You Are Only Mine

You Are Only Mine
kandungan lemah


__ADS_3

bab 145


Brankar didorong sembari berlari dilorong rumah sakit. Zakia yang sudah menghubungi rekannya dan juga suster Qiara sudah menyambut diruang IGD. Secepatnya Zakia membawa Tubuh Herra yang terbaring tak berdaya dibrankar memasuki ruangan itu.


Herra diharuskan dibawa kerumahnsakit karna saat diperiksa Zakia, Herra mengeluarkan darah meski ia terbaring Pingsan.


Narendra hendak ikut masuk, namun segera pula dicegah oleh Zakia.


" tunggulah disini.."


" kak.. selamatkan istri dan anakku..kak..aku mohon.." pinta Narendra dengan wajah sangat menyedihkan.


" kakak akan berusaha..tenanglah.. bantu doa ya.." Ucap zakia sebelum masuk dan suster Qiara langsung menutup pintu IGD.


Narendra tertunduk setelah mengusap kasar wajahnya. ingin rasanya Narendra menggantikan posisi sang istri yang begitu berjuang mempertahankan janin mereka.


Mama Nada dan papa Revandra juga baru tiba bersamaan dengan Draka dan Dirya yang diberi kabar keadaan ipar mereka.


" sayang.. tenangkan dirimu.." mama Nada mengusap punggung putra sulungnya.

__ADS_1


" kakak ipar dimana kak ??" tanya Draka.


Narendra hanya menjawab dengan menunjuk kearah IGD.


" semoga kakak ipar baik-baik saja.." ucap Dirya. yang segera membuat semua mengangguk dengan doa yang terpanjat.


Diapartemen Joy hendak membuat kopi kesukaannya. berada didepan laptop cukup membuat dirinya sedikit lelah. tak ada istirahat bagi Joy, meski ia katakan akan istirahat dirumah namun kenyataannya dia harus mengurus semua pekerjaannya yang tertunda.


Baru saja menuang air panas entah mengapa tiba-tiba cangkir yang ia gunakan pecah dengan sendirinya.


pyar..


hal itu membuat Joy amat terkejut. sesaat ia teringat sang adik yang dalam kondisi lemah, namun saat teringat ada banyak orang yang menyayanginya Joy bisa sedikit bisa bernafas lega. tanpa berkata apapun, Joy segera membereskan serpihan cangkir dimana ia hendak membuat kopi tadi.


Narendra terduduk lemas dilantai diruangan kakaknya. seakan dunia sudah berhenti berputar, Kaki bahkan sudah tidak mampu lagi menopang berat tubuhnya saat sang kakak menjelaskan kondisi terkini istrinya.


Zakia segera bangkit dan mendekati adiknya. titik terendah yang sangat tidak pernah Zakia lihat selama ini, benar-benar terlihat pada adiknya.


Herra mengalami kehamilan dalam kandungannya yang lemah. sangat lemah hingga menbuat Herra terus pendarahan saat lelah ataupun memikirkan sesuatu. benar-benar kandungan yang tidak boleh sampai melakukan apapun. bahkan berjalan saja bisa membuat pendarahan Herra semakin banyak.

__ADS_1


Zakia menyarankan untuk mengangkat janin dalam perut Herra, karna keadaan itu akan membuat Herra harus terus merasakan sakit bahkan lemah terus menerus. namun Narendra tidak tau harus bagaimana, mereka berdua sangatlah menginginkan kehadiran buah hati. namun keadaan Herra yang memprihatinkan membuat Narendra tak bisa memilih.


" fikirkan baik-baik semua Naren.. bicarakan pelan-pelan pada Herra.. kalian masih bisa memilikinya lagi nanti.." tutur Zakia berusaha menguatkan.


" apa Herra mau kak ?? dia sangat menginginkan baby kak.."balas Narendra dengan menatap sang kakak.


" apapun keputusan dia kau harus mendukungnya, setidaknya kau harus bersiap untuk menjaga dia.." balas Zakia.


Narendra mengangguk pelan.


" kak, apa tidak ada cara lain ??"


Zakia menatap nanar adiknya yang sangat berharap ada keajiban. ia juga ikut bersedih dengan keadaan adik iparnya.


Sore hari Candrika baru saja tiba dirumah sakit dimana Joy dirawat. dengan membawa buah ditangannya.


tanpa permisi Candrika membuka pintu ruang rawat Joy, senyumnya luntur seketika saat tak mendapati Joy disana. ruangan sudah kosong dan sudah dirapikan.


" kemana dia ?? apa dia pulang ??" batin Candrika.

__ADS_1


__ADS_2