
bab 83
Dirya masih terlelap didalam mobil saat menunggu Wanita yang ia tolong ketiduran didalam mobilnya. tak tau akan membawa kemana, Dirya memilih menghentikan mobil dan ikut tidur menunggu wanita itu bangun.
Wanita berhijab yang ditolong dirya perlahan mulai membuka mata, saat kesadarannya pulih ia begitu terkejut netranya melihat Dirya yang tertidur disisinya dengan posisi duduk dikursi kemudi.
" dia..dia yang menolongku semalam kan ??" gumam wanita itu.
Lelapnya tidur dirya membuat Wanita itu urung untuk memgangunkannya.
Senyum tipis terbit diwajah pucat wanita itu. "kau pria baik. terima kasih.." ujar Wanita itu lirih
Wanita itu meraih sebuah buku kecil dilaci mobil Dirya beserta pulpennya, ia segera menulis beberapa kata guna ia tinggalkan pada Dirya.
Setelah selesa ia meletakkan secarik kertas itu dan memandang Dirya sesaat. tak mengatakan apapun, Wanita itu turun dari mobil dengan perlahan agar Dirya tak bangun dari tidurnya.
Narendra tiba dikampus Herra bersamaan dengan Herra yang baru keluar. Melihat mobil suaminya sudah terparkir didepan gerbang, Herra mempercepat langkahnya dengan senyum bahagia.
Key yang melihat Herra hendak menyusul dan memanggil, namun saat melihat Herra berlari kearah sebuah mobil yang berhenti dimana keluar pria berkaca mata hitam dengan setelan jas yang Key yakini adalah suami Herra. Key mengurungkan niatnya dan hanya bisa memandang dari jauh.
" kakak dari tadi ??" sapa Herra saat sudah dekat, tak lupa ia meraih tangan Narendra dan menciumnya, Sementara Narendra yang tau jika ada yang memperhatikan mereka berdua menarik Herra kedalam pelukannya.
Meski cukup terkejut, Herra amat bahagia. ia sudah mulai terbiasa dengan pelukan tiba-tiba seperti itu
" aku merindukanmu.." ujar Narendra dengan jelas.
__ADS_1
Herra tertawa geli. suaminya terlalu romatis dan sangat geli jika terdengar.
" kakak berlebihan.." balas Herra saat pelukan sudah terlepas.
" kita pulang ??" tawar Narendra.
" aku lapar, bisa kita makan dulu ??" balas Herra dengan wajah ceria.
" apa yang tidak untukmu sayang.." Timpal Narendra yang langsung merengkuh pundak Herra agar berjalan bersama menuju mobil.
key mendegus kesal. awalnya ia ingin menghibur Herra yang kemarin sempat bersedih, namun ternyata Herra sudah lebih baik.
" Sadarlah Key, dia istri orang.. ya ampun.. ku rasa otakku sudah rusak.." omel Key sendiri. ia tak mau terlarut dalam suatu keadaan yang gila itu dan segera berjalan menuju parkiran dimana motornya terparkir.
Giana berjalan perlahan mendekati Joy yang masih tetap terlelap. Sangking lelahnya, Key belum juga membuka matanya hingga siang itu.
" ya ampun.. kenapa dia tampan sekali..." gumam Giana penuh bahagia.
ia terus mendekat dan mendekati Joy. lalu terduduk dibawah disisi Joy yang tertidur disofa panjang.
Posisi Joy bahkan tak berubah sejak tadi. tertidur dengan tenang dan deru nafas yang amat beraturan.
Tangan Giana terulur guna memegang wajah Joy, wajah yang memang tampan yang amat dikagumi Giana.
belum sempat tangan Giana sampai diwajah Joy, Tangan Giana sudah dicegah oleh tangan Joy yang terangkat meski matanya masih tertutup.
__ADS_1
" kau.. sudah bangun ??!!" Giana amat terkejut.
Perlahan mata Joy terbuka dan langsung menatap tajam Giana tanpa ekspresi apapun.
Giana kesusahan menelan ludahnya, tatapan Joy amat mengerikan saat ini.
" le..paskan jo..eh..maksudku..tuan joy.." Giana mencoba melepaskan tangan joy yang melingkar dipergelangan tangannya.
" kau lupa batasanmu Giana ??" Suara serak Joy begitu membuat merinding Giana.
" bu..bukan..bu..kan..begitu, saya..saya hanya mau membangunkan anda.." Giana mencoba beralasan.
Joy menepis segera tangan Giana hingga Giana meringis sedikit sakit, sebab Joy begitu kuat menepisnya.
Joy bangun dari tidurnya seraya melirik jam dipergelangan tangannya.
" keluarlah !!" perintah Joy. hendak melangkah masuk keruang pribadinya.
" apa kau tidak bisa melihatku sedikit saja !!!?" protes Giana yang cukup kesal diabaikan.
Joy menghentikan langkahnya. lalu menoleh menatap Giana.
" aku katakan aku menyukaimu asisten Joy.. aku benar- benar menyukaimu !!! apa hatimu tetap akan tertutup setelah kematian dia ??!!" Giana meluapkan rasa dihatinya.
Joy tak menjawab, ia kembali berbalik lagi dan memilih melangkah menuju kamar pribadi diruangannya meninggalkan Giana yang mematung disana.
__ADS_1