
bab 24
.
.
.
Makan siang usai dan Nada sudah digiring Revandra agar beristirahat. meski awalnya menolak dan ingin berkumpul dengan yang lain, Namun karna semua kekeh meminta wanita paruh baya itu untuk istirahat.
Darren dan Melly serta Nurra dan Mike sudah berpamitan terlebih dahulu.
Narendra juga berpamitan guna mengantar Herra kembali keapartemennya.
" jadi Herra mau tinggal dimana ?? ditempat kakak saja ya ??" tawar Zakia.
" rumah kakak terlalu jauh," balas Narendra singkat.
" kan masih terjangkau Naren !!" timpal Rans.
" kak Naren tidak mau terlalu jauh dari Herra kak Rans.." goda Dirya.
" diam kau !! ikut bicara saja !!" Narendra menggerutu. sementara Herra hanya tertunduk.
" Herra aman dirumah kakak, selama persiapan pernikahan dan selama Joy belum kembali, Herra akan tinggal ditempat kakak."tegas Zakia.
" bagaimana Herra ?? kau mau kan ??" tanya Rans pada Herra.
" dimanapun saya bisa Tu..eh..kak, maaf sudah merepotkan." jawab Herra masih dengan menundukkan wajahnya.
" Herra.. mulailah biasa pada kami. kau akan menjadi keluarga kami. aku dan suamiku adalah kakakmu," terang Zakia.
"iya kak.. maaf mungkin aku belum terbiasa."balas Herra.
" ya sudah. ayo kita kembali kerumah kakak." ajak Zakia. pada Herra
__ADS_1
" tunggu dulu !!" cegah Narendra.
" ada apa lagi ??" Zakia nampak kesal
" pakaian Herra masih diapartemen, biar aku antar dia keapartemen dulu" ujar Narendra.
" cih.. modus !! dirumah kakak banyak pakaian wanita Naren !! sudahlah. Ayo Herra.." Zakia menarik lengan Herra begitu saja.
Narendra melongo dengan balasan sang kakak yang dengan seenaknya membawa Herra. bukan masalah apa-apa, Narendra hanya kefikiran pada Herra yang pemalu.
" sabarlah kak.. hanya beberapa minggu saja. setelah itu kan kau bisa bersama terus dengannya " goda Draka dan Dirya yang entah sejak kapan sudah dikedua sisi sang kakak.
Narendra menautkan alisnya seraya menatap kedua adiknya bergantian.
Sedangkan Draka dan dirya kompak memainkan alis mereka naik turun seakan menggoda sang kakak.
" apa kalian sudah bosan menjadi adikku ??" tanya Narendra. yang setia dengan wajah datarnya.
Draka dan dirya saling pandang, keduanya cengengesan saat sang kakak sudah seserius itu.
" Cih !! aku fikir usia bertambah akan membuat kalian lebih dewasa, ternyata masih sama." gerutu Narendra yang memilih meninggalkan dua adik kembarnya.
Namun saat Narendra baru menapaki anak tangga terdengar panggilan untuk dirinya dari arah luar.
Draka dan Dirya juga keheranan saat suara wanita memanggil nama sang kakak.
" Narendra !!! baby.. I'm Coming...!!! we Are you ??!!"
Narendra yang mengenali suara itu segera berlari memutar tubuhnya. wajahnya yang nampak serius membuat Draka dan Dirya mengikuti sang kakak.
Sementara diluar Granda terus dicegah oleh penjaga.
" Nona sebaiknya tunggu disini dulu !!" ucap penjaga dengan tegas.
" hey !! jangan berani mencegah saya ya ??!! saya ini pacarnya Tuan kalian !!!" bentak Granda dengan suara lantang.
__ADS_1
" kak, bukannya itu ,??" Draka menghentikan ucapannya saat Narendra segera berlari menghampiri granda.
" Granda !!!" panggil Narendra agar menghentikan aksinya memukul penjaga dengan tas yang ia pakai.
" baby.. mereka melarangku menemuimu..." Granda berkata dengan suara manja dan mendekati narendra.
" dasar wanita Murahan ??!! kau sedang apa disini ??!!" pekik Narendra yang langsung mendorong Granda.
melihat wajah Granda membuat Narendra teringat kejadian diBali waktu itu.
" aku merindukanmu baby.. maafkan aku..." Granda tak putus asa ia mendekati Narendra lagi dan langsung memeluk Narendra.
sontak hal itu begitu membuat Draka dan dirya tercengang.
Narendra yang dikuasai emosi dengan ingatan dimana Granda yang bergumul dengan sadar waktu itu,
" wanita gila !!!" bentak Narendra dengan kuat mendorong Granda hingga terjatuh.
" aaahhh !!!"
" harga dirimu sudah kau jual kan ?? pantas saja kau tidak tau rasa malu sama sekali !!! jika kau tidak pergi, aku tidak akan segan melukaimu Granda !!!" ucap Narendra suaranya begitu menggelegar dengan mata merah.
" Naren.. dengarkan dulu.. aku dipaksa waktu itu.. aku terpaksa..melakukannya..." Granda masih terus berusaha.
"dengan kau menikmati permainan itu kau bilang terpaksa ??!! dasar ****** !!!" teriak Narendra meluapkan kekecewaannya lalu segera meninggalkan Granda
" Naren tunggu !!!" panggil Granda.
Narendra memerintahkan penjaga dirumahnya. "Seret wanita murahan itu keluar !!! jika kalian membiarkan dia masuk lagi, aku akan memotong kepala kalian !!!"
Narendra berjalan melewati Draka dan Dirya yang sejak tadi menjadi penonton. sementara Granda yang terus berontak diseret paksa oleh beberapa penjaga.
.
.
__ADS_1
.