You Are Only Mine

You Are Only Mine
Berada dikampus


__ADS_3

bab 66


.


.


.


" tuan, saya harap anda jangan terlalu memanjakan Herra. dia masih terlalu polos, saya takut dia akan terbiasa dengan kemewahan terus jika anda memberinya lebih seperti ini. saya selalu berharap adik saya menjadi sosok sederhana dan bisa hidup dalam segala keadaan." ujar Joy mengeluarkan uneg-unegnya.


" kau bicara apa Joy. semua kan memang kewajibanku. dan aku memiliki lebih dari segi materi. aku tidak bisa membalas kebaikan kalian. hanya ini yang aku bisa, jadi aku mohon biarkan saja aku membahagiakan adikmu juga." balas Narendra seraya bermain ponsel.


Joy terdiam sejenak. "berarti tuan memang tidak memiliki rasa pada Herra, lalu kenapa tadi begitu posesif sekali kata-katanya ??" batin joy menerka.


" jangan kau fikir aku meminta imbalan joy, aku ikhlas memberikannya. karna itu wajib aku lakukan. sudahlah.jangan terlalu kau fikirkan." Narendra menambahi perkataannya seolah tau isi otak Joy sang asistennya.


" iya tuan.."balas Joy dengan singkat.


Narendra meregangkan otot tangannya. kini ia akan mulai kembali disibukkan dengan banyaknya pekerjaan yang menanti dirinya.


"jadwal ku apa saja joy ??" tanya Narendra.


" pukul 09.00 mitting bersama dewan direksi kantor. pukul 11.00 bertemu klien yang hendak menginvestorkan dana pada produk baru kitaa tuan." terang joy dengan jelas.


" huh.. baiklah. ayo kita mulai." Balas Narendra seraya membuka pintu mobil saat ternyata mobil sudah tiba dikantor besar milik Narendra. semua karyawan nampak menunduk memberi hormat, dan seperti biasa, Narendra tak akan merespon atau menyapa balik.

__ADS_1


.


.


" aku tidak menyangka kita satu jurusan Her." ucap Key seraya beriringan mengikuti Herra menuju ruangan mereka


" iya. setidak nya aku punya teman ngobrol dikelas." balas Herra dengan candaan.


mereka berdua memasuki ruangan dimana kelas awal akan dimulai. semua nampak.begitu tenang dan ternyata ramah-ramah.


.


.


Draka. terus mengotak atik papan keyboard dihadapannya, namun otaknya seolah tidak berada disitu. kondisi.terkini kekasihnyalah yang membuat Draka begitu ingin tau..


draka dan dirya memang berbeda ruangan. hingga tak ada yang rau bagaimaba ekspresi Draka saat ini.


Pintu nampak diketuk bebeerapa kali, dan suara Dirya bisa didengar Draka. seketika Draka.tersadar dan langsung berlari kearah pintu.


" kau sudah selesai belum ??" tanya dirya.


" i..iya. ada apa ?" tanya Draka.


" Hasna sakit. kak Rans menghubungiku tadi. aku mau mengajakmu menjenguknya. kau mau kan ??" ajak Dirya yang sudah berdiri dihadapan Draka.

__ADS_1


Draka begitu semangat. "tentu saja aku mau '!"


Dirya hanya menyunggingkan senyum tipis. " bersiaplah. aku tunggu"


Dirya segera keluar. dan pada saaat itu Draka langsung buru-buru membereskan mejanya. bahagia sekali rasanya, ia tidak perlu beralasan apapun.


Dirya yang juga sangat tau perasaan sang kakak yang memang cukup tertutup itu.


Draka.segera keluar memperlihatkan wajahnya yang amat sumringah bisa dekat dan melihat kondisi Hasna.


Dirya juga sudah keluar dari ruangannya.


mereka berdua beriringan keluar dari kantor.


" kenapa kak Rans menghubungimu bukan aku ??" tanya Draka dalam langkah mereka .


" aku juga tidak tau. kak Zakia meminta kita menjenguknya. jika bukan permintaan kak Kia, mana aku mau.. nanti Hasna kepedean lagi."terang Dirya.


Draka hanya mengangguk pertanda memgerti. apapun alasannya setidaknya ia bisa menemui kekasih rahasianya selama ini. terdengar menyedihkan, jika mengingat hubungan mereka yang sengaja disembunyikan. tapi apalah daya, Semua karna perasaan tak enak pada kembarannya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2