You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kesalahpahaman.


__ADS_3

bab 43


.


.


.


Narendra mempercepat larinya saat Herra tak mendengarkan panggilannya.


" Herra, tunggu !!" panggil Narendra berulang-ulang.


Herra terus berlari dan masuk kedalam kamarnya lalu duduk disudut Tempat tidur.


air mata masih berusaha ia tahan. ia tidak mau memperlihatkan kesedihannya didepan Narendra.


Nafas Narendra terengah-engah saat melihat Herra memilih masuk kedalam kamar. segera Narendra ikut masuk dan menutup pintu perlahan.


" semua tidak seperti yang kau lihat Herra." ucap narendra.


" aku tau kak. maaf seharusnya aku tidak mengganggu kakak dengannya."balas Herra.


Narendra mengusap kasar wajahnya lalu mendekati Herra.


" kak. aku mohon jangan kesini dulu. bisa tidak kita tidur terpisah malam ini.. aku mohon...??" pinta Herra.

__ADS_1


Narendra menghentikan langkahnya. meski tak mengatakan jika hatinya sakit, namun Narendra cukup mengerti, kejadian tadi memang cukup membuat siapa saja sakit hati jika melihatnya, apa lagi status mereka yang sekarang adalah suami istri.


tak mau terlalu memaksa, Narendra mengangguk. "baiklah. tapi percayalah padaku. semua yang kau lihat tadi ada penjelasannya."


Herra tak bergeming, hingga Narendra keluar dan menutup kembali pintu kamar itu.


Tangis Herra pecah seketika setelah kepergian Narendra. ingin sekali tidak menangis, namun semakin ditahan malah semakin sesak. "inikah rumah tangga yang akan kujalani ?? sesakit ini kah melihat pria yang berstatus suami mencintai wanita lain ?? Tuhan..kuatkan hatiku..." jerit Herra dalam batinnya.


Diambang pintu yang belum sepenuhnya tertutup rapat, Narendra bisa mendengar tangis Herra yang memilukan. Tangan Narendra bahkan terkepal, ia juga merasakan kesal pada semuanya.


"Granda.. aku tidak akan memaafkanmu !!" gumam Narendra penuh amarah.


.


.


.


Candrika yang memang tengah mabuk seakan tak sadar dengan yang ia lakukan. dengan sengaja ia bergelayut manja dilengan Joy. bahkan sesekali Candrika menciumi lengan joy dengan brutalnya.


" dasar wanita aneh.. tidak bisa minum malah memaksa."gerutu Joy yang merasa risih lalu mendorong Candrika. namun Candrika malah lebih mempererat pelukannya dan malah tangannya merayap kewajah joy.


" diamlah Wanita aneh !!" bentak Joy dengan suara cukup tinggi.


" mmmhhh...kenapa kau berteriak sayang.."Candrika malah semakin kehilangan akal.

__ADS_1


Joy memasukkan mobil diparkiran Apartemennya.


malam cukup larut, bahkan alamat Candrika joy tidak tau, joy juga nampak sangat lelah, hingga ia memutuskan membawa Candrika keapartemennya saja.


" sangat menyusahkan !!" gerutu Joy yang segera keluar dan menggendong Candrika.


dari lorong menuju lift, hingga tiba dikamar, joy nampak tak kesusahan membawa tubuh Candrika. Sedangkan Candrika malah semakin manja dengan menyembuyikan wajahnya didada Joy, sesekali bahkan Candrika mengusap dada Joy dengan wajahnya.


sumpah demi apapun. Joy merasa sangat jengah. biar bagaimana pun joy adalah pria normal, Dada adalah tempat sensitifnya.


" aku bisa gila jika begini." gumam Joy kembali. hingga ia masuk kekamar dan meletakkan tubuh Candrika ditempat tidur.


" huh !! kau besok harus mendapat hukuman wanita aneh !!" ujar Joy yang segera melepas sepatu heels yang dikenakan Candrika. kemudian beralih membenarkan selimut.


Namun Candrika membuka matanya. ia memgamati wajah Joy yang cukup dekat dengannya.


hingga tanpa joy sadari Tangannya ditarik paksa Candrika. seketika itu Joy terjatuh diatas Candrika.


" apa yang kau lakukan !!" protes Joy hendak bangkit. namun Candrika malah menarik jas Joy dan mendekatkan bibir joy dengannya, joy amat terkejut, apalagi Candrika begitu brutal menciumi bibir joy. entah sebab apa, Joy seakan tak ingin melepasnya hingga joy sendiri ikut menikmati ciuman Candrika yang nampak begitu bernafsu. suara pertukaran slavina terus berdecit dengan tangan Candrika yang bergerilya didada Joy hingga membuat tubuh joy terasa panas meski ac dikamar itu telah menyala.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2