagi ??" tanya Candrika sendiri,


" dia pria yang tidak peka !!! masa dia seenaknya mencium bibirku tapi tak mengatakan apapun.." omel Candrika seraya membenahi semua barang-barangnya.


.


.


Sementara Joy yang begitu sibuk dikantor sampai terlupa pada Candrika, wanita yang memang sebenarnya ia sukai.

__ADS_1


Joy juga sudah merekrut seorang pria dari anggotanya sebagai sekretaris sekaligus asistennya, guna membantu dirinya mengelola perusahaan yang ditinggalkan Narendra.


Joy memang tidak tau keadaan Herra yang sebenarnya. meski setiap hari ia menanyakan kabar pada Adiknya itu, namun Herra tak pernah sekalipun menceritakan keadaannya. hingga Joy selalu menganggap sang adik selalu baik-baik saja.


mendengar Herra baik, Joy sudah bisa tenang dan memilih fokus pada pekerjaannya.


tokk..


tok..


tok..


" masuk !!" ucap Joy saat pintunya diketuk beberapa kali.


masuklah Doni sang asisten baru Joy. " tuan. Nona Candrika akan kembali pagi ini." lapor Doni.


" lalu apa hubungannya denganku ??!!" tanya Joy tanpa menatap doni.


Doni menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bukannya dia yang menyuruh mencari tau kapan Candrika kembali ?? batin Doni.


" tapi bukannya Tuan..-"


" siapkan saja bahan untuk kita bertemu klien siang ini..!!" timpal Joy dengan tegas.


" ba..baik tuan." balas Doni dengan cepat. ia pun langsung keluar. tidak akan baik jika ia terus-terusan didalam ruangan bosnya.


"huh.. untung jantungku kuat " gumam Doni seraya melangkah menuju ruangannya.


Joy membuka kaca matanya dan memijit pelipisnya. beberapa kali.bahkan dia membuang dan menghirup nafas dengan kasar. Sesekali ia melirik ponselnya, yang diam tak berbunyi sejak tadi.


" apa dia lupa belum menjawab perasaanku ??" gumam Joy sendiri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2