You Are Only Mine

You Are Only Mine
Permulaan pertama


__ADS_3

bab 74


.


.


.


Ciuman bertambah panas dan sesekali terlepas agar keduanya dapat menghirup oksigen dengan dalam.


Keduanya saling menempelkan kening masing-masing dengan nafas memburu.


" aku mencintaimu.." gumam Narendra dengan suara parau dan langsung menyambar kembali bibir Herra.


Suasana ruang kerja yang ber ac tak lagi dingin, malah bertambah panas didalam tubuh memburu dan gejolak yang mulai kentara.


tangan Narendra dengan sendirinya mencari tempat ternyaman di tubuh Herra. dengan cepat tangan itu mengarah masuk kedalam piyama tidur Herra dan mengusap punggung mulus itu. perlahan Narendra membuka pengait bra yang dikenakan Herra, Herra yang juga larut dalam ciuman itu tak menyadari apa yang suaminya lakukan.


suara tertahan terdengar ditelinga Narendra kala lidah Narendra berkelena dileher jenjang Herra. bahkan Narendra tak lupa memberi tanda kepemilikan disana.


Herra memejamkan mata saat sensasi aneh bisa ia rasakan dalam gejolak hasratnya yang terpancing begitu saja dengan serangan-serangan memabukkan dari Narendra.


kembali mulut Herra dengan sendirinya mengeluarkan suara- suara seksi, saat Tangan Narendra berhasil meraih pucuk gunung himalaya kesukaannya yang masih nampak kencang dan berukuran sedang itu.


Herra nampak menggelincang saat rasa geli bercampur rasa yang tak bisa dijelaskan.


terus dan terus, tangan Narendra bergerilya sesuka hatinya secara perlahan dan begitu penuh irama, sampai Ia hendak membuka kancing piyama Herra, barulah Herra sadar dimana mereka saat ini.


" kak, kita sedang diruang kerjamu ??!" ujar Herra.


Nafas Narendra sudah memburu sebab ia sudah berada dikubangan nafsu yang hampir memuncak.

__ADS_1


" memangnya kenapa ?? ini kan ruangan kita juga.." balas Narendra yang kembali menyerang area leher Herra.


" aku malu jika bik Rima melihat !!" Herra menghindari ciuman Narendra.


Narendra menatap Herra dengan dalam. lalu tanpa aba-aba, Narendra menggendong tubuh mungil itu.


Herra yang merasakan tubuhnya melayang diudara langsung mengalungkan kedua tangannya dileher Narendra. sebelum melangkah Narendra mencium bibir Herra yang hendak memekik karna terkejut.


cuup !!


Senyum nampak diwajah keduanya. tak ingin mengulur waktu, Narendra membawa Herra keluar dari ruang kerjanya meninggalkan laptop yang masih menyala menuju kamar tidur guna melepaskan gejolak yang sudah memuncak pada diri Narendra.


Dengan perlahan, Narendra meletakkan tubuh Herra diranjang dan langsung menyambar bibir itu kembali, pangutan kembali terjadi dengan tangan Narendra yang mulai membuka kancing piyama Herra.


" apa kau sudah selesai datang bulan ??" tanya Narendra sesaat menghentikan aktivitasnya.


Herra yang juga telah larut dalam permainan Narendra mengangguk pelan.


Herra menatap kearah Narendra yang matanya nampak begitu memerah, senyum terbit dari bibir Herra yang dengan cepat mengangguk mengiyakan.


Narendra lega dan merasa bahagia. ia langsung menyambar kembali bibir Herra dan melanjutkan aktivitas tangan membuka kancing piyama Herra. hingga beberapa saat Herra dan Narendra sudah tak memakai sehelai benang pun.


Narendra beralih pada Pucuk pegunungan kesukaannya yang tidak terlalu besar namun cukup kenyal jika dipegang, hingga membuatnya ingin terus memakannya.


Herra terus mengeluarkan suara- suara seksi yang menambah rasa dalam diri Narendra semakin memuncak.


Herra menggigit bibir bawahnya saat melihat senjata Narendra yang berdiri tegap dengan ukuran yang besar.


" kenapa ??" tanya Narendra saat melihat wajah Herra amat tegang.


" itu..kenapa..kenapa.besar sekali.." jawab Herra ragu-ragu.

__ADS_1


Narendra tersenyum geli saat mendengar jawaban istrinya.


"kau harus bersyukur karna mendapat yang besar seperti ini.." balas Narendra seraya menciumi kembali leher jenjang Herra.


" nanti.. sakit..tidak.." ujar Herra dengan menahan sensasi yang ia dapat saat Narendra menggerayangi wajah dan lehernya.


" aku akan melakukannya dengan perlahan..sakit sedikit itu wajar, tenanglah.." Narendra berusaha menenangkan Herra.


dan dengan siap Narendra memasukkan lembah kenimatan milik Herra.


"aaahhhh !!! kakak !!! sakit sekali !!! aa !!!" teriak Herra dengan seketika.


.


.


.


Hayo loo pada ngapain ??


jangan dihayati nanti haredang looh🤭🤭🤭


.


jangan dibully cuma kayak gini adegannya ya ?? ini aja nunggu lulus riview ampe 2 hari revisi terus 😭😭😭


mudah2an lulus 🤲🤲🤲


.


.

__ADS_1


__ADS_2