
bab 220
.
.
.
Ketiga pria itu tersungkur begitu saja karna dihajar Dayra dan Tamara.
Andika pun dibuat tercengang saat melihat dayra ternyata juga sangat ahli dalam bela diri. bahkan gerakannya juga sangat lihai dan santai.
" kau terpesona ya ??"goda Dirya.
" mereka berdua cukup hebat tuan.." ucap klien Yang bersama Dirya dengan senyum kepuasan.
" tentu saja. mereka berdua adik keponakanku tuan.." balas Dirya.
Andika nampak tak suka jika Ada pria lain memuji Dayra. padahal yang dikatakan klien mereka adalah keduanya.
" benarkah ?? pantas mereka cantik-cantik.." balas klien itu.
dirya mengangguk penuh bangga.
" sejak kapan dayra bisa bela diri tuan ??" tanya Andika.
"tentu saja sejak bersama paman ken. kau tau paman Ken itu dulu.." Dirya tak jadi melanjutkan kata-katanya saat sadar klien dihadapannya menguping.
" emm.. aku panggil mereka ya.." Dirya berdiri dari duduknya.
" hey Dayra,Tamara !! jangan kotori tangan kalian dengan menghajar tikus got seperti itu !!!" panggil Dirya.
Tamara dan Dayra menoleh kesumber suara.
__ADS_1
" kakak !!" Dayra cukup terkejut.
" tuan dirya.." gumam Tamara ketakutan. sebab jika sampai dirya mengadu pada papanya, Tamara tidak akan diijinkan berlatih lagi.
" kemarilah !!" panggil Dirya.
Dengan menendang satu-satu pria yang sudah terkapar tak berdaya itu Dayra dan Tamara menghampiri Dirya dan andika.
Andika sampai salah tingkah saat Dayra mendekat.
" kakak sejak kapan disini ??" tanya Dayra saat sudah dekat.
" tentu saja sejak kau berkelahi.!! dasar anak-anak nakal !! bukannya papa kalian sudah berpesan untuk tidak memamerkan kekuatan kalian ditempat umum !!" Omel Dirya.
" maafkan kami tuan. kami hanya berusaha membela diri.." Balas Tamara.
" kau juga. aku sudah katakan puluhan kali padamu !!! aku ini bukan tuanmu !!!" tegur Dirya pada Tamara.
" iya kak.. papa bisa menghukumku lewat paman ken nanti !! besok aku sudab kembali kesana !!" Dayra pun ikut memohon.
Dirya terkekeh dibuatnya. Ia pun merangkul kedua wanita yang selalu ia anggap sebagai adiknya itu.
" tenang saja. aku tidak akan bicara. kalian tau, kalian sangatlah hebat !!" puji Dirya.
meski cukup kebingungan Dayra dan Tamara ikut senang sebab Sang kakak hanya bercanda pada mereka.
Andika pun hanya diam, meski sesekali pandangannya bertemu dengan Dayra.
.
.
Malam hari dirumah, Andika duduk santai ditepi kolam dengan menatap kelangit dimana bintang-bintang bertaburan.
__ADS_1
Mama sonia yang melihat sang putra nampak melamun sengaja menghampiri Andika.
" kenapa kau tidak rela dia kembali kesana ??" gumam Andika sendiri.
" apa ini ?? kenapa aku sedih sekali.." kembali Andika beegumam.
Mama Sonia yang bisa mendengar gumaman putranya menyeringai menahan tawa.
" itu namanya kau mulai menyukainya anakku.." ucap mama Sonia menyadarkan lamunan Andika.
Seketika Andika beranjak karna terkejut ada suara disana.
" mama !?!"
mama sonia mendekati putranya dan duduk disisi Andika. Andika nampak tak enak saat menyadari sang mama mendengar perkataannya.
" kau tau, rasa cinta terkadang tidak harus kita rasakan secara sadar. kadang dari terbiasa dan mulai tidak rela jika jauh dari seseorang itu adalah tanda-tanda kita menyukai orang itu." terang mama Sonia dengan senyum manisnya.
Andika pun mencerna setiap kata sang mama.
" lalu, apa yang aku rasakan ini cinta ma ?? maksudku, aku cukup tidak rela dia pergi, bahkan jika dia dilihat pria lain aku tidak rela ?!!!" Andika akhirnya mengatakan dan meminta solusi pada sang mama.
Benar dugaan mama Sonia, putranya tengah mengenal Cinta.
" tentu saja sayang.. ya ampun.. itulah kenapa sejak dulu mama memintamu menjalin hubungan dengan wanita, sampai usiamu segini saja kau belum bisa mengenalinya."
Namun andika nampak tak mendengarkan dan bergegas berdiri dari duduknya. "mama aku pergi dulu.." pamit Andika yang langsung berlari menuju pintu keluar.
mama Sonia tersenyum bahagia. benar kata suaminya. ternyata sang putra sudah memiliki tambatan hati.
.
.
__ADS_1