
bab 40
.
.
.
Malam semakin larut, pesta juga telah usai. para tamu mulai meninggalkan acara karna seluruh rangkaian acara sudah dijalani. hanya beberapa keluarga saja yang masih disana.
Herra setia duduk diam tanpa berkomentar disisi Narendra.
Narendra yang melihat wajah Herra yang begitu lelah sangat mengerti keadaan Herra. " kau mau istirahat ??" tanya Narendra.
" tidak kak.. keluarga kan masih disini." balas Herra.
" jangan fikirkan mereka, mereka tidak menggunakan gaun besar seperti milikmu. kau pasti lelah."balas Narendra
jujur saja, Herra memang begitu lelah. apa lagi sejak pagi, Herra menggunakan heels yang cukup tinggi yang membuat kakinya merasa pegal.
" sudahlah. ayo aku antar." ajak Narendra.
Herra pasrah, akhirnya ia mengangguk dan segera beranjak dengan dibantu Narendra.
" Dirya, katakan pada yang lain aku dan Herra kekamar dulu. Herra lelah, ia harus istirahat." ucap Narendra saat melewati adik kembarnya yang berbincang dengan anggota keluarga yang lain.
" wah.. kak Naren katakan saja mau melakukan ritual" goda Draka.
Narendra hanya melayangkan tatapan tajam dan terus melewati saudara-saudaranya dengan menggandeng Herra.
Gelak tawa memenuhi kumpulan para jomblo yang tengah berkumpul.
Narendra tak begitu peduli. ia terus menggandeng Herra menuju lift.
.
.
sementara diarea pesta, Joy yang sudah melihat adiknya dibawa suaminya langsung berbalik dan juga hendak meninggalkan pesta.
draka yang melihat segera memanggil asisten sang kakak. "kak Joy !!"
__ADS_1
Joy menoleh dan membungkuk hormat.
" kemarilah.." panggil Draka.
meski nampak malas, joy segera berjalan mendekati adik bosnya itu.
" ada apa tuan ??" tanya joy singkat, nyaris tanpa ekpresi.
Candrika yang memang tengah berkumpul disitu hanya memperhatikan joy tanpa menegur.
" kau mau kemana kak ??" tanya Draka.
" saya mau pulang tuan. pesta sudah usai, dan adik saya sudah aman bersama suaminya."jawab Joy dengan singkat
" kenapa buru-buru kak ??! gabung sini dulu, kita kan bisa berbincang dan minum bersama."tambah Dirya.
" maaf tuan. saya tidak bisa. saya permisi."joy menunduk dan hendak.berbalik, namun suara Candrika begitu mengejutkan dirinya.
" mungkin dia tidak bisa minum alkohol, bahkan sifatnya yang seperti robot itu, ahh.. benar-benar menggelikan seperti wanita manja." ejek Candrika yang berdiri dan melipat kedua tangannya.
Joy memicingkan mata lalu berbalik. tatapan tajam ia layangkan pada Candrika yang mengejek dirinya.
namun bukan Candrika namanya jika takut. ia justru malah membalas dengan gaya ejekan dan angkuhnya.
" kau tidak mengenal asisten joy Can, dia itu temannya kak Naren. mana mungkin tidak bisa minum alkohol."ucap Dirya.
"benarkah ?? lalu kenapa dia menghindar. ??" Candrika semakin terus memojokkan Joy
Joy langsung mendekat kembali dan meraih botol alkohol yang sudah berjajar rapi dimeja.
ia duduk disisi Dirya dan langsung meneguk isi botol itu.
" aku tantang kau menghabiskan minuman ini berdua." kata Joy setelah selesai meneguk habis isi botol minuman itu.
Gleek !!
Candrika mulai ketakutan. bahkan ia saja minum dua gelas sudah mabuk. sedang kan dimeja ada banyak sekali botol yang masih tersegel rapi.
" kau takut sekarang ??" joy berucap dengan suara beratnya.
Candrika menelan ludahnya dan menatap tajam Joy. tidaklah mungkin dia menolak.
__ADS_1
" asisten joy, Kak Cand tidak bisa minum sebanyak itu." Hasna mencoba menengahi. hasna tau betul Candrika bukanlah pemabuk.
" benarkah ??" Joy menatap Candrika dengan mengejek.
"aku terima tantanganmu asisten sombong !!" ralat Candrika.
Semua kembali terkejut menatap Candrika.
" kau jangan bercanda Cand, ini.banyak..??!!" timpal Draka.
" tidak masalah. tapi aku punya syarat untukmu asisten joy."ucap Candrika.
" katakan saja." balas joy sembari kembali meneguk habis sisa minuman dibotolnya.
" kau harus menciumku saat aku berhasil menghabiskan semua ini denganmu !!" Kata Candrika.
Dirya dan Draka mendelik dan tak percaya dengan syarat yang diajukan adik keponakannya itu. terdengar sangat konyol.
Joy hanya menyunggingkan senyum tipis dan mengangguk "aku terima tantanganmu,"
Candrika mengulurkan tangannya "deal !! mereka saksinya." Candrika menunjuk semua yang ada disitu.
joy dengan malas menerima uluran tangan Candrika. keduanya saling tatap kembali dengan tatapan sama-sama tajam.
.
.
.
Asisten Joy sama Sikembar cuma buat selingan ya kak😊😊
biar nggak bosen monoton gitu
stay terus ya dikaryaku 😁🙏😁
ritual.likenya jangan lupa 🙏🙏🙏
.
.
__ADS_1
.