You Are Only Mine

You Are Only Mine
Bisikan goib


__ADS_3

bab 193


.


.


.


Meski ragu dan masih cukup bingung, Herra akhirnya membeli beberapa lingery atas saran para wanita tadi. apa lagi bisikan-bisikan goib dari para wanita tadi sontak membuat Herra sedikit kawatir. mengingat sudah beberapa bulan, mereka berdua tidak melakukan hubungan suami istri. diusia Narendra sekarang, dan menurut wanita-wanita tadi, sangat tidak mungkin pria bisa bertahan selama itu.


otak Herra yang sudah terkontaminasi kata-kata nyleneh itu terus memutar layaknya komedi putar. hingga fikiran negatifnya tiba-tiba muncul.


" pak. kekantor suami saya ya.." pinta Herra seketika.


" tapi nona, kantor jalannya memutar.." balas sopir.


"biarkan saja !! cepatlah.." Herra nampak kesal dengan jawaban sopirnya. dan akhirnya, Sang sopir hanya bisa menurut.


Hingga setelah beberapa menit memutari jalanan, Mobil Yang dikendarai Herra berhenti didepan kantor megah milik Narendra.


Buru-buru Herra turun seraya membawa paper bag berisi makanan ringan.


Sapaan dari pada pegawai terus didapat Herra saat memasuki kantor itu.


Hingga keluar dari lift juga, Herra masih tetap disapa para karyawan dengan penuh keramahan.


Herra mengarahkan langkahnya menuju ruangan suaminya. namun urung saat tak sengaja melihat sang kakak yang juga baru keluar dari ruangannya.


" kak Joy.." panggil Herra.


Yang dipanggil langsung menatap sumber suara. " Herra, kau sedang apa disini ??" tanya Joy yang segera mendekati adiknya.

__ADS_1


" tentu saja menemui suamiku..dan juga kakak.." balas Herra dengan senyum sumringahnya.


" tapi suamimu sedang mitting dengan klien, baru saja mulai." ujar Joy.


" benarkah ?? tapi aku tadi lewat ruang mitting terlihat sepi ??!" protes Herra.


" mitting pribadi, diruangannya ini.." tunjuk Joy.


alis Herra bertaut. dan kembali bisikan goib yang ia terima tadi mulai berdengung ditelinganya.


" hey !! kenapa ??" Joy mengejutkan Herra.


" kak, klien suamiku wanita apa laki-laki ??" tanya Herra seketika.


Kini yang dibuat Heran Joy sendiri. adiknya tidak pernah bertanya sedetail itu selama ini. "maksudmu ??"


" kakak.. apa aku bicara kurang jelas ?!!" protes Herra.


mata zherra seketika membulat, entah kebetulan atau karna fikiran negatifnya yang sudah memenuhi seluruh otaknya, kenapa tebakannya sangatlah benar.


" Herra.. kau kenapa ??" tanya Joy dengan memegangi pundak Herra. saat tau Herra termangu dengan wajah terkejut.


"kakak kenapa membiarkan suamiku dengan wanita lain didalam !!!" protes Herra dengan suara meninggi.


Joy pun sampai tersentak dibuatnya.


" mau bagaimana, dia kan klien kami." balas Joy.


Herra yang sudah dikuasai fikiran negatif hendak masuk, namun Bersamaan dengan OB yang membawakan minuman.


" eh.. itu mau dibawa masuk ya ???" tanya Herra menghentikan sang OB.

__ADS_1


" iya nona." balas OB itu.


" kemarikan. biar aku yang bawa." Herra pun segera merampas nampan berisi minuman untuk Narendra beserta kliennya.


Joy terus memperhatikan tingkah adiknya yang cukup aneh hari itu.


" Herra, jangan membuat ulah !!" cegah Joy.


" siapa yang mau membuat ulah !!! ?minggir !!" Joy didorong oleh Herra dan segera pula Herra masuk.


Darah dalam Dada Herra mendidih tak karuan apalagi saat tiba didalam, Narendra duduk santai bersama wanita seksi dan cantik dengan berbincang serius.


Cukup terkejut, Narendra dibuatnya. "sayang.. kau kemari ??" sapa Narendra yang langsung berdiri menyambut istrinya.


wanita yang bersama Narendra ikut menatap kearah Herra yang membawa nampan.


" Terre, perkenalkan ini Herra istriku. sayang dia Klien baruku, kami akan bekerja sama dalam membuat pabrik pengolahan bahan lagi."terang Narendra memperkenalkan.


" oh...hay.. astaga Naren, istrimu masih muda dan sangat cantik. aku tidak menyangka kau bisa mendapatkan yang seperti ini.."balas wanita yang dipanggil Terre oleh Narendra.


Herra mengeluarkan tatapan elangnya dengan wajah nampak kesal.


Joy pun segera merampas nampan ditangan Herra.


dan meletakkannya dimeja.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2