You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kesedihan Herra


__ADS_3

bab 45


.


.


.


Sinar mentari mulai menampakkan cahayanya, memasuki celah-celah gorden kamar dimana Herra tertidur hingga bias cahayanya mengenai wajah Herra. Herra mengeliat dengan membuka matanya perlahan. ia sedikit menutup cahaya yang mengenai matanya dengan telapak tangan.


" ya ampun.. aku kesiangan.." gumam Herra yang segera bangkit. ia sedikit terkejut saat melihat banyaknya kelopak bunga diranjang. namun seketika juga ia teringat jika sudah menikah dan melihat kemesraan suaminya.


Helaan nafas yang panjang mengiringi Herra yang hendak bangkit dari tempat tidur. Netra Herra kembali terfokus pada seseorang yang tidur disofa panjang.


ya, Narendra terpaksa tidur disofa karna ia tidak mau sampai Herra tidak nyaman dan merasa sedih lagi.


Entah mengapa, Herra merasa kasihan dan mengambil selimut lalu membawanya mendekati Narendra yang terlelap dalam tidur.


dengan perlahan Herra menempatkan selimut di tubuh Narendra.


mata yang tertutup cukup tenang membuat Herra menyunggingkan senyum getir. "seharusnya aku sadar, semua memang keinginanku untuk menolongnya. aku tidak.boleh egois dan mencampuri urusan percintaanya." gumam Herra dengan masih menatap Narendra yang terlelap.


Puas menatap, Herra hendak berbalik dan membersihkan diri. namun Lengannya tiba-tiba ditarik oleh Narendra tanpa aba-aba, hingga Herra tersentak karna terkejut jatuh diatas Narendra.


" aakkhh !!" pekik Herra dengan mata terpejam.

__ADS_1


" kenapa kau bicara begitu ??" tanya Narendra dengan suara berat khas Bangun tidur.


perlahan Herra membuka matanya, seketika ia sangat terkejut dengan kedekatan mereka. Tersadar Herra segera bangkit, Namun Narendra mempererat dekapannya hingga dada mereka saling beradu.


" kak lepaskan Herra !! kakak sudah bangun ya dari tadi ??!!" protes Herra. yang berusaha melepas tangan Narendra yang setia melingkar diperutnya.


"diamlah !! kau membangunkan sesuatu nanti." balas Narendra dengan suara masih sama.


" kakak memang sudah bangun sejak tadi !!" protes Herra kembali.


" iya. dan juga dia ' Mata Narendra melirik kebawah, seolah menunjukkan pada Herra,Herra yang bingung berusaha paham.dan mengikuti tatapan Narendra.


sontak Herra amat terkejut. Piyama yang ia kenakan terbuka didaerah dada. fikiran Herra itulah yang dimaksud Narendra dan dengan cepat Herra menundukkan tubuhnya menempel sempurna pada nNarendra.


Melihat hal itu Narendra ingin sekali tertawa, namun berusaha ia tahan.


Wajah Herra bersemu merah, dan reflek memukul dada Narendra.


" aww !! Herra !!" Narendra meringis sedikit sakit, sebab Herra memukul cukup keras. hingga herra bisa bangkit dan membenahi pakaiannya. ingatan Herra terputar kembali dengan kejadian semalam.


" kakak urus saja kekasih kakak itu. jangan cuma menggoda saja !!" ucap Herra bernada kesal.


Narendra bangkit dan meraih lengan Herra lagi. segera pula Herra menepisnya.


" jangan memberi harapan yang tidak mungkin kakak berikan. herra sadar dan tau posisi Herra saat ini. hiduplah tenang, aku tidak akan mempermasalahkan hubungan kalian" Herra berbalik dan hendak pergi meninggalkan Narendra, kembali Narendra mencekal lengan Herra. meski berontak Narendra terus menguatkan genggamannya. hingga ia memilih menarik tubuh Herra kedalam pelukannya.

__ADS_1


" lepaskan !! aku tidak bisa begini !! lepaskan..!!" ronta Herra dengan tangisnya.


" aku mohon jangan begini Herra.. aku mohon.." Balas Narendra dengan terus mempererat tubuh Herra.


" hu..hu..hu.. nanti aku bisa berfikir berlebihan.. lepaskan aku kak.." lama kelamaan tubuh karna dekapan Narendra begitu kuat, tangis Herra begitu memilukan, bahkan Narendra memejamkan mata dengan penuh rasa sesak. entahlah, Narendra sangat tidak bisa melihat Herra bersedih seperti ini, dihari yang seharusnya membahagiakan.


.


.


.


Mohon maaf kakak Readerku 🙏🙏


bukan nggak up ya, sebenarnya udah up sejak kemarin. tapi didaerahku lagi minim sinyal. 😭😭


maklumlah, othor ngetiknya masih pake Hp 😁😁


jadi yang lagi nunggu2 up, mohon kesabarannya ya 🙏🙏


terima kasih..


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2